Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Menyambut bulan Romadhon

 Bulan Sya'ban sering disebut dengan istilah Ruwah, Ruwah itu bahasa arabnya "Arwah", yang kemudian diserap dalam bahasa jawa menjadi "Ruwah". Pada akhir bulan Sya'ban masyarakat Nusantara (Jawa) memiliki tradisi Ruwahan atau Megengan yang merupakan tradisi turun temurun sejak periode wali songo.

Kegiatan ini rutin setiap tahun dilakukan oleh hampir seluruh umat muslim dunia dalam rangka kirim do'a untuk di hadiahkan kepada arwah para leluhurnya dan sekaligus menyambut haru (bahagia) atas datangnya bulan suci Romadhon. Hal ini sesuai dengan dawuhnya Rasulullah SAW:

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

“Barangsiapa yang berbahagia (menyambut) kedatangan bulan Romadhon, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk api neraka”.

Berdasar hadist diatas, ekspresi umat muslim dalam menyambut Romadhonpun mereka lakukan dengan beragam tradisi (kebaikan), ada yang melakukan pawai Targhib Romadhon, Berziarah kubur (Nyadran, Jawa), Megengan dan lain sebagainya, yang tentunya memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah: Pertama, Syiar Islam. Kedua, Ungkapan syukur kepada Allah SWT. Ketiga, Berkirim do'a untuk para leluhur. Keempat, Pemberian sedekah. Kelima, Bermohon kepada Allah SWT untuk diberikan kekuatan dan keteguhan dalam menjalani ibadah Romadhon. Dan yang terakhir adalah sebagai sarana Meneguhkan ukhuwah Basyariah.

Rasulullah bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah ia menjalin silaturrahim.” (HR. Buchori).

Bagi sebagian besar masyarakat Nusantara (Jawa), tradisi Megengan telah menjadi kebiasaan atau adat dan menjadi semacam keharusan, sehingga jika pada akhir bulan Sya'ban mereka meninggalkan tradisi Ruwahan atau Megengan, serasa ada yang kurang (hambar) dalam menyambut haru bulan suci Romadhon.

Membedah Kata "رمضان" (Romadhon)

Membedah Kata "رمضان" (Romadhon).

Kata "رمضان" merujuk pada penjelasan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq Azza wa Jalla. Beliau menjelaskan bahwa setiap hurufnya memiliki makna masing².! Kata "رمضان ” tersusun dari lima huruf hijaiyyah, yakni : ر م ض ا ن Dengan makna sebagai berikut :


الراء : رضوان الله

١ - Ridha Allah. Artinya Adlh bahwa Pada bulan yg penuh ampunan ini, umat Islam senantiasa mengharap ridha-Nya dengan memperbanyak ibadah dan melakukan amal-amal kebajikan yang diharapkan mampu menyampaikannya pada keridhaan-Nya.


الميم : محاباة الله عن العصاة

٢ - Condong untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. daripada bermaksiat. Pada bulan yg suci ini, umat Islam menyibukkan diri dgn segala hal yg bisa mendekatkannya kepada penciptanya. Orang² beramai² menghidupkan harinya dengan ibadah dan amal kebaikan serta menghidupkan malamnya dengan tarawih dan tadarus Al-Quran.


الضاد : ضمان الله

٣ - Jaminan Allah Swt. Tidak terhitung jaminan pahala mengucur dan ampunan yang Allah Swt. janjikan bagi mereka yg senantiasa menghidupkan Rmadhonnya dengan serangkaian ibadah demi mengharap ridha-Nya. Rasulullah Saw. bersabda:


مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa mendirikan (shalat) pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”.


الألف : ألفة الله

٤ - Kasih sayang Allah Swt. atau Harmoni dengan-Nya. Kasih-Nya yang melimpah pada bulan ini tercermin dari keberkahan yg diberikan. Demi mereguk keberkahan bulan ini terciptalah harmoni yang indah antara makhluk dan Sang Khaliq di mana orang² lebih semangat dan antusias untuk taqarrub kepada-Nya.


النون : نور الله

٥ - Cahaya Allah Swt. Romadhon adalah tempat jiwa kembali pulang kepada pemiliknya. Cahaya Allah Swt. terpantulkan dlm kesucian jiwa dan ketakwaan.

Perumpaan bulan Romadhon dengan bulan² lainnya adalah seperti jantung dengan organ lain yang ada pada bagian dada, juga laksana Nabi dengan manusia biasa, dan laksana kota Haramain dengan kota-kota lainnya.

Adapun kota Haramain maka Dajjal tercegah untuk memasukinya. Sedangkan pada bulan Romadhon, syetan-syetan terbelenggu sehingga tercegah dari usaha untuk memperdayai manusia.

Diumpamakan pula bahwa jika Nabi adalah pemberi syafaat bagi mereka para pelaku dosa, maka Romadhon adalah pemberi syafaat bagi orang-orang yang berpuasa. Hati dihiasi dengan pengetahuan dan iman, sedangkan bulan Romadhon dihiasi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Dari penjelasan ini, maka sudah semestinya bulan suci dan berkah ini diisi dengan kegiatan demi kegiatan yg mengantarkan kita pada keridhoan-Nya. Selain itu, kegiatan yang mengantarkan kita pada kebajikan pun bisa diterapkan sebagai bentuk aktualisasi pemaknaan huruf dari kata Romadhon yang telah dipaparkan di atas.