Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Media Penghapus Dosa

Dalam kehidupan ini, tidak ada manusia yang luput dari dosa, maksiat dan kesalahan. Siang dan malam kita berbuat khilaf, baik sengaja maupun tidak, besar maupun kecil. Karena itu, Islam mengajarkan banyak jalan (waktu) untuk membersihkan dosa² kita.

Di antara sekian banyak amalan, ada tiga amalan istimewa yang erat dengan bulan (Harom) Dzulhijjah, yaitu: Puasa, Qurban dan Silaturahim, Ketiga amalan ini bukan hanya bernilai ibadah (vertikal dan horizontal), tetapi juga menjadi media penghapus dosa.

Puasa (Tarwiyah dan Arofah): Penghapus Dosa, Puasa Tarwiyah dan Arofah adalah kesempatan emas untuk merengkuh rahmatnya Alloh SWT. Ada riwayat yang menyatakan bahwa: صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ Puasa Tarwiyah menghapus dosa setahun, وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ dan Puasa Arofah menghapus dosa dua tahun (Al-Ishfahani dan Ibnu Najar).

Rosululloh bersabda: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ "Dengan berpuasa di Hari Arafah, saya berharap Allah akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (s.muslim).

Maksud hadis tersebut dijelaskan oleh Syekh Ibnu Allan: ﻭاﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻐﻔﺮاﻥ ﻣﺎ ﺳﻴﺄﺗﻲ إﻣﺎ اﻟﻌﺼﻤﺔ ﻋﻦ ﻣﻼﺑﺴﺘﻪ ﺃﻭ ﻭﻗﻮﻋﻪ ﻣﻐﻔﻮﺭا ﺇﻥ ﻭﻗﻊ Yang dimaksud dengan ampunan dosa yang akan datang ada kalanya diberi perlindungan melakukan dosa tersebut atau orang tersebut mendapatkan ampunan jika melakukan dosa (Dalil Al-Falihin Syarah Riyadh As-Shalihin)

Tentu yang dimaksud ampunan dosa adalah dosa-dosa kecil. Sementara untuk dosa besar ada tata cara taubat tersendiri.

Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan satu atau dua hari puasa, Allah menjanjikan pengampunan Dosa.

Puasa Tarwiyah dan Arafah mengajarkan kepada kita tentang: menahan hawa nafsu, melatih kesabaran, memperbanyak dzikir dan doa, meningkatkan ketakwaan.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, لَيْسَ مِنْ الْجُوْع وَالْعَطْش tetapi juga menjaga lisan, menjaga hati, nafsu (amarah dan lawamah) dan menjaga perilaku.

Maka jangan sampai kita berpuasa, tetapi masih gemar menyakiti orang lain, memfitnah, atau bermusuhan. Karena hakikat puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

Qurban: Bukti Ketaatan dan Keikhlasan, Ibadah qurban adalah syiar mulia yang mengajarkan pengorbanan dan keikhlasan. Kita diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim As. yang rela mengorbankan putranya demi menaati perintah Allah SWT.

Ibrohim Berkata:, قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ Anakku, sesungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ Pikirkanlah apa pendapatmu? قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ Ismail menjawab: Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu! سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang² sabar"

Qurban adalah latihan untuk mencintai sesama. Qurban adalah sarana untuk menumbuhkan empati. Qurban adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Allah SWT berfirman: اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ Sesungguhnya Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak (wamabikum min ni'matin faminalloh), فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

Qurban bukan hanya menyembelih hewan. Yang paling penting adalah ketakwaan dan keikhlasan hati.

Allah SWT berfirman: لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ "Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya" (QS. Al-Hajj: 37) Dari ayat ini kita menjadi tahu bahwa inti dari ibadah qurban adalah ketakwaan dan keikhlasan.

Melalui Qurban, kita belajar tentang: menghilangkan sifat cinta dunia yang berlebihan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan berbagi kebahagiaan (fakir, miskin, keluarga, tetangga dan kolega).

Saat daging qurban dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, di situlah tumbuh rasa persaudaraan dan kasih sayang bersama masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda: ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ "Sayangilah yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang di langit.” (HR. Tirmidzi)

Dari Hadits ini kita menjadi tahu bahwa empati, berbagi, kepedulian adalah kunci untuk mendapatkan rahmat-Nya Allah SWT. Sekaligus menjadi penghapus dosa ketika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat.

Silaturahim: Membuka Pintu Rahmat dan Ampunan, Banyak dosa terjadi karena rusaknya hubungan antar manusia: pertengkaran, dendam, iri hati, hasud dan memutus hubungan.

Rasulullah SAW bersabda: لايَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعَ رَحِمٍ "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim"

Silaturahim memiliki keutamaan yang sangat besar: memperpanjang umur, melapangkan rezeki, mendatangkan keberkahan, dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Dalam hadis disebutkan: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahim"

Kadang ada keluarga yang lama tidak saling menyapa. Ada saudara yang bermusuhan bertahun-tahun hanya karena masalah dunia. Maka momentum Idul Adha dan Dzulhijjah ini hendaknya menjadi kesempatan untuk saling memaafkan.

Jangan menunggu orang lain meminta maaf terlebih dahulu. Jadilah orang yang memulai kebaikan.

Karena bisa jadi dosa kita kepada Allah lebih mudah diampuni daripada kesalahan kita kepada sesama manusia yang belum diselesaikan.

Mari kita manfaatkan hari² ini dengan memperbanyak amal soleh. Jadikan: Puasa (Tarwiyah dan Arofah) sebagai sarana membersihkan diri, Qurban sebagai bukti keikhlasan, empati dan ketulusan serta Silaturahim sebagai jalan mempererat ukhuwah, dengan itu, mudah-mudahan Alloh berkenan menghapus dosa kita.

0 comments: