Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

RENUNGAN TENGAH MALAM

RENUNGAN TENGAH MALAM
"Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat Hak Hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir), maka Allah
akan menanamkan 4 penyakit, yaitu :
1. kebingungan yang tiada putus-putusnya,
2. kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya,
3. kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi,
4. angan-angan yang tidak penah terwujud".
( HR. Imam Thabrani )

Do'a Malamku

Ya Allah
Tenangkanlah diri kami, jernihkanlah pikiran kami, damaikanlah hati kami, ringankanlah beban kami.

Ya Allah
Lelapkanlah diri kami dalam ampunanMu, lindunganMu, keridoanMu dan tetap beriman kepadaMu.

Ya Allah
Bangunkanlah diri kami di 1/3 malam dan berilah kekuatan untuk melaksanakan qiyamullail dan bimbinglah agar diri kami semakin dekat padaMu.

Ya Allah
Jadikanlah hari esok rizki kami, ilmu kami dan keimanan kami lebih baik dari hari ini.

Ya Allah
Jadikanlah malam ini, dan malam-malam berikutnya sebagai malam renungan kami, malam untuk selalu mendekat kepada-Mu di 1/3 malam, agar hidup kami berkah, dan tidak terlena dengan dunia-Mu, yang selalu menghambur-hamburkan rizki yang telah Engkau Beri demi kepentingan dunia kami.

Ya Allah
Kabulkanlah doa kami

Aamiinn...

Makna Toleransi

Toleransi Bukan Berarti Ikut Tradisi

Assalamu'alaikum Sahabat Hikmah. Imam Abu Dawud menceritakan bahwa Rasul berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad kemudian meninggalkannya. Rasul bersabda; "Keduanya merupakan hari raya orang kafir (Yahudi dan Nashrani) dan aku ingin menyalahinya, (berbeda dengan mereka)." Dalam riwayat lain, ketika Rasul datang ke Madinah, masyarakatnya yang musyrik memiliki dua hari raya (hari raya Nayruz dan Mihrajan) yang mereka rayakan, maka Rasul saw bersabda: “Sungguh Allah SWT telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang yang lebih baik daripada keduanya, yaitu Idul Adha dan idul Fithri.” Bukan hanya sekali dua kali Rasul menyalahi budaya orang-orang kafir. Tapi setiap kali, hingga oran Yahudi mengatakan, "Tidak luput satu perkara dari urusan kami (Yahudi) kecuali dia (rasul) menyalahi kami dari hal itu" (HR. Bukhari). Jika Rasul teladan kita sepanjang zaman tidak mengikuti budaya orang-orang kafir, apa alasan kita memberi ucapan selamat natal, ikut hadir dalam perayaan natal, atau menggunakan atribut dan pakaian khas natal?

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad).

“Dan apabila mereka melewati (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS al-Furqan [25]: 72).

Berdasarkan ayat ini Imam Ahmad berkata: “Kaum Muslimin telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang-orang Yahudi dan Nasrani.“ Imam Baihaqi menyatakan, “Jika kaum Muslimin diharamkan memasuki gereja, apalagi merayakan hari raya mereka.”

Kini, media tengah ramai memblowup tema hari Natal yang dirayakan kaum Nashrani. Bahkan dalam acara puncaknya, akan dihadiri oleh orang No. 1 di negeri kita. Tak masalah jika perayaan hanya untuk kalangan mereka di lingkungan mereka. Namun ketika masyarakat muslim digiring media untuk bersikap toleransi dengan memberi ucapan selamat atau hadir dalam perayaannya, sudah termasuk usaha pendangkalan akidah. Haram hukumnya. Toleransi beragama dalam Islam adalah membiarkan non muslim merayakan hari besarnya. Bukan ikut tradisi dalam bentuk apapun meski itu dianggap trendi. Di sinilah pentingnya kita punya institusi negara (khilafah) yang akan menjaga akidah umat dari serangan budaya. Tak ada ucapan selamat untuk perilaku sesat.