Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Menyambut bahagia awal Dzulhijjah

Hari ini adalah awal dari bulan Dzulhijjah, bulan yang istimewa, agung, bulan yang mulia, bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan.

Pergantian bulan bagi orang beriman bukan sekadar pergantian angka. Tetapi menjadi pengingat bahwa umur kita terus berjalan, tanpa terasa, usia kita semakin dekat kepada akhir perjalanan.

Imam Hasan Al-Bashri (Hilyatul Awliya’) mengatakan: ابْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ "Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu" (manfaatkan waktu sebaik mungkin)

Karena itu para salafusoleh sangat memperhatikan datang dan perginya waktu, Sebab mereka sadar bahwa waktu adl kehidupan.

Dzulqa'dah dan Dzulhijjah adalah termasuk bagian dari Asyhurul Hurum, yaitu bulan² yang dimuliakan Allah. إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Disebut bulan haram karena bulan² ini memiliki kehormatan dan kemuliaan di sisi Allah. Pada bulan² ini, amal soleh lebih dicintai Allah, dan dosa serta kedholiman lebih besar akibatnya. Karena itu Allah melanjutkan firman-Nya: فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ "Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu"

Artinya jangan kotori bulan mulia ini dengan laku maksiat dan dosa, Jangan biasakan lisan dengan menghasut, ghibah dan fitnah. (toxic menimbulkan permusuhan, kebencian, sehingga dapat mengakibatkan putusnya ikatan silaturahim) لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْۤءِ Tuhan tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang. Dan Jangan biasakan remehkan sholat, Jangan gampang gampang menyakiti sesama. Karena hati yang terus dibiasakan dengan dosa akan perlahan kehilangan kepekaan.

Awalnya dosa terasa berat. Lama-lama menjadi biasa. Awalnya meninggalkan sholat terasa menyesal. Lama-lama hati tidak lagi merasa bersalah. Inilah yang harus ditakutkan oleh seorang mukmin.

Dzulhijjah adalah Bulan yang memiliki banyak keutamaan (Kanzu an-Najah wa as-Surur), ada sebuah riwayat bahwa Abu Utsman pernah berkata: كَانُوا يُفَضِّلُونَ ثَلَاثَ عَشَرَاتٍ: العَشْرَ الأول مِنْ ذِي الحِجَّةِ، وَالعَشْرَ الأول مِنَ المُحَرَّمِ، وَالعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ "Mereka (orang² saleh) lebih mengutamakan tiga macam sepuluh hari: sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sepuluh hari pertama Muharram, dan sepuluh hari terakhir Ramadan"

Bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang lebih besar daripada dua waktu mulia lainnya. Sebab, di dalamnya terdapat Hari Tarwiyah, Hari Arafah, dan Hari Nahr atau Iduladha.

Bulan yang di dalamnya terdapat ibadah haji, salah satu rukun Islam terbesar. Bulan yang di dalamnya terdapat hari Tarwiyah (merupakan hari ke8 Dzulhijah yang mempunyai makna berpikir atau merenung. Karenanya, hari Tarwiyah identik dengan keadaan berpikir dan merenung tentang peristiwa yang masih dipenuhi keraguan"nabi Adam disuruh membangun rumah,-mimpinya nabi Ibrohim"), Arofah, (Arofah berasal dari kata i’tiraf "pengetahuan") hari pembebasan dari api neraka يُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَها لَهُمْ Imam Fakhruddin Ar-Razi mengatakan: bahwa orang² yang berdosa ketika bertobat di tanah Arafah, mereka telah terlepas dari kotoran² dosa, dan berusaha dengan (ibadah)nya di sisi Allah sehingga akan menjadi jiwa yang harum (terbebas dari dosa dan kesalahan).

Bulan yang di dalamnya terdapat ibadah Qurban sebagai syiar tauhid dan penghambaan kepada Allah. Dan istimewanya lagi bahwa di dalam Dzulhijjah terdapat sepuluh hari pertama yang merupakan hari² terbaik sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ "Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini" (HR. Bukhari) Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?" Nabi SAW menjawab: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun" (HR. Bukhari)

Dari Hadis ini kita bisa memahami bahwa betapa istimewanya sepuluh hari pertama Zulhijjah. Sampai-sampai amal soleh pada hari-hari itu lebih utama daripada jihad fi sabilillah. Padahal jihad adalah amal yang sangat mulia dalam Islam, Amal yang membutuhkan pengorbanan jiwa, harta, tenaga, bahkan nyawa. Namun Rasulullah SAW menjelaskan bahwa keutamaan amal pada sepuluh hari Dzulhijjah tidak dapat dikalahkan oleh amal apa pun, kecuali jihadnya seorang mujahid yang keluar membawa jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali pulang karena gugur syahid di jalan Allah.

Hari-hari yang di dalamnya pahala dilipatgandakan. Hari-hari yang dipenuhi dzikir, takbir, ibadah, sedekah dan amal saleh. Karena itu para ulama menganjurkan agar setiap muslim mempersiapkan dirinya untuk: Mulailah dengan memperbaiki sholat. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an. Perbanyaklah istighfar dan taubat. Perbanyak sedekah dan amal kebaikan. Maka Hidupkan malam²nya dengan Tahajjud, Qiyamullail, Sholat malam dan ditutup dengan witir. Hiasi siang harinya dengan puasa. Hidupkan rumah-rumah kita dengan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Karena takbir adalah syiar pengagungan kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda: فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ "Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid" (HR. Ahmad)

Dan amalan yang paling istimewa di bulan Dzulhijjah adalah puasa Arofah. Rasulullah SAW bersabda: أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ "Aku berharap kepada Allah agar puasa Arofah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR. Muslim)

Maka jangan sia-siakan kesempatan besar ini, bila Allah memberikan kelapangan rezeki, maka berqurbanlah. Karena hakekat Qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Tetapi sebagai bentuk ketundukan, kepatuhan dan ketaatan kita kepada Allah.

Allah SWT berfirman: لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ "Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya" (QS. Al-Hajj: 37)

Boleh jadi ini Dzulhijjah terakhir dalam hidup kita. Tidak ada satu pun dari kita yang tahu apakah tahun depan masih bisa kembali bertemu dengan hari-hari mulia seperti ini. Rasulullah SAW: اَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : اَلْمَوْتِ

Karena itu jangan tunda taubat. Jangan tunda memperbaiki diri. Jangan tunda untuk mendekat kepada Allah. Jangan tunda berbuat kebaikan Sebab orang yang paling cerdas bukanlah yang paling banyak hartanya, tetapi yang paling siap bekalnya untuk akhirat.

Rosulullah juga mengingatkan kita bahwa: ٱلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ "Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab (mengendalikan/introspeksi) dirinya untuk kehidupan setelah kematian"

Hadist ini yang mengajarkan pentingnya muhasabah (introspeksi). Maksudnya, orang yang benar-benar cerdas bukan hanya pintar dalam urusan dunia, tetapi juga mampu: mengevaluasi diri, menahan hawa nafsu, memperbaiki amal, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah dunia.

Hidup di dunia ini sifatnya sementara, Kita harus mempersiapkan bekal akhirat, Kecerdasan sejati adalah kecerdasan spiritual dan moral, bukan sekadar kecerdasan duniawi, karena ان الدنيا حلالها حساب وحرامها عقاب

0 comments: