Dikisahkan dari Ahmad bin Ishaq, ia berkata: كَانَ لِي أَخٌ فَقِيرٌ، وَكَانَ مَعَ فَقْرِهِ يُضَحِّي كُلَّ سَنَةٍ بِشَاةٍ "Aku memiliki saudara yang miskin, namun meski dalam keadaan kekurangan ia tetap berkurban seekor kambing setiap tahun"
Setelah saudaranya wafat, ia berkata: "Aku sholat dua rakaat lalu kemudian berdo'a: (Ya Alloh, perlihatkan kepadaku keadaan saudaraku dalam mimpi)"
Kemudian ia bermimpi melihat hari kiamat telah terjadi, manusia dibangkitkan dari kuburnya.
Tiba-tiba ia melihat saudaranya menunggang kuda berwarna putih, sementara di depannya ada banyak unta tunggangan.
Ia bertanya: يَا أَخِي مَا فَعَلَ اللَّهُ بِكَ؟ "Wahai saudaraku, bagaimana perlakuan Alloh kepadamu?"
Saudaranya menjawab: غَفَرَ لِي "Alloh telah mengampuniku"
Ia bertanya lagi: بِمَ "Karena apa?"
Saudaranya menjawab: بِسَبَبِ دِرْهَمٍ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَلَى امْرَأَةٍ عَجُوزٍ فَقِيرَةٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ "Karena satu dirham yang pernah aku sedekahkan kepada seorang wanita tua miskin di jalan Alloh.”
Lalu ia bertanya tentang tunggangan-tunggangan itu: مَا هَذِهِ النَّجَائِبُ؟ "Apa semua tunggangan ini?"
Saudaranya menjawab: ضَحَايَايَ فِي الدُّنْيَا "Itulah hewan-hewan kurbanku ketika di dunia"
Kemudian ia berkata: وَالَّتِي أَرْكَبُهَا أَوَّلُ أُضْحِيَّتِي "Dan yang sedang aku tunggangi ini adalah kurbanku yang pertama"
Saat ditanya hendak ke mana, ia menjawab: إِلَى الْجَنَّةِ "Menuju surga"
Lalu ia pun menghilang dari pandangan.
Kitab: Durratun Nasihin






0 comments:
Posting Komentar