Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Do'aQ kala Hijriyah 1435

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Sahabatku mari kembali kita mohon ampunan Allah di malam tahun baru hijriyah ini. Bismillaahirahmaanirrahiim, Alhamdulillaahirabbil alamin, allahumma shalli wa sallim ala rasulillahi shallallaahu alaihi wassalam, wa ala aalihi wa ashhaabihi ajmaiin, Ya Allah, tiada sesuatu yang tersembunyi di mataMu, Engkau tahu betapa banyaknya dosa yang telah kami perbuat kepadaMu, ya Rahmaan ya Rahiim, kami mohon ampunilah dosa dosa kami, dosa besar dosa kecil, sengaja tidak sengaja, terang-terangan maupun yang kami sembunyikan selama ini, yang lalu bahkan yang akan datang, dari mulai aqil baligh hingga akhir hayat kami…Ya Rahmaan ya Rahiim, ampunilah dosa-dosa ayah ibu kami, sayangilah mereka dengan rahmatMu sebagaimana mereka menyayangi kami, demikian pula guru-guru kami yang telah membimbing kami mengenalMu, kakek nenek kami, suami kami, istri kami, kakak adik kami, anak-anak cucu keturunan kami, ya Allah ampuni pula teman teman kami, sahabat kami, seluruh orang yang kami cintai Baik yang mantan maupun yang masih berpasangan, kaum muslimiin muslimaat baik yang hidup apalagi yang telah wafat. Terimalah taubat kami sebagai taubat sungguh sungguh, hijrahkan kami dg sungguh sungguh taat padaMu dan wafat kami husnul khotimah...aamiin.

Manajemen Pendidikan



Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan

1.Manajemen Kesiswaan

Penerimaan siswa baru pada
sekolah inklusi hendaknya memberi kesempatan dan peluang kepada anak luar biasa untuk dapat diterima dan mengikuti pendidikan di sekolah inklusi terdekat. Untuk tahap awal, agar memudahkan pengelolaan kelas, seyogianya setiap kelas inklusi dibatasi tidak lebih dari 2 (dua) jenis anak luar biasa, dan jumlah keduanya tidak lebih dari 5 (lima) anak.



Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lencar, tertib, dan teratur, serta mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen Kesiswaan meliputi antara lain: (1) Penerimaan Siswa Baru; (2) Program Bimbingan dan Penyuluhan; (3) Pengelompokan Belajar Siswa; (4) Kehadiran Siswa; (5) Mutasi Siswa; (6) Papan Statistik Siswa; (7) Buku Induk Siswa.


2. Manajemen Kurikulum

Kurikulum mencakup kurikulum nasional dan kurikulum muatan local. Kurikulum nasional merupakan standar nasional yang dikembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan kurikulum muatan local merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan/atau Kabupaten/Kota.

Kurikulum yang digunakan di kelas inklusi adalah kurikulum anak normal (reguler) yang disesuaikan (dimodifikasi sesuai) dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa. Modifikasi dapat dilakukan dengan cara: (1) Modifikasi alokasi waktu, (2) Modifikasi isi/materi, (3) Modifikasi proses belajar-mengajar, (4) Modifikasi sarana-prasarana, (5) Modifikasi lingkungan belajar, dan (6) Modifikasi pengelolaan kelas.

Manajemen Kurikulum (program pengajaran) Sekolah Inklusi antara lain meliputi: (1) Modifikasi kurikulum nasional sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa (anak luar biasa); (2) Menjabarkan kalender pendidikan; (3) Menyusun jadwal pelajaran dan pembagian tugas mengajar; (4) Mengatur pelaksanaan penyusunan program pengajaran persemester dan persiapan pelajaran; (5) Mengatur pelaksanaan penyusunan program kurikuler dan ekstrakurikuler; (6) Mengatur pelaksanaan penilaian; (7) Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas; (8) Membuat laporan kemajuan belajar siswa; (9) Mengatur usaha perbaikan dan pengayaan pengajaran.


3. Manajemen Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.

Tenaga kependidikan di
sekolah meliputi Tenaga Pendidik (Guru), Pengelola Satuan Pendidikan, Pustakawan, Laboran, dan Teknisi sumber belajar.

Guru yang terlibat di sekolah inklusi yaitu Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran (Pendidikan Agama serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan), dan Guru Pembimbing Khusus.

Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi: (1) Inventarisasi pegawai; (2) Pengusulan formasi pegawai; (3) Pengusulan pengangkatan, kenaikan tingkat, kenaikan berkala, dan mutasi; (4) Mengatur usaha kesejahteraan; (5) Mengatur pembagian tugas.


4. Manajemen Sarana-Prasarana

Di samping menggunakan sarana-prasarana seperti halnya anak normal, anak luar biasa perlu pula menggunakan sarana-prasarana khusus sesuai dengan jenis kelainan dan kebutuhan anak.
Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.


5.
Manajemen Keuangan/Dana

Komponen
keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.

Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi, perlu dialokasikan dana khusus, yang antara lain untuk keperluan: (1) Kegiatan identifikasi input siswa, (2) Modifikasi kurikulum, (3) Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat, (4) Pengadaan sarana-prasarana, (5) Pemberdayaan peranserta masyarakat, dan (6) Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar.

Pada tahap perintisan sekolah inklusi, diperlukan dana bantuan sebagai stimulasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun untuk penyelenggaraan program selanjutnya, diusahakan agar sekolah bersama-sama orang tua siswa dan masyarakat (Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah), serta pemerintah daerah dapat menanggulanginya.

Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi : (1) Otorisator; (2) Ordonator; dan (3) Bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.

Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan, juga dilimpahi fungsi Ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.


6. Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat)

Sekolah sebagai suatu system social merupakan bagian integral dari system social yang lebih besar, yaitu masyarakat. Maju mundurnya sumber daya manusia (SDM) pada suatu daerah, tidak hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan sekolah, namun sangat bergantung kepada tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin maju pula sumber daya manusia pada daerah tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin mundur pula sumber daya manusia pada daerah tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan di daerah. Masyarakat hendaknya ditumbuhkan “rasa ikut memiliki” sekolah di daerah sekitarnya. Maju-mundurnya sekolah di lingkungannya juga merupakan tanggungjawab bersama masyarakat setempat. Sehingga bukan hanya Kepala Sekolah dan Dewan Guru yang memikirkan maju mundurnya sekolah, tetapi masyarakat setempat terlibat pula memikirkannya.

Untuk menarik simpati masyarakat agar mereka bersedia berpartisipasi memajukan sekolah, perlu dilakukan berbagai hal, antara lain dengan cara memberitahu masyarakat mengenai program-program sekolah, baik program yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.


7. Manajemen Layanan Khusus

Oleh karena para siswa sekolah inklusi terdiri atas anak-anak normal dan anak-anak luar biasa, agar anak-anak luar biasa tidak sampai terabaikan, dapat dilakukan manajemen layanan khusus.

Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen kesiswaan, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pendanaan, dan lingkungan.

Kepala sekolah dapat menunjuk stafnya, terutama yang memahami ke-PLB-an, untuk melaksanakan manajemen layanan khusus ini.


B. Struktur Organisasi Sekolah

Agar semua komponen di atas dapat dilaksanakan sebaik mungkin, struktur organisasi Sekolah Inklusi dapat dibuat seperti alternatif di bawah ini.


Alternatif 1: Terutama untuk Sekolah besar, yang memiliki lebih dari 12 rombongan belajar.



Alternatif 2: Terutama untuk Sekolah cukup besar, yang memiliki lebih dari 6 rombongan belajar


Catatan:
Kes-Ling         = Kesiswaan dan Lingkungan
Akademik = Kurikulum, Sarana-Prasarana, dan Kegiatan belajr Mengajar

Alternatif 3: Terutama untuk Sekolah kecil, yang memiliki tidak lebih dari 6 rombongan belajar.



C. Pembagian Tugas Pimpinan Sekolah
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai manajer, administrator, educator, dan supervisor.
  • Kepala Sekolah adalah penanggung jawab pelaksanaan pendidikan sekolah, termasuk di dalamnya adalah penanggung jawab pelaksanaan administrasi sekolah.
  • Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan di sekolah, meliputi aspek edukatif dan administratif, yaitu pengaturan:
1)   Administrasi kesiswaan

2) Administrasi kurikulum

3) Administrasi ketenagaan

4) Administrasi sarana-prasarana

5) Administrasi keuangan

6) Administrasi hubungan dengan masyarakat

7) Administrasi kegiatan belajar-mengajar.
  • Agar tugas dan fungsi Kepala Sekolah berjalan baik dan dapat mencapai sasaran perlu adanya jadwal kerja Kepala Sekolah yang mencakup:
1)      Kegiatan harian

2) Kegiatan mingguan

3) Kegiatan bulanan

4) Kegiatan semesteran

5) Kegiatan akhir tahun pelajaran, dan

6) Kegiatan awal tahun pelajaran.
2. Tata Usaha

Kepala Tata Usaha adalah penanggung jawab pelayanan pendidikan di sekolah.
Ruang lingkup tugasnya adalah membantu Kepala Sekolah dalam menangani pengaturan:
  • Administrasi kesiswaan
  • Administrasi kurikulum
  • Administrasi ketenagaan
  • Administrasi sarana-prasarana
  • Administrasi keuangan
  • Administrasi hubungan dengan masyarakat
  • Administrasi kegiatan belajar-mengajar.


3. Wakil Kepala Sekolah

Tugas Wakil Kepala Sekolah adalah membantu tugas Kepala Sekolah dan dalam hal tertentu mewakili Kepala Sekolah baik ke dalam maupun keluar, bila Kepala Sekolah berhalangan. Sesuai dengan banyaknya cakupan tugas, 7 (tujuh) urusan yang perlu penanganan terarah di sekolah, yaitu:

a.    Urusan Kesiswaan, Ruang lingkupnya mencakup:
  • Pengarahan dan pengendalian siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah;
  • Pembinaan dan pelaksanaan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan (6K);
  • Pengabdian masyarakat.

b.    Urusan Kurikulum, Ruang lingkupnya meliputi pengurusan kegiatan belajar-mengajar, baik kurikuler, ekstra kurikuler, maupun kegiatan pengembangan kemampuan guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau pendidikan dan pelatihan (diklat), serta pelaksanaan penilaian kegiatan sekolah.

c.    Urusan Ketenagaan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan ketenagaan.

d.    Urusan sarana-prasarana, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan sarana-prasarana sekolah.

e.    Urusan Keuangan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan keuangan/pendanaan sekolah.

f.    Urusan Hubungan dengan Masyarakat (Humas), ruang lingkupnya mencakup:
  • Memberikan penjelasan tentang kebijaksanaan sekolah, situasi, dan perkembangan sekolah sesuai dengan pendelegasian Kepala Sekolah;
  • Menampung saran-saran dan pendapat masyarakat untuk memajukan sekolah;
  • Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat.

g.    Urusan Kegiatan Belajar Mengajar, Ruang lingkupnya mencakup mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan oleh guru


D. Pembinaan Sekolah Inklusi


1. Alternatif
Sekolah reguler (SD) yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi bila belum memiliki Guru Pembimbing Khusus (Guru Tetap), berlokasi tidak lebih dari 5 km dari SDLB/SLB Basis. Dengan demikian, Guru SDLB/SLB yang diberi tugas sebagai Guru Pembimbing Khusus di Sekolah Inklusi (mungkin beberapa sekolah) merasa tidak terlalu jauh, sehingga dapat melaksanakan tugasnya lebih efektif.

Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini.



2. Alternatif
Sekolah reguler (SD) yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi memiliki Guru Pembimbing Khusus (Guru Tetap) yang berlatar belakang pendidikan luar biasa atau berlatar belakang pendidikan umum tetapi sudah mendapatkan pelatihan yang memadai tentang ke-PLB-an, sehingga factor jarak dengan lokasi SDLB/SLB tidak menjadi pertimbangan, karena Sekolah ini sudah dapat mandiri. Sekolah Dasar ini disebut SD Inklusi Basis (memiliki Guru Pembimbing Khusus Tetap).

Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini.



Sholat Hajjat

Pada suatu hari Imam Zainal Abidin (sa) menjumpai seseorang sedang duduk meminta-minta di depan pintu manusia. Beliau berkata kepadanya: Celakalah kamu, mengapa kamu duduk di depan pintu manusia ini, orang yang hidupnya suka berfoya-foya dan sombong. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan aku antarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara yang jauh lebih dermawan darinya. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya, mengantarkan sampai ke masjid Nabi saw, dan berkata kepadanya: “Menghadaplah kamu ke kiblat, shalatlah dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia pasti akan memberimu.”

Selamatkan dirimu dari azab kubur

Di antara amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari himpitan dan azab kubur:
Pertama: Membaca surat An-Nisa’
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat An-Nisa’ setiap Jum’at, ia akan diselamatkan dari himpitan kubur.” (Tsawab al-A`mal: 131)
Kedua: Membaca surat Az-Zuhruf
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang tekun membaca surat Az-Zukhruf, Allah akan menjaganya dari himpitan bumi dan kesempitan kubur.” (Al-Bihar 87: 52, hadis ke 3)
Ketiga: Membaca surat Al-Qalam
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Qalam dalam shalat fardhunya atau shalat sunnah nafilahnya, Allah akan menyelamatnya dari kefakiran dan melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul a’mal: 147)

Keselamatan Dihari kebangkitan

Pertama: Dalam suatu hadis dikatakan:
“Barangsiapa yang mengantarkan janazah, Allah akan mewakilkan pada malaikat untuk membawa baginya panji-panji, dan mereka akan mengantarkanya dari kuburnya sampai ke mahsyar, tempat manusia dikumpulkan pada hari kiamat.” (Tsawabul A’mal: 231)


Kedua: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya kesusahan di akhirat, dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan hatinya bahagia.” (Al-Bihar 7: 198, hadis 71)
Ketiga: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Ketika Allah membangkitkan seorang mukmin dari kuburnya, ia akan bangkit bersama seorang makhluk yang menyerupainya dan menjadi pembimbing di depannya. Setiap mukmin yang melihat hal-hal yang menakutkan makhluk itu berkata: ‘Jangan takut dan jangan khawatir, berbahagialah dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah azza wa jalla sampai kamu menghadap Allah azza wa jalla, Allah akan menghitung amalmu dengan perhitungan yang mudah, dan akan menyuruhmu masuk ke surga.”
Makhluk itu berada di depannya. Lalu orang mukmin itu berkata kepadanya: “Semoga Allah menyayangimu, kamu adalah makhluk yang paling baik, menyertaiku ketika aku keluar dari kuburku; kamu selalu menghiburku dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah ketika aku melihat hal-hal yang menakutkan.”
Kemudian orang mukmin itu bertanya: Siapakah kamu? Ia menjawab: ‘Aku adalah kebahagiaan yang kamu masukkan ke dalam hati saudaramu yang mukmin ketika kamu berada di dunia, Allah menciptakan aku dari kebahagiaan itu untuk membahagiakanmu.” (Al-Kafi 2: 190, hadis ke 8)
Keempat: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang memberi pakaian kepada saudaranya di musim panas atau di musim dingin, maka Allah berhak untuk memberi pakaian kepadanya dari pakaian surga, memudahkan sakratul mautnya, meluaskan kuburnya, dan para malaikat akan menyambutnya dengan kebahagiaan ketika ia keluar dari kuburnya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah azza wa jalla dalam kitab-Nya: “Mereka disambut oleh para malaikat. Malaikat berkata, inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (Al-Anbiya’: 103). (Biharul Anwar 7: 198, hadis ke 72)
Kelima: Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membaca di bulan Sya’ban:
 لا إله إلاّ الله ولا نعبد إلاّ إيّاه مخلصين له الدين ولو كره المشركون

Allah mencatat baginya sebagai ibadah seribu tahun dan menghapus dosa-dosanya seribu tahun, ia akan keluar dari kuburnya pada hari kiamat dengan wajah yang bercahaya seperti bulan purnama, dan akan dicatat di sisi Allah sebagai Ash-shiddiq, orang yang benar.” (Al-Iqbal: 685)
Keenam: Membaca doa Jawsyan Kabir pada awal bulan Ramadhan. (Al-Mishbah: 246)
Disarikan dari kitab Manâzilul âkhirah, syeikh Abbas Al-Qumi, penulis kitab Mafatihul Jinan)

Amalan untuk keselamatan

Amalan ini banyak sekali kami akan menyebutkan sepuluh amalan terpenting yang dapat menyelamatkan diri dari azab yang dahsyat, dan mengamankan dari peristiwa hari kiamat yang paling menakutkan, yaitu:


Pertama:
“Barangsiapa yang membaca surat Yusuf setiap hari atau setiap malam, Allah akan membangkitkan ia pada hari kiamat, wajahnya indah seperti keindahan wajah Yusuf (sa), dan tidak akan tertimpa oleh hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Tsawabul a’mal Syeikh Shaduq: 133)

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Ad-Dukhkhan dalam shalat-shalat fardhunya dan shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya sebagai orang yang mendapat keamanan pada hari kiamat, menaunginya di bawah naungan arasy-Nya, menghisabnya dengan hisab yang mudah, dan diberikan padanya catatan amalnya di tangan kanannya.” (Tawabul a’mal: 141)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ahqaf setiap malam atau setiap Jum’at, Allah tidak akan menimpakan kepadanya ketakutan dalam kehidupan dunia, dan memberi keamanan padanya dari hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat insya Allah.” (Tawabul a’mal: 141)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ashr dalam shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai orang yang wajahnya bercahaya, tersenyum dan berbahagia sampai ia masuk ke surga.” (Tawabul a’mal: 153)


Kedua:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):
“Barangsiapa yang membagiakan orang yang sudah tua dalam Islam, Allah akan memberi keamanan kepadanya dari hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Al-Kafi 2: 658, hadis ke 3).


Ketiga:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang mati dalam perjalanan ke Mekkah, pergi atau pulang, Allah akan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 55)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barngsiapa yang mati di salah satu tempat yang mulia (Mekkah atau Madinah), Allah akan membangkitkannya (pada hari kiamat) sebagai orang yang memperoleh keamanan.” (Al-Faqih 2: 147, hadis ke 65)


Keempat:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: ” Barangsiapa yang dimakamkan di tanah haram (tanah suci), ia akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 54)


Kelima: 
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melihat suatu yang keji atau yang menimbukan syahwat lalu ia menghindarinya karena takut kepada Allah azza wa jalla, Allah mengharamkan atasnya api neraka, dan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar 7: 303, hadis ke 60)


Keenam:
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membenci dirinya tanpa membenci orang lain, Allah akan mengamankan dirinya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Al-Bihar 7: 302)


Ketujuh: Syeikh yang mulia Ali bin Ibrahim Al-Qumi meriwayatkan bahwa Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya sementara ia mampu melakukannya, Allah akan memenuhi hatinya dengan keamanan dan keimanan pada hari kiamat.” (Al-Bihar 71: 410, hadis ke 24)


Kedelapan:

Allah swt berfirman:


مَنْ جاء بالحسنة فله خير منها وهم مِنْ فزع يومئذ آمنون


“Barangsiapa yang membawa kebaikan, ia akan memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, dan mereka adalah orang-orang yang aman tenteram dari ketakutan yang dahsyat pada hari itu.” (An-Naml/27: 89).

Yakni: Orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan, ia akan memperoleh kebaikan yang lebih daripadanya. (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 4: 104). Dan ia akan mendapatkan pengamanan dari hal yang menakutkan pada hari itu.

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”(yang dimaksud dengan) kebaikan itu adalah pengenalan terhadap wilayah dan kecintaan kepada Ahlul bait.”


Kesembilan:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:


مَنْ أغاث أخاه المؤمن اللهفان اللهثان عند جهده فنفس كربته وأعانه على نجاح حاجته كانت له بذلك عند الله اثنتان وسبعون رحمة من الله يجعل له منها واحدة يصلح بها معيشته ويدّخر له احدى وسبعين رحمة لأَفزاعِ يوم القيامة وأهواله وأهواله


“Barangsiapa yang memberi pertolongan kepada saudaranya yang mukmin, yang sedang sedih, sangat kehausan dan sangat membutuhkan, ia akan dihilangkan dukanya, dan akan diberi pertolongan untuk memperoleh hajatnya, dan di sisi Allah ia akan memperoleh tujuh puluh dua rahmat dari Allah, yang antara lain diberi kemaslahatan dalam hidupnya, dan yang tujuh puluh satu rahmat akan disimpan, sehingga pada hari kiamat ia diselamatkan dari ketakutan dan segala goncangannya.” (Al-Bihar 7: 299, hadis ke 49)

Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan: Banyak sekali riwayat-riwayat hadis tentang pahala dan pembalasan bagi orang yang memenuhi kebutuhan saudaranya dalam agama, antara lain:

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:


مَنْ مشى في حاجة أخيه المسلم أظلَّه الله بخمسة وسبعين ألف ملكولم يرفع قدماً إلاّ كتب الله له حسنة، وحطَّ عنه بها سيئة، ويرفع له بها درجة، فاذا فرغ من حاجته كتب الله عزّ وجلّ له بها اجر حاج ومعتمر


“Barangsiapa yang pergi untuk memenuhi kebutuhan saudaranya yang muslim, Allah akan menaunginya dengan tujuh puluh lima ribu malaikat, dan ia tidak melangkahkan satu langkah kakinya kecuali Allah mencatat baginya satu kebaikan, menghapus satu kesalahan, dan mengangkat baginya satu derajat. Jika ia telah selesai menolongnya, Allah mencatat baginya pahala seperti pahala orang yang melakukan haji dan umrah.” (Al-Kafi 2: 197, hadis ke 3)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:


لَقَضاءُ حاجة امرئ مؤمن أفضل من حجّة وحجّة وحجّة حتّى عدَّ عشر حجج


“Sungguh memenuhi hajat orang yang beriman lebih utama daripada haji, haji dan haji, sampai sepuluh kali haji.” (Al-Bihar 74: 384, hadis ke 4)

Dalam suatu riwayat dikatakan: Ada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil, setiap sesudah melakukan ibadah ia pergi untuk memenuhi kebutuhan manusia, ia memberi pertolongan, yang membawa kemaslahatan kepada mereka. (Al-Kafi 2: 199)

Rasulullah saw melihat suatu tulisan di pintu surga yang kedua:

“Tiada Tuhan kecuali Allah, Muhammad utusan Allah, Ali waliyullah, setiap sesuatu mempunyai kekuatan, dan kekuatan kebahagiaan di akhirat ada empat hal: mengusap kepala anak-anak yatim, menyayangi janda-janda, memenuhi kebutuhan kaum muslimin, dan mengentaskan orang-orang fakir dan miskin.” (Al-Mustadrak syeikh An-Nuri 2: 474, hadis ke 2501)

Oleh karena itu, para ulama dan pemuka agama sangat besar perhatiannya untuk memenuhi kebutuhan kaum mukminin. Dan banyak sekali kisah-kisah tentangnya yang tidak kami sebutkan di sini.


Kesepuluh:
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:


مَنْ أتى قبر أخيه ثمّ وضع يده على القبر وقرأ انا انزلناه في ليلة القدر سبع مرّات أمِنَ يوم الفزع الأكبر


“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian meletakkan tangannya ke kuburnya, dan membaca surat Al-Qadar tujuh kali, ia akan memperoleh keamanan pada hari yang paling menakutkan.” (Al-Bihar 7: 302; Al-Kafi 3: 229)

Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan: Menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan ke kuburan. Adapun yang dimaksud dengan keamanan pada hari yang paling menakutkan dalam riwayat itu adalah bagi orang yang membacanya, sebagaimana nampak dalam lahiriyah tek riwayat tersebut. Dalam riwayat yang lain disebutkan juga bagi penghuni kubur yang diziarahi.

Syeikh Abbas Al-Qumi pernah melihat dalam Majmu’ah Syeikh yang mulia Abu Abdillah bin Makki Al-Amili, yang terkenal dengan sebutan Syeikh Asy-Syahid. Ia berziarah ke kuburan gurunya Syeikh yang mulia Ayatullah Allamah Al-Hilli (ra), ia berkata:
Aku meriwayatkan dari penghuni kubur ini, dan ia meriwayatkan dari ayahnya dengan sanad yang bersambung kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa):
“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan saudaranya, dan membaca surat Al-Qadar, kemudian berdoa:


اللّهمّ جاف الأرض عَنْ جنوبهم، وصاعد إليهم أرواحهم، وزدهم منك رضواناً، وأسكن إليهم مِنْ رحمتك ماتصل به وحدتهم وتؤنس وحشتهم انَّك على كل شيء قدير


Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, tambahkan untuk mereka ridha-Mu, karuniakan pada mereka kedamaian dari rahmat-Mu yang menyambungkan kesendirian mereka, dan menghibur kesepian mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu,
maka orang yang membacanya dan juga penghuni kubur (yang diziarahi) akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar, jld 102: 300, hadis ke 26)

(Disarikan dari kitab Manâzilul âkhirah, syeikh Abbas Al-Qumi)

Doa tersebut adalah salah satu bagian Adab dan doa ziarah kubur, insya Allah kami akan mempostingnya secara lebih lengkap.

DO'A SYUKURAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-68

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA,
TIADA BAHASA YANG INDAH KECUALI KALIMAT PUJIAN TERHADAPMU ATAS RAHMAT DAN NIKMAT YANG TELAH ENGKAU CURAHKAN KEPADA KAMI. ENGKAULAH SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA INI, ENGKAULAH DZAT YANG MENGATUR ALAM SEISINYA DAN ENGKAU PULA YANG MENENTUKAN SEGALA-GALANYA. OLEH KARENA ITU HANYA KEPADAMU KAMI BERSERAH DIRI.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA RAHIM,
ATAs SEGALA RAHMAT DAN KARUNIAMU, MALAM HARI INI KAMI SELURUH BANGSA INDONESIA MENGUCAPKAN RASA SYUKUR KAMI KARENA BESOK PAGI KEMBALI KAMI DAPAT MEMPERINGATI HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI YANG KE-68. TAMBAHKANLAH CURAHAN KASIH SAYANGMU SEBAGAI BERKAH BAGI KAMI DALAM MENGISI KEMERDEKAAN MENUJU NEGERI YANG ADIL DAN MAKMUR DIBAWAH RIDHOMU

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PEMERSATU,
JADIKANLAH PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI INI SEBAGAI MOMENTUM UNTUK MEREKATKAN RASA KESATUAN DAN KESATUAN BANGSA KAMI. JAUHKANLAH BANGSA KAMI DARI BURUK SANGKA , PERCEKCOKAN, PERSELISIHAN DAN PERPECAHAN.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA,
MASIH PANJANG PERJUANGAN BANGSA KAMI DAN MASIH JAUH PULA PERJALANAN SEJARAH BANGSA KAMI, OLEH KARENA ITU HINDARKANLAH BANGSA DAN NEGARA KAMI DARI FITNAH DAN MARABAHAYA. MANTAPKAN TEKAD KAMI UNTUK MEMBANGUN NEGARA DAN BANGSA, AGAR MENJADI BANGSA YANG BERIMAN, BERTAQWA, BERAHLAK MULIA, ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN,
AMPUNILAH DOSA2 KAMI, DOSA2 BAPAK IBU KAMI, PARA PEMIMPIN KAMI DAN PARA PEJUANG KAMI. TERIMALAH AMAL DAN PERJUANGAN MEREKA, KARENA ENGKAU ADALAH DZAT YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.

YA ALLAH YA FATTAHU YA RAZZAQ, YA RAHMAN YA RAHIM,
LIMPAHKANLAH RAHMAT, NIKMAT DAN KEBERKAHAN RIZKI KEPADA KAMI, KELUARGA KAMI DAN BANGSA KAMI. HANYA ENGKAULAH YANG MENJADIKAN SEGALA YANG SULIT MENJADI MUDAH, SETIAP AMAL/PEKERJAAN KAMI BERNILAI IBADAH DAN YANG MENGAMPUNI SEGALA DOSA, BAGI KAMI YANG HAUS AKAN PENGAMPUNANMU.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ‘ADZA BANNAR.

KH. Hasyim Asy'ari

Tulisan ini hanya sepenggal kisah tentang Hasyim Asyari, pahlawan nasional dan pendiri organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Kiai karismatik berjuluk Hadratus Syaikh yang berarti Maha Guru, ini dikenal sebagai ahli ilmu agama, khususnya tafsir, hadits dan fiqih.

Dia mengabdi kepada umat dengan mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hasyim juga berdakwah ke daerah-daerah pada masanya.

Sedangkan gelar pahlawan dia dapat karena pada masa penjajahan belanda, Hasyim Asyari ikut mendukung upaya kemerdekaan dengan menggerakkan rakyat melalui fatwa jihad yang kemudian dikenal sebagai resolusi jihad melawan penjajah Belanda pada 22 Oktober 1945. Akibat fatwa itu, meledak lah perang di Surabaya pada 10 November 1945.

Menurut Ishom Hadzik (2000) dalam buku yang ditulis Zuhairi Misrawi berjudul "Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari: moderasi, keumatan, dan kebangsaan", pada masa penjajahan Belanda, Hasyim senantiasa berkomunikasi dengan tokoh-tokoh muslim dari berbagai penjuru dunia untuk melawan penjajahan.

Misalnya dengan Pangeran Abdul Karim al-Khatthabi (Maroko), Sultan Pasha Al-Athrasi (Suriah), Muhammad Amin al-Husaini (Palestina), Dhiyauddin al-Syairazi, Muhammad Ali, dan Syaukat Ali (India), serta Muhammad Ali Jinnah (Pakistan).

Hasilnya pada 22 Oktober 1945, Hasyim dan sejumlah ulama di kantor NU Jatim mengeluarkan resolusi jihad itu. Karena itulah Hasyim diancam hendak ditangkap Belanda. Namun Hasyim tak bergeming, dia memilih bertahan mendampingi laskar Hizbullah dan Sabilillah melawan penjajah.

Bahkan ketika Bung Tomo meminta Kiai Hasyim mengungsi dari Jombang, Hasyim berkukuh bertahan hingga titik darah penghabisan. Hingga muncul sebuah kaidah (rumusan masalah yang menjadi hukum) populer di kalangan kelompok tradisional; hubb al-wathan min al-iman (mencintai tanah air adalah bagian dari iman).

Fatwa atau resolusi jihad Hasyim berisi lima butir. Seperti ditulis Lathiful Khuluq berjudul "Fajar Kebangunan Ulama, Biografi Kiyai Hasyim Asyari" yang diterbitkan LKiS pada 2000 lalu, butir Pertama resolusi jihad berbunyi; kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan.

Butir ke dua; Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong. Ke tiga; musuh republik Indonesia yaitu Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia.

Ke empat; umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali. Ke lima; kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang.

Semangat dakwah antikolonialisme sudah melekat pada diri Hasyim sejak belajar di Makkah, ketika jatuhnya dinasti Ottoman di Turki. Menurut Muhammad Asad Syihab (1994), Hasyim pernah mengumpulkan kawan-kawannya, lalu berdoa di depan Multazam, berjanji menegakkan panji-panji keislaman dan melawan berbagai bentuk penjajahan.

Semangat itu dia bawa tatkala kembali ke Indonesia dan dia tularkan kepada anaknya, Wahid Hasyim. Kelak, Wahid Hasyim dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama pertama pada era Presiden Soekarno.

Sikap anti penjajahan juga sempat membawa Hasyim masuk bui ketika masa penjajahan Jepang. Waktu itu, kedatangan Jepang disertai kebudayaan 'Saikerei' yaitu menghormati Kaisar Jepang "Tenno Heika" dengan cara membungkukkan badan 90 derajat menghadap ke arah Tokyo setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Budaya itu wajib dilakukan penduduk tanpa kecuali, baik anak sekolah, pegawai pemerintah, kaum pekerja dan buruh, bahkan di pesantren-pesantren. Bisa ditebak, Hasyim Asyari menentang karena dia menganggapnya 'haram' dan dosa besar.

Membungkukkan badan semacam itu menyerupai 'ruku' dalam sholat, hanya diperuntukkan menyembah Allah SWT. Menurut Hasyim, selain kepada Allah hukumnya haram, sekalipun terhadap Kaisar Tenno Heika yang katanya keturunan Dewa Amaterasu, Dewa Langit.

Akibat penolakannya itu, pada akhir April 1942, Hasyim Asyari yang sudah berumur 70 tahun dijebloskan ke dalam penjara di Jombang. Kemudian dipindah ke Mojokerto, lalu ke penjara Bubutan, Surabaya. Selama dalam tawanan Jepang, Kiai Hasyim disiksa hingga jari-jari kedua tangannya remuk tak lagi bisa digerakkan.

Hasyim Asyari lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 dengan nama lengkap Mohammad Hasyim Asyari. Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dan organisasi NU. Kakek almarhum Gus Dur ini meninggal di Jombang, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun.

Alala tanalul ilma illa bisittatin

“Alala tanalul ilma illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun, wastikbarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin” Kecerdasan, semangat, sabar dan pakai ongkos (biaya) Petunjuk (bimbingan) guru dan dalam tempo waktu yang lama”
Ilingo gak khasil ilmu anging nem perkoro
Bakal tak ceritakke kumpule kanthi pertelo
*
Rupo limpad, lobo, sabar, ono sangune
lang piwulange guru lan sing suwe mangsane
*
Jo takon songko wong siji takono kancane
kerono saktemene konco manut kang ngancani
*
Yen ono konco olo lakune ndang dohono
yen ono konco bagus enggal ndang kancanono
*
Ngajiho kerono ilmu mahesi ing ahline
lan ngunggulke lan dadi tonndho tingkah pinuji
*
Onoho ngalap faedah saben dino ing tambah
songko ilmu lan nglangi segoronr faidah
*
Ngajiho fikih kerono ngunggulke lan nuduhke
maring bagus lan wedi Allah luwih jejekke
*
Ilmu fikih kang nuduhke dalane pituduh
Hiyo benteng kang nylametake sekehe pekiwo
*
Wong ngalim fikih siji tur kang ngedohi haram
luwih abot timbang ‘abid sewu, mungguh syaithon
*
Gedhene kerusakan wong ngalim gak ngelakoni
Luwih gedhe timbang iku wong bodho ngelakoni
*
Karone iku agung-agunge fitnah dunyo
Tumrape wong kang tetanggan perkoro agama
*
Siro kepingin dadi ‘alim fikih kang weco
ra tanpo kangelan edan iku werno-werno
*
Onoto golek arto ora kanthi kangelan
dene ilmu koyo opo khasil gak kangelan
*
Naliko sampurno akale kedhik guneme
lan nyatakno kumperunge wong yen keh guneme
*
Matine wong sebab kepleset lisane
ora kok matine sebab kepleset sikile
*
Dene mlesete lisan nekakke balang endhas
dene mlesete sikil suwe-suwe biso waras
*
Wong duwe ilmu urip langgeng sakwuse mati
dene adon-adone bosok ning ngisor bumi
*
Wong bodho mati khale mlaku ning ndhuwur bumi
den nyono wong kang urip nanging podho wong mati
*
Kabeh wong maring derajat luhur obahe ati
Tapine kedhik poro rojul iku netepi
*
Naliko ono siro iku wuwuran kaum
mongko ngancanono siro ing baguse kaum
lan siro ojo sok ngancani wong kang asor
mongko sebab den sor ke serto kang asor
Tanbih:
Jumlah sedoyonipun wonten 37 podo/bait.
Kesambet ing sanes wekdal.
Mugi manfangati tumrap kito.
Disikkae ingsun ing guru ngareke bopo
Senajan oleh kamulyan ingsun songko bopo
*
Dene guru iku kang ngithik-ithik ing nyowo
Dene bopo iku den serupaake koyo soco
Dene wong tuwo iku kang ngitihk-ithik ing rogo
Dene rogo iku den serupaake wadah soco
*
Aku wis neqodake luwih khaq-khaqe bener
Yaiku khaqe wong kang nuduhake barang bener
Lan luwih tak teqodake luwih wajib den rekso
Mungguhe kabeh wong islam kepingin biso
*
Guru wis mesthi dihadiahi sewu dirham
Mulyakke kerono mulang huruf siji tur paham
*
Ningali ingsun maring siro kepingin mulyo
Mongko gak hasil mulyo siro yen during ini
*
Naliko olo lakune wong olo nyanane
Lan bener nyanane wong bener pengadatane
*
Ora ono menungso iku wujud perkoro
Kejobo sifat siji saking telung perkoro
Sewiji sifat mulyo kepindo mulyakne
Kaping telu iyo madani konco-koncone
*
Dene wong sak dhuwur kuwakawu weruh derajate
Lan aku manut khaqe mero mergo khaq barang mesthi
*
Dene wong sak podhoku lamun wong iku kleru
Podho ugo iku wong keluputan marang aku
Mongko aku wayah kenugerahan marang kang salah
Kerono nugerahan ngungguli shifat bungah
Dene wong sak ngisorku aku shobar biasa
Ngrekso kawirangan senajan aku den wodo
*
Tinggalo siro ing wong siji olo lakune
Tegese ojo males olo kang dilakoni
Kerono bakal den cukupi kelakuane
Lan sekabehe barang-barang kang dilakoni
*
Onoto kabeh dudu golongane wong tuno
Liwate kanthi nganggo di etung umur kito
*
Ngajiho ilmu siro kerono gak no wong siji
Iku den anaake kanthi uwis mangerti
Dene wong duwe ilmu mulyane lan agunge
Gak podo wong kang bodho inane lan asore
*
Lungoho soko deso perlu ngudi kamulyan
Kerono limang perkoro den temu ing palungan
*
Siji ilange susah loro rizqine tambah
Kaping telu tambah ngelmu nyebabake bungah
Kaping pate biso bagusi ing totokromo
Kaping ,limo merkoleh konco kang mulyo-mulyo
*
Senajan ono ing lelungan ngeroso ino ngumboro
Lan njunkung oro-oro lan ngelakoni sengsoro
*
Uripe wong anom luwih apike matine
Ing deso kumpul wong kang adu-adu lan wong drengki
Tammat “bita’liimul muta’alimi” bi ‘aunillah al malik al manan.
wallohu a’lam bis showab.
waljamdulillah hirobbil ‘alamiin.