Memori at PASCASARJANA
UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.
STUDY ACADEMIC
STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".
MY FAMILY
BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.
MOTIVASI HIDUP
DALAM KEBINEKAAN.
FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED
TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.
Manajemen Pendidikan
Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan
1.Manajemen Kesiswaan
Penerimaan siswa baru pada sekolah inklusi hendaknya memberi kesempatan dan peluang kepada anak luar biasa untuk dapat diterima dan mengikuti pendidikan di sekolah inklusi terdekat. Untuk tahap awal, agar memudahkan pengelolaan kelas, seyogianya setiap kelas inklusi dibatasi tidak lebih dari 2 (dua) jenis anak luar biasa, dan jumlah keduanya tidak lebih dari 5 (lima) anak.
Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lencar, tertib, dan teratur, serta mencapai tujuan yang diinginkan.
Manajemen Kesiswaan meliputi antara lain: (1) Penerimaan Siswa Baru; (2) Program Bimbingan dan Penyuluhan; (3) Pengelompokan Belajar Siswa; (4) Kehadiran Siswa; (5) Mutasi Siswa; (6) Papan Statistik Siswa; (7) Buku Induk Siswa.
2. Manajemen Kurikulum
Kurikulum mencakup kurikulum nasional dan kurikulum muatan local. Kurikulum nasional merupakan standar nasional yang dikembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan kurikulum muatan local merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan/atau Kabupaten/Kota.
Kurikulum yang digunakan di kelas inklusi adalah kurikulum anak normal (reguler) yang disesuaikan (dimodifikasi sesuai) dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa. Modifikasi dapat dilakukan dengan cara: (1) Modifikasi alokasi waktu, (2) Modifikasi isi/materi, (3) Modifikasi proses belajar-mengajar, (4) Modifikasi sarana-prasarana, (5) Modifikasi lingkungan belajar, dan (6) Modifikasi pengelolaan kelas.
Manajemen Kurikulum (program pengajaran) Sekolah Inklusi antara lain meliputi: (1) Modifikasi kurikulum nasional sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa (anak luar biasa); (2) Menjabarkan kalender pendidikan; (3) Menyusun jadwal pelajaran dan pembagian tugas mengajar; (4) Mengatur pelaksanaan penyusunan program pengajaran persemester dan persiapan pelajaran; (5) Mengatur pelaksanaan penyusunan program kurikuler dan ekstrakurikuler; (6) Mengatur pelaksanaan penilaian; (7) Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas; (8) Membuat laporan kemajuan belajar siswa; (9) Mengatur usaha perbaikan dan pengayaan pengajaran.
3. Manajemen Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.
Tenaga kependidikan di sekolah meliputi Tenaga Pendidik (Guru), Pengelola Satuan Pendidikan, Pustakawan, Laboran, dan Teknisi sumber belajar.
Guru yang terlibat di sekolah inklusi yaitu Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran (Pendidikan Agama serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan), dan Guru Pembimbing Khusus.
Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi: (1) Inventarisasi pegawai; (2) Pengusulan formasi pegawai; (3) Pengusulan pengangkatan, kenaikan tingkat, kenaikan berkala, dan mutasi; (4) Mengatur usaha kesejahteraan; (5) Mengatur pembagian tugas.
4. Manajemen Sarana-Prasarana
Di samping menggunakan sarana-prasarana seperti halnya anak normal, anak luar biasa perlu pula menggunakan sarana-prasarana khusus sesuai dengan jenis kelainan dan kebutuhan anak.
Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.
5. Manajemen Keuangan/Dana
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.
Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi, perlu dialokasikan dana khusus, yang antara lain untuk keperluan: (1) Kegiatan identifikasi input siswa, (2) Modifikasi kurikulum, (3) Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat, (4) Pengadaan sarana-prasarana, (5) Pemberdayaan peranserta masyarakat, dan (6) Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar.
Pada tahap perintisan sekolah inklusi, diperlukan dana bantuan sebagai stimulasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun untuk penyelenggaraan program selanjutnya, diusahakan agar sekolah bersama-sama orang tua siswa dan masyarakat (Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah), serta pemerintah daerah dapat menanggulanginya.
Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi : (1) Otorisator; (2) Ordonator; dan (3) Bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.
Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan, juga dilimpahi fungsi Ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.
6. Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat)
Sekolah sebagai suatu system social merupakan bagian integral dari system social yang lebih besar, yaitu masyarakat. Maju mundurnya sumber daya manusia (SDM) pada suatu daerah, tidak hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan sekolah, namun sangat bergantung kepada tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin maju pula sumber daya manusia pada daerah tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin mundur pula sumber daya manusia pada daerah tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan di daerah. Masyarakat hendaknya ditumbuhkan “rasa ikut memiliki” sekolah di daerah sekitarnya. Maju-mundurnya sekolah di lingkungannya juga merupakan tanggungjawab bersama masyarakat setempat. Sehingga bukan hanya Kepala Sekolah dan Dewan Guru yang memikirkan maju mundurnya sekolah, tetapi masyarakat setempat terlibat pula memikirkannya.
Untuk menarik simpati masyarakat agar mereka bersedia berpartisipasi memajukan sekolah, perlu dilakukan berbagai hal, antara lain dengan cara memberitahu masyarakat mengenai program-program sekolah, baik program yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.
7. Manajemen Layanan Khusus
Oleh karena para siswa sekolah inklusi terdiri atas anak-anak normal dan anak-anak luar biasa, agar anak-anak luar biasa tidak sampai terabaikan, dapat dilakukan manajemen layanan khusus.
Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen kesiswaan, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pendanaan, dan lingkungan.
Kepala sekolah dapat menunjuk stafnya, terutama yang memahami ke-PLB-an, untuk melaksanakan manajemen layanan khusus ini.
B. Struktur Organisasi Sekolah
Agar semua komponen di atas dapat dilaksanakan sebaik mungkin, struktur organisasi Sekolah Inklusi dapat dibuat seperti alternatif di bawah ini.
Alternatif 1: Terutama untuk Sekolah besar, yang memiliki lebih dari 12 rombongan belajar.
1.Manajemen Kesiswaan
Penerimaan siswa baru pada sekolah inklusi hendaknya memberi kesempatan dan peluang kepada anak luar biasa untuk dapat diterima dan mengikuti pendidikan di sekolah inklusi terdekat. Untuk tahap awal, agar memudahkan pengelolaan kelas, seyogianya setiap kelas inklusi dibatasi tidak lebih dari 2 (dua) jenis anak luar biasa, dan jumlah keduanya tidak lebih dari 5 (lima) anak.
Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lencar, tertib, dan teratur, serta mencapai tujuan yang diinginkan.
Manajemen Kesiswaan meliputi antara lain: (1) Penerimaan Siswa Baru; (2) Program Bimbingan dan Penyuluhan; (3) Pengelompokan Belajar Siswa; (4) Kehadiran Siswa; (5) Mutasi Siswa; (6) Papan Statistik Siswa; (7) Buku Induk Siswa.
2. Manajemen Kurikulum
Kurikulum mencakup kurikulum nasional dan kurikulum muatan local. Kurikulum nasional merupakan standar nasional yang dikembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan kurikulum muatan local merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan/atau Kabupaten/Kota.
Kurikulum yang digunakan di kelas inklusi adalah kurikulum anak normal (reguler) yang disesuaikan (dimodifikasi sesuai) dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa. Modifikasi dapat dilakukan dengan cara: (1) Modifikasi alokasi waktu, (2) Modifikasi isi/materi, (3) Modifikasi proses belajar-mengajar, (4) Modifikasi sarana-prasarana, (5) Modifikasi lingkungan belajar, dan (6) Modifikasi pengelolaan kelas.
Manajemen Kurikulum (program pengajaran) Sekolah Inklusi antara lain meliputi: (1) Modifikasi kurikulum nasional sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa (anak luar biasa); (2) Menjabarkan kalender pendidikan; (3) Menyusun jadwal pelajaran dan pembagian tugas mengajar; (4) Mengatur pelaksanaan penyusunan program pengajaran persemester dan persiapan pelajaran; (5) Mengatur pelaksanaan penyusunan program kurikuler dan ekstrakurikuler; (6) Mengatur pelaksanaan penilaian; (7) Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas; (8) Membuat laporan kemajuan belajar siswa; (9) Mengatur usaha perbaikan dan pengayaan pengajaran.
3. Manajemen Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.
Tenaga kependidikan di sekolah meliputi Tenaga Pendidik (Guru), Pengelola Satuan Pendidikan, Pustakawan, Laboran, dan Teknisi sumber belajar.
Guru yang terlibat di sekolah inklusi yaitu Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran (Pendidikan Agama serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan), dan Guru Pembimbing Khusus.
Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi: (1) Inventarisasi pegawai; (2) Pengusulan formasi pegawai; (3) Pengusulan pengangkatan, kenaikan tingkat, kenaikan berkala, dan mutasi; (4) Mengatur usaha kesejahteraan; (5) Mengatur pembagian tugas.
4. Manajemen Sarana-Prasarana
Di samping menggunakan sarana-prasarana seperti halnya anak normal, anak luar biasa perlu pula menggunakan sarana-prasarana khusus sesuai dengan jenis kelainan dan kebutuhan anak.
Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.
5. Manajemen Keuangan/Dana
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.
Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi, perlu dialokasikan dana khusus, yang antara lain untuk keperluan: (1) Kegiatan identifikasi input siswa, (2) Modifikasi kurikulum, (3) Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat, (4) Pengadaan sarana-prasarana, (5) Pemberdayaan peranserta masyarakat, dan (6) Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar.
Pada tahap perintisan sekolah inklusi, diperlukan dana bantuan sebagai stimulasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun untuk penyelenggaraan program selanjutnya, diusahakan agar sekolah bersama-sama orang tua siswa dan masyarakat (Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah), serta pemerintah daerah dapat menanggulanginya.
Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi : (1) Otorisator; (2) Ordonator; dan (3) Bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.
Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan, juga dilimpahi fungsi Ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.
6. Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat)
Sekolah sebagai suatu system social merupakan bagian integral dari system social yang lebih besar, yaitu masyarakat. Maju mundurnya sumber daya manusia (SDM) pada suatu daerah, tidak hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan sekolah, namun sangat bergantung kepada tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin maju pula sumber daya manusia pada daerah tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin mundur pula sumber daya manusia pada daerah tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan di daerah. Masyarakat hendaknya ditumbuhkan “rasa ikut memiliki” sekolah di daerah sekitarnya. Maju-mundurnya sekolah di lingkungannya juga merupakan tanggungjawab bersama masyarakat setempat. Sehingga bukan hanya Kepala Sekolah dan Dewan Guru yang memikirkan maju mundurnya sekolah, tetapi masyarakat setempat terlibat pula memikirkannya.
Untuk menarik simpati masyarakat agar mereka bersedia berpartisipasi memajukan sekolah, perlu dilakukan berbagai hal, antara lain dengan cara memberitahu masyarakat mengenai program-program sekolah, baik program yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.
7. Manajemen Layanan Khusus
Oleh karena para siswa sekolah inklusi terdiri atas anak-anak normal dan anak-anak luar biasa, agar anak-anak luar biasa tidak sampai terabaikan, dapat dilakukan manajemen layanan khusus.
Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen kesiswaan, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pendanaan, dan lingkungan.
Kepala sekolah dapat menunjuk stafnya, terutama yang memahami ke-PLB-an, untuk melaksanakan manajemen layanan khusus ini.
B. Struktur Organisasi Sekolah
Agar semua komponen di atas dapat dilaksanakan sebaik mungkin, struktur organisasi Sekolah Inklusi dapat dibuat seperti alternatif di bawah ini.
Alternatif 1: Terutama untuk Sekolah besar, yang memiliki lebih dari 12 rombongan belajar.
Alternatif 2: Terutama untuk Sekolah cukup besar, yang memiliki lebih dari 6 rombongan belajar
Catatan:
Kes-Ling = Kesiswaan dan Lingkungan
Akademik = Kurikulum, Sarana-Prasarana,
dan Kegiatan belajr Mengajar
Alternatif 3: Terutama untuk Sekolah kecil, yang memiliki tidak lebih dari 6 rombongan belajar.
C. Pembagian Tugas Pimpinan Sekolah
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah
berfungsi dan bertugas sebagai manajer, administrator, educator, dan
supervisor.
- Kepala Sekolah adalah penanggung jawab pelaksanaan pendidikan sekolah, termasuk di dalamnya adalah penanggung jawab pelaksanaan administrasi sekolah.
- Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan di sekolah, meliputi aspek edukatif dan administratif, yaitu pengaturan:
1) Administrasi kesiswaan
2)
Administrasi kurikulum
3) Administrasi ketenagaan
4) Administrasi sarana-prasarana
5) Administrasi keuangan
6) Administrasi hubungan dengan masyarakat
7) Administrasi kegiatan belajar-mengajar.
- Agar tugas dan fungsi Kepala Sekolah berjalan baik dan dapat mencapai sasaran perlu adanya jadwal kerja Kepala Sekolah yang mencakup:
1) Kegiatan harian
2) Kegiatan mingguan
3) Kegiatan bulanan
4) Kegiatan semesteran
5) Kegiatan akhir tahun pelajaran, dan
6) Kegiatan awal tahun pelajaran.
2. Tata Usaha
Kepala Tata Usaha adalah penanggung jawab pelayanan pendidikan di sekolah.
Ruang lingkup
tugasnya adalah membantu Kepala Sekolah dalam menangani pengaturan:
- Administrasi kesiswaan
- Administrasi kurikulum
- Administrasi ketenagaan
- Administrasi sarana-prasarana
- Administrasi keuangan
- Administrasi hubungan dengan masyarakat
- Administrasi kegiatan belajar-mengajar.
3. Wakil Kepala Sekolah
Tugas Wakil Kepala Sekolah adalah membantu tugas Kepala Sekolah dan dalam hal tertentu mewakili Kepala Sekolah baik ke dalam maupun keluar, bila Kepala Sekolah berhalangan. Sesuai dengan banyaknya cakupan tugas, 7 (tujuh) urusan yang perlu penanganan terarah di sekolah, yaitu:
a. Urusan Kesiswaan, Ruang lingkupnya mencakup:
- Pengarahan dan pengendalian siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah;
- Pembinaan dan pelaksanaan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan (6K);
- Pengabdian masyarakat.
b. Urusan Kurikulum, Ruang lingkupnya meliputi pengurusan kegiatan belajar-mengajar, baik kurikuler, ekstra kurikuler, maupun kegiatan pengembangan kemampuan guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau pendidikan dan pelatihan (diklat), serta pelaksanaan penilaian kegiatan sekolah.
c. Urusan Ketenagaan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan ketenagaan.
d. Urusan sarana-prasarana, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan sarana-prasarana sekolah.
e. Urusan Keuangan, Ruang lingkupnya mencakup merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan keuangan/pendanaan sekolah.
f. Urusan Hubungan dengan Masyarakat (Humas), ruang lingkupnya mencakup:
- Memberikan penjelasan tentang kebijaksanaan sekolah, situasi, dan perkembangan sekolah sesuai dengan pendelegasian Kepala Sekolah;
- Menampung saran-saran dan pendapat masyarakat untuk memajukan sekolah;
- Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat.
g. Urusan Kegiatan Belajar Mengajar, Ruang lingkupnya mencakup mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan oleh guru
D. Pembinaan Sekolah Inklusi
1. Alternatif
Sekolah reguler (SD)
yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi bila belum memiliki Guru Pembimbing
Khusus (Guru Tetap), berlokasi tidak lebih dari 5 km dari SDLB/SLB Basis.
Dengan demikian, Guru SDLB/SLB yang diberi tugas sebagai Guru Pembimbing Khusus
di Sekolah Inklusi (mungkin beberapa sekolah) merasa tidak terlalu jauh,
sehingga dapat melaksanakan tugasnya lebih efektif.
Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini.
Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini.
2. Alternatif
Sekolah reguler (SD)
yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi memiliki Guru Pembimbing Khusus (Guru
Tetap) yang berlatar belakang pendidikan luar biasa atau berlatar belakang
pendidikan umum tetapi sudah mendapatkan pelatihan yang memadai tentang
ke-PLB-an, sehingga factor jarak dengan lokasi SDLB/SLB tidak menjadi
pertimbangan, karena Sekolah ini sudah dapat mandiri. Sekolah Dasar ini disebut
SD Inklusi Basis (memiliki Guru Pembimbing Khusus Tetap).
Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini.
Secara organisatoris, pola pembinaan sekolah inklusi ini sama dengan sekolah reguler (SD), yang secara diagramatis seperti di bawah ini.
Sholat Hajjat
Pada
suatu hari Imam Zainal Abidin (sa) menjumpai seseorang sedang duduk
meminta-minta di depan pintu manusia. Beliau berkata kepadanya:
Celakalah kamu, mengapa kamu duduk di depan pintu manusia ini, orang
yang hidupnya suka berfoya-foya dan sombong. Lalu beliau berkata:
Bangunlah! Akan aku antarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya,
kepada Pemelihara yang jauh lebih dermawan darinya. Kemudian Imam
Zainal Abidin (sa) memegang tangannya, mengantarkan sampai ke masjid
Nabi saw, dan berkata kepadanya: “Menghadaplah kamu ke kiblat,
shalatlah dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa
Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan
akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat
surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada-Nya apa yang kamu inginkan.
Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia pasti akan
memberimu.”
Selamatkan dirimu dari azab kubur
Di antara amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari himpitan dan azab kubur:
Pertama: Membaca surat An-Nisa’
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat An-Nisa’ setiap Jum’at, ia akan diselamatkan dari himpitan kubur.” (Tsawab al-A`mal: 131)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat An-Nisa’ setiap Jum’at, ia akan diselamatkan dari himpitan kubur.” (Tsawab al-A`mal: 131)
Kedua: Membaca surat Az-Zuhruf
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang tekun membaca surat Az-Zukhruf, Allah akan menjaganya dari himpitan bumi dan kesempitan kubur.” (Al-Bihar 87: 52, hadis ke 3)
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang tekun membaca surat Az-Zukhruf, Allah akan menjaganya dari himpitan bumi dan kesempitan kubur.” (Al-Bihar 87: 52, hadis ke 3)
Ketiga: Membaca surat Al-Qalam
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Qalam dalam shalat fardhunya atau shalat sunnah nafilahnya, Allah akan menyelamatnya dari kefakiran dan melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul a’mal: 147)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Qalam dalam shalat fardhunya atau shalat sunnah nafilahnya, Allah akan menyelamatnya dari kefakiran dan melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul a’mal: 147)
Keselamatan Dihari kebangkitan
Pertama: Dalam suatu hadis dikatakan:
“Barangsiapa yang mengantarkan janazah, Allah akan mewakilkan pada malaikat untuk membawa baginya panji-panji, dan mereka akan mengantarkanya dari kuburnya sampai ke mahsyar, tempat manusia dikumpulkan pada hari kiamat.” (Tsawabul A’mal: 231)
“Barangsiapa yang mengantarkan janazah, Allah akan mewakilkan pada malaikat untuk membawa baginya panji-panji, dan mereka akan mengantarkanya dari kuburnya sampai ke mahsyar, tempat manusia dikumpulkan pada hari kiamat.” (Tsawabul A’mal: 231)
Kedua: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya kesusahan di akhirat, dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan hatinya bahagia.” (Al-Bihar 7: 198, hadis 71)
“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya kesusahan di akhirat, dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan hatinya bahagia.” (Al-Bihar 7: 198, hadis 71)
Ketiga: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Ketika Allah membangkitkan seorang mukmin dari kuburnya, ia akan bangkit bersama seorang makhluk yang menyerupainya dan menjadi pembimbing di depannya. Setiap mukmin yang melihat hal-hal yang menakutkan makhluk itu berkata: ‘Jangan takut dan jangan khawatir, berbahagialah dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah azza wa jalla sampai kamu menghadap Allah azza wa jalla, Allah akan menghitung amalmu dengan perhitungan yang mudah, dan akan menyuruhmu masuk ke surga.”
“Ketika Allah membangkitkan seorang mukmin dari kuburnya, ia akan bangkit bersama seorang makhluk yang menyerupainya dan menjadi pembimbing di depannya. Setiap mukmin yang melihat hal-hal yang menakutkan makhluk itu berkata: ‘Jangan takut dan jangan khawatir, berbahagialah dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah azza wa jalla sampai kamu menghadap Allah azza wa jalla, Allah akan menghitung amalmu dengan perhitungan yang mudah, dan akan menyuruhmu masuk ke surga.”
Makhluk
itu berada di depannya. Lalu orang mukmin itu berkata kepadanya:
“Semoga Allah menyayangimu, kamu adalah makhluk yang paling baik,
menyertaiku ketika aku keluar dari kuburku; kamu selalu menghiburku
dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah ketika aku melihat hal-hal
yang menakutkan.”
Kemudian orang mukmin itu bertanya: Siapakah kamu? Ia menjawab: ‘Aku adalah kebahagiaan yang kamu masukkan ke dalam hati saudaramu yang mukmin ketika kamu berada di dunia, Allah menciptakan aku dari kebahagiaan itu untuk membahagiakanmu.” (Al-Kafi 2: 190, hadis ke 8)
Kemudian orang mukmin itu bertanya: Siapakah kamu? Ia menjawab: ‘Aku adalah kebahagiaan yang kamu masukkan ke dalam hati saudaramu yang mukmin ketika kamu berada di dunia, Allah menciptakan aku dari kebahagiaan itu untuk membahagiakanmu.” (Al-Kafi 2: 190, hadis ke 8)
Keempat: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang memberi pakaian kepada saudaranya di musim panas atau di musim dingin, maka Allah berhak untuk memberi pakaian kepadanya dari pakaian surga, memudahkan sakratul mautnya, meluaskan kuburnya, dan para malaikat akan menyambutnya dengan kebahagiaan ketika ia keluar dari kuburnya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah azza wa jalla dalam kitab-Nya: “Mereka disambut oleh para malaikat. Malaikat berkata, inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (Al-Anbiya’: 103). (Biharul Anwar 7: 198, hadis ke 72)
“Barangsiapa yang memberi pakaian kepada saudaranya di musim panas atau di musim dingin, maka Allah berhak untuk memberi pakaian kepadanya dari pakaian surga, memudahkan sakratul mautnya, meluaskan kuburnya, dan para malaikat akan menyambutnya dengan kebahagiaan ketika ia keluar dari kuburnya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah azza wa jalla dalam kitab-Nya: “Mereka disambut oleh para malaikat. Malaikat berkata, inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (Al-Anbiya’: 103). (Biharul Anwar 7: 198, hadis ke 72)
Kelima: Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membaca di bulan Sya’ban:
لا إله إلاّ الله ولا نعبد إلاّ إيّاه مخلصين له الدين ولو كره المشركون
Allah mencatat baginya sebagai ibadah seribu tahun dan menghapus dosa-dosanya seribu tahun, ia akan keluar dari kuburnya pada hari kiamat dengan wajah yang bercahaya seperti bulan purnama, dan akan dicatat di sisi Allah sebagai Ash-shiddiq, orang yang benar.” (Al-Iqbal: 685)
Keenam: Membaca doa Jawsyan Kabir pada awal bulan Ramadhan. (Al-Mishbah: 246)
Disarikan dari kitab Manâzilul âkhirah, syeikh Abbas Al-Qumi, penulis kitab Mafatihul Jinan)
Amalan untuk keselamatan
Amalan
ini banyak sekali kami akan menyebutkan sepuluh amalan terpenting yang
dapat menyelamatkan diri dari azab yang dahsyat, dan mengamankan dari
peristiwa hari kiamat yang paling menakutkan, yaitu:
Pertama:
“Barangsiapa yang membaca surat Yusuf setiap hari atau setiap malam, Allah akan membangkitkan ia pada hari kiamat, wajahnya indah seperti keindahan wajah Yusuf (sa), dan tidak akan tertimpa oleh hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Tsawabul a’mal Syeikh Shaduq: 133)
“Barangsiapa yang membaca surat Yusuf setiap hari atau setiap malam, Allah akan membangkitkan ia pada hari kiamat, wajahnya indah seperti keindahan wajah Yusuf (sa), dan tidak akan tertimpa oleh hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Tsawabul a’mal Syeikh Shaduq: 133)
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Ad-Dukhkhan dalam shalat-shalat fardhunya dan shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya sebagai orang yang mendapat keamanan pada hari kiamat, menaunginya di bawah naungan arasy-Nya, menghisabnya dengan hisab yang mudah, dan diberikan padanya catatan amalnya di tangan kanannya.” (Tawabul a’mal: 141)
“Barangsiapa yang membaca surat Ad-Dukhkhan dalam shalat-shalat fardhunya dan shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya sebagai orang yang mendapat keamanan pada hari kiamat, menaunginya di bawah naungan arasy-Nya, menghisabnya dengan hisab yang mudah, dan diberikan padanya catatan amalnya di tangan kanannya.” (Tawabul a’mal: 141)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ahqaf setiap malam atau setiap Jum’at, Allah tidak akan menimpakan kepadanya ketakutan dalam kehidupan dunia, dan memberi keamanan padanya dari hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat insya Allah.” (Tawabul a’mal: 141)
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ahqaf setiap malam atau setiap Jum’at, Allah tidak akan menimpakan kepadanya ketakutan dalam kehidupan dunia, dan memberi keamanan padanya dari hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat insya Allah.” (Tawabul a’mal: 141)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ashr dalam shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai orang yang wajahnya bercahaya, tersenyum dan berbahagia sampai ia masuk ke surga.” (Tawabul a’mal: 153)
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ashr dalam shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai orang yang wajahnya bercahaya, tersenyum dan berbahagia sampai ia masuk ke surga.” (Tawabul a’mal: 153)
Kedua:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):
“Barangsiapa yang membagiakan orang yang sudah tua dalam Islam, Allah akan memberi keamanan kepadanya dari hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Al-Kafi 2: 658, hadis ke 3).
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):
“Barangsiapa yang membagiakan orang yang sudah tua dalam Islam, Allah akan memberi keamanan kepadanya dari hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Al-Kafi 2: 658, hadis ke 3).
Ketiga:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang mati dalam perjalanan ke Mekkah, pergi atau pulang, Allah akan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 55)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang mati dalam perjalanan ke Mekkah, pergi atau pulang, Allah akan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 55)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barngsiapa yang mati di salah satu tempat yang mulia (Mekkah atau Madinah), Allah akan membangkitkannya (pada hari kiamat) sebagai orang yang memperoleh keamanan.” (Al-Faqih 2: 147, hadis ke 65)
“Barngsiapa yang mati di salah satu tempat yang mulia (Mekkah atau Madinah), Allah akan membangkitkannya (pada hari kiamat) sebagai orang yang memperoleh keamanan.” (Al-Faqih 2: 147, hadis ke 65)
Keempat:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: ” Barangsiapa yang dimakamkan di tanah haram (tanah suci), ia akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 54)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: ” Barangsiapa yang dimakamkan di tanah haram (tanah suci), ia akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 54)
Kelima:
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melihat suatu yang keji atau yang menimbukan syahwat lalu ia menghindarinya karena takut kepada Allah azza wa jalla, Allah mengharamkan atasnya api neraka, dan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar 7: 303, hadis ke 60)
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melihat suatu yang keji atau yang menimbukan syahwat lalu ia menghindarinya karena takut kepada Allah azza wa jalla, Allah mengharamkan atasnya api neraka, dan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar 7: 303, hadis ke 60)
Keenam:
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membenci dirinya tanpa membenci orang lain, Allah akan mengamankan dirinya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Al-Bihar 7: 302)
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membenci dirinya tanpa membenci orang lain, Allah akan mengamankan dirinya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Al-Bihar 7: 302)
Ketujuh: Syeikh yang mulia Ali bin Ibrahim Al-Qumi meriwayatkan bahwa Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya sementara ia mampu melakukannya, Allah akan memenuhi hatinya dengan keamanan dan keimanan pada hari kiamat.” (Al-Bihar 71: 410, hadis ke 24)
“Barangsiapa yang menahan amarahnya sementara ia mampu melakukannya, Allah akan memenuhi hatinya dengan keamanan dan keimanan pada hari kiamat.” (Al-Bihar 71: 410, hadis ke 24)
Kedelapan:
Allah swt berfirman:
مَنْ جاء بالحسنة فله خير منها وهم مِنْ فزع يومئذ آمنون
“Barangsiapa
yang membawa kebaikan, ia akan memperoleh (balasan) yang lebih baik
daripadanya, dan mereka adalah orang-orang yang aman tenteram dari
ketakutan yang dahsyat pada hari itu.” (An-Naml/27: 89).
Yakni:
Orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan, ia akan
memperoleh kebaikan yang lebih daripadanya. (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn
4: 104). Dan ia akan mendapatkan pengamanan dari hal yang menakutkan
pada hari itu.
Imam
Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”(yang dimaksud dengan) kebaikan itu
adalah pengenalan terhadap wilayah dan kecintaan kepada Ahlul bait.”
Kesembilan:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
مَنْ
أغاث أخاه المؤمن اللهفان اللهثان عند جهده فنفس كربته وأعانه على نجاح
حاجته كانت له بذلك عند الله اثنتان وسبعون رحمة من الله يجعل له منها
واحدة يصلح بها معيشته ويدّخر له احدى وسبعين رحمة لأَفزاعِ يوم القيامة
وأهواله وأهواله
“Barangsiapa
yang memberi pertolongan kepada saudaranya yang mukmin, yang sedang
sedih, sangat kehausan dan sangat membutuhkan, ia akan dihilangkan
dukanya, dan akan diberi pertolongan untuk memperoleh hajatnya, dan di
sisi Allah ia akan memperoleh tujuh puluh dua rahmat dari Allah, yang
antara lain diberi kemaslahatan dalam hidupnya, dan yang tujuh puluh
satu rahmat akan disimpan, sehingga pada hari kiamat ia diselamatkan
dari ketakutan dan segala goncangannya.” (Al-Bihar 7: 299, hadis ke 49)
Syeikh
Abbas Al-Qumi mengatakan: Banyak sekali riwayat-riwayat hadis tentang
pahala dan pembalasan bagi orang yang memenuhi kebutuhan saudaranya
dalam agama, antara lain:
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
مَنْ
مشى في حاجة أخيه المسلم أظلَّه الله بخمسة وسبعين ألف ملكولم يرفع قدماً
إلاّ كتب الله له حسنة، وحطَّ عنه بها سيئة، ويرفع له بها درجة، فاذا فرغ
من حاجته كتب الله عزّ وجلّ له بها اجر حاج ومعتمر
“Barangsiapa
yang pergi untuk memenuhi kebutuhan saudaranya yang muslim, Allah akan
menaunginya dengan tujuh puluh lima ribu malaikat, dan ia tidak
melangkahkan satu langkah kakinya kecuali Allah mencatat baginya satu
kebaikan, menghapus satu kesalahan, dan mengangkat baginya satu
derajat. Jika ia telah selesai menolongnya, Allah mencatat baginya
pahala seperti pahala orang yang melakukan haji dan umrah.” (Al-Kafi 2:
197, hadis ke 3)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
لَقَضاءُ حاجة امرئ مؤمن أفضل من حجّة وحجّة وحجّة حتّى عدَّ عشر حجج
“Sungguh
memenuhi hajat orang yang beriman lebih utama daripada haji, haji dan
haji, sampai sepuluh kali haji.” (Al-Bihar 74: 384, hadis ke 4)
Dalam
suatu riwayat dikatakan: Ada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani
Israil, setiap sesudah melakukan ibadah ia pergi untuk memenuhi
kebutuhan manusia, ia memberi pertolongan, yang membawa kemaslahatan
kepada mereka. (Al-Kafi 2: 199)
Rasulullah saw melihat suatu tulisan di pintu surga yang kedua:
“Tiada
Tuhan kecuali Allah, Muhammad utusan Allah, Ali waliyullah, setiap
sesuatu mempunyai kekuatan, dan kekuatan kebahagiaan di akhirat ada
empat hal: mengusap kepala anak-anak yatim, menyayangi janda-janda,
memenuhi kebutuhan kaum muslimin, dan mengentaskan orang-orang fakir
dan miskin.” (Al-Mustadrak syeikh An-Nuri 2: 474, hadis ke 2501)
Oleh
karena itu, para ulama dan pemuka agama sangat besar perhatiannya
untuk memenuhi kebutuhan kaum mukminin. Dan banyak sekali kisah-kisah
tentangnya yang tidak kami sebutkan di sini.
Kesepuluh:
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
مَنْ أتى قبر أخيه ثمّ وضع يده على القبر وقرأ انا انزلناه في ليلة القدر سبع مرّات أمِنَ يوم الفزع الأكبر
“Barangsiapa
yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian meletakkan tangannya ke
kuburnya, dan membaca surat Al-Qadar tujuh kali, ia akan memperoleh
keamanan pada hari yang paling menakutkan.” (Al-Bihar 7: 302; Al-Kafi
3: 229)
Syeikh
Abbas Al-Qumi mengatakan: Menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan
ke kuburan. Adapun yang dimaksud dengan keamanan pada hari yang paling
menakutkan dalam riwayat itu adalah bagi orang yang membacanya,
sebagaimana nampak dalam lahiriyah tek riwayat tersebut. Dalam riwayat
yang lain disebutkan juga bagi penghuni kubur yang diziarahi.
Syeikh
Abbas Al-Qumi pernah melihat dalam Majmu’ah Syeikh yang mulia Abu
Abdillah bin Makki Al-Amili, yang terkenal dengan sebutan Syeikh
Asy-Syahid. Ia berziarah ke kuburan gurunya Syeikh yang mulia Ayatullah
Allamah Al-Hilli (ra), ia berkata:
Aku meriwayatkan dari penghuni kubur ini, dan ia meriwayatkan dari ayahnya dengan sanad yang bersambung kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa):
“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan saudaranya, dan membaca surat Al-Qadar, kemudian berdoa:
Aku meriwayatkan dari penghuni kubur ini, dan ia meriwayatkan dari ayahnya dengan sanad yang bersambung kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa):
“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan saudaranya, dan membaca surat Al-Qadar, kemudian berdoa:
اللّهمّ
جاف الأرض عَنْ جنوبهم، وصاعد إليهم أرواحهم، وزدهم منك رضواناً، وأسكن
إليهم مِنْ رحمتك ماتصل به وحدتهم وتؤنس وحشتهم انَّك على كل شيء قدير
Ya
Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, tambahkan untuk
mereka ridha-Mu, karuniakan pada mereka kedamaian dari rahmat-Mu yang
menyambungkan kesendirian mereka, dan menghibur kesepian mereka,
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu,
maka orang yang membacanya dan juga penghuni kubur (yang diziarahi) akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar, jld 102: 300, hadis ke 26)
maka orang yang membacanya dan juga penghuni kubur (yang diziarahi) akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar, jld 102: 300, hadis ke 26)
(Disarikan dari kitab Manâzilul âkhirah, syeikh Abbas Al-Qumi)
Doa tersebut adalah salah satu bagian Adab dan doa ziarah kubur, insya Allah kami akan mempostingnya secara lebih lengkap.
DO'A SYUKURAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-68
YA ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA,TIADA BAHASA YANG INDAH KECUALI KALIMAT PUJIAN TERHADAPMU ATAS RAHMAT
DAN NIKMAT YANG TELAH ENGKAU CURAHKAN KEPADA KAMI. ENGKAULAH SANG
PENCIPTA ALAM SEMESTA INI, ENGKAULAH DZAT YANG MENGATUR ALAM SEISINYA
DAN ENGKAU PULA YANG MENENTUKAN SEGALA-GALANYA. OLEH KARENA ITU HANYA
KEPADAMU KAMI BERSERAH DIRI.
YA ALLAH TUHAN YANG MAHA RAHIM,ATAs SEGALA RAHMAT DAN KARUNIAMU, MALAM HARI INI KAMI SELURUH BANGSA
INDONESIA MENGUCAPKAN RASA SYUKUR KAMI KARENA BESOK PAGI KEMBALI KAMI
DAPAT MEMPERINGATI HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI YANG KE-68.
TAMBAHKANLAH CURAHAN KASIH SAYANGMU SEBAGAI BERKAH BAGI KAMI DALAM
MENGISI KEMERDEKAAN MENUJU NEGERI YANG ADIL DAN MAKMUR DIBAWAH RIDHOMU
YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PEMERSATU,JADIKANLAH PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI INI SEBAGAI
MOMENTUM UNTUK MEREKATKAN RASA KESATUAN DAN KESATUAN BANGSA KAMI.
JAUHKANLAH BANGSA KAMI DARI BURUK SANGKA , PERCEKCOKAN, PERSELISIHAN DAN
PERPECAHAN.
YA ALLAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA,MASIH
PANJANG PERJUANGAN BANGSA KAMI DAN MASIH JAUH PULA PERJALANAN SEJARAH
BANGSA KAMI, OLEH KARENA ITU HINDARKANLAH BANGSA DAN NEGARA KAMI DARI
FITNAH DAN MARABAHAYA. MANTAPKAN TEKAD KAMI UNTUK MEMBANGUN NEGARA DAN
BANGSA, AGAR MENJADI BANGSA YANG BERIMAN, BERTAQWA, BERAHLAK MULIA,
ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA.
YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN,AMPUNILAH DOSA2 KAMI, DOSA2 BAPAK IBU KAMI, PARA PEMIMPIN KAMI DAN PARA
PEJUANG KAMI. TERIMALAH AMAL DAN PERJUANGAN MEREKA, KARENA ENGKAU
ADALAH DZAT YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.
YA ALLAH YA FATTAHU YA RAZZAQ, YA RAHMAN YA RAHIM,LIMPAHKANLAH RAHMAT, NIKMAT DAN KEBERKAHAN RIZKI KEPADA KAMI, KELUARGA
KAMI DAN BANGSA KAMI. HANYA ENGKAULAH YANG MENJADIKAN SEGALA YANG SULIT
MENJADI MUDAH, SETIAP AMAL/PEKERJAAN KAMI BERNILAI IBADAH DAN YANG
MENGAMPUNI SEGALA DOSA, BAGI KAMI YANG HAUS AKAN PENGAMPUNANMU.
RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ‘ADZA BANNAR.
KH. Hasyim Asy'ari
Tulisan
ini hanya sepenggal kisah tentang Hasyim Asyari, pahlawan nasional dan
pendiri organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Kiai karismatik berjuluk
Hadratus Syaikh yang berarti Maha Guru, ini dikenal sebagai ahli ilmu
agama, khususnya tafsir, hadits dan fiqih.
Dia mengabdi kepada
umat dengan mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Desa Cukir,
Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hasyim juga berdakwah ke
daerah-daerah pada masanya.
Sedangkan gelar pahlawan dia dapat
karena pada masa penjajahan belanda, Hasyim Asyari ikut mendukung upaya
kemerdekaan dengan menggerakkan rakyat melalui fatwa jihad yang
kemudian dikenal sebagai resolusi jihad melawan penjajah Belanda pada 22
Oktober 1945. Akibat fatwa itu, meledak lah perang di Surabaya pada 10
November 1945.
Menurut Ishom Hadzik (2000) dalam buku yang
ditulis Zuhairi Misrawi berjudul "Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari:
moderasi, keumatan, dan kebangsaan", pada masa penjajahan Belanda,
Hasyim senantiasa berkomunikasi dengan tokoh-tokoh muslim dari berbagai
penjuru dunia untuk melawan penjajahan.
Misalnya dengan
Pangeran Abdul Karim al-Khatthabi (Maroko), Sultan Pasha Al-Athrasi
(Suriah), Muhammad Amin al-Husaini (Palestina), Dhiyauddin al-Syairazi,
Muhammad Ali, dan Syaukat Ali (India), serta Muhammad Ali Jinnah
(Pakistan).
Hasilnya pada 22 Oktober 1945, Hasyim dan sejumlah
ulama di kantor NU Jatim mengeluarkan resolusi jihad itu. Karena itulah
Hasyim diancam hendak ditangkap Belanda. Namun Hasyim tak bergeming, dia
memilih bertahan mendampingi laskar Hizbullah dan Sabilillah melawan
penjajah.
Bahkan ketika Bung Tomo meminta Kiai Hasyim mengungsi
dari Jombang, Hasyim berkukuh bertahan hingga titik darah penghabisan.
Hingga muncul sebuah kaidah (rumusan masalah yang menjadi hukum) populer
di kalangan kelompok tradisional; hubb al-wathan min al-iman (mencintai
tanah air adalah bagian dari iman).
Fatwa atau resolusi jihad
Hasyim berisi lima butir. Seperti ditulis Lathiful Khuluq berjudul
"Fajar Kebangunan Ulama, Biografi Kiyai Hasyim Asyari" yang diterbitkan
LKiS pada 2000 lalu, butir Pertama resolusi jihad berbunyi; kemerdekaan
Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan.
Butir ke dua; Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang
sah harus dijaga dan ditolong. Ke tiga; musuh republik Indonesia yaitu
Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris pasti
akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali
Indonesia.
Ke empat; umat Islam terutama anggota NU harus
mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin
menjajah Indonesia kembali. Ke lima; kewajiban ini merupakan perang suci
(jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam
radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius
tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang
berjuang.
Semangat dakwah antikolonialisme sudah melekat pada
diri Hasyim sejak belajar di Makkah, ketika jatuhnya dinasti Ottoman di
Turki. Menurut Muhammad Asad Syihab (1994), Hasyim pernah mengumpulkan
kawan-kawannya, lalu berdoa di depan Multazam, berjanji menegakkan
panji-panji keislaman dan melawan berbagai bentuk penjajahan.
Semangat itu dia bawa tatkala kembali ke Indonesia dan dia tularkan
kepada anaknya, Wahid Hasyim. Kelak, Wahid Hasyim dipercaya menjabat
sebagai Menteri Agama pertama pada era Presiden Soekarno.
Sikap
anti penjajahan juga sempat membawa Hasyim masuk bui ketika masa
penjajahan Jepang. Waktu itu, kedatangan Jepang disertai kebudayaan
'Saikerei' yaitu menghormati Kaisar Jepang "Tenno Heika" dengan cara
membungkukkan badan 90 derajat menghadap ke arah Tokyo setiap pagi
sekitar pukul 07.00 WIB.
Budaya itu wajib dilakukan penduduk
tanpa kecuali, baik anak sekolah, pegawai pemerintah, kaum pekerja dan
buruh, bahkan di pesantren-pesantren. Bisa ditebak, Hasyim Asyari
menentang karena dia menganggapnya 'haram' dan dosa besar.
Membungkukkan badan semacam itu menyerupai 'ruku' dalam sholat, hanya
diperuntukkan menyembah Allah SWT. Menurut Hasyim, selain kepada Allah
hukumnya haram, sekalipun terhadap Kaisar Tenno Heika yang katanya
keturunan Dewa Amaterasu, Dewa Langit.
Akibat penolakannya itu,
pada akhir April 1942, Hasyim Asyari yang sudah berumur 70 tahun
dijebloskan ke dalam penjara di Jombang. Kemudian dipindah ke Mojokerto,
lalu ke penjara Bubutan, Surabaya. Selama dalam tawanan Jepang, Kiai
Hasyim disiksa hingga jari-jari kedua tangannya remuk tak lagi bisa
digerakkan.
Hasyim Asyari lahir di Desa Gedang, Kecamatan
Diwek, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 dengan nama lengkap Mohammad
Hasyim Asyari. Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dan organisasi NU.
Kakek almarhum Gus Dur ini meninggal di Jombang, 25 Juli 1947 pada umur
72 tahun.
Alala tanalul ilma illa bisittatin
“Alala tanalul ilma
illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun,
wastikbarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin”
Kecerdasan, semangat, sabar dan pakai ongkos (biaya) Petunjuk
(bimbingan) guru dan dalam tempo waktu yang lama”
Ilingo gak khasil ilmu anging nem perkoro
Bakal tak ceritakke kumpule kanthi pertelo
*
Rupo limpad, lobo, sabar, ono sangune
lang piwulange guru lan sing suwe mangsane
*
Jo takon songko wong siji takono kancane
kerono saktemene konco manut kang ngancani
*
Yen ono konco olo lakune ndang dohono
yen ono konco bagus enggal ndang kancanono
*
Ngajiho kerono ilmu mahesi ing ahline
lan ngunggulke lan dadi tonndho tingkah pinuji
*
Onoho ngalap faedah saben dino ing tambah
songko ilmu lan nglangi segoronr faidah
*
Ngajiho fikih kerono ngunggulke lan nuduhke
maring bagus lan wedi Allah luwih jejekke
*
Ilmu fikih kang nuduhke dalane pituduh
Hiyo benteng kang nylametake sekehe pekiwo
*
Wong ngalim fikih siji tur kang ngedohi haram
luwih abot timbang ‘abid sewu, mungguh syaithon
*
Gedhene kerusakan wong ngalim gak ngelakoni
Luwih gedhe timbang iku wong bodho ngelakoni
*
Karone iku agung-agunge fitnah dunyo
Tumrape wong kang tetanggan perkoro agama
*
Siro kepingin dadi ‘alim fikih kang weco
ra tanpo kangelan edan iku werno-werno
*
Onoto golek arto ora kanthi kangelan
dene ilmu koyo opo khasil gak kangelan
*
Naliko sampurno akale kedhik guneme
lan nyatakno kumperunge wong yen keh guneme
*
Matine wong sebab kepleset lisane
ora kok matine sebab kepleset sikile
*
Dene mlesete lisan nekakke balang endhas
dene mlesete sikil suwe-suwe biso waras
*
Wong duwe ilmu urip langgeng sakwuse mati
dene adon-adone bosok ning ngisor bumi
*
Wong bodho mati khale mlaku ning ndhuwur bumi
den nyono wong kang urip nanging podho wong mati
*
Kabeh wong maring derajat luhur obahe ati
Tapine kedhik poro rojul iku netepi
*
Naliko ono siro iku wuwuran kaum
mongko ngancanono siro ing baguse kaum
lan siro ojo sok ngancani wong kang asor
mongko sebab den sor ke serto kang asor
—
Tanbih:
Jumlah sedoyonipun wonten 37 podo/bait.
Kesambet ing sanes wekdal.
Mugi manfangati tumrap kito.
Disikkae ingsun ing guru ngareke bopo
Senajan oleh kamulyan ingsun songko bopo
*
Dene guru iku kang ngithik-ithik ing nyowo
Dene bopo iku den serupaake koyo soco
Dene wong tuwo iku kang ngitihk-ithik ing rogo
Dene rogo iku den serupaake wadah soco
*
Aku wis neqodake luwih khaq-khaqe bener
Yaiku khaqe wong kang nuduhake barang bener
Lan luwih tak teqodake luwih wajib den rekso
Mungguhe kabeh wong islam kepingin biso
*
Guru wis mesthi dihadiahi sewu dirham
Mulyakke kerono mulang huruf siji tur paham
*
Ningali ingsun maring siro kepingin mulyo
Mongko gak hasil mulyo siro yen during ini
*
Naliko olo lakune wong olo nyanane
Lan bener nyanane wong bener pengadatane
*
Ora ono menungso iku wujud perkoro
Kejobo sifat siji saking telung perkoro
Sewiji sifat mulyo kepindo mulyakne
Kaping telu iyo madani konco-koncone
*
Dene wong sak dhuwur kuwakawu weruh derajate
Lan aku manut khaqe mero mergo khaq barang mesthi
*
Dene wong sak podhoku lamun wong iku kleru
Podho ugo iku wong keluputan marang aku
Mongko aku wayah kenugerahan marang kang salah
Kerono nugerahan ngungguli shifat bungah
–
Dene wong sak ngisorku aku shobar biasa
Ngrekso kawirangan senajan aku den wodo
*
Tinggalo siro ing wong siji olo lakune
Tegese ojo males olo kang dilakoni
Kerono bakal den cukupi kelakuane
Lan sekabehe barang-barang kang dilakoni
*
Onoto kabeh dudu golongane wong tuno
Liwate kanthi nganggo di etung umur kito
*
Ngajiho ilmu siro kerono gak no wong siji
Iku den anaake kanthi uwis mangerti
Dene wong duwe ilmu mulyane lan agunge
Gak podo wong kang bodho inane lan asore
*
Lungoho soko deso perlu ngudi kamulyan
Kerono limang perkoro den temu ing palungan
*
Siji ilange susah loro rizqine tambah
Kaping telu tambah ngelmu nyebabake bungah
Kaping pate biso bagusi ing totokromo
Kaping ,limo merkoleh konco kang mulyo-mulyo
*
Senajan ono ing lelungan ngeroso ino ngumboro
Lan njunkung oro-oro lan ngelakoni sengsoro
*
Uripe wong anom luwih apike matine
Ing deso kumpul wong kang adu-adu lan wong drengki
—
Tammat “bita’liimul muta’alimi” bi ‘aunillah al malik al manan.
wallohu a’lam bis showab.
waljamdulillah hirobbil ‘alamiin.










