Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Mutiara yang lekang oleh Zaman

Mutiara yang lekang oleh Zaman

Marilah kita kembali menambah kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan menghindar dari berbagai larangan-Nya dan juga menjauhi berbagai perkara yang dibenci Rasul-Nya. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita akan menghadapi kehidupan ini secara sempurna.

Tidak selayaknya kita membicarakan keburukan, kema'siyatan demi kemaksiatan yang terjadi di muka bumi ini terus-menerus terjadi. Apalagi kemaksiatan yag terjadi di sekitar kita, yang kerap kali melibatkan orang-orang dekat kita. Alangkah baiknya jika kita mulai melangkah untuk menyelesaikan dan membenahi keburukan itu, tidak sekedar membicarakannya.

Betapa merosotnya keadaan di sekitar kita, hingga berbagai fatwa ulamapun dianggap angin lalu. Guna berbenah itulah kita harus tahu persis akar permasalahan dari keburukan itu. Agar treatmen yang akan diberikan tidak salah sasaran.

Di dalam Kitab Nurul Abshar fi manaqibi an-Nabi al Mukhtar Karya Syaikh Mu'min bin Hasan Asy Syablanji. diceritakan bahwa ketika baginda Rasulullah SAW dalam kondisi sakit di bulan safar, datang kepada Rasulullah SAW seorang malaikat. Kemudia beliau bertanya kepada Malaikat: "Wahai Jibril, akankah engkau masih turun ke bumi setelah aku tiada?" Jawab Jibril As. "Masih Ya Rasulullah, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggalnya engkau." Lalu baginda Nabi Muhammad SAW. bertanya kembali: "Mutiara apakah yang engkau akan ambil wahai Jibril?"

Malaikat Jibril lantas Menjawab: 

1. Pertama (ุงู„ุฃَูˆَّู„ُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุจَุฑَูƒَุฉَ ู…ِู†َ ุงู„ุฃَุฑْุถِุง

Mutiara pertama yang akan kuambil dari muka bumi ini adalah barakah (keberkahan). 

Barokah adalah ziyadatul khair. Yang dapat diartikan ‘bertambah baik’. Artinya, sesuatu itu dianggap memiliki kebarokahan jika memang dapat melahirkan kebaikan dari kebaikan yang lain. Misalkan berdagang yang berkah itu akan menjadikan pelaku / pedagangnya makin intens dan berkualitas dalm bersedekah dan tambah rajin beribadah. Begitu pula ilmu yang barokah itu akan menjadikan pemiliknya berperilaku semakin baik, bukan malah semakin buruk. Ilmu akuntansi yang memiliki barokah tidak akan disalah gunakan oleh pemiliknya untuk berlaku curang dst...

2. Kedua ( ูˆَุงู„ุซََّุงู†ู‰ِ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ู…َุญَุจَّุฉَ ู…ِู†ْ ู‚ُู„ُูˆْุจِ ุงู„ุฎَู„ْู‚ِ

Mutiara kedua yang akan kuambil dari bumi adalah rasa cinta (Mahabbah) dari hati manusia.

3. Ketiga (ูˆَุงู„ุซََّุงู„ِุซُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุดُّูْู‚َุฉَ ู…ِู†ْ ู‚ُู„ُูˆْุจِ ุงู„ุฃَู‚ุงَุฑِุจِ 

Mutiara ketiga yang akan kuambil dari bumi ini adalah rasa kasih sayang di antara keluarga.

4. Keempat (ูˆَุงู„ุฑَّุงุจِุนُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุนَุฏْู„َ ู…ِู†َ ุงู„ุฃُู…َุฑุงَุกِ 

Mutiara keempat yang akan kuambil dari bumi ini adalah keadilan di hati para pemimpin.

Mengenai hal ini kita semu telah pandai menilai. Apakah kekuasaan yang ada di sekitaran kita, ditingkat global dan nasional masih ada keadilan para pemimpin kita? Dapatkah disebut ke adilan jika terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum dan perilaku perilaku kebermanfaatan lainya? Na’udzubillah min dzalik.

Jika melihat situasi yang ada ini sudahkah malaikat Jibril turun? Dan di mana dia turun?

5. Kelima (ูˆَุงู„ุฎุงَู…ِุณُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุญَูŠุงَุกَ ู…ِู†َ ุงู„ู†ِّุณุงَุกِ 

Mutiara kelima yang akan kuambil dari bumi ini adalah rasa malu dari para wanita-wanita (yang banyak berkata, berpenampilan, dan bersikap tidak pantas). Padahal sesungguhnya rasa malu itu sebagian dari iman.

Kini rasa malu itu telah dirubah menjadi rasa bangga. Seperti misalnya Bangga menjadi perempuan simpanan. Bangga menjadi perempuan yang memiliki gratifikasi terhadap selain muhrim, bahkan sebagian menggunakan alasan seni demi menutupi kemaluan yang telah hilang.

6. Keenam (ูˆَุงู„ุณَّุงุฏِุณُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุตَّุจْุฑَ ู…ِู†َ ุงู„ูُู‚َุฑุงَุกِ 

Mutiara keenam yang akan kuambil dari bumi adalah rasa sabar orang-orang fakir (miskin).

Diakui maupun tidak diakui bahwa faktor yang mengondisikan suatu negeri itu miskin dan berkembang tetap aman dan tertata adalah kesabaran para fakir dalam menerima bagian mereka. Namun, ketika golongan fakir miskin ini sudah tidak memiliki kesabaran dengan nasib mereka, maka kesenjangan social bisa berubah menjadi kerusakan dan kekacauan. sebab Do'a mereka tidak terhijab antar langit dan bumi.

7. Ketujuh (ูˆَุงู„ุณَّุงุจِุนُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ูˆَุฑَุนَ ูˆَุงู„ุฒُู‡ْุฏَ ู…ِู†َ ุงْู„ุนُู„َู…ุงَุกِ 

Mutiara ketujuh yang akan kuambil dari bumi adalah sikap Wara' dan Zuhud dari para ulama.

Wara' adalah perilaku cukup dan berhati-hati menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram. Sedangkan zuhud itu (hati) yang tidak mementingkan harta-dunia. Keduanya merupakan ciri seorang ulama. Jika wara' dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya tergores dan nilai keulamannyapun mulai berkurang.

Nampaknya inilah yang terjadi pada ulama kita saat ini. wajarlah jika akhir-akhir ini berbagai fatwa mereka (ulama') tidak di dengar lagi oleh masyarakat. Pengajian-pengajiannya yang ada hanya dianggap sebagai tontonan bukan tuntutan.

8. Kedelapan (ูˆَุงู„ุซََّุงู…ِู†ُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุณَّุฎุงَุกَ ู…ِู†َ ุงู„ุฃَุบْู†ِูŠุงَุกِ 

Mutiara kedelapan yang akan kuambil dari bumi adalah dermawannya orang-orang kaya.

Diantara unsur yang dapat melanggengkan sirkulasi kehidupan ekonomi, budaya dan sosial di suatu masyarakat adalah kesabaran para fakir miskin dan kedermawanan orang-orang kaya. Keduanya akan saling mengisi. Namun jika keduanya tidak sinergis maka semua itu lenyap dan harmonisme dalam satu masyarakat dapat hilang tergantikan dengan unharmonism.

9. Kesembilan (ูˆَุงู„ุชَّุงุณِุนُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ู‚ُุฑْุขู†َ 

Mutiara kesembilan yang akan kuambil dari bumi adalah mengangkat Al-Qur'an. Yaitu menghilangkan Al-Qur'an sebagai panduan dalam kehidupan.

Lebih tepatnya menghilangkan ruh al-Qur’an. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi kini makin mempermudah telinga kita mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an. melalui mp3, mp4, dan media media online bahkan tafsirnya pun dapat diperoleh dengan mudah. Akan tetapi semangat Al-Qur’an itu sendiri saat ini semakin pudar bersama dengan makin mudahnya mendengarkan Al-Qur’an.

Meski demikian kita harus tetap berusaha memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa agar Jibril tidak tergesa-gesa turun dan mengambil Al-Qur'an dari bumi ini.

10. Kesepuluh (ุงู„ุนุงَุดِุฑُ) ุฃَุฑْูَุนُ ุงู„ุฅِูŠْู…ุงَู†َ 

Mutiara kesepuluh yang akan kuambil dari bumi adalah iman. Ini adalah mutiara paling berharga di antara sembilan mutiara lainnya.

Boleh jadi ini adalah urutan mutiara yang paling akhir yang akan diambil oleh Jibril. Sebagaimana struktur teks hadits ini yang memposisikannya paling akhir.

Iman, ada di hati dan kita senantiasa berharap kepada Allah SWT. semoga Allah SWT. menetapkan iman dalam hati kita hingga saat dimana nanti kita kembali kepada-Nya tetap dalam keadaan Istiqomah dengan Iman dan Khusnul Khatimah.

Demikian tulisan ini, semoga saya, kita dan para pembaca yang Budiman dapat mengambil ibroh / pelajaran dari sepenggal tulisan yang saya tulis ini sehingga dapat memberikan dan membumikan kemanfaatan bagi seluruh alam.

Melestarikan Kebaikan Paskah Ramadhan

Melestarikan Kebaikan Paskah Ramadhan.

Sebelum Ramadhan datang, kita selalu menantinya dengan penuh kerinduan. Setelah ia pergi meninggalkan kita, mustinya kita tetap melakukan kebaikan dan tidak harus lekang oleh waktu kecuali dengan datangnya kematian. Shiyam, Qiyam, Infaq, Sedekah dan berbagai ibadah kebaikan lainya tetap dianjurkan sepanjang hayat. Islam memberikan kesempatan kepada kita untuk meneruskan dan melestarikan ibadah.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an: Maka mari kita tetap saling mengingatkan untuk senantiasa mempertahankan dan meningkatkan semangat ibadah kita pasca-Ramadhan, Bulan Syawal Secara bahasa, “Syawal” (ุดَูˆَّุงู„ُ) berasal dari kata “Syala” (ุดَุงู„َ) yang memiliki arti “irtafaรก” (ุงِุฑْุชَูَุนَ) yakni meningkatkan. Makna definisi ini tentu menjadi inspirasi bagi kita semua kaum muslimin dan muslimat untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita di bulan Syawal dan bulan-bulan ke depannya dengan melakukan tiga hal yakni: muhasabah (evaluasi diri), mujahadah (bersungguh-sungguh), dan muraqabah (mendekatkan diri kepada Allah). Dengan tiga ikhtiar ini kita berharap tren positif kualitas dan kuantitas ibadah kita di bulan Ramadhan bisa kita pertahankan dan kita tingkatkan di bulan Syawal dan bulan-bulan selanjutnya.

Muhasabah adalah melakukan introspeksi diri terhadap perjalanan ibadah di bulan Ramadhan. Muhasabah ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri tentang: Apa yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan? Apakah kita sudah memiliki niat yang benar dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan? Apa yang menjadikan kita semangat beribadah di bulan Ramadhan? Pernahkan kita melanggar kewajiban-kewajiban di bulan Ramadhan?. Dan tentunya pertanyaan-pertanyaan introspektif lainnya untuk mengevaluasi ibadah kita selama ini. Muhasabah ini sangat penting karena akan menjadi pijakan kita untuk melangkah selanjutnya di bulan Syawal. Allah SWT. mengingatkan kita untuk senantiasa melakukan evaluasi dengan melihat masa lalu kita sebagai modal untuk menghadapi masa depan. sebagaiamana yang dijelaskan dalam Surat Al-Hasyr: 18.

Maka pada kesempatan yang baik ini mari kita berMuhasabah dan mengingat-ingat kembali apa yang telah kita lakukan pada bulan yang penuh keberkahan itu. Apabila kita telah beramal dengan baik selama Ramadhan, marilah kita pertahankan dan tingkatkan setelah Ramadhan. Jika kita termasuk orang-orang yang lalai dalam melakukan kewajiban atau teledor dalam menjauhi larangan selama Ramadhan, marilah kita segerakan diri kita untuk bertaubat dengan taubatan nashuha. Segera kita perbaiki diri kita sebelum maut menjemput. Perintah Taubat dalam QS An-Nur ayat 31:

Setelah muhasabah, selanjutnya yang kita lakukan adalah Mujahadah yakni bersungguh-sungguh dalam berjuang untuk mempertahankan tren positif ibadah bulan Ramadhan. Di bulan Syawal ini, kita harus tancapkan tekad untuk terus melestarikan kebiasaan-kebiasaan positif selama Ramadhan. Perjuangan ini tentu akan banyak menghadapi tantangan, baik dari lingkungan sekitar kita maupun dari diri kita sendiri. Oleh karenanya, kita harus memiliki tekad kuat dan benar agar hambatan dan tantangan yang mengendurkan semangat ibadah kita ini bisa kita kalahkan.

Setelah bermuhasabah dan bermujahadah, selanjutnya kita bisa melakukan muraqabah kepada Allah. Muraqabah adalah upaya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Upaya kita untuk dekat dengan Allah ini akan memunculkan keyakinan di dalam hati bahwa kita selalu dilihat dan diawasi oleh Allah SWT. Dan ketika Allah senantiasa mengawasi kita, maka perasaan akan muncul rasa takut untuk melakukan segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam HadistArtinya: “Hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, sebab meski engkau tidak melihat-Nya, Dia melihatmu...”

Semakin kuat tekad kita untuk bermuroqabah, maka secara otomatis akan menjadikan kita sadar bahwa kita sangat lemah dan miskin amal ibadah sehingga akan muncul kesadaran untuk terus melipatgandakan ibadah dan kebaikan kita sebagai wujud penghambaan kepada Allah. Semoga kita bisa melakukan Muhasabah, Mujahadah, dan Muroqabah ini sehingga hari ini akan lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Dunia adalah waktu untuk beramal dan akhirat adalah waktu untuk mempertanggung jawabkan amal. Penyesalan di akhirat tiada guna dan manfaat. Jangan sampai kita tergolong mereka yang mengatakan di akhirat.

Walimatul Hamli

 Walimatul Hamli:

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ْุงِู†ْุณَุงู†َ ู…ِู†ْ ุณُู„ٰู„َุฉٍ ู…ِّู†ْ ุทِูŠْู†ٍ ۚ ุซُู…َّ ุฌَุนَู„ْู†ٰู‡ُ ู†ُุทْูَุฉً ูِูŠْ ู‚َุฑَุงุฑٍ ู…َّูƒِูŠْู†ٍ ۖ ุซُู…َّ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ู†ُّุทْูَุฉَ ุนَู„َู‚َุฉً ูَุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ْุนَู„َู‚َุฉَ ู…ُุถْุบَุฉً ูَุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ْู…ُุถْุบَุฉَ ุนِุธٰู…ًุง ูَูƒَุณَูˆْู†َุง ุงู„ْุนِุธٰู…َ ู„َุญْู…ًุง ุซُู…َّ ุงَู†ْุดَุฃْู†ٰู‡ُ ุฎَู„ْู‚ًุง ุงٰุฎَุฑَۗ ูَุชَุจَุงุฑَูƒَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุงَุญْุณَู†ُ ุงู„ْุฎَุงู„ِู‚ِูŠْู†َۗ


Artinya: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. "Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). "Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." QS. Al-Mu'minun 12-14.

Hadits riwayat Muhammad Ismail al-Bukhari dalam Sahih al-Bukhari (Beirut: Dar al-Fikr, 1422), juz IV, hal. 111, hadits nomor 3208:


ู‚َุงู„َ: ุฅِู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ْ ูŠُุฌْู…َุนُ ุฎَู„ْู‚ُู‡ُ ูِูŠ ุจَุทْู†ِ ุฃُู…ِّู‡ِ ุฃَุฑْุจَุนِูŠู†َ ูŠَูˆْู…ًุง، ุซُู…َّ ูŠَูƒُูˆู†ُ ุนَู„َู‚َุฉً ู…ِุซْู„َ ุฐَู„ِูƒَ، ุซُู…َّ ูŠَูƒُูˆู†ُ ู…ُุถْุบَุฉً ู…ِุซْู„َ ุฐَู„ِูƒَ، ุซُู…َّ ูŠَุจْุนَุซُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َู„َูƒًุง ูَูŠُุคْู…َุฑُ ุจِุฃَุฑْุจَุนِ ูƒَู„ِู…َุงุชٍ، ูˆَูŠُู‚َุงู„ُ ู„َู‡ُ: ุงูƒْุชُุจْ ุนَู…َู„َู‡ُ، ูˆَุฑِุฒْู‚َู‡ُ، ูˆَุฃَุฌَู„َู‡ُ، ูˆَุดَู‚ِูŠٌّ ุฃَูˆْ ุณَุนِูŠุฏٌ، ุซُู…َّ ูŠُู†ْูَุฎُ ูِูŠู‡ِ ุงู„ุฑُّูˆุญُ،

“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …”


Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa proses kejadian manusia terdiri dari 3 fase sebagai berikut:

• 40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental.

• 40 hari kedua menjadi ‘alaqah atau segumpal darah.

• 40 hari ketiga menjadi mudhghah atau segumpal daging.


Berikut Do'a nya;


Tawasul Fatihah...

Sholawat Nariah...


ู‚ُู„ِ ุงู„ู„ู‡ู… ู…ٰู„ِูƒَ ุงู„ْู…ُู„ْูƒِ ุชُุคْุชِู‰ ุงู„ْู…ُู„ْูƒَ ู…َู†ْ ุชَุดَุงุۤกُ ูˆَุชَู†ْุฒِุนُ ุงู„ْู…ُู„ْูƒَ ู…ِู…َّู†ْ ุชَุดَุงุۤกُۖ ูˆَุชُุนِุฒُّ ู…َู†ْ ุชَุดَุงุۤกُ ูˆَุชُุฐِู„ُّ ู…َู†ْ ุชَุดَุงุۤกُ ۗ ุจِูŠَุฏِูƒَ ุงู„ْุฎَูŠْุฑُ ۗ ุงِู†َّูƒَ ุนَู„ٰู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ - ูขูฆ

ุชُูˆْู„ِุฌُ ุงู„َّูŠْู„َ ูِู‰ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ูˆَุชُูˆْู„ِุฌُ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑَ ูِู‰ ุงู„َّูŠْู„ِ ูˆَุชُุฎْุฑِุฌُ ุงู„ْุญَูŠَّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َูŠِّุชِ ูˆَุชُุฎْุฑِุฌُ ุงู„ْู…َูŠِّุชَ ู…ِู†َ ุงู„ْุญَูŠِّ ูˆَุชَุฑْุฒُู‚ُ ู…َู†ْ ุชَุดَุงุۤกُ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ - ูขูง


ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠْู…ِ، ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจِุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุฅِู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู„َุง ุบَุงู„ِุจَ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَู„َุง ูŠُูَูˆِّุชُู‡ُ ู‡َุงุฑِุจٌ ู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَูŠُّ ุงู„ْู‚َูŠُّูˆْู…ُ، ู†ُุนِูŠْุฐُ ู‡ٰุฐَุง ุงู„ْุญَู…ْู„َ ุงู„ْุจَุงู„ِุบَ ุฃَุฑْุจَุนَุฉَ ุฃَุดْู‡ُุฑٍ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ู„َّุทِูŠْูِ ุงู„ْุญَูِูŠْุธِ ุงู„َّุฐِูŠْ ู„َุข ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุนَุงู„ِู…ُ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ูˆَุงู„ุดَّู‡َุงุฏَุฉِ ู‡ُูˆَ ุงู„ุฑَّุญْู…ٰู†ُ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ُ ูˆَู†ُุนِูŠْุฐُู‡ُ ุจِูƒَู„ِู…َุงุชِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุชَّุขู…َّุฉِ ูˆَุจِุฃَุณْู…َุขุฆِูƒَ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…َุฉِ ูˆَุขูŠَุงุชِู‡ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠْู…َุฉِ ูˆَุญُุฑُูˆْูِู‡َุง ุงู„ْู…ُุจَุงุฑَูƒَุฉِ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุงู„ْุฅِู†ْุณِ ูˆَุงู„ْุฌَุขู†ِّ ูˆَู…ِู†ْ ู…َูƒْุฑِ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ูˆَุงู„ْุงٰูˆَุงู†ِ ูˆَู…ِู†ْ ุฌَู…ِูŠْุนِ ุงู„ْูِุชَู†ِ ูˆَุงู„ْุจَู„َุงูŠَุง ูˆَุงู„ْุนِุตْูŠَุงู†ِ ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุงู„ู†َّูَّุงุซَุงุชِ ูِูŠ ุงู„ْุนُู‚َุฏِ ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุญَุงุณِุฏٍ ุฅِุฐَุง ุญَุณَุฏَ. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุงุฌْุนَู„ْู‡ُ ูˆَู„َุฏًุง ุตَุงู„ِุญًุง ูƒَุฑِูŠْู…ًุง ูƒَุงู…ِู„ًุง ุนَุงู‚ِู„ًุง ุนَู„ِูŠْู…ًุง ู†َุงูِุนًุง ู…ُุจَุงุฑَูƒًุง ุญَู„ِูŠْู…ًุง. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุฒَูŠِّู†ْู‡ُ ุจِุฒِูŠْู†َุฉِ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠْู…َุฉِ ูˆَุงู„ุตُّูˆْุฑَุฉِ ุงู„ْุฌَู…ِูŠْู„َุฉِ ุฐِูŠ ุงู„ْู‡َูŠْุจَุฉِ ูˆَุงู„ْู‡َูŠْุฆَุฉِ ุงู„ْู…َู„ِูŠْุญَุฉِ ูˆَุงู„ุฑُّูˆْุญِ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูِุทْุฑَุฉِ ุงู„ْุฌَุฒِูŠْู„َุฉِ. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุงูƒْุชُุจْู‡ُ ูِูŠْ ุฒُู…ْุฑَุฉِ ุงู„ْุนُู„َู…َุขุกِ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠْู†َ ูˆَุญَู…َู„َุฉِ ุงู„ْู‚ُุฑْุงٰู†ِ ุงู„ْุนَุงู…ِู„ِูŠْู†َ ูˆَุงุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ุนَู…َู„ุงً ูŠُู‚َุฑِّุจُู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู…َุนَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّูŠْู†َ ูŠَุข ุฃَูƒْุฑَู…َ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ِูŠْู†َ ูˆَูŠَุง ุฎَูŠْุฑَ ุงู„ุฑَّุงุฒِู‚ِูŠْู†َ. ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุงุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ูˆُุฃُู…َّู‡ُ ูِูŠْ ุทَุงุนَุชِูƒَ ุงู„ْู…َู‚ْุจُูˆْู„َุฉِ ูˆَุฐِูƒْุฑِูƒَ ูˆَุดُูƒْุฑِูƒَ ูˆَุญُุณْู†ِ ุนِุจَุงุฏَุชِูƒَ ุงู„ْู…ُุฑْุถِูŠَّุฉِ ูˆَุงุญْูَุธْู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู‚ْุทِ ูˆَุงู„ู†َّู‚ْุตِ ูˆَุงู„ْุนِู„َّุฉِ ูˆَุงู„ْูƒَุณَู„ِ ูˆَุงู„ْุฎِู„ْู‚َุฉِ ุงู„ْู…َุฐْู…ُูˆْู…َุฉِ ุญَุชَّู‰ ูˆَุถَุนَุชْู‡ُ ุฃُู…ُّู‡ُ ุนَู„َู‰ ุตِุญَّุฉٍ ูˆَุนَุงูِูŠَุฉٍ ูˆَุณُู‡ُูˆْู„َุฉٍ ูˆَูŠُุณْุฑَุฉٍ ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ู…َุฑَุถٍ ูˆَุชَุนَุจٍ ูˆَุนُุณْุฑَุฉٍ ุจِุดَูَุงุนَุฉِ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ


Sholawat Tarhim

 Sholawat Tarhim:


ุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ۞ ูŠَุงุฅู…َุงู…َ ุงู„ْู…ُุฌَุงู‡ِุฏِูŠْู†َ ۞ ูŠَุงุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah.

ุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ۞ ูŠَุงู†َุงุตِุฑَ ุงْู„ู‡ُุฏَู‰ ۞ ูŠَุง ุฎَูŠْุฑَ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ู„ู‡ْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik.


ุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ۞ ูŠَุงู†َุงุตِุฑَ ุงู„ْุญَู‚ِّ ูŠَุงุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡

ุงู„ุตَّู„َุงุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ۞ ูŠَุงู…َู†ْ ุงَุณْุฑَู‰ ุจِูƒَ ู…ُู‡َูŠْู…ِู†ُ ู„َูŠْู„ًุง ู†ِู„ْุชَ

۞ ู…َุง ู†ِู„ْุชَ ูˆَุงู„ุฃَู†َุงู…ُ ู†ِูŠَุงู…ْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu, Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah, Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi, Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur


ูˆَุชَู‚َุฏَّู…ْุชَ ู„ِู„ุตَّู„َุงุฉِ ูَุตَู„َّ ูƒُู„ُّ ู…َู†ْ ูِู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุงَู†ْุชَ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ْ

 ูˆَุงِู„َู‰ ุงู„ْู…ُู†ْุชَู‡َู‰ ุฑُูِุนْุชَ ูƒَุฑِูŠْู…ًุง ูˆَ ุณَู…ِุนْุชَ ู†ِุฏَุงุกً ุนَู„َูŠْูƒَ ุงู„ุณَّู„َุงู…ْ

ูŠَุง ูƒَุฑِู…َ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ْ ۞ ูŠَุงุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ْ

ุตَู„ู‰َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒَ ۞ ูˆَ ุนَู„ู‰َ ุนَู„ِูƒَ ูˆَ ุงَุตْุญَุงุจِูƒَ ุฃุฌْู…َุนِูŠْู†َ


Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam, Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu, dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu, Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah, Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.


Kurikulum Prototipe

Terdapat tiga karakteristik utama dalam kurikulum prototipe:

  1. Pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills)

Keterampilan non-teknis adalah perkembangan kemampuan dengan EQ dan berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi para siswa. Pada kurikulum prototipe, tidak hanya diajarkan pada keterampilan yang berkaitan dengan bidang yang ditekuni siswa saja, tetapi bisa lintas minat.

Bahwa guru diminta untuk memberikan sejumlah tugas atau proyek kepada para murid yang sifatnya bisa lintas mata pelajaran, bahkan lintas peminatan.

Pada kurikulum prototipe, siswa Sekolah Dasar (SD) paling tidak dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek. Namun demikian, sekolah tetap diberikan keleluasaan untuk pengembangan program kerja tambahan.

  1. Berfokus pada materi esensial

Dengan pembelajaran yang difokuskan pada materi-materi esensial, maka ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi. Dengan begitu, para siswa atau murid tidak tertinggal dalam kemampuan dasar tersebut.

Selain itu, sudah tidak ada lagi jurusan ilmu sosial (IPS), alam (IPA), dan bahasa di jenjang pendidikan SMA. Siswa juga bebas dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan yang diminatinya. Hal ini didasarkan pada kurikulum prototipe yang mengedepankan pengembangan karakter dan kompetensi esensial siswa.

Berbeda dengan kurikulum 2013 yang mengenal istilah KI dan KD, pada kurikulum prototipe terdapat istilah Capaian Pembelajaran (CP). CP merupakan satu kesatuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkelanjutan, sehingga membangun kompetensi yang utuh.

  1. Memberikan fleksibilitas bagi guru

Guru, dalam hal ini, dapat mengajar suatu hal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh si murid. Fleksibilitas bagi guru, dimaksudkan untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Selain itu, perencanaan kurikulum bagi sekolah pun dapat diatur dengan cara yang lebih fleksibel. Dalam kurikulum prototipe, tujuan belajar ditetapkan per fase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.