Rukun, Sunnah, Makruh Shalat dan Sujud Sahwi serta bacaan sujud syukur dan tilawah
تشجير فقه الصلاة
في مذهب الإمام الشافعي
Faham Fikihnya, Tenang Ibadahnya.
مكروهات الصلاة ثمانية؛
Hal-hal yang Makruh dalam Shalat ada delapan:
1. Menoleh kiri/kanan الالتفات يميناً وشمالاً
2. Tergesa-gesa الإسراع في الصلاة
3. Membaca nyaring di tempat pelan & sebaliknya الجهر في موضع السر والعكس
4. Berisyarat tanpa keperluan الإشارة بلا حاجة
5. Memejamkan mata تغميض العينين
6. Tangan di pinggang وضع اليد على الخاصرة
7. Shalat sambil menahan kencing dan berak يدافع الأخبثين
8. Shalat dimana makanan sdh siap dihidangkan الصَّلاة بحضرة طعام يشتهيه
Rukun Qawliy ada Enam: الأركان القولية ستة
1. Niat dalam hati saat Takbir النية
2. Takbiratul Ihram تكبيرة الإحرام
3. Membaca Al-Fatihah قراءة الفاتحة
4. Tasyahhud Akhir التشهد الأخير
5. Shalawat Nabi di Tasyahhud akhir الصلاة على النبي فيه ونية
6. Salam pertama التسليمة الأولى
Rukun Fi'liy ada Tujuh: الأركان الفعلية سبعة
1. Berdiri (bagi yang mampu) القيام للقادر في الفرض
2. Ruku' الركوع
3. I'tidal الاعتدال
4. Sujud السجود
5. Duduk antara dua sujud الجلوس بين السجدتين
6. Tuma'ninah di 4 tempatnya الطمأنينة في مواضعها الأربعة
7. Tertib (berurutan) الترتيب
Sunnah Ab'adh: adalah sunnah² sholat yang dikuatkan (muakkadah). Jika ditinggalkan baik sengaja maupun lupa maka jenengan dianjurkan/disunnahkan melakukan sujud sahwi untuk menggantinya.
Sunnah Abadh ada Tujuh أبعاض الصلاة سبعة
1. Tasyahhud Awal التشهد الأول
2. Duduk tasyahhud awal القعود له
3. Shalawat Nabi di tasyahhud awal الصلاة على النبي الله فيه
4. Shalawat keluarga Nabi di tasyahhud akhir الصلاة على اله في التشهد الأخير
5. Qunut di shalat Subuh القنوت في صلاة الصبح
6. Berdiri saat qunut القيام للقنوت
7. Shalawat Nabi di qunut الصلاة على النبي الله في القنوت
Tanbih (peringatan): Perbedaan Ab'adh dg rukun ialah ketika jenengan meninggalkan salah satu rukun dengan sengaja maka shalatnya batal. Sedangkan meninggalkan Ab'adh dg sengaja tdk membatalkan, tapi dimakruhkan dan jika lupa maka disunnahkan sujud sahwi.
Sunnah Hay'at: adalah Sunnah² yang tidak memiliki konsekuensi apa pun jika di tinggalkan, namun sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kualitas shalat yang kita jalankan.
Sunnah Hay'at سُنَنُ الصَّلاة هيئات
1. Doa Iftitah دعاء الاستفتاح
2. Ta'awwudz (A'udzubillah) التعوذ
3. Membaca surat setelah Fatihah قراءة السورة بعد الفاتحة
4. Membaca Amin التأمين
5. Membaca keras/pelan di tempatnya الجهر والإسرار في موضعهما
6. Takbir perpindahan rukun تكبيرات الانتقالات
7. Membaca Tasbih ruku' & sujud تسبيح الركوع والسجود
8. Mengangkat tangan di 4 tempat رفع اليدين عند تكبيرة الإحرام والركوع والرفع منه والقيام من التشهد الأول
9. Tangan kanan di atas kiri di dada وضع اليمين على الشمال تحت الصدر
10. Melihat ke tempat sujud النظر إلى موضع السجود
11. Duduk Iftirasy & tawarruk الافتراش والتورك
12. Salam kedua التسليمة الثانية
13. Shalawat kpd keluarga nabi di tasyahhud akhir الصلاة على اله في التشهد الأخير
Tanbih (peringatan): Berbeda dg sebelumnya (Sunnah Ab'ad), jika ada salah satu dari Sunnah² diatas ditinggalkan, baik sengaja maupun tdk, maka tdk disunnahkan Sujud Sahwi.
Bacaan Sujud Sahwi Sujud Syukur dan Sujud Tilawah.
1. Sujud Sahwi: سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو ٣ "Mahasuci Zat yang tidak tidur dan tidak lupa."
Tanbih (peringatan): Sebagai alternatif, maka tdk masalah membaca seperti halnya bacaan dlm sujud normal; سبحان ربي الاعلى وبحمده
2. Sujud Tilawah dan Syukur: سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِيْنَ "Diriku bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah, sebaik-baik pencipta"
Sebagian ulama menyamakan bacaan sujud syukur dan sujud tilawah: (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in pada hamisy I’anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 246).
Hukum & Sebab Sujud Sahwi أحكام سجود السهو
Hukumnya مستحب Sunnah, waktunya قبل السلام Sebelum salam
Sebab Sujud Sahwi:
1. Melakukan sesuatu yg jika disengaja membatalkan shalat, karena lupa. أن يفعل سهواً ما عَمده يُبطل الصلاة
2. Meninggalkan salah satu Ab'adh (lihat Sunnah2 Ab'ad) shalat, baik sengaja maupun lupa. ترك بعض من أبعاض الصلاة عمداً أو سهواً
3. Memindahkan rukun qawli (ucapan) ke tempat yg bukan tempatnya نقل ركن قولي
Demikian ungkapan Syaikh Ahmad bin 'Umar Asy-Syatiri: وَإِذَا كَانَ الْوَالِدُ يَتَهَاوَنُ بِأُمُورِ دِينِهِ وَلَيْسَ عِنْدَهُ غَيْرَةٌ عَلَى الدِّينِ انْتَقَلَتِ الصِّفَاتُ إِلَى الْابْنِ (شرح الياقوت النفيس) "Jika orang tua meremehkan urusan agamanya, dan tidak memiliki ghiroh (semangat, keinginan) sama sekali untuk agamanya, maka sifat itu juga akan menular kepada anaknya" (Syarh Al-Yaqut an-nafis).
Penjelasan:
Pertama: يَتَهَاوَنُ بِأُمُورِ دِينِهِ berarti bersikap lalai, meremehkan, atau tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan urusan agama, seperti salat, akhlak, menjaga halal-haram, dan kewajiban lainnya.
Kedua: غَيْرَةٌ عَلَى الدِّينِ maksudnya rasa peduli, semangat menjaga, dan kehormatan terhadap agama. Seseorang yang memiliki ghirah agama akan merasa prihatin ketika aturan agama dilanggar atau diremehkan.
Ketiga: انْتَقَلَتِ الصِّفَاتُ إِلَى الْابْنِ menunjukkan bahwa kebiasaan dan sikap orang tua sering kali memengaruhi anak. Anak biasanya belajar dari contoh yang ia lihat setiap hari, bukan hanya dari nasihat.
Maka ini adalah peringatan bagi kita bahwa orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan keagamaan anak. Jika orang tua terlalu longgar dalam agama (sholat nya), maka anak sangat mungkin meniru sikap tersebut. Sebaliknya, jika orang tua menjaga agama dengan baik, anak pun lebih mudah tumbuh dalam kebaikan.
(Qultu): Jika orang tua meremehkan agama, maka anak menganggap agama tidak penting. Jika agama dianggap tidak penting, maka ibadah mulai ditinggalkan. Jika ibadah ditinggalkan, maka hati menjadi gelap. Jika hati gelap, maka hawa nafsu menguasai. Jika hidup dikuasai nafsu, maka yang terjadi adalah kemaksiatan yang tidak berkesudahan.






0 comments:
Posting Komentar