Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Mutiara yang lekang oleh Zaman

Mutiara yang lekang oleh Zaman

Marilah kita kembali menambah kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan menghindar dari berbagai larangan-Nya dan juga menjauhi berbagai perkara yang dibenci Rasul-Nya. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita akan menghadapi kehidupan ini secara sempurna.

Tidak selayaknya kita membicarakan keburukan, kema'siyatan demi kemaksiatan yang terjadi di muka bumi ini terus-menerus terjadi. Apalagi kemaksiatan yag terjadi di sekitar kita, yang kerap kali melibatkan orang-orang dekat kita. Alangkah baiknya jika kita mulai melangkah untuk menyelesaikan dan membenahi keburukan itu, tidak sekedar membicarakannya.

Betapa merosotnya keadaan di sekitar kita, hingga berbagai fatwa ulamapun dianggap angin lalu. Guna berbenah itulah kita harus tahu persis akar permasalahan dari keburukan itu. Agar treatmen yang akan diberikan tidak salah sasaran.

Di dalam Kitab Nurul Abshar fi manaqibi an-Nabi al Mukhtar Karya Syaikh Mu'min bin Hasan Asy Syablanji. diceritakan bahwa ketika baginda Rasulullah SAW dalam kondisi sakit di bulan safar, datang kepada Rasulullah SAW seorang malaikat. Kemudia beliau bertanya kepada Malaikat: "Wahai Jibril, akankah engkau masih turun ke bumi setelah aku tiada?" Jawab Jibril As. "Masih Ya Rasulullah, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggalnya engkau." Lalu baginda Nabi Muhammad SAW. bertanya kembali: "Mutiara apakah yang engkau akan ambil wahai Jibril?"

Malaikat Jibril lantas Menjawab: 

1. Pertama (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِا

Mutiara pertama yang akan kuambil dari muka bumi ini adalah barakah (keberkahan). 

Barokah adalah ziyadatul khair. Yang dapat diartikan ‘bertambah baik’. Artinya, sesuatu itu dianggap memiliki kebarokahan jika memang dapat melahirkan kebaikan dari kebaikan yang lain. Misalkan berdagang yang berkah itu akan menjadikan pelaku / pedagangnya makin intens dan berkualitas dalm bersedekah dan tambah rajin beribadah. Begitu pula ilmu yang barokah itu akan menjadikan pemiliknya berperilaku semakin baik, bukan malah semakin buruk. Ilmu akuntansi yang memiliki barokah tidak akan disalah gunakan oleh pemiliknya untuk berlaku curang dst...

2. Kedua ( وَالثََّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ

Mutiara kedua yang akan kuambil dari bumi adalah rasa cinta (Mahabbah) dari hati manusia.

3. Ketiga (وَالثََّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ 

Mutiara ketiga yang akan kuambil dari bumi ini adalah rasa kasih sayang di antara keluarga.

4. Keempat (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ 

Mutiara keempat yang akan kuambil dari bumi ini adalah keadilan di hati para pemimpin.

Mengenai hal ini kita semu telah pandai menilai. Apakah kekuasaan yang ada di sekitaran kita, ditingkat global dan nasional masih ada keadilan para pemimpin kita? Dapatkah disebut ke adilan jika terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum dan perilaku perilaku kebermanfaatan lainya? Na’udzubillah min dzalik.

Jika melihat situasi yang ada ini sudahkah malaikat Jibril turun? Dan di mana dia turun?

5. Kelima (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ 

Mutiara kelima yang akan kuambil dari bumi ini adalah rasa malu dari para wanita-wanita (yang banyak berkata, berpenampilan, dan bersikap tidak pantas). Padahal sesungguhnya rasa malu itu sebagian dari iman.

Kini rasa malu itu telah dirubah menjadi rasa bangga. Seperti misalnya Bangga menjadi perempuan simpanan. Bangga menjadi perempuan yang memiliki gratifikasi terhadap selain muhrim, bahkan sebagian menggunakan alasan seni demi menutupi kemaluan yang telah hilang.

6. Keenam (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ 

Mutiara keenam yang akan kuambil dari bumi adalah rasa sabar orang-orang fakir (miskin).

Diakui maupun tidak diakui bahwa faktor yang mengondisikan suatu negeri itu miskin dan berkembang tetap aman dan tertata adalah kesabaran para fakir dalam menerima bagian mereka. Namun, ketika golongan fakir miskin ini sudah tidak memiliki kesabaran dengan nasib mereka, maka kesenjangan social bisa berubah menjadi kerusakan dan kekacauan. sebab Do'a mereka tidak terhijab antar langit dan bumi.

7. Ketujuh (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ اْلعُلَماَءِ 

Mutiara ketujuh yang akan kuambil dari bumi adalah sikap Wara' dan Zuhud dari para ulama.

Wara' adalah perilaku cukup dan berhati-hati menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram. Sedangkan zuhud itu (hati) yang tidak mementingkan harta-dunia. Keduanya merupakan ciri seorang ulama. Jika wara' dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya tergores dan nilai keulamannyapun mulai berkurang.

Nampaknya inilah yang terjadi pada ulama kita saat ini. wajarlah jika akhir-akhir ini berbagai fatwa mereka (ulama') tidak di dengar lagi oleh masyarakat. Pengajian-pengajiannya yang ada hanya dianggap sebagai tontonan bukan tuntutan.

8. Kedelapan (وَالثََّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ 

Mutiara kedelapan yang akan kuambil dari bumi adalah dermawannya orang-orang kaya.

Diantara unsur yang dapat melanggengkan sirkulasi kehidupan ekonomi, budaya dan sosial di suatu masyarakat adalah kesabaran para fakir miskin dan kedermawanan orang-orang kaya. Keduanya akan saling mengisi. Namun jika keduanya tidak sinergis maka semua itu lenyap dan harmonisme dalam satu masyarakat dapat hilang tergantikan dengan unharmonism.

9. Kesembilan (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ 

Mutiara kesembilan yang akan kuambil dari bumi adalah mengangkat Al-Qur'an. Yaitu menghilangkan Al-Qur'an sebagai panduan dalam kehidupan.

Lebih tepatnya menghilangkan ruh al-Qur’an. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi kini makin mempermudah telinga kita mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an. melalui mp3, mp4, dan media media online bahkan tafsirnya pun dapat diperoleh dengan mudah. Akan tetapi semangat Al-Qur’an itu sendiri saat ini semakin pudar bersama dengan makin mudahnya mendengarkan Al-Qur’an.

Meski demikian kita harus tetap berusaha memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa agar Jibril tidak tergesa-gesa turun dan mengambil Al-Qur'an dari bumi ini.

10. Kesepuluh (العاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ 

Mutiara kesepuluh yang akan kuambil dari bumi adalah iman. Ini adalah mutiara paling berharga di antara sembilan mutiara lainnya.

Boleh jadi ini adalah urutan mutiara yang paling akhir yang akan diambil oleh Jibril. Sebagaimana struktur teks hadits ini yang memposisikannya paling akhir.

Iman, ada di hati dan kita senantiasa berharap kepada Allah SWT. semoga Allah SWT. menetapkan iman dalam hati kita hingga saat dimana nanti kita kembali kepada-Nya tetap dalam keadaan Istiqomah dengan Iman dan Khusnul Khatimah.

Demikian tulisan ini, semoga saya, kita dan para pembaca yang Budiman dapat mengambil ibroh / pelajaran dari sepenggal tulisan yang saya tulis ini sehingga dapat memberikan dan membumikan kemanfaatan bagi seluruh alam.

0 comments: