KHUTBAH PERTAMA
السلام عليكم ورحمة الله وبركا
الله أكبر (9×). الله أكبر كبيرا, و الحمد لله كثيرا, و سبحان الله بكرة و أصيلا.
والصلاة والسلام علي سيدنا رسول الله محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
قال الله تعالى في القرآن الكريم: يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته, ولا تموتنَّ إلا وأنتم مسلمون.
صدق الله العظيم.
أوصيكم وإياي نفسي بتقوى الله, فقد فاز المتقون.
أما بعد . . .
Jama’ah Idul Fithri 1442 H. yang dirahmati oleh Allah SWT.
Puasa Ramadhan, dan segala ibadah yang menyertainya, alhamdulillah telah kita jalankan. Tujuannya antara lain: La’allakum tasykurûn…agar kalian bersyukur…kata Allah saat menutup firman-Nya di dalam Surah al-Baqarah 185.
Di saat pandemi Covid-19 dengan segala efek negatifnya, tentu oleh agama kita dituntut untuk bersabar dan beristiqomah dalam kesabaran itu. Namun, masihkah kita juga harus bersyukur?
Dalam khazanah al-Qur`an, orang yang bersyukur disebut:
Pertama: Syâkir
Kedua: Syakûr
Kata Syâkir misalnya kita dapatkan misalnya di dalam Surah Al-A`raf ayat 144, ketika Allah berfirman kepada Nabi Musa as. Adapun kata Syakûr bisa kita jumpai antara lain di dalam Surah al-Isra` ayat 3, saat Allah berfirman tentang Nabi Nuh as.
Di dalam bahasa Indonesia, kedua kata ini memiliki arti yang sama, yaitu “orang yang bersyukur”, namun ada perbedaan makna antara Syâkir dan Syakûr ini. Perhatikan berikut ini:
الشاكر: الذي يشكر على الموجود # الشكور: الذي يشكر على المفقود
Syâkir adalah orang yang bersyukur atas apa yang ada # Syakûr adalah orang yang bersyukur atas apa yang tiada
الشاكر: الذي يشكر على الرِفد # الشكور: الذي يشكر على الرد
Syâkir adalah orang yang bersyukur atas pemberian # Syakûr adalah orang yang bersyukur atas penolakan
الشاكر: الذي يشكر على النفع # الشكور: الذي يشكر على المنع
Syâkir adalah orang yang bersyukur saat meraih manfaat # Syakûr adalah orang yang bersyukur saat tidak memperoleh manfaat
الشاكر: الذي يشكر على العطاء # الشكور: الذي يشكر على البلاء
Syâkir adalah orang yang bersyukur saat memperoleh anugerah # Syakûr adalah orang yang bersyukur saat tertimpa musibah
الشاكر: الذي يشكر على البذل # الشكور: الذي يشكر على المطل
Syâkir adalah orang yang bersyukur saat mampu mengerahkan # Syakûr adalah orang yang bersyukur saat harus menangguhkan
Demikianlah kitab ar-Risâlah al-Qusyairiyah menggambarkannya.
Ma’âsyiral muslimîn rahimakumullâh.
Di masa pandemi ini, kita ber-syâkir kepada Allah, karena Allah masih titipkan kehidupan untuk kita, sehingga dengan anugerah kehidupan dari Allah itu, kita masih punya kesempatan mengabdi kepada-Nya. Kita pun ber-syakûr kepada Allah, karena dengan ujian pandemi yang Allah anugerahkan kepada kita ini, kita punya kesempatan luas untuk bisa mempraktekkan ibadah yang ganjarannya tiada tara, yaitu berupa sabar dalam menghadapi ujian dan musibah. Kita ber-syâkir kepada Allah atas segala nikmat yang terus mengalir untuk kita, kita pun ber-syakûr kepada Allah yang menganugerahkan ujian dan musibah kepada kita, dan sesuai sabda Rasulullah Saw., Allah jadikan ujian dan musibah itu sebagai kaffârah atau penebus dosa-dosa kita dan sebagai sarana kita untuk dapat naik kelas ketaqwaan dan peringkat kemuliaan di sisi-Nya.
Demikianlah jika kita mau memandang lebih dalam, hanya sikap kesyukuran antara Syâkir dan Syakûr yang pantas kita tampilkan di hadapan Allah SWT, secara terus menerus, sehingga tiada alasan untuk mengeluh, tiada pula kesempatan untuk meratapi, apalagi mencaci-maki.
Maha benar firman Allah SWT:
وَإِنْ تعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tiada mampu menghimpunnya, sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang. (An-Nahl: 18)
Akhirnya, semoga, ibadah Ramadhan dengan segala ujiannya, dan masa Pandemi dengan segala cobaannya, mampu membuka mata batin kita untuk dapat bersyukur atas segala anugerah Allah SWT kepada kita, baik itu anugerah kelapangan, maupun kesempitan; baik kesenangan, maupun kesedihan; baik suka, maupun duka. Semoga di momentum Idul Fithri ini, kita bisa sampai pada tujuan yang Allah ridhai, yaitu: La’allakum tasykurûn…agar kita senantiasa mampu bersyukur kepada-Nya, âmîn yâ Rabbal ’âlamîn.
بارك الله لى ولكم فى القرآن الكريم. ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. وتقبّل منى ومنكم تلاوته, إنه هو السميع العليم. أقول قولى هذا فاستغفروا الله, إنّه هو الغفور الرّحيم.
KHUTBAH KEDUA
الله أكبر (7 مرات) و لله الحمد.
أشهد ان لا إله إلا الله الملك العلاّم, و أشهد أن سيدنا محمدا عبده و رسوله سيد الأنام.
أللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه صلاةً وسلاما دائمَين متلازمَين على ممرِّ الدهور والأيام.
أيها الناس, إتقوا الله حقَّ تقواه, وراقبوه مراقبة من يعلم أنه يراه.
أللهم اغفر للمسلمين و المسلمات, و المؤمنين و المؤمنات, ألأحياء منهم و الأموات, إنك سميع قريب مجيب الدعوات, يا قاضي الحاجات.
ربنا ءاتنا من لدنك رحمة, وهيئ لنا من أمرنا رشدا
ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم, وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة, وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
والحمد لله رب العالمين.
تقبل الله منا ومنكم, من العائدين والفائزين والمقبولين, كل عام وأنتم بخير.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته












