Mutiara yang lekang oleh Zaman
Marilah kita kembali menambah
kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan menghindar dari berbagai
larangan-Nya dan juga menjauhi berbagai perkara yang dibenci Rasul-Nya.
Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita akan menghadapi kehidupan ini secara
sempurna.
Tidak selayaknya kita
membicarakan keburukan, kema'siyatan demi kemaksiatan yang terjadi di muka bumi
ini terus-menerus terjadi. Apalagi kemaksiatan yag terjadi di sekitar kita,
yang kerap kali melibatkan orang-orang dekat kita. Alangkah baiknya jika kita
mulai melangkah untuk menyelesaikan dan membenahi keburukan itu, tidak sekedar
membicarakannya.
Betapa merosotnya keadaan di
sekitar kita, hingga berbagai fatwa ulamapun dianggap angin lalu. Guna berbenah
itulah kita harus tahu persis akar permasalahan dari keburukan itu. Agar
treatmen yang akan diberikan tidak salah sasaran.
Di dalam Kitab Nurul Abshar fi
manaqibi an-Nabi al Mukhtar Karya Syaikh Mu'min bin Hasan Asy Syablanji.
diceritakan bahwa ketika baginda Rasulullah SAW dalam kondisi sakit di bulan
safar, datang kepada Rasulullah SAW seorang malaikat. Kemudia beliau bertanya
kepada Malaikat: "Wahai Jibril, akankah engkau masih turun ke bumi setelah
aku tiada?" Jawab Jibril As. "Masih Ya Rasulullah, aku akan turun ke
bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggalnya engkau." Lalu baginda
Nabi Muhammad SAW. bertanya kembali: "Mutiara apakah yang engkau akan
ambil wahai Jibril?"
Malaikat Jibril lantas
Menjawab:
1. Pertama (ุงูุฃََُّูู)
ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุจَุฑََูุฉَ ู
َِู ุงูุฃَุฑْุถِุง
Mutiara pertama yang akan kuambil
dari muka bumi ini adalah barakah (keberkahan).
Barokah adalah ziyadatul khair.
Yang dapat diartikan ‘bertambah baik’. Artinya, sesuatu itu dianggap memiliki
kebarokahan jika memang dapat melahirkan kebaikan dari kebaikan yang lain.
Misalkan berdagang yang berkah itu akan menjadikan pelaku / pedagangnya makin
intens dan berkualitas dalm bersedekah dan tambah rajin beribadah. Begitu pula
ilmu yang barokah itu akan menjadikan pemiliknya berperilaku semakin baik,
bukan malah semakin buruk. Ilmu akuntansi yang memiliki barokah tidak akan
disalah gunakan oleh pemiliknya untuk berlaku curang dst...
2. Kedua (
َูุงูุซََّุงِูู) ุฃَุฑَْูุนُ ุงูู
َุญَุจَّุฉَ ู
ِْู ُُْูููุจِ ุงูุฎَِْูู
Mutiara kedua yang akan kuambil
dari bumi adalah rasa cinta (Mahabbah) dari hati manusia.
3. Ketiga (َูุงูุซََّุงِูุซُ)
ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุดَُّْููุฉَ ู
ِْู ُُْูููุจِ ุงูุฃَูุงَุฑِุจِ
Mutiara ketiga yang akan kuambil
dari bumi ini adalah rasa kasih sayang di antara keluarga.
4. Keempat (َูุงูุฑَّุงุจِุนُ)
ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุนَุฏَْู ู
َِู ุงูุฃُู
َุฑุงَุกِ
Mutiara keempat yang akan kuambil
dari bumi ini adalah keadilan di hati para pemimpin.
Mengenai hal ini kita semu telah
pandai menilai. Apakah kekuasaan yang ada di sekitaran kita, ditingkat global
dan nasional masih ada keadilan para pemimpin kita? Dapatkah disebut ke adilan
jika terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum dan perilaku perilaku
kebermanfaatan lainya? Na’udzubillah min dzalik.
Jika melihat situasi yang ada ini
sudahkah malaikat Jibril turun? Dan di mana dia turun?
5. Kelima (َูุงูุฎุงَู
ِุณُ)
ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุญَูุงَุกَ ู
َِู ุงِّููุณุงَุกِ
Mutiara kelima yang akan kuambil
dari bumi ini adalah rasa malu dari para wanita-wanita (yang banyak berkata,
berpenampilan, dan bersikap tidak pantas). Padahal sesungguhnya rasa malu itu
sebagian dari iman.
Kini rasa malu itu telah dirubah
menjadi rasa bangga. Seperti misalnya Bangga menjadi perempuan simpanan. Bangga
menjadi perempuan yang memiliki gratifikasi terhadap selain muhrim, bahkan
sebagian menggunakan alasan seni demi menutupi kemaluan yang telah hilang.
6. Keenam (َูุงูุณَّุงุฏِุณُ)
ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุตَّุจْุฑَ ู
َِู ุงَُูููุฑุงَุกِ
Mutiara keenam yang akan kuambil
dari bumi adalah rasa sabar orang-orang fakir (miskin).
Diakui maupun tidak diakui bahwa
faktor yang mengondisikan suatu negeri itu miskin dan berkembang tetap aman dan
tertata adalah kesabaran para fakir dalam menerima bagian mereka. Namun, ketika
golongan fakir miskin ini sudah tidak memiliki kesabaran dengan nasib mereka,
maka kesenjangan social bisa berubah menjadi kerusakan dan kekacauan. sebab
Do'a mereka tidak terhijab antar langit dan bumi.
7. Ketujuh (َูุงูุณَّุงุจِุนُ)
ุฃَุฑَْูุนُ ุงَููุฑَุนَ َูุงูุฒُْูุฏَ ู
َِู ุงْูุนَُูู
ุงَุกِ
Mutiara ketujuh yang akan kuambil
dari bumi adalah sikap Wara' dan Zuhud dari para ulama.
Wara' adalah perilaku cukup dan
berhati-hati menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram. Sedangkan zuhud itu
(hati) yang tidak mementingkan harta-dunia. Keduanya merupakan ciri seorang
ulama. Jika wara' dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya
tergores dan nilai keulamannyapun mulai berkurang.
Nampaknya inilah yang terjadi
pada ulama kita saat ini. wajarlah jika akhir-akhir ini berbagai fatwa mereka
(ulama') tidak di dengar lagi oleh masyarakat. Pengajian-pengajiannya yang ada
hanya dianggap sebagai tontonan bukan tuntutan.
8. Kedelapan (َูุงูุซََّุงู
ُِู) ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุณَّุฎุงَุกَ ู
َِู
ุงูุฃَุบِْููุงَุกِ
Mutiara kedelapan yang akan
kuambil dari bumi adalah dermawannya orang-orang kaya.
Diantara unsur yang dapat
melanggengkan sirkulasi kehidupan ekonomi, budaya dan sosial di suatu
masyarakat adalah kesabaran para fakir miskin dan kedermawanan orang-orang
kaya. Keduanya akan saling mengisi. Namun jika keduanya tidak sinergis maka
semua itu lenyap dan harmonisme dalam satu masyarakat dapat hilang tergantikan
dengan unharmonism.
9. Kesembilan (َูุงูุชَّุงุณِุนُ) ุฃَุฑَْูุนُ ุงُููุฑْุขَู
Mutiara kesembilan yang akan
kuambil dari bumi adalah mengangkat Al-Qur'an. Yaitu menghilangkan Al-Qur'an
sebagai panduan dalam kehidupan.
Lebih tepatnya menghilangkan ruh
al-Qur’an. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi kini makin
mempermudah telinga kita mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an.
melalui mp3, mp4, dan media media online bahkan tafsirnya pun dapat diperoleh dengan
mudah. Akan tetapi semangat Al-Qur’an itu sendiri saat ini semakin pudar
bersama dengan makin mudahnya mendengarkan Al-Qur’an.
Meski demikian kita harus tetap
berusaha memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa agar Jibril tidak
tergesa-gesa turun dan mengambil Al-Qur'an dari bumi ini.
10. Kesepuluh (ุงูุนุงَุดِุฑُ) ุฃَุฑَْูุนُ ุงูุฅِْูู
ุงََู
Mutiara kesepuluh yang akan
kuambil dari bumi adalah iman. Ini adalah mutiara paling berharga di antara
sembilan mutiara lainnya.
Boleh jadi ini adalah urutan
mutiara yang paling akhir yang akan diambil oleh Jibril. Sebagaimana struktur
teks hadits ini yang memposisikannya paling akhir.
Iman, ada di hati dan kita
senantiasa berharap kepada Allah SWT. semoga Allah SWT. menetapkan iman dalam
hati kita hingga saat dimana nanti kita kembali kepada-Nya tetap dalam keadaan
Istiqomah dengan Iman dan Khusnul Khatimah.
Demikian tulisan ini, semoga saya, kita dan para pembaca yang Budiman dapat mengambil ibroh / pelajaran dari sepenggal tulisan yang saya tulis ini sehingga dapat memberikan dan membumikan kemanfaatan bagi seluruh alam.










