Seluruh gua itu gelap, kecuali satu gua yang membawa cahaya yaitu Surah Al-Kahfi.
Surah ini dianjurkan untuk dibaca setiap hari Jumat. Di dalamnya ada pelajaran untuk kita yang belum memahami suatu kejadian, dan belum mampu bersabar terhadapnya.
Perhatikan kalimat-kalimat ini dari Surah Al-Kahfi: أما السفينة فكانت لمساكين "Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin..." وأما الغلام فكان أبواه مؤمنين "Adapun anak itu, kedua orang tuanya adalah orang-orang beriman..." وأما الجدار فكان لغلامين يتيمين "Adapun tembok itu milik dua anak yatim..."
Inilah tiga kisah dengan tiga situasi yang berbeda. Namun satu pelajaran besar, yaitu Allah Maha Tahu apa yang terbaik.
Setiap ujian yang tampak buruk, ternyata menyimpan rahmat dan hikmah yang luar biasa.
Begitulah jika Allah menghendaki sesuatu, maka hukum-hukum alam bisa saja tak berlaku.
Laut tidak menenggelamkan (kisah Nabi Musa dan laut yang terbelah).
Api tidak membakar (kisah Nabi Ibrahim saat dilempar ke dalam api).
Gunung tidak menjadi tempat aman (kisah istri Nabi Luth).
Ikan besar tidak mencerna (kisah Nabi Yunus dalam perut ikan).
Perawan bisa melahirkan (kisah Maryam dan Nabi Isa).
Bayi bisa berbicara (kisah Nabi Isa saat masih dalam buaian).
Orang tertidur bisa bangun kembali setelah ratusan tahun (kisah Ashabul Kahfi).
Matahari bisa berhenti bergerak (kisah Nabi Yusya’).
Bulan bisa terbelah (mukjizat Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam)
Maka jangan bilang, "Itu tidak mungkin." Tapi katakanlah: "Ya Robb, mudahkanlah dan tolonglah aku."
Kisah Ashabul Kahfi diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surat Al-Kahfi, yang berarti "Gua". Surat ini merupakan surah ke-18 dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 110 ayat.
Kisah Ashabul Kahfi terdapat dalam ayat 9-26, yang menceritakan tentang sekelompok pemuda beriman yang melarikan diri dari penguasa zalim dan berlindung di sebuah gua, di mana Allah menidurkan mereka selama 309 tahun.
Surat Al-Kahfi tidak hanya mengisahkan tentang Ashabul Kahfi, tetapi juga memuat beberapa kisah lain yang sarat dengan pelajaran berharga, seperti:
Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir*: Mengajarkan tentang sikap tawadhu dalam menuntut ilmu (ayat 60-82).
Kisah Nabi Zulkarnain*: Mengandung pelajaran bagi para penguasa dan pemimpin negara (ayat 83-99).
Kisah Pemilik Dua Kebun*: Menggambarkan perumpamaan antara dua orang yang memiliki kebun, salah satunya kaya raya tetapi musyrik, sementara yang lainnya miskin tetapi beriman kepada Allah (ayat 32-44).
Kisah Iblis yang Menolak Bersujud kepada Nabi Adam*: Mengungkap sifat sombong yang dimiliki oleh Iblis (ayat 50-53).
Dengan mempelajari kisah-kisah dalam Surat Al-Kahfi, kita dapat memperoleh hikmah dan pelajaran berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Author: Kanthongumur






0 comments:
Posting Komentar