Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Sholat Hajjat

Pada suatu hari Imam Zainal Abidin (sa) menjumpai seseorang sedang duduk meminta-minta di depan pintu manusia. Beliau berkata kepadanya: Celakalah kamu, mengapa kamu duduk di depan pintu manusia ini, orang yang hidupnya suka berfoya-foya dan sombong. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan aku antarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara yang jauh lebih dermawan darinya. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya, mengantarkan sampai ke masjid Nabi saw, dan berkata kepadanya: “Menghadaplah kamu ke kiblat, shalatlah dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia pasti akan memberimu.”

Selamatkan dirimu dari azab kubur

Di antara amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari himpitan dan azab kubur:
Pertama: Membaca surat An-Nisa’
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat An-Nisa’ setiap Jum’at, ia akan diselamatkan dari himpitan kubur.” (Tsawab al-A`mal: 131)
Kedua: Membaca surat Az-Zuhruf
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang tekun membaca surat Az-Zukhruf, Allah akan menjaganya dari himpitan bumi dan kesempitan kubur.” (Al-Bihar 87: 52, hadis ke 3)
Ketiga: Membaca surat Al-Qalam
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Qalam dalam shalat fardhunya atau shalat sunnah nafilahnya, Allah akan menyelamatnya dari kefakiran dan melindunginya dari himpitan kubur.” (Tsawabul a’mal: 147)

Keselamatan Dihari kebangkitan

Pertama: Dalam suatu hadis dikatakan:
“Barangsiapa yang mengantarkan janazah, Allah akan mewakilkan pada malaikat untuk membawa baginya panji-panji, dan mereka akan mengantarkanya dari kuburnya sampai ke mahsyar, tempat manusia dikumpulkan pada hari kiamat.” (Tsawabul A’mal: 231)


Kedua: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya kesusahan di akhirat, dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan hatinya bahagia.” (Al-Bihar 7: 198, hadis 71)
Ketiga: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Ketika Allah membangkitkan seorang mukmin dari kuburnya, ia akan bangkit bersama seorang makhluk yang menyerupainya dan menjadi pembimbing di depannya. Setiap mukmin yang melihat hal-hal yang menakutkan makhluk itu berkata: ‘Jangan takut dan jangan khawatir, berbahagialah dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah azza wa jalla sampai kamu menghadap Allah azza wa jalla, Allah akan menghitung amalmu dengan perhitungan yang mudah, dan akan menyuruhmu masuk ke surga.”
Makhluk itu berada di depannya. Lalu orang mukmin itu berkata kepadanya: “Semoga Allah menyayangimu, kamu adalah makhluk yang paling baik, menyertaiku ketika aku keluar dari kuburku; kamu selalu menghiburku dengan kebahagiaan dan kemuliaan dari Allah ketika aku melihat hal-hal yang menakutkan.”
Kemudian orang mukmin itu bertanya: Siapakah kamu? Ia menjawab: ‘Aku adalah kebahagiaan yang kamu masukkan ke dalam hati saudaramu yang mukmin ketika kamu berada di dunia, Allah menciptakan aku dari kebahagiaan itu untuk membahagiakanmu.” (Al-Kafi 2: 190, hadis ke 8)
Keempat: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang memberi pakaian kepada saudaranya di musim panas atau di musim dingin, maka Allah berhak untuk memberi pakaian kepadanya dari pakaian surga, memudahkan sakratul mautnya, meluaskan kuburnya, dan para malaikat akan menyambutnya dengan kebahagiaan ketika ia keluar dari kuburnya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah azza wa jalla dalam kitab-Nya: “Mereka disambut oleh para malaikat. Malaikat berkata, inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (Al-Anbiya’: 103). (Biharul Anwar 7: 198, hadis ke 72)
Kelima: Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membaca di bulan Sya’ban:
 لا إله إلاّ الله ولا نعبد إلاّ إيّاه مخلصين له الدين ولو كره المشركون

Allah mencatat baginya sebagai ibadah seribu tahun dan menghapus dosa-dosanya seribu tahun, ia akan keluar dari kuburnya pada hari kiamat dengan wajah yang bercahaya seperti bulan purnama, dan akan dicatat di sisi Allah sebagai Ash-shiddiq, orang yang benar.” (Al-Iqbal: 685)
Keenam: Membaca doa Jawsyan Kabir pada awal bulan Ramadhan. (Al-Mishbah: 246)
Disarikan dari kitab Manâzilul âkhirah, syeikh Abbas Al-Qumi, penulis kitab Mafatihul Jinan)

Amalan untuk keselamatan

Amalan ini banyak sekali kami akan menyebutkan sepuluh amalan terpenting yang dapat menyelamatkan diri dari azab yang dahsyat, dan mengamankan dari peristiwa hari kiamat yang paling menakutkan, yaitu:


Pertama:
“Barangsiapa yang membaca surat Yusuf setiap hari atau setiap malam, Allah akan membangkitkan ia pada hari kiamat, wajahnya indah seperti keindahan wajah Yusuf (sa), dan tidak akan tertimpa oleh hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Tsawabul a’mal Syeikh Shaduq: 133)

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Ad-Dukhkhan dalam shalat-shalat fardhunya dan shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya sebagai orang yang mendapat keamanan pada hari kiamat, menaunginya di bawah naungan arasy-Nya, menghisabnya dengan hisab yang mudah, dan diberikan padanya catatan amalnya di tangan kanannya.” (Tawabul a’mal: 141)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ahqaf setiap malam atau setiap Jum’at, Allah tidak akan menimpakan kepadanya ketakutan dalam kehidupan dunia, dan memberi keamanan padanya dari hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat insya Allah.” (Tawabul a’mal: 141)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Ashr dalam shalat-shalat sunnah nafilahnya, Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai orang yang wajahnya bercahaya, tersenyum dan berbahagia sampai ia masuk ke surga.” (Tawabul a’mal: 153)


Kedua:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):
“Barangsiapa yang membagiakan orang yang sudah tua dalam Islam, Allah akan memberi keamanan kepadanya dari hal yang menakutkan pada hari kiamat.” (Al-Kafi 2: 658, hadis ke 3).


Ketiga:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang mati dalam perjalanan ke Mekkah, pergi atau pulang, Allah akan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 55)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barngsiapa yang mati di salah satu tempat yang mulia (Mekkah atau Madinah), Allah akan membangkitkannya (pada hari kiamat) sebagai orang yang memperoleh keamanan.” (Al-Faqih 2: 147, hadis ke 65)


Keempat:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: ” Barangsiapa yang dimakamkan di tanah haram (tanah suci), ia akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Biharul Anwar 7: 302, hadis ke 54)


Kelima: 
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melihat suatu yang keji atau yang menimbukan syahwat lalu ia menghindarinya karena takut kepada Allah azza wa jalla, Allah mengharamkan atasnya api neraka, dan memberi keamanan padanya dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar 7: 303, hadis ke 60)


Keenam:
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membenci dirinya tanpa membenci orang lain, Allah akan mengamankan dirinya dari ketakutan yang paling besar pada hari kiamat.” (Al-Bihar 7: 302)


Ketujuh: Syeikh yang mulia Ali bin Ibrahim Al-Qumi meriwayatkan bahwa Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya sementara ia mampu melakukannya, Allah akan memenuhi hatinya dengan keamanan dan keimanan pada hari kiamat.” (Al-Bihar 71: 410, hadis ke 24)


Kedelapan:

Allah swt berfirman:


مَنْ جاء بالحسنة فله خير منها وهم مِنْ فزع يومئذ آمنون


“Barangsiapa yang membawa kebaikan, ia akan memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, dan mereka adalah orang-orang yang aman tenteram dari ketakutan yang dahsyat pada hari itu.” (An-Naml/27: 89).

Yakni: Orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan, ia akan memperoleh kebaikan yang lebih daripadanya. (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 4: 104). Dan ia akan mendapatkan pengamanan dari hal yang menakutkan pada hari itu.

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:”(yang dimaksud dengan) kebaikan itu adalah pengenalan terhadap wilayah dan kecintaan kepada Ahlul bait.”


Kesembilan:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:


مَنْ أغاث أخاه المؤمن اللهفان اللهثان عند جهده فنفس كربته وأعانه على نجاح حاجته كانت له بذلك عند الله اثنتان وسبعون رحمة من الله يجعل له منها واحدة يصلح بها معيشته ويدّخر له احدى وسبعين رحمة لأَفزاعِ يوم القيامة وأهواله وأهواله


“Barangsiapa yang memberi pertolongan kepada saudaranya yang mukmin, yang sedang sedih, sangat kehausan dan sangat membutuhkan, ia akan dihilangkan dukanya, dan akan diberi pertolongan untuk memperoleh hajatnya, dan di sisi Allah ia akan memperoleh tujuh puluh dua rahmat dari Allah, yang antara lain diberi kemaslahatan dalam hidupnya, dan yang tujuh puluh satu rahmat akan disimpan, sehingga pada hari kiamat ia diselamatkan dari ketakutan dan segala goncangannya.” (Al-Bihar 7: 299, hadis ke 49)

Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan: Banyak sekali riwayat-riwayat hadis tentang pahala dan pembalasan bagi orang yang memenuhi kebutuhan saudaranya dalam agama, antara lain:

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:


مَنْ مشى في حاجة أخيه المسلم أظلَّه الله بخمسة وسبعين ألف ملكولم يرفع قدماً إلاّ كتب الله له حسنة، وحطَّ عنه بها سيئة، ويرفع له بها درجة، فاذا فرغ من حاجته كتب الله عزّ وجلّ له بها اجر حاج ومعتمر


“Barangsiapa yang pergi untuk memenuhi kebutuhan saudaranya yang muslim, Allah akan menaunginya dengan tujuh puluh lima ribu malaikat, dan ia tidak melangkahkan satu langkah kakinya kecuali Allah mencatat baginya satu kebaikan, menghapus satu kesalahan, dan mengangkat baginya satu derajat. Jika ia telah selesai menolongnya, Allah mencatat baginya pahala seperti pahala orang yang melakukan haji dan umrah.” (Al-Kafi 2: 197, hadis ke 3)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:


لَقَضاءُ حاجة امرئ مؤمن أفضل من حجّة وحجّة وحجّة حتّى عدَّ عشر حجج


“Sungguh memenuhi hajat orang yang beriman lebih utama daripada haji, haji dan haji, sampai sepuluh kali haji.” (Al-Bihar 74: 384, hadis ke 4)

Dalam suatu riwayat dikatakan: Ada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil, setiap sesudah melakukan ibadah ia pergi untuk memenuhi kebutuhan manusia, ia memberi pertolongan, yang membawa kemaslahatan kepada mereka. (Al-Kafi 2: 199)

Rasulullah saw melihat suatu tulisan di pintu surga yang kedua:

“Tiada Tuhan kecuali Allah, Muhammad utusan Allah, Ali waliyullah, setiap sesuatu mempunyai kekuatan, dan kekuatan kebahagiaan di akhirat ada empat hal: mengusap kepala anak-anak yatim, menyayangi janda-janda, memenuhi kebutuhan kaum muslimin, dan mengentaskan orang-orang fakir dan miskin.” (Al-Mustadrak syeikh An-Nuri 2: 474, hadis ke 2501)

Oleh karena itu, para ulama dan pemuka agama sangat besar perhatiannya untuk memenuhi kebutuhan kaum mukminin. Dan banyak sekali kisah-kisah tentangnya yang tidak kami sebutkan di sini.


Kesepuluh:
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:


مَنْ أتى قبر أخيه ثمّ وضع يده على القبر وقرأ انا انزلناه في ليلة القدر سبع مرّات أمِنَ يوم الفزع الأكبر


“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian meletakkan tangannya ke kuburnya, dan membaca surat Al-Qadar tujuh kali, ia akan memperoleh keamanan pada hari yang paling menakutkan.” (Al-Bihar 7: 302; Al-Kafi 3: 229)

Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan: Menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan ke kuburan. Adapun yang dimaksud dengan keamanan pada hari yang paling menakutkan dalam riwayat itu adalah bagi orang yang membacanya, sebagaimana nampak dalam lahiriyah tek riwayat tersebut. Dalam riwayat yang lain disebutkan juga bagi penghuni kubur yang diziarahi.

Syeikh Abbas Al-Qumi pernah melihat dalam Majmu’ah Syeikh yang mulia Abu Abdillah bin Makki Al-Amili, yang terkenal dengan sebutan Syeikh Asy-Syahid. Ia berziarah ke kuburan gurunya Syeikh yang mulia Ayatullah Allamah Al-Hilli (ra), ia berkata:
Aku meriwayatkan dari penghuni kubur ini, dan ia meriwayatkan dari ayahnya dengan sanad yang bersambung kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa):
“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan saudaranya, dan membaca surat Al-Qadar, kemudian berdoa:


اللّهمّ جاف الأرض عَنْ جنوبهم، وصاعد إليهم أرواحهم، وزدهم منك رضواناً، وأسكن إليهم مِنْ رحمتك ماتصل به وحدتهم وتؤنس وحشتهم انَّك على كل شيء قدير


Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, tambahkan untuk mereka ridha-Mu, karuniakan pada mereka kedamaian dari rahmat-Mu yang menyambungkan kesendirian mereka, dan menghibur kesepian mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu,
maka orang yang membacanya dan juga penghuni kubur (yang diziarahi) akan diamankan dari ketakutan yang paling besar.” (Al-Bihar, jld 102: 300, hadis ke 26)

(Disarikan dari kitab Manâzilul âkhirah, syeikh Abbas Al-Qumi)

Doa tersebut adalah salah satu bagian Adab dan doa ziarah kubur, insya Allah kami akan mempostingnya secara lebih lengkap.

DO'A SYUKURAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-68

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA,
TIADA BAHASA YANG INDAH KECUALI KALIMAT PUJIAN TERHADAPMU ATAS RAHMAT DAN NIKMAT YANG TELAH ENGKAU CURAHKAN KEPADA KAMI. ENGKAULAH SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA INI, ENGKAULAH DZAT YANG MENGATUR ALAM SEISINYA DAN ENGKAU PULA YANG MENENTUKAN SEGALA-GALANYA. OLEH KARENA ITU HANYA KEPADAMU KAMI BERSERAH DIRI.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA RAHIM,
ATAs SEGALA RAHMAT DAN KARUNIAMU, MALAM HARI INI KAMI SELURUH BANGSA INDONESIA MENGUCAPKAN RASA SYUKUR KAMI KARENA BESOK PAGI KEMBALI KAMI DAPAT MEMPERINGATI HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI YANG KE-68. TAMBAHKANLAH CURAHAN KASIH SAYANGMU SEBAGAI BERKAH BAGI KAMI DALAM MENGISI KEMERDEKAAN MENUJU NEGERI YANG ADIL DAN MAKMUR DIBAWAH RIDHOMU

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PEMERSATU,
JADIKANLAH PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI INI SEBAGAI MOMENTUM UNTUK MEREKATKAN RASA KESATUAN DAN KESATUAN BANGSA KAMI. JAUHKANLAH BANGSA KAMI DARI BURUK SANGKA , PERCEKCOKAN, PERSELISIHAN DAN PERPECAHAN.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA,
MASIH PANJANG PERJUANGAN BANGSA KAMI DAN MASIH JAUH PULA PERJALANAN SEJARAH BANGSA KAMI, OLEH KARENA ITU HINDARKANLAH BANGSA DAN NEGARA KAMI DARI FITNAH DAN MARABAHAYA. MANTAPKAN TEKAD KAMI UNTUK MEMBANGUN NEGARA DAN BANGSA, AGAR MENJADI BANGSA YANG BERIMAN, BERTAQWA, BERAHLAK MULIA, ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN,
AMPUNILAH DOSA2 KAMI, DOSA2 BAPAK IBU KAMI, PARA PEMIMPIN KAMI DAN PARA PEJUANG KAMI. TERIMALAH AMAL DAN PERJUANGAN MEREKA, KARENA ENGKAU ADALAH DZAT YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.

YA ALLAH YA FATTAHU YA RAZZAQ, YA RAHMAN YA RAHIM,
LIMPAHKANLAH RAHMAT, NIKMAT DAN KEBERKAHAN RIZKI KEPADA KAMI, KELUARGA KAMI DAN BANGSA KAMI. HANYA ENGKAULAH YANG MENJADIKAN SEGALA YANG SULIT MENJADI MUDAH, SETIAP AMAL/PEKERJAAN KAMI BERNILAI IBADAH DAN YANG MENGAMPUNI SEGALA DOSA, BAGI KAMI YANG HAUS AKAN PENGAMPUNANMU.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ‘ADZA BANNAR.

KH. Hasyim Asy'ari

Tulisan ini hanya sepenggal kisah tentang Hasyim Asyari, pahlawan nasional dan pendiri organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Kiai karismatik berjuluk Hadratus Syaikh yang berarti Maha Guru, ini dikenal sebagai ahli ilmu agama, khususnya tafsir, hadits dan fiqih.

Dia mengabdi kepada umat dengan mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hasyim juga berdakwah ke daerah-daerah pada masanya.

Sedangkan gelar pahlawan dia dapat karena pada masa penjajahan belanda, Hasyim Asyari ikut mendukung upaya kemerdekaan dengan menggerakkan rakyat melalui fatwa jihad yang kemudian dikenal sebagai resolusi jihad melawan penjajah Belanda pada 22 Oktober 1945. Akibat fatwa itu, meledak lah perang di Surabaya pada 10 November 1945.

Menurut Ishom Hadzik (2000) dalam buku yang ditulis Zuhairi Misrawi berjudul "Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari: moderasi, keumatan, dan kebangsaan", pada masa penjajahan Belanda, Hasyim senantiasa berkomunikasi dengan tokoh-tokoh muslim dari berbagai penjuru dunia untuk melawan penjajahan.

Misalnya dengan Pangeran Abdul Karim al-Khatthabi (Maroko), Sultan Pasha Al-Athrasi (Suriah), Muhammad Amin al-Husaini (Palestina), Dhiyauddin al-Syairazi, Muhammad Ali, dan Syaukat Ali (India), serta Muhammad Ali Jinnah (Pakistan).

Hasilnya pada 22 Oktober 1945, Hasyim dan sejumlah ulama di kantor NU Jatim mengeluarkan resolusi jihad itu. Karena itulah Hasyim diancam hendak ditangkap Belanda. Namun Hasyim tak bergeming, dia memilih bertahan mendampingi laskar Hizbullah dan Sabilillah melawan penjajah.

Bahkan ketika Bung Tomo meminta Kiai Hasyim mengungsi dari Jombang, Hasyim berkukuh bertahan hingga titik darah penghabisan. Hingga muncul sebuah kaidah (rumusan masalah yang menjadi hukum) populer di kalangan kelompok tradisional; hubb al-wathan min al-iman (mencintai tanah air adalah bagian dari iman).

Fatwa atau resolusi jihad Hasyim berisi lima butir. Seperti ditulis Lathiful Khuluq berjudul "Fajar Kebangunan Ulama, Biografi Kiyai Hasyim Asyari" yang diterbitkan LKiS pada 2000 lalu, butir Pertama resolusi jihad berbunyi; kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan.

Butir ke dua; Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong. Ke tiga; musuh republik Indonesia yaitu Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia.

Ke empat; umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali. Ke lima; kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang.

Semangat dakwah antikolonialisme sudah melekat pada diri Hasyim sejak belajar di Makkah, ketika jatuhnya dinasti Ottoman di Turki. Menurut Muhammad Asad Syihab (1994), Hasyim pernah mengumpulkan kawan-kawannya, lalu berdoa di depan Multazam, berjanji menegakkan panji-panji keislaman dan melawan berbagai bentuk penjajahan.

Semangat itu dia bawa tatkala kembali ke Indonesia dan dia tularkan kepada anaknya, Wahid Hasyim. Kelak, Wahid Hasyim dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama pertama pada era Presiden Soekarno.

Sikap anti penjajahan juga sempat membawa Hasyim masuk bui ketika masa penjajahan Jepang. Waktu itu, kedatangan Jepang disertai kebudayaan 'Saikerei' yaitu menghormati Kaisar Jepang "Tenno Heika" dengan cara membungkukkan badan 90 derajat menghadap ke arah Tokyo setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Budaya itu wajib dilakukan penduduk tanpa kecuali, baik anak sekolah, pegawai pemerintah, kaum pekerja dan buruh, bahkan di pesantren-pesantren. Bisa ditebak, Hasyim Asyari menentang karena dia menganggapnya 'haram' dan dosa besar.

Membungkukkan badan semacam itu menyerupai 'ruku' dalam sholat, hanya diperuntukkan menyembah Allah SWT. Menurut Hasyim, selain kepada Allah hukumnya haram, sekalipun terhadap Kaisar Tenno Heika yang katanya keturunan Dewa Amaterasu, Dewa Langit.

Akibat penolakannya itu, pada akhir April 1942, Hasyim Asyari yang sudah berumur 70 tahun dijebloskan ke dalam penjara di Jombang. Kemudian dipindah ke Mojokerto, lalu ke penjara Bubutan, Surabaya. Selama dalam tawanan Jepang, Kiai Hasyim disiksa hingga jari-jari kedua tangannya remuk tak lagi bisa digerakkan.

Hasyim Asyari lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 dengan nama lengkap Mohammad Hasyim Asyari. Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dan organisasi NU. Kakek almarhum Gus Dur ini meninggal di Jombang, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun.