Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Sholawat saat khutbah berlangsung

Assalamu ’alaikum wr. wb
Ketika khatib sudah naik mimbar, semua jamaah shalat Jumat tidak boleh saling berbicara tetapi harus menyimak dan mendengar dengan baik khutbah. Yang ingin kami tanyakan, ketika khatib dalam khutbahnya membaca ayat innallaha wamalaikatahu yushalluna ‘alan nabiy, apakah boleh jamaah mengucapkan shalawat dengan mengeraskan suaranya? Mohon penjelasannya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu ’alaikum wr. wb (Sutikno/Pemalang)

Jawaban
Assalamu’alaikum wr. wb
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bershalawat kepadanya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab sebagai berikut,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershawalat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 56).

Menurut para ulama, shalawat dari Allah mengandung pengertian memberi rahmat, dari malaikat memohonkan ampunan, dan dari orang-orang beriman mengandung pengertian berdoa agar diberi rahmat.

Para ulama telah bersepakat bahwa shalawat kepada Nabi SAW hukumnya adalah wajib. Sedang ukuran shalawat yang wajib baca adalah allahumma shalli ‘ala muhammad dan selebihnya adalah sunah, seperti allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad.

Namun mereka berbeda pendapat mengenai kapan membaca shalawat itu diwajibkan? Apakah kewajiban tersebut hanya sekali seumur hidup atau hanya dalam shalat, atau kewajiban tersebut hanya berlaku ketika nama beliau disebut?

Dalam hal ini ada tiga pendapat. Pendapat pertama yang merupakan pendapat yang dianut kebanyakan ulama menyatakan bahwa kewajiban membaca shalawat kepada Nabi saw hanya sekali dalam seumur hidup.

Pendapat kedua menyatakan bahwa kewajiban membaca shalawat itu adalah dalam setiap shalat pada tasyahud akhir. Ini adalah pendapat yang dianut Madzhab Syafi’i dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal.

Pendapat ketiga menyatakan bahwa membaca shalawat adalah wajib ketika nama Nabi saw disebutkan. Pendapat ini dipilih oleh Ath-Thahawi salah seorang ulama kesohor dari kalangan Madzhab Hanafi dan Al-Halimi salah seorang ulama pengikut Madzhab Syafi’i.

اِتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى وُجُوبِ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ اخْتَلَفُوا فقِيلَ تَجِبُ فِي الْعُمْرِ مَرَّةً وَهُوَ الْأَكْثَرُ وَقِيلَ : تَجِبُ فِي كُلِّ صَلَاةٍ فِي التَّشَهُّدِ الْأَخِيِر وَهُوَ مَذْهَبِ الشَّافِعِيِّ وَإِحْدَى الرِّوَايَتَيْنِ عَنْ أَحْمَدَ وَقِيلَ : تَجِبُ كُلَّمَا ذُكِرَ وَاخْتَارَهُ الطَّحَاوِيُّ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ وَالْحَلِيمِيُّ مِنَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْوَاجِبُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَمَا زَادَ سُنَّةٌ

“Para ulama telah sepakat atas wajibnya membaca shalawat kepada Nabi SAW, kemudian mereka berselisih pendapat, ada yang mengatakan (qila) wajib sekali dalam seumur hidup dan ini adalah pendapat kebanyakan ulama. Ada juga yang mengatakan (qila) wajib dalam setiap shalat dalam tasyahhud akhir, ini adalah pendapat Madzhab Syafi’i dan salah satu riwayat dari imam Ahmad bin Hanbal. Dan pendapat lain mengatakan (qila) wajib ketika nama Rasulullah SAW disebutkan, dan Ath-Thahawi salah seorang ulama dari Madzhab Hanafi dan Al-Halimi salah satu ulama dari Madzhab Syafi’i memilih pendapat ini. Sedangkan yang wajib adalah membaca allahumma shalli ‘ala muhammad dan selebihnya adalah sunah,” (Al-Khazin, Lubab at-Ta`wil fi Ma’ani at-Tanzil, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, V, h. 274)

Nah dari sini tampak jelas bahwa secara umum bershalawat kepada Nabi SAW adalah wajib. Para ulama hanya berbeda pendapat mengenai soal kapan dan di mana wajibnya bershalawat kepada Nabi SAW. Misalnya, Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa bershalawat kepada Nabi SAW wajib di dalam setiap shalat dalam tasyahhud akhir.

Pertanyaannya bagaimana jika khatib dalam khutbah membaca ayat innallaha wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabiy...., apakah jamaah boleh membaca atau bershalawat kepada Nabi SAW dengan suara yang tinggi atau keras?

Dalam kasus ini menurut An-Nawawi dan para ulama lainnya bahwa ketika khatib dalam khutbahnya membaca ayat innallaha wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabiy...tidaklah dimakruhkan bagi orang yang mendengarkan khutbah atau para jamaah untuk meninggikan suaranya tanpa berlebihan dalam bershalawat kepada Nabi SAW.

قَالَ النَّوَوِيُّ وَغَيْرُهُ: وَلَا يُكْرَهُ أَيْضًا رَفْعُ الصَّوْتِ بِلَا مُبَالَغَةٍ فِي الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ (ص) إِذَا قَرَأَ الْخَطِيبُ: ( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ )

Muhyiddin Syarf An-Nawawi dan ulama yang lain berpendapat bahwa tidak makruh mengeraskan atau meninggikan suara tanpa berlebihan dalam membaca shalawat kepada Nabi SAW ketika khatib membaca ayat innallah wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabiy’,” (Lihat, Ibnu Hajar Al-Haitsami, Al-Fatawil Kubra Al-Fiqhiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, I, h. 253).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami perbanyaklah shalawat kepada Nabi SAW dan kebaikan pada setiap hari Jumat karena insya Allah hal tersebut akan membawa manfaat baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu’alaikum wr. wb

Indahnya Mengawal aktivitas pagi dengan kewajiban subuh

Bangun buat melaksanakan sholat subuh menggambarkan kewajiban untuk seluruh penganut islam, karna seperti itu terdapat sebagian panduan supaya gampang bangun sholat subuh yang dapat dipakai kala kita terasa kalau kita hadapi kesusahan buat bangun di waktu yang masih sangat pagi tersebut.

kegagalan buat bangun di ketika subuh berarti kita pula sudah kandas buat menunaikan salah satu kewajiban umat islam, ialah buat mengerjakan sholat 5 waktu.

karna seperti itu, bisa jadi untuk kita yang masih kerap tertidur wajib menjajaki tips - tips yang hendak kita bahas bersama - sama pada informasi ini.

dalam islam, sholat subuh menggambarkan sholat yang jadi pengawal aktivitas seorang dan juga ini merupakan sholat yang dinilai amat berarti buat dilindungi, karna itu pula sebagian orang butuh panduan supaya dapat bangun subuh.

belum lagi, nyatanya banyak khasiat yang dapat diterima seorang kala mereka melaksanakan sholat subuh serupa semisal sholat subuh merupakan salah satu perihal yang hendak memperlapang rezeki seorang.

perihal ini pula dikisahkan kala nabi muhammad saw tuntas sholat subuh dan juga memandang putrinya masih tertidur, dia membangunkannya dan juga berkata kalau waktu buat sholat subuh dan juga waktu saat sebelum terbitnya matahari merupakan masa dimana allah swt membagi - bagikan rezeki.

berikut ini merupakan sebagian panduan jitu supaya gampang bangun sholat subuh di pagi hari
bangun buat sholat subuh bisa jadi suatu yang susah dicoba oleh sebagian orang, dan juga perihal tersebut sangat dimaklumi, karna waktunya yang sangat pagi.

walaupun begitu, kewajiban seseorang muslimlah buat bangun dan juga mengagungkan allah di waktu tersebut serupa yang tertulis dalam hadits riwayat ahmad.

dalam hadits tersebut, nabi muhammad saw memohon kepada allah swt bagaikan tuhan semesta alam yang memegang kekuasaan hendak seluruh yang terjalin di dunia buat memberkati ummat dari nabi muhammad di pagi hari.

mengingat nabi muhammad saw telah mendoakan kita buat diberkati dikala sholat subuh, hingga terdapat sebagian panduan supaya gampang bangun sholat subuh untuk mereka yang kesusahan, ialah:

  1. mengenali tentang dampak kurang baik meninggalkan sholat subuh di pagi hari nyatanya banyak sebab kenapa orang - orang tidak berani meninggalkan sholat subuh, dan juga perihal itu karna terdapat sebagian dampak kurang baik yang dapat terjalin bila kita meninggalkan sholat yang satu ini. kala kita meninggalkan sholat subuh, hingga lazimnya jiwa kita hendak jadi lemah, dan juga kita pula hendak jadi lebih gampang meninggalkan perkara agama yang yang lain.
  2. mengenali apa yang dapat dia peroleh dari sholat subuh karna terdapat banyak keburukan meninggalkan subuh, nyatanya banyak pula kebaikan yang dapat didapat kala kita melaksanakan sholat subuh. terlebih bila dicoba berjamaah. karna perihal ini, banyak mereka yang mempraktikkan macam - macam trik supaya bangun sholat subuh dengan trik mereka seorang diri.
  3. tidur lebih cepat trik yang amat gampang dan juga dapat diaplikasikan oleh seluruh orang merupakan dengan tidur di waktu yang lebih kilat bila dibanding dengan lazimnya. waktu tidur wajar buat orang berusia merupakan 6 sampai 7 jam, jadi jalani perhitungan seorang diri dan juga tidur 7 sampai 8 jam saat sebelum waktu subuh datang.
  4. memelihara trik tidur yang baik yang setelah itu berfungsi berarti buat menolong waktu tidur merupakan dengan mempertahankan adab tidur kita. yakinkan kita senantiasa berdoa saat sebelum tidur, dan juga bahwa dapat bacalah surah al - ikhlas, al - falaq, dan juga an - nas saat sebelum tidur. inilah sebagian panduan supaya gampang bangun sholat subuh.

Pelipatan pahala muadzin

Peranan Pak Syakur sebagai muadzin masjid sangat penting. Di bulan puasa suara adzannya ditunggu banyak orang untuk berbuka. Begitu pula waktu sahur, seruan imsaknya menjadi pedoman warga sekitar untuk mengakhiri sahurnya. Namun dari tugas-tugas itu, hal yang terberat adalah mengumandangkan adzan lima kali sehari tepat waktu setiap kali waktu shalat fardhu telah tiba. Tugas ini menuntut kedisiplinan dan keistiqamahan yang tidak setiap orang sanggup dan mampu melakukannya.
Pak Syakur memang disiplin dan istiqamah dalam tugas-tugasnya. Sebagai muadzin beliau penuh tanggung jawab. Tapi terkadang tampak seperti aneh. Sehabis mengumandangkan adzan, Pak Syakur duduk nongkrong di depan masjid. Iqamah dilakukan orang lain. Shalat berjamaah pun dimulai.
Sementara di dalam masjid shalat jamaah dilaksanakan, Pak Syakur tetap duduk-duduk di depan. Ternyata yang ia lakukan adalah mengawasi dan memastikan keamanan sekitar masjid agar tidak ada satu pun sandal, sepatu atau kendaraan milik jamaah hilang; atau ada mobil yang dibobol oleh tangan-tangan jahil.
Penulis pernah membayangkan betapa besar pahala yang didapat Pak Syakur dengan menahan diri tidak ikut berjamaah besar di dalam masjid. Pak Syakur tentu mendapat pahala dari adzan yang ia kumandangkan. Ia tentu juga mendapat pahala dari mengamankan situasi sekitar masjid. Bukankah para jamaah yang jumlahnya puluhan hingga ratusan orang itu bisa khusyu’ dalam shalatnya karena merasa cukup aman.
Jika pahala sebanyak 27 yang didapat setiap orang dari mereka yang berjamaah itu diberikan kepada Pak Syakur, teruhlah 1 saja, maka bisa dibayangkan berapa besar pahala diterima Pak Syakur jika jumlah mereka mencapai 200 orang, misalnya. Besarnya pahala itu belum termasuk pahala yang didapat Pak Syakur karena ternyata dia selalu berjamaah kecil dengan beberapa orang yang datang terlambat, atau dengan orang yang datangnya setelah jamaah shalat selesai. Prinsipnya Pak Syakur sebagai muadzin tidak meninggalkan jamaah shalat di masjid.
Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah:
المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة
Artinya: “Muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari Kiamat.” 

Dalam Syarah Muslim, An-Nawawi menjelaskan maksud frase “athwalunnas a’naqan” dalam hadits di atas, yakni banyaknya pahala yang didapat seorang muadzin akan dilihat semua orang di akhirat kelak. Artinya seorang muadzin akan menjadi sosok yang menonjol di akhirat karena banyaknya pahala yang diterimanya dari Allah SWT. 

Benar. Jangankan di akhirat kelak, di dunia saja pahala seorang muadzin sudah bisa dibayangkan karena ia berjasa besar mengingatkan kepada banyak orang, baik yang sedang sibuk maupun yang longar, bahwa saat shalat telah tiba. Ia juga membangunkan orang-orang tidur untuk shalat. Apalagi kalau muadzin itu secara suka rela bisa seperti Pak Syakur, yakni menciptakan suasana kondusif yang memungkinkan para jamaah di masjid shalat dengan kusyu’ sekaligus mencegah terjadinya pencurian di sekitar masjid.

Rahasia Mengembangkan Lembaga Pendidikan

Pengembangan ilmu dan lembaga pendidikan adalah tugas setiap sumberdaya dalam lintas pendidikan berikut pemangku jabatan.

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة
"Materi Pembelajaran adalah sesuatu hal yang krusial penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran."

Jadi, sebagus apa pun materi pembelajaran,  jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnyapun tidak akan maksima

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة
"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran."

Sehingga, sebagus apa pun metode pembelajaran,  tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.
ungkapan yang sangat inspiratif ini perlu dimiiki setiap pendidik:

المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس
"Guru adalah fasilitator yang sangat penting, tetapi Jiwa Guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri."

Ungkapan yang sangat luar biasa!
Jiwa Guru jauh lebih penting! Ya,  kekuatan batin,  lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir.

Membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه ). Dengan melakukan amalan-amalan wajib,  ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah. (Mbahyai Syukri)

Bayangkan jika kita... Mengajar dgn 'jiwa'. Niat kita ikhlas dalam mengajar, membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati. Disiplin ketika mengajar, dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran. Berakhlak baik kepada murid. Mendoakan mereka di setiap selesai sholat kita atau bahkan...mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.

Insya Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari hati & jiwa. maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati,  akan diterima oleh hati. 

Semoga bermanfaat bagi Pendidik.

Biografi Rosulullah

BIODATA RASULULLAH S.A.W

  • Nama                : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalibs bin Hashim.
  • Tarikh lahir       : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah Abrahah yang menyerang kota Kaabah).
  • Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
  • Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
  • Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
  • Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapa Rasulullah SAW).
  • Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
  • Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali Halimah As-Saadiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN
Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN
Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia_ di Al-Abwa ' (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madina, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh kakeknya Abdul Muttalib.

USIA 8 TAHUN
Kakeknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Talib.

USIA 9 TAHUN
(Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun). Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan.
Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN
Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ' Sirah ' , jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.
Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul '; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN
Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah.
Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.
Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu. Mahar baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN
Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Kaabah.
Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah.
Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ' Hajarul-Aswad ' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

USIA 40 TAHUN
Menerima wahyu di gua Hira ' sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN
Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar Al-Siddiq. Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN
Wafatnya Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah/ 8 Jun 632 Masihi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW.
  1. Khadijah Binti Khuwailid.
  2. Saudah Binti Zam'ah.
  3. Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
  4. Hafsah binti ' Umar (anak Saidina ' Umar bin Al-Khattab).
  5. Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
  6. Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
  7. Zainab Binti Jahsy.
  8. Maimunah Binti Harith.
  9. Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
  10. Zainab Binti Khuzaimah (digelar ' Ummu Al-Masakin ' ; Ibu Orang Miskin).
ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
  1. Qasim
  2. Abdullah
  3. Ibrahim
  4. Zainab
  5. Ruqaiyah
  6. Ummi Kalthum
  7. Fatimah Al-Zahra '
ANAK TIRI RASULULLAH SAW
Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN
1. Thuwaibah 1. Hamzah
2. Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad

SAUDARA SUSUAN
1. Halimah Al-Saidiyyah 1. Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Mutallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. ' Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza

BAPA DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW (ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTTALIB)

1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah ***
5. Al-Abbas ***
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka'bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***

Sabda Rasulullah SAW:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku, Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam syurga" (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه وسلم

Nabi Muhammad SAW Manusia Agung.

KENALI NABI MUHAMMAD SAW. SECARA LAHIRIAH

Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:
Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah SAW.
Aku melihat cahaya dari lidahnya.
Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.
Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
Wajahnya seperti bulan purnama.
Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
Janggutnya penuh dan tebal menawan.
Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.
Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
Rambutnya sedikit ikal.
Rambutnya tebal terkadang menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah bahu tapi disisir rapi.
Rambutnya terbelah di tengah.
Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.
Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.
Seimbang antara kedua bahunya.
Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan tersusun dgn cantik.
Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan putih.
Warna putihnya lebih banyak.
Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
Warna kulitnya putih tapi sihat.
Kulitnya putih lagi bercahaya.
Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh.
Badannya tidak gemuk.
Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi kacak.
Perutnya tidak buncit.
Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.
KESIMPULANNYA
Nabi Muhammad SAW. adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang zaman. Beliau adalah manusia mulia yang pernah di dunia.

Gerakan Ayo Mondok

Parenting education untuk gerakan Ayo Mondok.
Hari2 ini para santri baru mulai masuk gerbang pesantren dan mengawali proses menjadi santri. Yang perlu difahami Oleh walisantri itu bahwa:
  1. proses beradaptasi bagi santri baru di pesantren itu variatif bentuknya. tidak sedikit yang mengalami culture shock yang menyebabkan mereka "rewel" tingkat ringan sampai yang berat.
  2. walisantri Harus ikut membantu proses tersebut, dengan bersikap tenang Dan mendengarkan keluhan2 si anak sbg efek Dari proses adaptasi itu sendiri.
  3. Beri dia sugesti dan keyakinan yg positive,  jgn ikut2an panik.
  4. Berkomunikasi yg baik dg pengurus dan/atau pengasuh apabila si anak mengalami masala adaptasi.
  5. Dengan memasukkan anak ke pesantren bukan berarti perhatian orangtua selesai atau hanya sebatas perhatian finansial Saja.
  6. Meski santri itu mendapatkan perhatian yg cukup dari pengasuh/pengurus pesantren,  tetapi Ada indikasi santri yg dapat perhatian yg cukup dari orangtuanya, memiliki sikap yg lebih baik dibanding santri yg kurang diperhatikan orangtuanya.
  7. Tugas untuk mendoakan kesuksesan anak2nya tidak Serta merta menjadi tugas guru/pengasuhnya.
  8. Doronglah anak untuk mematuhi segala aturan pesantren, Krn itu adalah bagian dari proses character building Di pesantren.
Proses beradaptasi santri baru di pesantren itu variatif bentuknya. tidak sedikit yang mengalami culture shock yang menyebabkan mereka "rewel" tingkat ringan sampai yang berat. ada 4 tahapan yang akan mereka lewati untuk menuju benar2 krasan/nyaman di lingkungan barunya. Ini tahapannya:
  1. tahap inkubasi; tahapan dimana para santri baru merasa senang merasakan hal-hal baru yg belum pernah dialaminya. meski kesenangan ini bersifat semu, karena bisa jadi dia masih menangis ketika kangen suasana di rumah.
  2. tahap krisis; tahapan ini yang menarik dikaji. karena ketika mengalami tahap ini ekspresi dan respon mereka beragam dan cenderung membuat wali santri ikut merasakan repot. karena mereka benar-benar merasakan culture shock dan akan sering menangis, telpon/sms dengan jurus manja yg bikin ortu nya kasihan/gak tega dan minta sering2 dijenguk/disambang. bahkan tidak sedikit yang mengancam pengurus pondok/orang tuanya kalo keinginannya tidak terpenuhi. apabila proses ini tidak bisa dilewati dengan baik maka biasanya mereka memutuskan gak krasan yang dilanjutkan dengan boyong/pindah.
  3. tahap penyembuhan; tahap ini bisa dialami bagi mereka yang bisa melewati culture shock dengan baik. pada tahap ini para santri baru akan menerima keadaan di lingkungan barunya dan membangun komitmen untuk tinggal di pesantren.
  4. tahap penyesuaian diri; pada tahap ini santri baru sudah benar-benar nyaman dan merasa pesantren adalah rumah kedua mereka.
buat para santri baru..semoga proses adaptasi kalian sukses dan siap menjadi santri yang cinta NKRI. para pengasuh/pengurus pesantren/wali santri bertugas membantu proses adaptasi dengan sukses.

Bagian ini menjelaskan ttg kesiapan anak menghadapi kondisi sakit Di pesantren Dan mengontrol keuangan.
  1. Apabila si anak memiliki riwayat penyakit yg bisa kambuh, seperti ashma,  alergi,  dll maka orang tua perlu membekali anak dengan obat2 yg biasa dikonsumsi untuk penyakitnya.
  2. Si anak juga perlu diberi pemahaman akan makanan2 yg Harus dihindari agar tidak memicu penyakitnya timbul kembali.
  3. Orang tua juga perlu mengenalkan dan/atau membekali anak dengan obat2 bebas yg mungkin diperlukan sebagai obat pertolongan pertama ketika sakit ringan, seperti obat diare,  vitamin,  obat penurun panas, dll.
  4. Ada kalanya sakitnya anak santri itu Karena minta/butuh perhatian dari orang tuanya. Sakit yg disebabkan kangen seperti ini biasanya berupa demam, Selera makan yg rendah,  capek/motivasi rendah.  Dan ini bisa diminimalkan dengan Adanya perhatian dari orang tua, misal ditelpon untuk sekedar Tanya aktifitas hariannya atau dijenguk dan diajak makan bersama.
  5. Orang tua juga perlu membekali pengertian kpd si anak tentang managemen keuangannya Selama tinggal Di pesantren.
  6. Orang tua perlu mengontrol kebutuhan uang Jajan si anak yg habis selama satu bulan (meski uangnya Ada di atm) itu apakah masih wajar atau sudah melampaui kewajaran/boros. Karena ini sangat berkaitan dg kelancaran dalam beraktifitas di pesantren.
  7. Kalau keuangan si anak tergolong Boros,  maka perlu dikhawatirkan penyalah gunaan uang sakunya untuk hal-hal yg kurang mensupport aktifitas Di pesantren.
  8. Untuk mengontrol si anak,  perlu menjalin komunikasi yg baik dg pengurus/guru/pengasuh pesantren, agar orang tua merasa nyaman dan si anak juga bisa terpantau dg baik.
Semoga para santri berhasil menjalani semua proses pembelajaran Di pesantren Dan menjadi anak2 sholih sholihah kebanggaan orang tua yg bermanfaat ilmunya Dan berkah hidupnya.

Ibrahim As. dan Makkah

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah Agak mustahil, bagaimana mungkin di gurun batu nan tandus, tak ada tetumbuhan, bisa ada kehidupan. Itulah Mekkah yang dulu disebut Bakkah.

Di kelilingi banyak bukit, tapi bukit batu. Kering kerontang, panas menyengat. Tekstur tanahnya tak menarik. Tapi, setiap tahun, puluhan juta orang dari negeri-negeri yang jauh bahkan sangat jauh datang menyesaki kota ini, dengan berjalan kaki, berkendara, dan sebagainya.

Itulah Mekkah yang dahulu didoakan Nabi Ibrahim agar menjadi kota yang berkah dan memberkahi; menjadi negeri yang selalu dirindukan banyak orang. Walau kering kerontang, tapi tak kekurangan.

Alkisah, pulang ke Palestina, setelah mengantar anak (Ismail) dan isrtinya (Hajar) ke Mekkah, Nabi Ibrahim menengadahkan tangan ke langit, sambil berdoa:

“Ya Allah sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah tandus, dekat rumah-Mu, agar mereka mendirikan shalat. Jadikanlah sebagian manusia cenderung kepada mereka dan limpahkanlah rezeki berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.

Dengan modal doa itu, Nabi Ibrahim berani meninggalkan sang istri dan anaknya yang masih bayi di lembah tandus itu. Dikisahkan, Ibrahim sangat jarang menengok anak dan istrinya ini. Mungkin hanya tiga kali.

Namun, Allah mengabulkan seluruh item doa Nabi Ibrahim. Anak dan istrinya sehat, tak kekurangan suatu apa. Pertama-tama Allah hanya membukakan sumur zamzam buat mereka, lalu berduyun-duyun orang dari daerah lain mendatangi Mekkah, membawa binatang ternak, gandum, dan lain-lain.

Orang luar membawa barang berniagaan, sumur zamzam menyediakan minuman. Ajaib, air yang muncul dari sela-sela bukit batu itu tak pernah letih mengeluarkan air. Sumur zamzam terus membasahi kerongkongan jamaah haji dan umrah yang kehausan, dari masa ke masa, sejak zaman Nabi Ibrahim hingga kita sekarang.

Mekkah pun tak pernah kekurangan pangan. Jamaah haji dan umrah yang datang silih berganti terus berdampak secara ekonomi. Mereka datang bukan hanya untuk beribadah melainkan juga berniaga.

Suka atau tidak, Mekah akhirnya bukan hanya menjadi pusat aktivitas keberagamaan, melainkan menjadi area yang menarik secara bisnis-perniagaan. Itulah sebabnya, Mekah selalu hidup, siang dan malam.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah ini? Doa adalah senjata kaum beriman. Doa bisa mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin. Nabi Ibrahim sudah meneladankan, kita saja yang perlu istiqomah mengamalkan. Apalagi berdoa di bulan Ramadan; bulan penuh berkah dan ampunan.

Wallahu alam...

Khutbah Wukuf di Arafah

Khutbah wukuf oleh Prof. Dr. Djamil.

Berikut petikan lengkap khutbah wukuf yang disampaikan Abdul Djamil di Arafah.

Dhuyufurahman, yang dimuliakan Allah swt.

Marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan takwa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar hidup ini menjadi semakin berkualitas bagi diri dan masyarakat seiring dengan bertambahnya usia, seiring dengan perubahan yang selalu terjadi pada diri kita, dan seiring dengan dinamika keadaan yang melingkupi kita. Konsep siklus hidup dalam Islam menghendaki kehidupan hari ini harus lebih baik dibanding dengan kemarin dan kehidupan esok harus lebih baik dibanding dengan hari ini.Apa yang terjadi di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran untuk menghadapi hari esok. Allah berfirman:

Artinya: Hai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apayang telah diperbuatnyauntuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr: 18)

Dhuyufurahman, yang dimuliakan Allah swt.

Hari ini kita berada pada puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah, rukun haji yang tidak bisaditinggalkan (alhajju ‘arafah). Keniscayaan yang tidak dapat ditawar sehingga mereka yang sakitpun kita bawa ke sini lewat safari wukuf.Siapa yang melewatkan wukuf di Arafah maka tidak sah ibadah hajinya.

Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada hal hal yang mau tidak mau harus kita jalankan untuk kepentingan tertentu, suka tidak suka siapapun orangnya ia harus tunduk melaksanakan suatu kewajiban. Kehidupan kita sehari-hari selalu diwarnai dengan apa yang harus dilakukan, apa yang harus ditinggalkan, apa yang dianjurkan dan apa yang sebaiknyaditinggalkan agar hidup menjadi nyaman dalam interaksi dengan sesama manusia, selalu damai dan terhindar dari konflik yang merugikan.

Jika kewajiban sudah diabaikan, jika larangan sudah diterjang tanpa merasa bersalah dan jika anjuran untuk berbuat baik tak didengar lagi, maka keseimbangan tatanan masyarakat akan terganggu dan kita berada dalam goncangan yang merugikan masyarakat secara luas.

Di padang Arafah ini kita bersimpuh dengan pakaian ihram, selembar kain tak berjahit yang dililitkan ke tubuh kita, laksana mayat yang akan menghadap sang Khalik, tak membawa atribut, pangkat, dan kedudukan serta status sosial. Prinsip persamaan derajat dan kedudukan (al musawah) inilah yang tercermin dalam ibadah haji.Kita diajarkan untuk tidak mementingkan ego masing-masing dan sebaliknya peduli kepada urusan banyak orang.Kita bisa berbagi dengan sesama.Menolong mereka yang lemah, menunjukan jalan bagi mereka yang tersesat, berbagi kesempatan di tengah segala sesuatu yang serba sempit dan terbatas.Kita dibiasakan untuk menahan diri dari dorongan syahwatiyah dalam rangka makin mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya.

Pada akhirnya, kita semuanya hanya membawa selembar kain kafan untuk menghadap Ilahi dan pada saat ini kita diajarkan tentang kesadaran terhadap hal ini.Terhadap kematian yang sering kita takutkan atau kita lupakan atau pura-pura lupa dan tidak mau mengingatnya. Kita dibiasakan untuk meningkatkan ketundukan pada kehendak Allah, menekan ego masing-masing dan membiasakan diri untuk hidup apa adanya, bukan hidup apa-apa ada dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya.

Kita diminta sebanyak-banyaknya berzikir mengingat Allah agar hati menjadi tenang, damai, khusyu’, dan itulah sesungguhnyapuncak kebahagiaan sejati manusia tatkala diri ini merasa begitu dekat kepada Allah, selalu mengingat-Nya dalam setiap situasi dan akhirnya mampu berakhlak dengan akhlak Allah (takhallaqu bi-akhlaaqillah) yang terrefleksikan dalam perilaku sehari-hari yang santun, taat pada aturan dan berakhlak mulia dengan sesamanya. Ketenangan jiwa tersebut sesungguhnyadapat dicapai melalui zikir sebagaimana firman-Nya:

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hari mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

Berzikir untuk menyadari betapa kita ini kecil dan bukan apa-apa di depan kemahakuasaan Allah Rabbul Izati. Menegaskan kembali akan keagungan-Nya seraya menyambut panggilannya untuk berhaji Labbai Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syarika lak.Kita datang dari tempat yang jauh dari segenap penjuru, ribuan kilometer kita tempuh dengan segala suka dan duka dan antrian panjang kita tunggui dengan penuh kesabaran.Kini saatnya kita berada di puncak ibadah haji di sini. Sepantasnyalah kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk melakukan tranformasi diri menjadi orang yang lebih menghayati makna ibadah yang kita lakukan, bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan di masa yang akan datang.

Kita istighfar minta ampun kepada Allah dari segala khilaf dan dosa yang kita lakukan, sadar bahwa selama menjalani hidup tak akan luput dari perbuatan salah dan dosa, sering abai terhadap aturan dan lalai dalam beribadah kepadaNya. Hari Arafah inilah saat doakita didengar dan saat Allah mengampuni dosa kita.

Rasul bersabda: Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”

Suasana Arafah seperti sekarang ini juga sekaligus merupakan momentum terbaik bagi kita untuk muhasabah introspeksi tentang siapa kita, apa yang kita lakukan dan ke mana akhirnya ujung dari kehidupan ini. Al Quran menjawab pertanyaan ini melalui episode penciptaan yang merefleksikan apresiasi luar biasa atas entitas ciptaan-Nya yang memiliki keunggulan dibanding dengan ciptaan lainnya. Mari kita tengok episode penciptaan manusia yang digambarkan Al Quran surat Al Baqarah ayat 30:

Artinya:Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat “Aku hendak menjadikan khalifah bumi”. Mereka berkata “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memujiMu dan mensucikan namaMu”.Dia berfirman “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Dalam ayat berikutnya Allah memberikan penegasan tentang entitas manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang memiliki keunggulan, yang memiliki kemampuan mengidentifikasi objek sekelilingnya dan bahkan melakukan penemuan atas hal-hal yang sebelumnya tak terketahui oleh banyak orang. Inilah kemampuan ilmiah manusia yang menjadi pembeda dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Namun demikian, di balik keunggulan itu ada kekuatan yang selalu membisik di kanan kiri kita untuk melencengkan manusia dari jalan kebenaran. Ini adalah miniatur manusia yang memiliki potensi untuk bertindak seperti hewan tak kenal belas kasihan melakukan kekerasan, intimidasi, dan tindakan-tindakan radikal karena ada kekuatan syaithoniyah yang akan menyesatkan manusia-manusia dari jalan yang benar.

Artinya: Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Manusia memang dijadikan sebagai makhluk terbaik, tetapi bisa saja diturunkan derajatnya serendah-rendahnya jika kehilangan aspek kemanusiaan yang mulia.

Artinya: Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sbeaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serandah-rendahnya.

Mengapa demikian?Karena dalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling berkompetisi, yaitu aspek fujur dan aspek takwa.

Artinya: Maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya.

Inilah konsep manusia sebagai makhluk bidimensional yang memberi ruang untuk mengubah jalan sejarah dirinya menjadi lebih baik atau sebaliknya.

Dhuyufurahman, yang dimuliakan Allah swt.

Wukuf di Arafah seperti ini hendaknya tidak sekedar berdiam di Padang Arafah. Namun seyogyanya kita merenungakan makna yang dalam yang memberi isyarat tentang ajaran kemanusaian yang berguna bagi hidup sehari-hari kita.

Pertama, kektika kita mulai mengenakan ihram dan diikat oleh sejumlah ketentuan dan larangannya, maka hendaknya memberikan kesadaran bahwa dalam hidup ada saatnya kita memulai sebuah transformasi secara sadar menuju keadaan yang lebih baik.Ketika kita mulai niat ihram kita memasuki dunia baru mengorbit kedekatan pada Allah swt.Menghindari dari perbuatan-perbuatan yang dilarang dan memasuki suasana spiritual varu, berzikir memuji kebesaranNya, meminta ampun segala dosa dan berharap ridla-Nya dan pada berharap diterima sebagai haji mabrur.Hidup ini sesungguhny atak dapat lepas dari batasan ruang dan waktu miqat zamani dan miqat makani.Ketika ada waktu-waktu tertentu kita diharuskan melaksanakan kewajiban, menjauhi larangan.Dalam hidup juga ada tempat yang wajib didatangi dan ada tempat-tempat yang harus dijauhi.Ada usaha untuk melwan keadaan agar menjadi baik karena kehidupan dalam Islam bukanlah sebuah nihilisme yang hanya mengikuti arus sejarah secara pasif.Allah memberikan kekuatan untuk memperoleh tempat yang lebih baik.

Kedua, ketika kita tidak boleh menggunakan wewangian selama ihram mengisyaratkan agar tidak terikat kepada hal-hal yang ornamental dalam hidup sehari-hari yang kadang dikejar hingga lupa diri. Kita diminta untuk suatu saat menjadi diri kita sendiri tanpa ornament persis seperti kondisi kita ketika dilahirkan dan kondisi kita ketika kembali kepadaNya. Dalam perspektif paramuqarrabin (orang-orang yang dekat pada Allah), ornamen kehidupan itu bahkan dapat membuat lupa diri dan memalingkannya dan lalai untuk mengingat Allah.Kehidupan dunia acapkali memang penuh dengan tipu daya.

Artinya: Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya

Kadang kita menjadi terhenyak dan baru ingat akan Allah saat berada dalam kegalauan, berada dalam keterpurukan, berada dalam kondisi pailit dan lain-lain.

Ketiga, ketika kita tidak diperbolehkan untuk membunuh binatang, mencabut dan mematahkan tumbuhan, memberi isyarat kepadakita agar memiliki kesadaran terhadap ekologi dan ekosistem agar dapat hidup dengan keseimbangan saling memberi dan menerima secara harmonis.Allah memberikan anugerah alam seisinya dengan hukum-hukumnya (sunnatullah) yang tak pernah berubah, yakni hukum kesimbangan ekologi dan ekosistem yang harus dijaga karena manusia telah menyanggupi untuk mengemban amanah mengelola alam seisinya. Harus dilawan sikap merusak ekosistem dan ekologi yang akan menciptakan kerusakan di darat dan lautan. Hutan yang digunduli akan berakibat banjir, produksi karbondioksida akan menciptakan efek rumah kaca dan mengakibatkan fenomena pemanasan global. Tepatlah apa yang digambarkan Al Quran ketika menyatakan bahwa kerusakan di darat dan laut itu tersebab oleh ulah tangan manusia.

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbautan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Keempat, ketika kita dilarang memakai pakaian berjahit memberikan makna agar kita hidup secara inklusif seperti pakaian yang dikenakan yang juga dipakai oleh banyak orang. Sikap ini sekaligus penegasan akan spirit Islam yang menjunjung tinggi spirit egaliter, persamaan hak dan derajat dalam kehidupan sehari-hari. Buang jauh-jauh kehendak untuk merasa dimiliki oleh banyak orang, superiority complex dan menganggap sesamanya dengan sebelah mata. Nabi dan para sahabat telah memberi contoh akan kehidupan yang penuh kesahajaan dan sangat kontras dengan penguasa sebelumnya yang mementingkan hierarkhi dan membuat jarak yang tak terjembatani dengan rakyatnya.

Kelima, ketika kita dilarang mencaci maki dan mengucapkan kata-kata kotor memberi pelajaran agar kita dapat bersikap santun kepadasesama manusia tanpa melihat latar belakang kelompok sosial dan agamanya. Surat Al Hujurat ayat 13 yang sering dikutip sebagai referensi untuk menjelaskan entitas manusia dan nilai-nilai perdamaian dalam Islam menyatakan:

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesunguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ungkapan khitab ayat ini yang dinyatakan dengan kata-kata ‘yaa ayyuhan-naas’ memberi pengertian Allah mengajak bicara manusia secara universal bahwa manusia diciptakan secara sosiologis menjadi berbangsa dan bersuku-suku untuk tujuan saling mengenal satu dengan sesamanya.Bukan untuk saling membunuh, bukan untuk saling konflik satu dengan lainnya, bukan untuk saling menghujat satu dengan lainnya. Ini semua dicontohkan oleh Rasulullah saw saat menata kehidupan yang bersifat konsolidasi internal pada periode Makkah hingga saat membuat negara Madinah yang bersinggungan dengan pihak kelompok lain yang beda agama.

Pemahaman terhadap esensi nilai-niali ibadah haji di balik yang tersurat, akan menambah kualitas diri khususnya setelah melaksanakan ibadah dan pulang ke Tanah Air. Oleh sebagian ulama hal ini dipandang sebagai tanda-tanda haji mabrur. Hasan Basri seorang ulama sufi abad delapan pernah menyatakan:

“Haji mabrur dapat dicapai jika pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat” dan tanda-tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum haji.Dengan demikian harus ada perbaikan kualitas diri menjadi lebih baik dibanding dengan sebelum haji.

Ketika Eropa bersuara lantang karena telah melahirkan masa pencerahan (enlightment) di mana manusia dianggap telah menemukan jati dirinya sebagai manusia dengan pemikiran kemanusiaan, ketika acapkali Barat dianggap yang paling berjaya dalam urusan konsep kemanusiaan, ajaran tentang haji yang direfleksikan dalam puncak ibadah di Arafah ini telah memancangkan tonggak bagi kemanusiaan saat Nabi Khutbah Wada’ yang begitu menyentuh nilai-nilai kedamaian, menghargai sesama dan menumbuhkembangkan spirit kebersamaan. Kata-kata nabi begitu menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, mengapresiasi persaudaraan dan perlindungan terhadap hak-hak orang lain.

Dhuyufurahman, yang dimuliakan Allah swt.

Hari Arafah seperti ini merupakan wahana training spiritual bagi kita semua yang seharusnya berdampak pada peningkatan kualitas diri setelah selesai dan pulang ke Tanah Air.Inilah yang oleh ulama dikatakan sebagai indikasi haji yang mabrur saat kembali dari Tanah Suci kelakuannya menjadi lebih baik dibanding masa sebelum haji.

Saat di Arafah juga mengajarkan pada kita agar terbiasa untuk menghadirkan Allah dalam diri kita masing-masing. Ketika di sini kita seakan lupa segalanya dan Allah hadir begitu dekat hendaknya akan terbawa pulang sebagai hamba yang mampu menghadirkan Allah dalam sikap dan perbuatan. Merasa selalu dekat denganNya sehingga mampu menjadi alat kontrol terhadap perbuatannya.Nabi mengingatkan kita melalui ajaran Ihsan yang merupakan tindak lanjut dari keimanan dan keislaman kita. Dengan kata lain, jika ingin kita dapat selalu istiqamah konsisten dalam sikap dan perilaku maka selain iman dan Islam dirasa perlu untuk melengkapinya dengan Ihsan. Ajaran Ihsan ini menjadikan diri ini merasa hidup dalam orbit Ilahi sehingga ke mana saja dan di mana saja serta dalam keadaaan apa saja selalu ingat Allah. Dia akan menjadi pengawas melekat pada diri sehingga mendorong untuk selalu berperilaku positif di mana saja, taat aturan meski tak ada polisi.

Suasana Arafah akan melahirkan cara beragama yang tidak berisi aneka fragman hidup tetapi melatih kita untuk berenang dalam samudra ilahi hidup serba ingat Tuhan. Dengan ungkapan lainmemberi penegasan agar masuk ke dalam Islam secara total.

Artinya: Hari orang-orang yang beriman, masuklah kami ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah Syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah 108)

Sebagai akhir dari khutbah ini saya ingin menegaskan bahwa pada saat dan waktu yang hening dan sakral ini, kita hendaknya dapat muhasabah, untuk senantiasa meningatkan ketakwaan, menyadari tanggung jawab kemanusiaan kita, menghormati antar sesama, menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan senantiasa menyadari hak dan kewajiban kita, baik sebagai pemimpin maupun rakyat biasa. Revolusi mental untuk meneguhkan komitmen kebajikan antar sesama tanpa caci maki dan saling hina. Kita berharap agar rahmat, ridha dan ampunan Allah Swt tercurah kepada kita semua, kepada warga bangsa, kepada para pemimpin kita, dan seluruh kaum muslimin sedunia. Mudah-mudahan kita dikaruniai haji yang mabrur, kembali ke Tanah Air dalam keadaan bersih dan suci bagaikan anak yang baru lahir.