Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Bahaya minum keras

Di dalam kitab Tafsir Ayat Al-Ahkam disebutkan bahwa sesuatu yang paling mahal dan paling berharga yang ada di dalam diri manusia adalah akalnya. Maka, jika seorang manusia telah hilang akalnya, tiada lagi perbedaan antara dirinya dan hewan.

أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ

"Mereka itu seperti binatang ternak bahkan lebih hina"

Salah satu cara agar akal kita tetap sehat adalah dengan senantiasa menjaganya dari hal-hal yang dapat merusak fungsi positifnya. Maka, dari sinilah kita mengerti mengapa Allah secara keras mengharamkan khamr atau minuman keras/beralkohol, dan segala hal yang memabukkan dan mendisfungsi akal sehat manusia, seperti narkoba.

Dalam QS. Al-Maidah ayat 90-91 disebutkan bahwa:

يأيها الذين آمنوا إنما الخمرُ و الميسر و الأنصاب و الأزلام رجس من عمل الشيطان, فاجتنبوه لعلكم تفلحون. إنما يريد الشيطان أن يُوقِعَ بينكم العداوة و البغضاء فى الخمر و الميسر, و يصدُّكم عن ذكر الله و عن الصلوة, فهل أنتم منتهون.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, mempersembahkan sesajian untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah, perbuatan-perbutan itu agar kalian beruntung. Dengan minuman keras dan berjudi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian, dan menghalang-halangi kalian dari mengingat Allah dan dari melaksanakan shalat. Maka tidakkah kalian berhenti.

Nabi Muhammad SAW. bersabda,” Khamr dilaknat (oleh Allah SWT) dalam sepuluh sisinya; zat atau barangnya, (para) pekerja produksinya, (para) pemilik produksinya, penjualnya, pembelinya, pensuplainya, agennya, semua yang mendapat keuntungan darinya, peminumnya, dan yang menuangkannya.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).

Penyebutan jumlah sepuluh hanyalah untuk contoh (lil mitsâl), bukan restriksi (lil hashr). Artinya, segala hal yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi khamr dan zat yang memabukkan lainnya, walau lebih dari sepuluh sisi, tetaplah tertimpa laknat Allah Swt. Termasuk di dalamnya adalah para investornya dan para pembuat aturan yang melegalkannya.

Hanya dengan akal yang sehatlah manusia tetap memiliki rasa malu, dan rasa malulah yang menjadi benteng utama guna menghindari diri dari perbuatan keji dan munkar. Namun, bila rasa malu telah hilang, yang salah satunya disebabkan karena mabuk, manusiapun telah hilang kemanusiaannya. Akhirnya, perbuatan senista dan sekeji apapun dapat ia lakukan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw,” Jika engkau telah kehilangan rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari).

Hilangnya akal, yang salah satunya disebabkan karena mabuk, adalah pintu gerbang semua kejahatan. Abu Dardâ’ berkata bahwa Rasulullah berwasiat,” Janganlah meminum khamr, karena ia adalah kunci dari semua kejahatan.” (HR. Ibnu Majah)

Bahkan lebih tajam lagi, Rasulullah SAW. bersabda,”Tidaklah seorang itu meminum khamr, ketika ia meminumnya, padahal ia dalam keadaan beriman.” (HR. Bukhari & Muslim).

Maka, Wahai para orang tua, jaga dan jauhkanlah keluarga kita dari jangkauan miras (juga narkoba). Wahai para guru dan ulama, terus tegaskan sikap penolakan kita terhadap miras.. Wahai para pemimpin dan pemangku kebijakan, jangan pernah membuat aturan atau kebijakan apapun yang memuat legalisasi miras, apapun bentuknya. Ingat…legalisasi miras jelas bertentangan dengan spirit keagamaan yang termuat dalam sila pertama Pancasila, bertentangan dengan keadaban manusia yang termuat dalam sila kedua Pancasila, dan seterusnya. Jangan khianati agama! Jangan khianati Pancasila!

Semoga, diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dan bangsa kita dapat terhindar dari laknat Allah SWT.

Empat masa yang dimiliki oleh manusia

Empat masa yang dimiliki oleh manusia.


قَالَ سَيِّدِي أَبُو الْعَبَّاسِ الْمُرْسِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ :

Berkata Sayyidi Abul ‘Abbas Al-mursiy Ra: 


أَوْقَاتُ الْعَبْدِ أَرْبَعَةٌ لاَ خَامِسَ لَهَا٬

Seorang manusia (hamba) hanya memiliki empat masa dalam kehidupan, tidak lebih dari itu,


اَلنِّعْمَةُ وَالْبَلِيَّةُ وَالطَّاعَةُ وَالْمَعْصِيَةُ٬ 

Yaitu : Masa mendapat ni’mat dari Allah, Masa mendapat musibah (diuji oleh Allah), Masa bisa ta’at kepada Allah dan Masa berma'siat.


وَلِلّٰهِ تَعَالىٰ عَلَيْكَ فِي كُلِّ وَقْتٍ مِنْهَا سَهْمٌ مِنَ الْعُبُوْدِيَّةِ يَقْتَضِيْهِ الْحَقُّ مِنْكَ بِحُكْمِ الرُّبُوْبِيَّةِ٬ 

Dan Allah SWT senantiasa menuntut ibadah (mendekatkan diri kepada Allah) pada waktu-waktu tersebut : 


فَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ الطَّاعَةُ فَسَبِيْلُهُ شُهُوْدُ الْمِنَّةِ مِنَ اللهِ عَلَيْهِ أَنْ هَدَاهُ لَهَا وَوَفَّقَهُ لِلْقِيَامِ بِهَا٬

1. Apabila dalam keadaan melakukan ta’at kepada Allah, maka hendaknya dia melihat bahwasanya semua itu adalah pemberian dari Allah SWT. sehingga mendapat taufiq dapat beribadah kepada Allah, 


وَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ الْمَعْصِيَةُ فَمُقْتَضَى الْحَقِّ مِنْهُ وُجُوْدُ الْاِسْتِغْفَارِ وَالنَّدَمِ٬

2. Apabila dalam keadaan terpeleset melakukan ma’shiat, maka tuntutan Allah (yang harus dilakukan) adalah agar dia cepat-cepat bertaubat, beristighfar dan menyesalinya.


وَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ النِّعْمَةُ فَسَبِيْلُهُ الشُّكْرُ وَهُوَ فَرَحُ الْقَلْبِ بِاللهِ٬ 

3. Apabila dalam keadaan mendapat ni’mat, maka hendaknya dia bersyukur yaitu bahagia dengan apa yang Allah berikan padanya.


وَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ الْبَلِيَّةُ فَسَبِيْلُهِ الرِّضَا بِالْقَضَاءِ وَالصَّبْرِ.

4. Apabila dalam keadaan tertimpa musibah (diuji oleh Allah), maka hendaknya dia rela dengan ketentuan Allah dan sabar menghadapinya.

Nasihat Khulafaur Rosyidin

Abu Bakar Ash-Shiddiq;

"Ilmu pengetahuan adalah kehidupan pikiran."

"Jika kamu mengharapkan berkah dari Allah, maka bersikap baiklah kepada hamba-Nya."

"Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk."

"Kita menemukan kedermawanan dalam takwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam yakin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati."

"Tanpa tindakan, pengetahuan tidak ada gunanya dan pengetahuan tanpa tindakan itu sia-sia."

"Hidup akan berlaku, namun kematian sangatlah dekat."

"Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah."

"Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan."

"Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya."

"Mau bersusah payah untuk menghilangkan penderitaan orang lain adalah esensi sejati dari kemurahan hati."

"Ada kebesaran dalam rasa takut akan Allah, kepuasan dalam beriman kepada Allah, dan kehormatan dalam kerendahan hati."

"Adalah hal yang memalukan bahwa seekor burung bangun lebih pagi daripada kamu di pagi hari."

"Tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia."


Umar bin Khattab:

"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku."

"Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan."

"Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku."

"Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya."

"Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita."

"Berpegang teguhlah pada kebenaran, bahkan meski kebenaran itu akan membunuhmu."

Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku."

"Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya."

"Suatu pengetahuan (ilmu), kalaupun tidak bermanfaat untukmu, tidak akan membahayakanmu."

"Jangan tertipu oleh orang yang membaca Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Alquran itu."

"Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit."

"Jagalah salatmu. Karena saat kamu kehilangan salat, maka kamu akan kehilangan segalanya."


Utsman bin Affan:

"Berbisnislah (berniagalah) dengan Allah swt niscaya kalian akan mendapatkan untung."

"Risau terhadap dunia adalah kegelapan bagi hati, sedangkan risau terhadap akhirat adalah cahaya bagi hati."

"Derajat keimanan yang paling tinggi adalah bahwa kamu selalu merasa berada di hadapan Allah."

"Cukuplah bagimu bahwa orang yang iri terhadapmu merasa tertekan pada saat senangmu."

"Tergelincirnya lidah itu lebih berbahaya daripada tergelincirnya kaki."

"Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih."

"Diamnya orang yang diam lebih bahaya dari perlakuan serangan orang lain."

"Di antara pendosa, yang paling buruk adalah dia yang meluangkan waktunya untuk membahas kesalahan orang lain."

"Ketahuilah dunia itu dilipat di atas tipuan. Jangan sampai kamu tertipu oleh dunia dan jangan sampai kamu tertipu oleh setan dalam keta'atan kepada Allah."


Ali bin Abi Thalib:

"Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya."

"Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik."

"Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat."

"Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik."

"Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara."

"Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."

"Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur."

"Memaafkan adalah kemenangan terbaik."

"Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg menyia-nyiakan sahabat yg telah dicari."

"Perkataan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang."

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu."

Jangan Sedih Dengan Ujian

Jangan Sedih Dengan Ujian Dunia Ini


Dunia adalah ladang ujian, tidak ada seorang manusia pun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut.

Allah ﷻ berfirman:

وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ 

وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. Al-A’raf 168).


Rasulullah ﷺ bersabda :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ 

وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ 

إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ 

وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

“Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya, jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim 2999).


Ibnul Qayyim رحمه الله‎ berkata : “Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Allah ﷻ yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Allah ﷻ yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”


Allah ﷻ berfirman :

وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً

وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً

وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216).

Amaliyah Bulan Rojab

Amaliyah Bulan Rojab:

Malam 1 Rojab 1447 H jatuh tepat pada Senin (21/12/2025) esok. Bulan Rojab merupakan salah satu di antara empat bulan mulia, yakni Muharram, Rojab, Dzulhijjah, dan Dzulqa'dah. Dalam menyambut bulan mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal baik dan melaksanakan kesunahan-kesunahan bulan Rojab. diantaranya adalah:

1. Berdzikir Bacaan Do'a dan Tasbih Bulan Rojab:

اللهمّ بارك لنا في رجب و شعبان و بلعنا رمضان و حصل مقاصنا

2. Istighfar bulan Rojab: disunnahkan membacanya sebanyak 70x setiap pagi dan sore hari di bulan Rojab

رب اغفرلي وارحمني و تب عليَّ

3. Membaca Syayidul Istighfar di bulan Rojab setiap pagi dan sore hari:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

"Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan, aku mengakui untuk-Mu nikmat-nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui untuk-Mu dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau."

4. Selain itu, terdapat bacaan tasbih harian bulan rajab yang dianjurkan untuk dibaca 100x setiap harinya:

Tanggal 1-10 Rojab
 سبحان الله الحي القيوم 
Tanggal 11-20 Rojab
 سبحان الله الاحد الصّمد 
Tanggal 21-30 Rojab
 سبحان الله الرؤوف الرحيم 

5. dan pada hari Jum'at Terakhir bulan Rojab saat Khotib berada di atas mimbar diantara khutbah pertama dan ke dua silahkan membaca Sholawat ini sebanyak 35 kali
 أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Faidah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu "Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh". 

Pedoman bagi panitia Qurban

Beberapa hal penting yang harus dipahami oleh Panitia Qurban:

Bagi Panitia Qurban, mereka harus mengerti tata cara dan adab menyembelih hewan qurban sesuai dengan syariat Islam. Panitia juga harus memetakan antra Qurban Wajib dan Qurban Sunnah sekaligus meminta dan menentukan besarnya uang akomodasi untuk biaya penyembelihan dan distribusi.

Hal ini menjadi sangat penting karena uang itu yang akan digunakan untuk membeli kantong plastik atau tempat daging yang akan diberikan kepada penerima daging. Selain itu, uang tersebut juga dapat digunakan untuk membeli bumbu bumbu makanan yang akan dipakai untuk konsumsi panitia.

Panitia agar memiliki data penerima (mustakhik) untuk didesiminasikan dan ditetapkan sebagai penerima daging qurban, dahulukan tetangga yang terdekat dan jamaah, Jika hewan Qurban jumlahnya banyak, alangkah baiknya dibagikan ke wilayah (fakir miskin) yang minim qurban.

Panitia juga tidak diperkenankan menjual kepala, kaki dan kulit hewan Qurban. Sedangkan bagi Mudhohih (orang yang hendak berkurban), jika tidak berhalangan seyogyanya datang ke tempat penyembelihan hewan Qurban untuk menyaksikan proses penyembelihan.

Qurban sunnah dan wajib memiliki persamaan dan perbedaan dalam empat hal, yakni syarat, rukun, kesunnahan, dan waktu penyembelihan di tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Sesungguhnya hukum Qurban itu Sunnah Kifayah (kolektif) Qurban akan berubah menjadi wajib bila terdapat Nazar, Nazar adalah sebuah janji seseorang untuk melaksanakan suatu perbuatan jika tujuan yang diinginkan tercapai. Misalnya, seseorang bernazar jika lulus sekolah akan menyembelih kambing. Jika harapan itu tercapai, maka wajib baginya untuk melaksanakan apa yang dinazarkannya, dalam hal ini menyembelih kambing.

Qurban sunnah dan wajib ini memiliki persamaan dan perbedaan. Keduanya memiliki kesamaan dalam empat hal, yakni (1) syarat, (2) rukun, (3) kesunnahan, dan (4) waktu penyembelihan di tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Perbedaan keduanya juga pada empat hal yang lain.

Pertama, hak konsumsi daging sembelihannya bagi pekurban. Dalam kurban sunnah, pekurban boleh untuk menikmati sebagian dari daging qurbannya. Namun sebaiknya pekurban hanya menikmati beberapa suap saja untuk mengambil keberkahan dan menyedekahkan sisanya. Sementara kurban wajib, pekurban haram menikmatinya meskipun sesuap. Keharaman memakan daging kurban wajib juga berlaku untuk segenap orang yang wajib ditanggung nafkahnya oleh pekurban, seperti anak, istri, dan lain sebagainya.

Kedua, kadar yang wajib disedekahkan. Menurut pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi’i, standar minimal yang wajib disedekahkan dalam qurban sunnah adalah kadar daging yang mencapai standar kelayakan pada umumnya, misalnya satu kantong plastik daging. Tidak cukup dengan hanya satu atau dua suapan. Kadar daging paling minimal tersebut wajib diberikan kepada orang fakir/miskin, meski hanya satu orang.

Selebihnya dari itu, pekurban diperkenankan untuk memakannya sendiri atau diberikan kepada orang kaya sebatas untuk dikonsumsi. Kadar minimal yang wajib disedekahkan tersebut wajib diberikan dalam kondisi mentah, tidak mencukupi dalam kondisi masak.

Sementara Qurban wajib, semua dagingnya harus disedekahkan kepada fakir/miskin tanpa terkecuali. Ia dan keluarga yang ditanggung nafkahnya juga tidak diperkenankan untuk memakannya. Daging kurban wajib juga tidak boleh dibagikan kepada orang kaya. Daging yang diberikan juga disyaratkan harus mentah.

Ketiga, pihak yang berhak menerima. Daging qurban wajib hanya berhak diterima fakir/miskin, sedangkan pekurban dan orang kaya tidak berhak menerimanya. Semua unsur hewan kurban wajib meliputi daging, kulit, tanduk, dan sebagainya wajib disedekahkan kepada fakir/miskin tanpa terkecuali. Bahkan, bila ada bagian kurban yang distribusinya tidak tepat sasaran, maka wajib mengganti rugi untuk fakir/miskin.

Sementara itu, daging qurban sunnah boleh diberikan kepada orang kaya dan fakir/miskin. Meskipun demikian, terdapat perbedaan hak orang kaya dan miskin atas daging qurban yang diterimanya. Kurban yang diterima fakir/miskin bersifat tamlik, yaitu memberi hak kepemilikan secara penuh. Hal ini berarti daging yang diterima boleh dijual, dihibahkan, disedekahkan, dimakan dan lain sebagainya. Sementara hak orang kaya atas daging qurban yang diterimanya hanya untuk konsumsi. Orang kaya hanya boleh memakan dan memberikannya kepada orang lain hanya untuk dimakan, semisal disuguhkan kepada para tamu. Haram bagi mereka untuk menjual, menghibahkan, dan lainnya.

Untuk diketahui, sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin, bahwa orang kaya yang dimaksud adalah setiap orang yang haram menerima zakat, yaitu orang yang memiliki harta atau usaha yang mencukupi kebutuhan sehari-hari, baik untuk dirinya atau keluarga yang wajib ia nafkahi. Sementara fakir/miskin sebaliknya, yaitu orang yang aset harta atau usahanya tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari, baik untuk diri sendiri atau keluarga yang wajib dinafkahi.

Keempat, Niat. Qurban sunnah dan wajib diperbolehkan untuk disembelih sendiri oleh pekurban, boleh pula diwakilkan kepada orang lain. Kedunya sama-sama disyaratkan niat. Niat bisa dilakukan saat menyembelih atau ketika memisahkan hewan yang ingin dibuat kurban dengan hewan lainnya. Niat berkurban boleh dilakukan sendiri atau diwakilkan kepada orang lain.

Adapun Niat Qurban Sunnah / Wajib, sendiri dan atau diwakilkan adalah sebagai berikut:

Niat Qurban sunnah yang diniati sendiri: نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ عَنْ نَفْسِيْ لِلهِ تَعَالَى“Aku niat berkurban sunnah untuk diriku karena Allah.”

Niat Qurban sunnah yang dilakukan oleh wakil pekurban: نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ عَنْ زَيْدٍ مُوَكِّلِيْ لِلهِ تَعَالَى "Aku niat berkurban sunnah untuk Zaid (orang yang memasrahkan kepadaku) karena Allah."

Niat Qurban wajib yang diniati sendiri: نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْوَاجِبَةَ عَنْ نَفْسِيْ لِلهِ تَعَالَى   "Aku niat berkurban wajib untuk diriku karena Allah."

Niat Qurban wajib yang dilakukan oleh wakil pekurban; نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْوَاجِبَةَ عَنْ زَيْدٍ مُوَكِّلِيْ لِلهِ تَعَالَى "Aku niat berkurban wajib untuk Zaid (orang yang memasrahkan kepadaku) karena Allah."

Daging Qurban Sunnah dapat dinikmati oleh orang non muslim: (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, Beirut, Darul Fikr, cet ke-1, 1405 H, juz XI, halaman 105)

فَصْلٌ : وَيَجُوزُ أَنْ يُطْعِمَ مِنْهَا كَافِرًا .وَبِهَذَا قَالَ الْحَسَنُ ، وَأَبُو ثَوْرٍ ، وَأَصْحَابُ الرَّأْيِ وَقَالَ مَالِكٌ : غَيْرُهُمْ أَحَبُّ إلَيْنَا .وَكَرِهَ مَالِكٌ وَاللَّيْثُ إعْطَاءَ النَّصْرَانِيِّ جِلْدَ الْأُضْحِيَّةِ . وَلَنَا أَنَّهُ طَعَامٌ لَهُ أَكْلُهُ فَجَازَ إطْعَامُهُ لِلذِّمِّيِّ ، كَسَائِرِ طَعَامِهِ ، وَلِأَنَّهُ صَدَقَةُ تَطَوُّعٍ ، فَجَازَ إطْعَامُهَا الذِّمِّيَّ وَالْأَسِيرَ ، كَسَائِرِ صَدَقَةِ التَّطَوُّعِ .فَأَمَّا الصَّدَقَةُ الْوَاجِبَةُ مِنْهَا ، فَلَا يُجْزِئُ دَفْعُهَا إلَى كَافِرٍ لِأَنَّهَا صَدَقَةٌ وَاجِبَةٌ ، فَأَشْبَهَتْ الزَّكَاةَ ، وَكَفَّارَةَ الْيَمِينِ

Pasal: Dan boleh memberikan makan dari hewan qurban kepada orang non-muslim Ini pandangan yang dikemukakan oleh Al-Hasanul Bashri. Abu Tsaur, dan kelompok rasionalis (ashhabur ra’yi). Imam Malik berkata, ‘Selain mereka (orang non-muslim) lebih kami sukai’. Menurut Imam Malik dan Al-Laits, makruh memberikan kulit hewan kurban kepada orang Nasrani. Sedang menurut kami, itu adalah makanan yang boleh dimakan karenanya boleh memberikan kepada orang non-muslim (dzimmi) sebagaimana semua makanannya.

Nasihat untuk para Penguasa

Nasihat Imam al-Ghazali untuk Penguasa


Sudah banyak pemikir klasik yang memberi nasihat kepada penguasa. Kita mengenal Nicolo Machiavelli (1469-1527) yang menulis buku The Prince berisikan saran-saran bagaimana mendapat dan mempertahankan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara: berbohong, memfitnah, bahkan menghabisi lawan politiknya. Terjadi pro-kontra mengenai karya Machiavelli ini. Yang jelas karya ini membuka kedok.

Betapa menggiurkannya kekuasaan bagi mereka yang mencari atau mati-matian mempertahankannya. Sekitar 3 abad sebelum Machiavelli, Imam al-Ghazali telah lebih dulu menuliskan nasihatnya.

Machiavelli yang menyarankan untuk menghalalkan segala cara dan menafikan moralitas (read: The Prince), Imam al-Ghazali justru mengkritik para ulama sebagai biang kerusakan, beliau menyebutkannya dalam kitab Ihya’. Juz 2 halaman 357: ‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال "Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Sesiapa yang terpedaya akan kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil, bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal."

Rasulullah SAW telah bersabda: ‏ﺳﻴﺎٔﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍٔﻣﺘﻲ ﻳﻔﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ،ﻓﻴﺒﺘﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺜﻼﺙ ﺑﻠﻴﺎﺕ ﺍٔﻭﻻﻫﺎ ﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻬﻢ ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻳﺴﻠّﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺳﻠﻄﺎﻧﺎ ﻇﺎﻟﻤﺎ ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻳﺨﺮﺟﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﺍٕﻳﻤﺎﻥ "Akan datang suatu masa kepada ummatku di mana mereka lari dari para ulama dan fuqoha, maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu, menghilangkan berkah dari rizki mereka, menjadikan penguasa yang zalim untuk mereka dan mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman".

Yang perlu kita garis bawahi dari pesan diatas adalah janganlah kita kalian sesekali mengesampingkan pesan pesan kenabian yang di bawah oleh para ulama' karena mereka adalah merupakan pewaris nabi SAW.

Dari kedua nasihat diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sungguh kita telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga kehidupan ini dengan penuh ketaatan.

وتكون يا اولي الالباب

Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.

Jangan Berhenti ber JIMA'

Jangan Berhenti ber JIMA'

وقال محمد بن زكريا من ترك الجماع مدة طويلة ضعفت قوى اعصابه واستد مجارها وتقلص ذكره

Muhammad bin zakaria berkata: siapa meninggalkan jima' dalam waktu yang lama, otot-ototnya akan menjadi lemah, peredaran darahnya terhambat dan anunya (ATM=alat tusuk manual) menjadi susut (mengkeret).

قال ورأيت جماعة تركوه لنوع من التفشف فبردت أبدانهم وعسرت حركاتهم ووقعت عليهم كابة بلا سبب وقلت شهواتهم ومضمهم.. إنتهى...

Kemudian ia juga berkata: " Aku pernah melihat sekelompok orang meninggalkan berhubungan dengan alasan menghindari nafsu duniawi. Tidak lama kemudian ia merasakan demam, sulit bergerak, dilanda perasaan sedih dengan tanpa tahu penyebabnya, birahinya menjadi lemah dan pencernaannya tidak bisa berfungsi normal.

فتزوجوا وجامعوا تصحوا...

Menikah dan gauli, maka kalian akan sehat.


Rahasia Berjima'

كان ابن عقيل الحنبلي رحمه الله تعالى يقول : 

كنت إذا ستغلقت على مسألة، دعوت زوجتي إلى الفراش,فإذا فرغت من أمرها قمت إلى قراطيس أصب العلم صبا. لأن الجماع يصفى الذهن ويقوى الفهم.

Al-Imam Ibnu 'Uqail Al-Hanbali berkata: "Ketika aku terkunci pada suatu permasalahan (ilmu), maka aku panggil istriku untuk berhubungan. Ketika aku selesai, maka aku ambil kertas dan ku tuangkan ilmu ke atasnya (mulai mengarang kitab)". Jima' dapat membersihkan pikiran dan menguatkan kepahaman.

 وكان الجنيد يقول : أحتاج الى الجماع كماأحتاج الى القوت. فالزوجة على التحقيق قوت وسبب لطهارة القلب. ولذلك أمر رسول الله كل من وقع نظره على إمرأة فتاقت اليها نفسه ان يجامع أهله.

Al-Imam Al-Junaid Al-Baghdadi berkata : "Aku butuh bersetubuh sebagaimana aku butuh makanan (untuk asupan badan), maka seorang istri tak ubahnya asupan badan dan menjadi sebab bersihnya hati". Oleh karena itu Rosulullah memerintahkan kepada setiap lelaki yg melihat perempuan yg membuat hati tertarik padanya, maka hendaknya menggauli istrinya.

 قال الفقهاء : وعلى الرجل ان يشبع إمراته جماعا او وطأ كما يشبعها قوتا.

Para Pakar Fiqih berkata: "Wajib bagi lelaki untuk memuaskan istrinya dlm hubungan biologis, sebagaimana mengenyangkannya dengan makanan".

Catatan penting: Semua ini berlaku bagi pasangan yang HALAL (PASUTRI) monggo di amalaken insyaallh angsal ganjaran.

Ora kudu bengi... Anake wes budal sekolah yo oleeeh...Wayae kerjo ijin pulang sebentar yo gak po po..... sak enakmu.

Dialog interaktif antara seorang hamba bersama Allah SWT

Surat Al-Fatihah seyogyanya dibaca dengan tartil (tertib, perlahan-lahan) lebih lebih disaat melaksanakan sholat, karena Surat Al-Fatihah merupakan rukun dalam sholat. setidaknya 17 kali sehari semalam kita membacanya, dan selama ini kita sering membacanya dengan tergesa-gesa dengan harapan agar segera cepat selesai shalat kita tanpa penghayatan.

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah.”(HR. Bukhari)

مَنْ صَلَّى صَلَاةً، لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ، فَهِيَ خِدَاجٌ - ثَلاَثًا - غَيْرُ تَمَامٍ.

“Barangsiapa yang sholat lalu tidak membaca Ummul Qur’an, maka sholatnya kurang, beliau mengulanginya tiga kali, tidak sempurna.” (HR. Muslim).

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah SWT. menjawab langsung setiap kali hamba-Nya membaca Surat istimewa ini. Maka sudah selazimnya ada jeda (tuma'ninah) antara satu ayat dengan ayat yang lain, karena sholat adalah merupakan dialog antara seorang hamba bersama Tuhanya.

Disebutkan dalam HR Muslim. Bahwa Nabi bersabda:

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ:{ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ:{ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ } قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ:{ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ } قَالَ اللَّهُ: مَجَّدَنِي عَبْدِي، فَإِذَا قَالَ:{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ } قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ:{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ } قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Artinya : “Rasulullah SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Dan bagi hamba-Ku apa yang dia mohonkan.


Maka ketika hambaku berkata:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

(Segala Puji Hanya Bagi Allah, Tuhan semesta alam).

Allah SWT. berfirman:

حَمِدَنِي عَبْدِي

(Hambaku telah memuji-Ku)

dan ketika seorang hamba berkata:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

ِ(Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)

Allah SWT. berfirman:

أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي

(Hambaku telah menyanjung-Ku)

dan ketika seorang hamba berkata:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

(Yang Menguasai di Hari Pembalasan),

Allah SWT. berfirman:

مَجَّدَنِي عَبْدِي

(Hambaku telah memuliakan Aku).

dan ketika seorang hamba berkata:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين

(Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan),

Allah SWT. berfirman:

هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

َ(ini adalah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya).

dan ketika seorang hamba berkata:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين

(Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat),

Allah SWT. berfirman:

هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

(Ini adalah bagi hambaku, dan bagi hambaku apa yang dia minta).

Konsekuensi Persaudaraan seiman

Kebaikan itu seperti roda yang berputar, bergerak dan akan kembali kepadamu.

Jika Allah Ta'ala menempatkanmu dalam posisi di mana kamu bisa mempermudah urusan orang lain dan membantu mereka, jangan ragu untuk melakukannya.

Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kepadamu dari doa tulus seseorang, dan mungkin saja ada di antara mereka seseorang yang jika bersumpah demi Allah, maka Allah akan mengabulkannya.

Rosulullah Shollallohu Alaihi Wassallam bersabda: 

المسلم أخو المسلم ومن كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته ومن فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه كربة من كربات يوم القيامة


"Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya; dan barang siapa yang menghilangkan kesulitan dari seorang Muslim, maka Allah akan menghilangkan salah satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan di hari kiamat darinya..." (HR. Bukhari).

Konsekuensi dari persaudaraan iman adalah seorang mukmin merasa sakit atas musibah yang menimpa saudaranya, memperhatikan dan peduli terhadap masalah mereka, bahkan turut sedih jika mereka mengalami kesulitan.

Umat ini seperti satu tubuh, jika satu bagian terluka, seluruh tubuh akan merasakan. Dan barang siapa yang tidak merasakan, maka mungkin ia tengah mati rasa atau bukan bagian dari tubuh itu.

Maksud Do'a

Do'a 

Apapun yang kamu ucapkan atau utarakan dalam hati kepada Allah, itu sama sekali tidak informatif bagi Allah. Dia sudah mengetahui segala hal tentang dirimu, tentang keinginanmu, tentang masalahmu, tanpa menunggumu menyampaikan kata apapun.

Sebenarnya doa hanyalah cara "menata hati kita sendiri" bagaimana menghadapi kehidupan ini. Doa adalah upaya menanamkan dalam jiwa bahwa kita tidak punya kuasa kecuali atas pengaturan Allah. Mengakui kelemahan diri dan mengakui kekuasaan Allah. Menyadari kita ini milik Allah. Itu saja. Perasaan itulah inti dari sebuah penghambaan.

Maka kata Rasulullah ﷺ :

الدعاء مخ العبادة

"Doa adalah inti dari ibadah"

قد كفاني علم ربي من سؤالي واختياري 

فدعائي وابتهالي شاهد لي بافتقاري

Lalu setelah berdoa, apakah akan dikabulkan keinginanmu? 

Kamu terlalu memaksa. Sampai kamu mencari ijazah dari banyak kyai, meminta bacaan yang menurutmu akan bisa MEMAKSA Allah menuruti kemauanmu. Kamu baca mantra (ijazah doa) yang menurutmu jika dibaca maka Allah akan ikut kemauanmu. Padahal sebelum kamu mampu berdoa, masih janin di dalam perut ibumu, sudah dicukupi segala keperluanmu oleh Allah. Dia yang sebaik itu mau kau anggap pelit hanya karena kebaikanNya tidak sesuai nafsumu?

Nasihat Fudhail bin Iyadh

Fudhail bin Iyadh (seorang ulama besar) berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 45, 55, 60, 70 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : Berarti  kamu sekarang  berjalan menuju kepada Tuhanmu dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus...!

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 45, 55, 60, 70 tahun:

1. JANGAN banyak BERGURAU dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

2. JANGAN berlebih-lebihan, BERHIAS,  BERSOLEK, dan BERPAKAIAN.

3. JANGANLAH BERLEBIH-LEBIHAN makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal soleh.

4. JANGAN  BERKAWAN dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal kepada kita.

5. JANGAN banyak berjalan dan MELANCONG ke sana sini tanpa MANFAATNYA yang dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.

6. JANGAN gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.

7. PERBANYAK Do'a mengharap keridhoan ALLAH agar husnul Khatimah (mati dalam kesudahan yang baik) dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah (mati yang tak baik).

8. TAMBAHKAN ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

9. Siapkan/tuliskan WASIAT yang berguna untuk kaum kerabatmu.

10. Kerap menjalin SILATURAHIM dan mendekatkan hubungan yang telah renggang  sebelumnya.

11. MINTA MAAF dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi

12. TINGKATKAN amal SOLEH terutama amal yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati

13. MAAFkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu

14. Bereskan segala HUTANG yang ada dan jangan buat HUTANG BARU walaupun untuk menolong orang lain

15. Berhentilah dari melakukan semua MAKSIAT!!!

16. MATA, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu.

17. TANGAN, berhentilah dari meraih yang bukan hak mu.

18. MULUT, berhentilah makan yang tidak baik dan yang tidak halal bagimu, berhentilah dari GHIBAH (mengumpat ), FITNAH, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

19. TELINGA, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat

20. Berbaik sangka lah kepada ALLAH atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa

21. Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar & taubat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu

22. Banyakkan bersedekah dan sucikan harta dengan mengeluarkan zakat

Semoga bermanfaat bagi kita semua dan ALLAH lindungi kita dari segala musibah. Aaminn.

Bersabarlah kepada mereka yang sedang di uji dengan kesusahan, kesedihan, kesakitan, kelaparan. 

Ya ALLAH.. Angkatlah segala ujian dan musibah ini.

Do'a Maulid

 اَللّهُمَّ اجْعَلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنْ كَلاَمِكَ الْعَظِيْمِ وَبَرَكَةَ مَا تَلَوْنَاهُ مِنْ كَلاَمِكَ الْحَكِيْمِ هَدِيَّةً مِنَّا اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ اْلمُصْطَفَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَاَوْلادِهِ وَذُرِّيَتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ اَجْمَعِيْنَ


نَوَيْنَا قِرَاءَةَ الْمَوْلِدِ الدِّيْبَعِيْ مِثْلَ مَا نَوَى صَاحِبُ الْمَوْلِدِ الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحْمٰنِ الدِّيْبَعِيُّ وَمِثْلَ مَا نَوَى مَشَايِخُنَا ومرابى روحينا ولمن حضرا في مجلسنا 


اللهُ يُدْخِلُ نِيَّاتِنَا فِيْ نِيَّاتِهِمْ وَأَعْمَالَنَا فِيْ أَعْمَالِهِمْ وَ أَخْلَاقَنَا فِيْ أَخْلَاقِهِمْ بِنِيَّةِ أَنَّ اللهَ يَشْفِ مَرْضَانَا وَيُعَافِيْ مُبْتَلَانَا وَيُكَثِّرْ مِنَ الْحَلَالِ أَرْزَاقَنَا وَيَخْتِمْ أَعْمَارَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ


اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Nasihat Bijak untuk para pemimpin

Betapa menggiurkannya kekuasaan bagi mereka yang mencari atau mati-matian mempertahankannya. Sekitar 3 abad sebelum Machiavelli, Imam al-Ghazali telah lebih dulu menuliskan nasihatnya untuk penguasa.

Machiavelli yang menyarankan untuk menghalalkan segala cara dan menafikan moralitas dalam kekuasaan (read: The Prince), Imam al-Ghazali justru mengkritik para ulama sebagai biang kerusakan rakyat dan penguasa, beliau menyebutkannya dalam kitab Ihya’.

Pertama, Ihya’ Juz 2 halaman 238: ما فسدت الرعية إلا بفساد الملوك وما فسدت الملوك إلا بفساد العلماء "Tidaklah terjadi kerusakan rakyat itu kecuali dengan kerusakan penguasa, dan tidaklah rusak para penguasa kecuali dengan kerusakan para ulama."

Kedua, Ihya’ Juz 2 halaman 357: ‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال "Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Sesiapa yang terpedaya akan kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil, bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal."

Dan diantara sebab sebab diatas yang perlu kita ketahui dan pahami adalah janganlah kalian sesekali mengesampingkan pesan pesan kenabian yang di bawah oleh para ulama' karena mereka adalah merupakan pewaris ilmu nabi SAW.

Jauh sebelum pesan imam Al Ghazali menulis dalam kitabnya, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa:

‏ﺳﻴﺎٔﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍٔﻣﺘﻲ ﻳﻔﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ،ﻓﻴﺒﺘﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺜﻼﺙ ﺑﻠﻴﺎﺕ ﺍٔﻭﻻﻫﺎ ﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻬﻢ ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻳﺴﻠّﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺳﻠﻄﺎﻧﺎ ﻇﺎﻟﻤﺎ ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻳﺨﺮﺟﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﺍٕﻳﻤﺎﻥ Akan datang suatu masa kepada ummatku di mana mereka lari dari para ulama dan fuqoha, maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu, menghilangkan berkah dari rizki mereka, menjadikan penguasa yang zalim untuk mereka dan mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.

Dari kedua Nasihat imam Al Ghazali dan sabda Rasulullah SAW memiliki korelasi yang saling berhubungan, bahwa kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk saling menjaga dalam ketaatan kepada Allah SWT.

وتكون يا اولي الالباب Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.