Memori at PASCASARJANA
UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.
STUDY ACADEMIC
STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".
MY FAMILY
BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.
MOTIVASI HIDUP
DALAM KEBINEKAAN.
FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED
TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.
Istilah populer bulan Romadhon
Jenis maksiat perut
Dalam Kitab Sulam Taufik dijelaskan:
فَصْلٌ : في مَعاصِي البَطْنِ
ومِنْ مَعاصِي البَطْنِ: أكْلُ الرِّبا؛ و[أكْلُ] المَكْسِ [أي الضَّرائِبِ] ؛ و[أكْلُ] الغَصْبِ؛ و[أكْلُ] السَّرِقَةِ؛ و[أكْلُ] كُلِّ مَأْخُوذٍ بِمُعامَلَةٍ حَرَّمَها الشَّرْعُ؛
وشُرْبُ الخَمْرِ، وحَدُّ الشّارِبِ [أي عُقُوبَتُهُ المُحَدَّدَةُ في الشَّرْعِ] أَرْبَعُونَ جَلْدَةً لِلْحُرِّ، ونِصْفُها لِلرَّقِيقِ، ولِلإمامِ الزِّيادَةُ تَعْزِيرًا [أي تَأْدِيبًا] ؛ ومنها أكْلُ [وشُرْبُ] كُلِّ مُسْكِرٍ؛ و[أكْلُ وشُرْبُ] كُلِّ نَجِسٍ؛ و[أكْلُ وشُرْبُ كلِّ] مُسْتَقْذَرٍ؛ وأكْلُ مالِ اليَتِيمِ؛ أو [أكْلُ] الأَوْقافِ على خِلافِ شَرْطِ الواقِفِ؛ و[أكْلُ] المَأْخُوذِ بِوَجْهِ الحَياءِ.
Diantara maksiat perut ialah:
1. Memakan barang riba.
2. Pungutan liar (pajak liar).
3. Menggasab (memakan atau mengambil barang orang lain dengan terang-terangan tanpa izin).
4. Mencuri, yaitu mengambil barang orang lain dengan sembunyi-sembunyi dan untuk di miliki serta setiap penganmbilan atau penerimaan barang dengan cara yang diharamkan oleh hokum syara’.
5. Minum arak dan hukumannya ialah dengan 40 kali dera pada badan bagi orang merdeka dan 20 kali bagi hamba sahaya, sedangkan bagi imam (pemerintah) boleh menambahnya dengan hukuman ta’zir.
6. Memakan minum barang yang memabukkan (misalnya madat, ganja, narkotik dsb)
7. Memakan setiap barang yang najis (misalnya darah, bangkai dan daging hewan yang haram dimakan) dan barang yang dianggap menjijikan (misalnya ingus, dan sebagainya yang dianggap menjijikan oleh kebanyakan orang yang beradab).
8. Makan harta benda anak yatim tanpa hak atau harta wakaf dengan menyalahi persyaratan yang ditentukan oleh wakif, dan barang yang diberikan oleh pemberi karena merasa malu atau takut kalau ia tidak memberikannya (misalnya suapan dsb).
Mengapa harus puasa Romadhon
Kenapa puasa romadhon diwajibkan? Karena Allah sayang kepada kita, Kok bisa? فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
Allah SWT berfirman dalam Surah Al Furqon 43: أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?"
Ayat ini menerangkan kepada kita, bahwa hawa nafsu yang tidak dikendalikan dapat mendorong syahwat yang membahayakan. (Seperti dorongan ingin berkuasa, menguasai yang bukan haknya. Begitu kuatnya hawa nafsu, hingga kita menjadikannya sebagai tuhan).
Makanya kita disuruh puasa sunah (ayamul bidh): صُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, وذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ selain menjadi pemelihara diri kita, kita juga dijanjikan pahala, tetapi kita masih enggan, makanya diwajibkan sekalian biar kita semua terpaksa masuk surga, kurang sayang bagaimana coba!!!
Memang apa untungnya ustadz bagi Allah memerintahkan hamba-Nya untuk puasa? Kenapa tidak langsung dimasukkan ke surga saja? Kenapa harus puasa terlebih dulu?
Tidak ada untungnya bagi Allah. Kita kenyang atau kita lapar, Alloh tetap Alloh yang Maha kuasa dan Maha segalanya لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ Lalu manfaatnya bagi kita apa, kok Allah memerintahkan kita berpuasa?
Jawabnya Biar kita merasakan Lapar dan Haus, sehingga kita bisa taqwa, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Karena sumber segala kebahagian dan keberuntungan adalah taqwa sedangkan sumber segala bencana, musibah, kesulitan hidup, kegalauan, dan penderitaan di dunia, maupun penderitaan di akhirat adalah Maksiyat.
Memangnya lapar bisa menjadikan diri kita bertaqwa dan bisa menjauhkan maksiyat? Bisa, karena sumber maksiyat itu adalah: Syahwat dan Syetan.
Bahwa Nafsu mampu menggerakkan manusia ke sisi baik maupun buruk, Allah membekali nafsu kepada manusia diantara tujuanya adalah agar manusia dapat mengembangkan potensinya sebagai khalifah di muka bumi.
Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa nafsu manusia terbagi menjadi tiga: Nafsu Ammarah النَّفْسُ الأَمَّارَةُ Nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan. Dipenuhi sifat tamak, sombong, dengki, marah, rakus. Contoh: seseorang yang hanya ikut hawa nafsu tanpa peduli halal/haram. وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ "Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yusuf : 53)
Nafsu Lawwamah النَّفْسُ اللَّؤَامَةُ Nafsu yang mencela diri sendiri setelah berbuat dosa. Sudah ada kesedaran tetapi masih jatuh dalam kesalahan. Contoh: selepas berbuat dosa, dia menyesal dan menangis, namun kadang masih mengulanginya (Terbelenggu) وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ "Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)," (QS. Al-Qiyamah: 2).
Nafsu Mutmainnah النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ Nafsu yang tenang, tenteram dengan zikrullah. Menerima ujian dengan sabar, ridho dengan takdir Allah. Inilah yang disebut Allah dalam Al-Quran, Jiwa yang Sempurna: يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ . ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً . فَادْخُلِي فِي عِبَادِي . وَادْخُلِي جَنَّتِي "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku," (QS. Al-Fajr 27 - 30).
Ibn Atha’illah dalam kitabnya Al-Hikam menyebutkan: أَصْلُ كلُّ مَعصِيَّةٍ وَغَفلةٍ وَشَهْوَةٍ الرِّضاَ عَنِ النفْسِ، واصْلُ كُلِّ طَاعةٍ وَيَقَظَةٍ وَعفَةٍ عَدَمُ الرِّضاَ مِنْكَ عَنْهاَ Sebab dari segala maksiat adalah sikap puas terhadap keadaan diri sendiri. Sikap tersebut akan selalu mendorong seseorang berusaha menutup-nutupi aib dan kesalahannya sehingga yang buruk akan dijadikannya baik. Siapa yang puas dengan keadaan dirinya akan menganggap baik semua kondisi pribadinya dan merasa nyaman dengan semua kondisi itu. Siapa yang menganggap baik semua kondisi pribadinya akan lalai mengendalikan bisikan-bisikan syahwatnya. Akibatnya, ia dikuasai oleh syahwat. Siapa yang dikuasai oleh syahwat, tentu akan mudah terjerumus pada maksiat.
Allah memang menciptkan nafsu pada diri setiap manusia. Jika manusia mampu melawan nafsunya dengan tidak menurutinya, maka ia akan dimudahkan menuju jalan ketaatan. Sebaliknya, jika manusia justru terlena dengan nafsu yang memang watak dalam dirinya, ia akan mendekat ke gerbang-gerbang kelalaian, maksiat, dan syhawat. Hal tersebut senada dengann kalam Allah dalam Q.S. Ali Imran ayat 14: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Syahwat itu tempatnya ada di dalam perut dan di bawah perut (farji/kelamin), sedangkan Syetan tempatnya di dalam aliran darah. إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Syahwat dan Syetan hanya bisa dikendalikan dengan perut yang dalam keadaan lapar dan haus.
Abu Bakr Ibn al-'Arabi dalam kitab al-Masalik menyebutkan: إِنَّمَا سُمِّيَ الصَّوْمُ صَوْمًا؛ لِأَنَّهُ حَبْسٌ لِلنَّفْسِ عَنِ الْمَطَاعِمِ وَالْمَشَارِبِ وَالشَّهَوَاتِ "Sesungguhnya dinamakan shaum karena bisa menahan diri bagi jiwa dari makanan, minuman, dan syahwat."
Saya kurang faham ustadz, tolong diperjelas! Baik. Segala kesulitan hidup bersumber dari maksiyat. Segala maksiyat dan kejahatan itu awalnya didorong oleh Syahwat.
Syahwat adalah alatnya syetan untuk menguasai manusia. Syahwat itu tempatnya ada di dalam perut dan di bawah berut. Orang nyuri, orang korupsi, orang menipu, itu semua karena pengin dapet uang untuk memenuhi kepuasan perut dan bawah perut.
Orang yang mengganggu orang lain (seperti istri atau suami orang), Skandal pejabat, dll, itu semua karena kepuasan perut dan bawah perut. Untuk memenuhi itu semua butuh Duit dan untuk mendapat duit secara instan muncullah berbagai kejahatan. Aborsi, menikam, membunuh, itu awalnya adalah karena urusan perut dan bawah perut.
Jadi satu-satunya cara mengendalikan syahwat/nafsu, ya harus Lapar dan Haus, Puasa itu latihan lapar, intinya harus sering lapar biar syahwat bisa terkendali. Percuma siang puasa kalo malam kekenyangan, percuma Senin Kamis puasa kalo Selasa Rabu Jumat Sabtu Ahad gak pernah lapar. JADI harus lapar setiap hari.
Yang bener ustadz!!! jangan jangan ini hanya akal akalannya ustadz saja. Emang Ada dalilnya?إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ، فَضَيِّقُوا مَجَارِيَهُ بِالْجُوعِ ” ، ذَكَرَهُ فِي الْإِحْيَاءِ ، قَالَ الْعِرَاقِيُّ : مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ مِنْ حَدِيثِ صَفِيَّةَدُونَ قَوْلِهِ: فَضَيِّقُوا مَجَارِيَهُ بِالْجُوع "Sesungguhnya setan itu menyusup dalam aliran darah anak Adam, maka persempitlah jalan masuknya dengan lapar.
Setan menguasai manusia melaui syahwat. Syahwat bisa diturunkan tensinya dengan lapar. Setan pun kesulitan bergerak dalam tubuh orang yang lapar. Al-Qadhi 'Iyadh dalam kitab Masyariq al-Anwar menyebutkan: وَسُمِّيَ الصَّوْمُ صَبْرًا لِثَبَاتِ الصَّائِمِينَ وَحَبْسِهِمْ أَنْفُسَهُمْ عَنْ شَهَوَاتِهِمْ "Dinamakan puasa sebagai sabar karena keteguhan orang-orang yang berpuasa dan penahanan diri mereka dari syahwat-syahwat mereka."
Wadhu, saya hobinya makan ustadz, apakah harus dikurangi nih? Bukan dikurangi tapi harus diatur dengan porsi yang pas, harus sering lapar, tidak boleh sering kekenyangan. Sebab ber-Bahaya bagi orang yang sering kenyang dan jarang lapar, disebutkan oleh imam Al-Ghazali (Ihya, vol 3, hlm. 81):
1. Hatinya keruh, sering galau, sulit berfikir, tidak cerdas, membutakan hati.
2. Sulit menikmati dzikir, dzikir hanya terucap di lisan tak bisa masuk ke hati karena hatinya keras.
3. Kurang empati terhadap orang faqir miskin karena menganggap semua orang selalu kenyang seperti dirinya.
4. Sulit mengingat adzab, diberi ancaman neraka tidak akan takut karena jarang merasakan sakitnya orang kelaparan. Di neraka itu gak ada makan minum kecuali kotoran kotoran mendidih yang tidak mengenyangkan.
5. Syahwat sulit dikendalikan. Orang yg banyak makan pasti libidonya (dorongan sex) naik, lalu matanya jelalatan, pikirannya porno, bisa jadi tangannya nakal atau mendekati zina. Kalaupun bisa menghindari zina yang nyata, tidak akan mampu menghindari zina mata. Kalo lihat cewek bening matanya melotot tidak bisa dikedipkan. Kalaupun bisa merem matanya, pikirannya negatif (porno) tetep tidak bisa dikendalikan. Bahkan kata Al-Ghazali mengatakan, orang seperti itu sering berpikiran jorok meskipun sedang sholat.
Lalu bagaimana Caranya ustadz Agar Romadhon Benar-Benar Mengubah kita?
1. Tingkatkan Kesadaran Diri (Muraqabah), Sadari bahwa Allah melihat setiap niat, perkataan, dan perbuatan kita.
2. Jadikan Setiap Amal (Pekerjaan) Maksimal, Jangan menunda sedekah, Do'a, Sholat sunnah, dan tilawah Qur’an.
3. Perbaiki Akhlak, Romadhon adalah waktu menghapus amarah, iri, dengki, hasud dan dendam.
4. Refleksi Diri Setiap Hari, Renungkan amal dan perilaku kita setiap malam. Tanyakan kepada diri sendiri kita masing-masing: Apakah aku lebih dekat kepada Allah hari ini? Karena romadhon adalah waktu yang tepat untuk berbicara kepada diri sendiri.
Ramadhan bukan hanya kalender atau ritual tahunan. Romadhon adalah uji transformasi hati. Jika Ramadhan datang dan kita tetap sama ( tetap suka marah², tetap malas beribadah, hati tetap keras) maka ini adalah peringatan serius dari Allah: jangan tunggu bulan lain, jangan menunda taubat. Dan Jika Romadhon masih tidak merubahmu, lalu apa lagi yang bisa mengubah hatimu?
Sambut Romadhon dengan Bahagia
Bulan Romadhon adalah pemberi syafaat bagi orang-orang yang berpuasa شَهْرُ رَمَضَانَ شَفِيعٌ لِلصَّائِمِينَ tetapi kita sering terjebak dalam uforia Romadhon yang bersifat lahiriah (seperti mempersiapan menu takjil, padahal Romadhon bukan bulan vestival sambosa dan kuliner) lalu kemudian kita abai terhadap persiapan batiniah.
Allah SWT yberfirman: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ "Jika penduduk tnegeri-negeri beriman (hati) dan bertakwa, pastilah Kami (melalui makhluknya) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi" (Al-A’raaf:96).
Gimana, apakah kita sudah siap menyambut Romadhon dengan Bahagia?
Dalam kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi, disenyebutkan bahwa: مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ seiring dengan semangat itu, dalam Al-Qur'an Alloh SWT berfirman: قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ bahwa Dengan karunia Allah dan kasih sayang-Nya, hendaknya kita bergembira-beebahagia, sebab ekspresi bahagia itu lebih baik dan utama daripada kita cemberut-sedih (rawan kufur terhadap karunia-Nya).
Lalu apa saja yang musti kita siapkan ustadz agar bisa terus bahagia tetkala lapar?
Untuk mempersiapkan diri menjalani hari-hari bahagia, indah, penuh ampunan dan keberkahan sehingga menjadi golongan manusia yang bertakwa, لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Nabi idris As., sesungguhnya telah memberikan wasiat, dan layak untuk kemudian kita jadikan sebagai hujjah: وَإِذَا دَخَلْتُمْ فِي الصِّيَامِ فَطَهِّرُوا نُفُوسَكُمْ مِنْ كُلِّ دِنْسٍ وَنَجَسٍ Dan apabila kalian memasuki bulan puasa, maka sucikanlah jiwa kalian dari segala macam kotoran dan najis وَصُومُوا لِلَّهِ بِقُلُوبٍ خَالِصَةٍ صَافِيَةٍ dan Berpuasalah untuk Allah dengan hati yang ikhlas, suci. ,ومُتَنَزِّهَةٍ عَنْ الْأَفْكَارِ السَّيِّئَةِ وَالْهَوَاجِسِ الْمُنْكَرَةِ dan jauhkan diri dari pikiran-pikiran buruk dan bisikan-bisikan jahat فَإِنَّ اللَّهَ يَسْتَنْجِسُ الْقُلُوبَ الْمُلَطَّخَةَ وَالنِّيَاتِ الْمَدْخُولَةَ maka Sesungguhnya Allah membersihkan hati yang kotor dan niat yang rusak.
Karenanya di bulan yang tinggal beberapa saat ini Romadhon nanti perbanyaklah bacaan Al-Quran, karena betapapun kotornya hewan ternak, kata Alloh; وَاِنَّ لَكُمْ فِى الْاَنْعَامِ لَعِبْرَةًۚ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهٖ مِنْۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَّدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَاۤىِٕغًا لِّلشّٰرِبِيْنَ Sesungguhnya pada hewan ternak itu ada (kotoran, darah) dalam perutnya, tetapi sadarkah kita bahwa atas kuasa Allah yang maha Rohman, susu murni yang semua kita meminumnya itu berasal dari sapi. (Maka beribadalah sesuai kemampuan).
Kadang mengapa kita sering merasa (Galau?) Ketika (awal, pertengan dan akhir) Romadhon?
Masalah utamanya adalah "gagap spiritual"; banyak dari kita yang ketika memasuki Romadhon tanpa pemanasan, sehingga ibadah di awal bulan terasa berat, dan pudar di pertengahan. Padahal ulama' (Abu Bakar Al-Balki Ra.,) mengatakan bahwa Romadhon bukanlah garis start, melainkan garis finish: رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ، وَرَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ
Dari masa ke masa Sesungguhnya Romadhon tidak pernah berubah, yang berubah adalah selera (hati) kita. Kerna itu mari kita perjuangkan Romadhon kali ini sebagai kesempatan untuk melakukan serangkaian kegiatan yang positif dan produktif penuh kebahagiaan (hati) dalam melaksanakan tugas mulia dari Alloh SWT.: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Rosululloh SAW bersabda; مَنْ صام رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Kata احْتِسَابًا memiliki arti menjalankan puasa dengan niat tulus untuk mendapatkan pahala dari Allah, bukan karena tekanan sosial, riya', atau sekadar mengikuti tradisi.
Dalam pandangan para ulama' احْتِسَابًا bermakna melakukan ibadah dengan penuh keikhlasan dan keinginan untuk memperoleh ridha Allah, bukan merasa berat atau terbebani.
Imam Al-Munawi menafsirkan احْتِسَابًا adalah: "Melakukan puasa dengan mengharap pahala dari Allah, bukan karena riya', kebiasaan, atau sekadar mengikuti lingkungan"
Sehingga kata إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا yang terdapat dalam Hadits diatas, memberikan pesan, bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari fisik (laparnya), tetapi juga dari niat dan ketulusan dalam menjalaninya. Puasa yang dilakukan karena إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا (iman dan dengan mengharap pahala dari Allah) maka Alloh SWT akan menghapus dosa-dosa terdahulu, sebagaimana yang dijanjikan غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Banyak dari kita mungkin menjalankan puasa karena alasan sosial atau kebiasaan, tetapi tanpa IHTISABAN, puasanya menjadi kurang bermakna. Rasulullah SAW., mengingatkan kita: وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى disinilah letak urgensinya Niat.
Oleh karenanya, seseorang yang berpuasa dengan Ihtisaban akan tetap menjalankan ibadah ini meskipun tidak ada yang melihatnya, meskipun berada dalam kondisi sulit, dan meskipun tidak mendapatkan pujian dari manusia, karena yang kita harap hanyalah pahala dari Allah SWT.
Gimana Cara supaya bahagia?
Para ulama' mengajarkan kepada kita: أسرار السعادة ثلاثة؛ الصبر والشكر والإخلاص Sabar, Syukur dan Ikhlas.
Lalu Agar puasa kita benar-benar إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا sesuai, apa yang kita perlu lakukan ustadz?:
1. Murnikan niat dalam setiap ibadah.
2. Ibadah ini adalah penghambaan,ketaatan.
3. Hindari rasa berat dan mengeluh.
4. Hindari Perilaku Riya’.
5. Lakukan ibadah secara konsisten.
Rasulullah SAW., bersabda: إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا، وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ "Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap wajah-Nya (ridho)"
Romadhon bukan sekadar ritual tahunan, tetapi adalah ajang penyucian jiwa dan pembuktian keimanan.
Dengan kesempatan yang baik ini mari kita tingkatkan kualitas puasa kita, bukan sebatas menahan الْجُوْع وَالْعَطْش (lapar dan haus), tetapi juga menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT., dengan penuh keyakinan dan harapan akan Rohman-Rohim-Nya.
Alloh SWT berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ "yang Tujuan utamanya adalah menjadikan kita sebagai manusia agar terus bertakwa"
Sebagai penutup, saya mohon maaf bila ada khilaf, Marilah kita berdo'a: اللّهُمَّ سَلِّمْنا إِلىَ رَمَضَانَ وَسَلِّمْنا رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنا مُتقَبَّلاً "Ya Alloh, sampaikanlah kami kepada bulan Romadhon, dan sampaikanlah Romadhon kepada kami, dan terimalah (amal-amal) kami di bulan Romadhon"
Demikian semoga manfaat.
Lirik Sholawat Romadhon Tajalla
Lirik Sholawat Romadhon Tajalla
Ramadhan telah tampak dan tersenyum, beruntunglah hamba yang memanfaatkannya
Mencari keridhaan Tuhannya dengan apa yang dijalankannya, beruntunglah jiwa dengan taqwanya
Ramadhan adalah waktu berkah, ramadhan adalah waktu kebaikan
Ramadhan adalah tempat shalawat, menyelamatkan jiwa dengan Tuhannya
Ramadhan adalah penyucian jiwa, ramadhan adalah waktu kegembiraan
Ramadhan adalah cahaya perbaikan, bagi dunia manusia dan akhiratnya
Ramadhan menghapuskan dosa-dosa, dari kesalahan manusia dan yang bercampur
Semoga dari pengampunan Allah ada pemberian, bagi hati umat yang dijaganya.
Al-Qur'an dan Sholat GPS Kehidupan
Segala puji bagi Alloh SWT, yang sampai dengan saat ini memberikan kita kompas iman di tengah hiruk-pikuk kepentingan dunia yang tak berkesudahan. Sholawat dan salam semoga terus dapat kita lantunkan untuk Rosululloh Muhammad SAW., sebagai bentuk mahabbah kita.
Kadang dalam kehidupan ini, ibarat kita dan ambulance, hanya memanggil disaat darurat saja. Begitu juga kita, ketika dalam keadaan ada masalah saja kemudian secara terus menerus merengek-rengek meminta kepada Alloh, tetapi setelah masalah itu rampung, kebanyakan dari kita kemudian lupa... dan akan terulang seperti begitu lagi.. Tidak seintensif sewaktu ada banyak masalah.
Yang lebih parah lagi ada masalah tapi malah menjauh dari Alloh SWT. (pergi ke tempat-tempat yg tidak semestinya mendapat keterangan dan pertolongan) Karena itu Al-Qur'an mengingatkan kita: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا
Saat ini kita hidup di era distraksi (berbagai bentuk gangguan). Banyak orang tersesat meskipun memiliki segalanya, karena mereka kehilangan "Sinyal" spiritual.
Pandangan saya sederhana: Manusia membutuhkan sistem navigasi yang akurat. Jika dunia memiliki GPS untuk menunjukkan jalan fisik, maka Alloh SWT memberikan Sholat dan Al-Qur'an sebagai GPS (Global Positioning System) bagi ruhani dan kehidupan kita, agar lebih terarah dan tidak jumud kemudian gampang terperosok, tersesat ke dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sia-sia dan merugikan.
Pertama; Al-Qur'an: Peta Jalan (Hudan) yang Presisi. Al-Qur'an bukan sekadar tumpukan kertas bacaan atau hiasan rak lemari, melainkan merupakan petunjuk jalan yang lurus هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ “petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu sekaligus pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” karena itu, Tanpa Al-Qur'an, manusia akan buta arah dalam membedakan yang haq dan yang bathil.
Alloh SWT berfirman: نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya" (QS. Ali Imran/3:3).
Dalam QS. Al-Isra': 9 Alloh berfirman: اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ "Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar"
Nabi SAW bersabda: تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ " “Aku tinggalkan dua perkara kepada kalian. Kalian tidak akan tersesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, (yaitu) Al-Quran dan sunnah ku (hadist)”
Dalam hadist Qudsi disebutkan: يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ شَغَلَهُ ذِكْرِي عَنْ مَسأَلَتِي، أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ. Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: Barang siapa yang sibuk mengingatiku (berzikir) sehingga menyebabkan dia lupa untuk (berdo'a) meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikannya sesuatu yang lebih baik daripada apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta kepada-Ku.
Karena itu: Jadikan Al-Qur'an sebagai referensi pertama dalam setiap keadaan dan masalah, cek "peta" sebelum melangkah.
Ke-dua; Sholat: Koneksi Sinyal yang Menjaga Keselamatan kita. Jika Al-Qur'an adalah Peta-nya, maka Sholat adalah proses sinkronisasi diri dengan Sang Pencipta.
Sholat berfungsi sebagai pengendali perilaku agar tetap berada di jalur yang benar. Alloh SWT., dalam QS. Al-Ankabut berfirman: اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ "Muhammad, Bacalah Al-Qur’an lalu kerjakanlah Sholat. Karena Sholat itu mencegah perbuatan buruk, keji dan mungkar, sholat itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah yang lain."
Rasulullah SAW., menyebutkan saking pentingnya sholat Beliau bersabda: وَالصَّلَاةُ نُورٌ (صحيح مسلم) "Salat adalah cahaya" maka Barang siapa yang memeliharanya, akan mendapatkan cahaya, (bukti nyata, keselamatan).
Terkait Hadits ini Syekh Nawawi menyebutkan dalam kitabnya: وَالصَّلَاةُ نُورٌ فَمَعْنَاهُ أَنَّهَا تَمْنَعُ مِنَ الْمَعَاصِي وَتَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَتَهْدِي إِلَى الصَّوَابِ كَمَا أَنَّ النُّورَ يُسْتَضَاءُ بِهِ (شرح النووي على مسلم) "Shalat adalah cahaya. Maknanya, shalat bisa mencegah kemaksiatan, mencegah kekejian, mencegah kemungkaran dan memberi petunjuk pada kebenaran sebagaimana cahaya digunakan untuk menerangi” (Syarhu An-Nawawi ‘Ala Muslim, juz 3 hlm 101).
Fungsi cahaya:
Membedakan antara manfaat dan bahaya: Tanpa cahaya, kita tidak tahu apakah benda dihadapan kita berbahaya atau tidak.
Penerang jalan dan tempat: Kalau kita menuju tujuan, tapi jalannya gelap, tentu kita tidak akan sampai. Berada di tempat yang gelap adalah keadaan yang menakutkan.
Dan Kelak pada hari kiamat, orang yang menyia-nyiakan sholat akan dikumpulkan bersama Qarun, Haman, Fir’aun. (Qarun adalah orang yang sangat kaya. Termasuk keluarga Nabi Musa. Haman: salah seorang pejabat penting dalam kerajaan Fir’aun. Fir’aun tidak ada orang yang mau disebut sebagai Fir’aun "icon kezalliman, kediktatoran").
Maka Perbaikilah Sholat kita supaya hidup menjadi lebih tenang dan berkelas, وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya"
Artinya, Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusan, serta menjadikan bagi kita jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).
Para ulama’, Guru-guru kita, Orang tua Kita sesungguhnya telah memberikan navigasi tentang hidup ini bahwa meninggalkan sholat secara sengaja dapat merusak tatanan kehidupan dan agama seseorang.
Mereka mengibaratkan sholat dengan mandi. Jika mandi membersihkan kotoran fisik, maka sholat membersihkan "kotoran" dosa yang menghambat perjalanan hidup kita.
Karena itu! Jadikan Al-Qur'an sebagai referensi pertama dalam setiap keadaan "masalah" (cek "peta" sebelum melangkah). Lalu Perbaiki kualitas sholat kita "sinyal" maka, petunjuk Alloh akan menghujam kuat dalam hati kita.
Bahwa hidup tanpa petunjuk Al-Qur'an dan tanpa koneksi Sholat, ibarat berkendara di tengah hutan gelap tanpa lampu dan peta. Kita akan mudah lelah, tersesat, dan akhirnya celaka. Maka, Jadikan paruh akhir Sya'ban ini sebagai kesempatan baru,
Semoga Alloh SWT senantiasa menjaga iman dan langkah kita, memberikan kesehatan untuk kita, melalui wasilah Sholat dan Al-Qur'an sehingga kita bisa bahagia tak hanya di dunia lebih lebih sampai akhirat kelak.
Do'a sumpah pemuda
Segala puji bagi Mu Ya Allah Tuhan semesta alam. Engkaulah yang menciptakan manusia bersuku suku dan berbangsa bangsa agar kami saling mengenal dan saling menguatkan. Pada hari yang bersejarah ini, kami berkumpul untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025. Hari yang mengingatkan kami pada tekad mulia para pemuda Indonesia pada tahun 1928 yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan yaitu Indonesia.
Ya Allah, jadikanlah semangat persatuan itu terus hidup dalam hati kami para generasi muda. Jangan biarkan kami terpecah oleh perbedaan suku, agama, bahasa, maupun pandangan. Justru jadikan keberagaman itu sebagai kekuatan yang mempersatukan serta membangkitkan jiwa gotong royong dalam kehidupan sehari hari.
Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui segala isi hati. Bimbinglah kami agar menjadi pemuda yang berakhlak mulia, menjunjung kejujuran, kesopanan, dan rasa hormat terhadap orang tua, guru, serta sesama. Jauhkan kami dari sifat malas, iri hati, kebencian, dan perilaku negatif yang merusak masa depan.
Ya Allah yang Maha Pemberi Petunjuk. Karuniakan kepada kami semangat belajar, semangat bekerja keras, dan keberanian untuk bermimpi besar. Jadikan kami generasi yang tidak hanya pandai dalam ilmu tetapi juga kuat dalam iman dan budi pekerti. Tuntun langkah kami agar menjadi generasi yang membanggakan Indonesia, yang membawa negeri ini maju dan berjaya di mata dunia.
Ya Allah, berikan kesehatan bagi siswa-siswi kami agar dapat terus berkarya. Berikan pula kedamaian kepada negeri ini. Lindungilah para pemimpin kami agar selalu amanah dalam menjalankan tugasnya. Selamatkan bangsa ini dari perpecahan, bencana, ketidakadilan, dan kemiskinan.
Do'a Hardiknas
Kami memohon rahmat, kasih-sayang, dan pertolongan-Mu dalam menunaikan tugas mencerdaskan bangsa dan negara.
Ya Rabb, Tuhan Yang Maha Mendidik, Memelihara alam semesta, kami memohon
kepada-Mu kekuatan dalam mendidik anak-anak bangsa sehingga menjadi generasi yang beriman, bertakawa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan ruhani, kuat jiwa dan raga,
cerdas, terampil, dan berdedikasi memajukan bangsa dan negara.
Ya Allah, anugerahilah kami keturunan yang salih, yang membahagiakan, dan jadikanlah
kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Ya Allah, Ya Malik,
Lindungilah kami, keluarga, para pemimpin, bangsa, dan negara kami dari semua mara
bahaya, musibah, dan kerusakan. Jadikanlah negeri kami Indonesia negeri yang adil,
makmur, maju, bermartabat, dan berkeadaban dengan ridla dan inayah-Mu.
Ya Allah, Ya Mujibassailin, kabulkanlah doa kami.
Rabbana atina fiddunia hasanah. Wafil akhirati hasanah. Wanita adzaban nar. Walhamdu
lillahi rabbil alamin.
Do'a yudisium
Do'a Yudisium
Ya Allah... Ampunilah sekalain dosa kami, dosa kedua Orang Tua kami, Guru Guru kami, para pendahulu kami serta para pemimpin kami.
Ya Allah Ya Rohmanu ya Rochim, ya Sami'u ya Bashir, ya alimu ya khobir.
Pada hari yang penuh kebahagiaan dan keberkahan ini, kami, keluarga besar STKIP Nuuwar berkumpul di tempat ini dalam rangka upacara Udisum Strata Satu Sarjana Pendidikan, Dengan penuh keteduhan dan kekhusyu’an kami bermunajat kepada-Mu ya Allah. Berikanlah kami kemampuan untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan. Dengan segala kerendahan hati kami bermohon kepada-Mu Ya Allah, semoga ilmu yang mereka terima selama belajar di STKIP Nuuwar ini menjadikannya semakin cerdas, tangguh, dan istiqamah dalam mengemban amanah dengan kualitas karakter yang mulia di sisi Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa. Serta Anugerahkan kekuatan untuk mengamalkan ilmu yang mereka terima, sehingga sebagai cendikia mereka mampu memiliki ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah untuk diri mereka, keluarga mereka, almamater kita, agama, bangsa, dan negara.
Ya Allah Ya Jabbar ya Qohar!
Berikanlah kami kekuatan untuk memperkokoh silaturahim di STKIP Nuuwar ini. Jauhkanlah kami dari perpecahan dan segala bentuk kedholiman yang membuat kami semakin jauh dari ridho-Mu ya Allah. serta Anugerahkan kepada kami, kepada para peserta udisium ini, kepada segenap civitas dan pendiri kampus ini kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi berbagai macam hambatan dan tantangan. bentangkanlah jalan kemudahan di hadapan mereka yaaa dzal Jalali wal iqrom, sehingga mereka berhasil dan sukses pada masanya dalam meraih cita-citanya.
Robbana Aatina.....
Do'a kuliah perdana
Fakfak, 14/08/2018
Oleh:
Zainuddin, M. Pd.
Alhamdulillahi robbil alamin...
Ya Allah Tuhan ya Tuhan kami.
Hari ini kami mahasiswa, Dosen dan seluruh stakeholder Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Nuuwar Fakfak datang kepadaMu untuk senantiasa mengharap petunjuk, bimbingan, kasih-sayang dan ridhoMu.
Ya Allah ya Rohman ya Rochim.
Ampunilah kami, keluarga kami serta yang hadir saat ini maupun yang sedang terbaring sakit, jadikanlah kami sebagai ummat yang pandai bersyukur atas rezeki dan keberuntungan menjadi bagian dari generasi terdidik, karena diluar sana masih terdapat jutaan rakyat dari bangsa ini yang belum mendapat kesempatan pendidikan sebagaimana yang kami tempuh saat ini. Untuk itu Ya Allah, jadikanlah kami sebagai manusia yang penuh manfaat kepada makhluk ciptaan-Mu, khususnya kepada para guru dan dosen kami, orang tua dan keluarga kami, serta masyarakat bangsa dan negara ini.
Ya Allah ya Mubdiu ya Kholiq.
STKIP Nuuwar adalah salah satu lembaga pedidikan tinggi yang ada di kabupaten Fakfak yang mengemban tugas mulia, tugas besar Negara, melayani generasi terbaik, demi terwujudnya cita-cita mulia Bangsa ini. Maka bimbinglah, kuatkanlah, seluruh pimpinan, dosen, staf, karyawan, serta semua mahasiswa/mahasiswi yang sedang menuntut ilmu di lembaga ini. Ya Allah berikanlah kami kekuatan untuk memperbaiki institusi dan lembaga kami ini, Jadikanlah semua pemimpin Bangsa ini Menjadi pemimpin-pemimpin terbaik dalam mengemban amanah kekhalifahan ini.
Ya Allah ya Quddus ya Salam.
Murnikan Jiwa Kami, Sucikan Hati dan fikiran kami, Sehatkanlah seluruh panca indra dan organ tubuh kami, Normalkanlah seluruh aliran darah dan jaringan syaraf kami, Kuatkanlah seluruh dimensi raga dan fisik kami, Ringan dan mudahkan seluruh urusan dan pekerjaan kami. Jadikanlah kami generasi muda terpelajar yang memiliki peringai ahlaki, penuh tanggungjawab, dapat dipercaya, Tangguh, penuh integritas, pandai bersyukur, penuh ketulusan, dan kedamaian dalam berbudaya. Bukan generasi yang pandir dan acuh terhadap pembangunan dan pembaharuan ilmu pengetahuan.
Ya Allah ya Sami'u ya Khobir.
Kami sadar, karena sesungguhnya KebesaranMu tidak cukup hanya difahami dengan ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan semata, karena sesungguhnya KebesaranMu hanya dapat diimplementasikan dengan terwujudnya kasih-sayang, ketaatan dan kepatuhan.
Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar.
Amin...
Do'a wisuda sarjana
Do'a Wisudah
Ya Allah Ya Sami'u ya Bashir!
Pada hari yang penuh kebahagiaan dan keberkahan ini, kami, keluarga besar STKIP Nuuwar beserta para tamu undangan berkumpul di tempat ini, dengan penuh keteduhan dan kekhusyu’an, bermohon kepada-Mu ya Allah. Berikanlah kepada kami kemampuan untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, kedua orang tua kami, dan pemimpin kami, serta para pejuang pendidikan di negeri ini.
Ya Allah Ya Rohman ya Rohim!
Pada hari ini, kami keluarga besar STKIP Nuuwar, mengadakan upacara Wisuda Sarjana Pendidikan Keguruan, dengan segala kerendahan hati, kami bermohon kepada-Mu Ya Allah, semoga semua ilmu yang diperoleh para wisudawan wisudawati selama mengikuti pendidikan di STKIP Nuuwar menjadi ilmu yang bermanfaat untuk diri mereka, keluarga, agama, bangsa, dan negara.
Ya Allah Ya Alimu ya Khobir!
Dengan bekal ilmu yang mereka terima, semoga semakin cerdas, tangguh, dan istiqamah dalam mengemban amanah di bumi dengan kualitas insani yang berkarakter mulia di sisi Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa. Serta Anugerahkan kekuatan untuk mengamalkan ilmu yang mereka terima, sehingga sebagai cendikia mereka mampu memiliki ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah.
Ya Allah Ya Jabbar ya Qohar!
Berikanlah kami kekuatan untuk memperkokoh silaturahim di STKIP Nuuwar ini. Jauhkan kami dari perpecahan dan segala bentuk kezaliman yang membuat kami semakin jauh dari rido dan berkah-Mu ya Allah. serta Anugerahkan kepada kami, kepada para wisudawan dan wisudawati, kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. bentangkanlah jalan kemudahan di hadapan kami sehingga kami berhasil dan sukses dalam meraih cita-cita ini.
Ya Allah Ya Zdal Jalali wal Ikhrom!
Kabulkanlah doa dan permohonan kami, hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan.
Robbana Aatina.....
Do'a penarikan peserta PPL
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Bapak dan Ibu guru SD Inpres 2 dan peserta PPL yang saya hormati, izinkan saya memandu Do'a dalam kesempatan ini sesuai dengan agama Islam dan bapak/ibu/sdra/i yang beragama lain dimohon untuk menyelesuaikan.
الْحَمْدُ لِلّه رَبّ الْعلمِيْن وَلصَّلاَةُ وَالسّلاَم عَلى اَشْرَفِ اْلاَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْن وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمّا بَعْد
"Yaa Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang, hanya rahmat dan kasih sayangMUlah sehingga seluruh aktifitas kami dalam kegiatan ini berjalan dengan lancar meski menguras waktu, tenaga dan pikiran kami.
"Yaa Allah berkahilah segala aktifitas kami sepanjang rangkain kegiatan PPL ini, dan jadikanlah sebagai amal ibadah di sisiMU. Untuk itu Yaa Allah tetapkanlah rahmat dan kasih sayangMU kepada kami dan jadikanlah pertemuan ini, sebagai pertemuan yang engkau ridhoi.
اَلّلهـمّ لاَسَـهْــلَ اِلاّ مَا جَعَـلَـهُ سَـهْـلاً
Yaa Allah, mudahkanlah segala urusan kami, karena tidak ada yang mudah kcuali engkau jadikan segalanya menjadi mudah Yaa Allah.
اَلّلهـمّ اِنّاَ اَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الهَـمِ وَالْحُزْنِ و َاَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجَـزِوَالْكَسْلِ
Yaa Allah Kami berlindung kepadaMu dari sikap keragu-raguan hati, duka cita dan kami berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas.
رَبّنَا اَفْرغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبّتْ اَقْـدَامَنَا
Yaa Allah.... Curahkanlah kesabaran kepada kami, dan teguhkanlah pendirian kami terhadap cobaan dan kebenaran.
Yaa Allah...Berkahilah semua ilmu yang kami ajarkan dan dapatkan sepanjang kegiatan PPL ini, sehingga kami dapat mengamalkan secara profesional dan proporsional dalam mengemban amanah pembangunan sumberdaya manusia bangsa dan negara ini.
رَبّنَا آتِنَا فِى لدّنْيا حَسَنَة وَفِى الاَخِرَة حَسَنة وَقِنأ عَذَابً النّار .سُبحَان رَبّكَ رَبّ العِزّةِ عَمّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ على الْمُرْسَليْن والْحَمْدُ لِلهِ رَبّ الْعَالَمِيْن
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Do'a pelantikan pengurus Pramuka
أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ ۳ x يَا مَوْلَنَا يَا مَعْبُوُد اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا وَنَبِيَّنَا وَمَوْلنَاَ مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ وَرِضِيَ اللهُ تَبَارَكَ تَعَالى عَنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِلّهِ اَجْمَعِيْنَ
Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, Engkau adalah dzat pemilik sifat pemurah dan pengasih, hanya kepadaMu kami bersyukur. Kebahagiaan pagi ini adalah bagian dari Nikmat yang Engkau anugerahkan sehingga kami dapat mengikuti kegiatan Halal bihalal dan pelantikan DKC kwarcab Pramuka ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Ya Allah, ya Qadiru Al Muktadir, Engkau adalah zdat penentu segala yang ada di alam ini, Dengan kekuasaan dan kemurahan-Mu Engkau berikan amanah kepada orang-orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut pula dari orang yang Engkau kehendaki, maka tunjukkanlah jalan kepada mereka ya Allah, kepada jalan yang engkau ridhoi bukan jalan yang engkau murkai.
Ya Allah ya Roofi’u ya Mu’izzu, Engkaulah adalah zdat yang maha memuliakan dan meninggikan derajat, Berikanlah petunjuk kepada seluruh peserta yang hadir pada kesempatan pagi ini terutama kepada para Pengurus terpilih untuk melaksanakan amanah kekhalifahan ini, karena itu bimbinglah mereka ya Allah ya quddus, Agar mereka dapat menjadi Pribadi yang jujur indaka dan yang cerdas amaliah.
Karena itu ya Allah terangilah hati mereka, murnikan niatnya, teguhkan pendiriannya, tumbuh dan kembangkanlah kreatifitasnya Sehingga setiap gerak langkah mereka mencerminkan akhlaqul mahmudah.
YA Allah ya Ahadu ya Shomad. Jadikanlah pagi ini sebagai nuqtoh awal pengabdian kami dalam mengabdikan jiwa raga kami di kota Pala ini, dan jadikanlah diantara kami agar saling bahu membahu serta hormat menghormati untuk dapat mewujudkan sifat kasih sayamu-MU dan menjadi pemersatu di tanah baham tercinta ini.
Ya Allah ya ghoffar, engkau adalah dzat pemberi ampun, hanya kepada-Mu ya Allah kami bermohon dan bermunajad, maka Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa Guru-guru kami, pemimpin dan pahlawan kami serta dosa para pendahulu kami.
Robighfirlana, warhamna, wajburna, warfa'na, warzuqna, wahdina wa'afina, wa'fu Anna. YA Allahu ya sami'u ya bashir, kabulkanlah permohonan kami.
Robbana Aatina.....
Do'a hari Guru Nasional
Do'a HGN
Ya Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Tiada kata yang patut kami haturkan melainkan sanjungan tertinggi bagi-Mu, karena hanya atas kuasa dan ijin-Mu lah pada hari ini kami bisa berkumpul dalam rangka mengikuti “Upacara Bendera Hari Guru Nasional tahun 2024”, untuk itu ya Allah berkati dan ridhoi acara kami ini.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa Jadikanlah Hari Guru Nasional tahun ini sebagai momentum untuk serentak bergerak demi mewujudkan Guru yang hebat Indonesia Kuat.
Yaa Allah yang Maha Pengampun
Kami sadar begitu banyak dosa dan kesalahan yang telah kami lakukan, jika Engkau tidak sudi mengampuni, kepada siapa kami harus memohon ampun. Oleh karena itu ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, dosa orang tua kami, dosa guru-guru kami, dosa para pemimpin kami, serta dosa para pendahulu kami. Janganlah Engkau hukum kami dan janganlah engkau pikulkan pada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
Allahumma Ya Allah Ya Hadi, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk. Tunjukkanlah yang benar itu tampak benar dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat melaksanakannya, dan tunjukkanlah yang salah tampak salah dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat menjauhinya., sehatkan kami, kuatkan kami, jauhkan kami dari marabahaya yang tidak engkau ridhoi.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar, kabulkanlah doa dan permo
honan kami.
Do'a kesaktian Pancasila
Doa Hari Kesaktian Pancasila
Bismillahirohmannirrohim
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi
Anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati
Anugerahi kami untuk selalu menghargai
Anugerahi kami kemampuan selalu berbakti
Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala, Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan, Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan, Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan
Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami
Mengilhami para pendiri ibu pertiwi
Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri
Ya Allah, Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri
Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri
Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami sendiri
Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam setiap helai nafas kehidupan
Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian
Dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan
Dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan
Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan
Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan
Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan
Wahai Tuhan yang melembutkan hati
Jauhkan kami dari iri dan dengki
Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri
Jauhkan kami dari saling mencaci
Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami
Sungguh, ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong
langit-Mu di akhir zaman nanti
Wahai Cahaya Maha Cahaya
Terangi kami menuju jalan cahaya
Menuju Indonesia Maju nan Sentosa
Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar
Walhamdulillahi robbil ‘alamin.
Infaq Zakat Sedekah hibah dan hadiah
Infak adalah mengeluarkan dan menggunakan atau membelanjakan harta-benda untuk berbagai kebaikan, seperti untuk pergi haji, umrah, menafkahi keluarga, menunaikan zakat, dan lain sebagainya. Oleh karena itu orang yang menghambur-hamburkan atau yang menyia-nyiakan harta bendanya tidak bisa disebut munfiq (orang yang berinfak). Pengertian Infak ini sebagaimana dikemukakan Imam Fakhruddin ar-Razi:
وَاعْلَمْ أَنَّ الْإِنْفَاقَ هُوَ صَرْفُ الْمَالِ إِلَى وُجُوهِ الْمَصَالِحِ ، فَلِذَلِكَ لَا يُقَالُ فِي الْمُضَيِّعِ إِنَّهُ
“Ketahuilah bahwa Infak adalah membelanjakan harta-benda untuk hal-hal yang mengandung kemaslahatan. Oleh karena itu orang yang menyia-nyiakan harta bendanya tidak bisa disebut sebagai munfiq (orang yang berInfak). (Fakhruddin ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, Bairut-Daru Ihya` at-Turats al-‘Arabi, tt, juz, 5, h. 293).
Sedangkan zakat adalah merupakan salah satu rukun Islam dan wajib ditunaikan jika sudah memenuhi ketentuan-ketentuannya. Para ulama mendefiniskan zakat sebagai berikut:
الزكاة هي اسْمٌ لِقَدْرٍ مَخْصُوصٍ مِنْ مَالٍ مَخْصُوصٍ يَجِبُ صَرْفُهُ لِأَصْنَافٍ مَخْصُوصَةٍ
“Zakat adalah sebuah nama untuk menyebutkan kadar harta tertentu yang didistribusikan kepada kelompok tertentu pula dengan berbagai syarat-syaratnya”. (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 1, h. 368).
Zakat itu ada dua macam, yakni zakat fitrah dan zakat mal atau zakat harta. Hikmah disyariatkannya zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa, sementara zakat mal hikmah disyariatkannya adalah untuk membersihkan harta atau semua penghasilan yang didapat dari hasil usaha.
Salanjutnya sedekah (shadaqah), menurut ar-Raghib al-Ishfani adalah harta benda yang dikeluarkan orang dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
الصداقة هي مَا يُخْرِجُهُ الإْنْسَانُ مِنْ مَالِهِ عَلَى وَجْهِ الْقُرْبَةِ كَالزَّكَاةِ ، لَكِنِ الصَّدَقَةُ فِي الأْصْل تُقَال لِلْمُتَطَوَّعِ بِهِ ، وَالزَّكَاةُ لِلْوَاجِبِ
“Sedekah adalah Sesuatu (Materi dan Non Materi) yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai suatu amal ibadah, semisal zakat. Akan tetapi, sedekah pada hakikatnya digunakan sebagai pemberian yang disunnahkan yang diberikan dengan sukarela, sedangkan zakat adalah sedekah yang diwajibkan.”. (Abdurra’uf am-Manawi, at-Tauqif fi Muhimmat at-Ta’arif, Bairut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1410 H, h. 453).
Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan. Bahwa Infak itu lebih umum karena mencakup sedekah dan zakat. Sedangkan sedekah adalah apa yang diberikan oleh seseorang dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tercakup di dalamnya adalah zakat.
Bedanya, zakat itu merupakan sedekah wajib yang diambil dari harta yang tertentu seperti emas, perak (atau harta simpanan), dan binatang ternak. Disamping itu zakat diberikan kepada kalangan tertentu yang jumlahnya delapan golongan (أشناف الثسمانية), dan pada waktu tertentu juga.
Dengan kata lain, sedekah itu ada dua. Yang pertama adalah sedekah wajib yang disebut zakat. Kedua adalah sedekah tathawwu` atau sedekah sunnah. Sedekah tathawwu` tidak harus diberikan ke delapan golongan yang wajib menerima zakat. Namun sedekah lebih digunakan untuk sedekah tathawwu` untuk membedakan dengan istilah zakat.
Hal lain yang juga membedakan sedekah tathawwu` adalah sedekah tathawwu` lebih utama diberikan secara diam-diam, sedangkan zakat lebih utama diberikan secara terbuka, agar bisa menjadi teladan bagi yang lainnya.
نَقَلَ الطَّبَرِيُّ وَغَيْرُهُ الإْجْمَاعَ عَلَى أَنَّ الإْخْفَاءَ فِي صَدَقَةِ التَّطَوُّعِ أَفْضَلُ ، وَالإْعْلاَنَ فِي صَدَقَةِ الْفَرْضِ
“Imam ath-Thabari dan ulama lainnya telah menukil ijma’ bahwa diam-diam dalam memberikan sedekah tathawwu` itu lebih utama, dan memperlihatkan dalam memberikan sedekah wajib (zakat) itu lebih utama”. (Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu`un al-Islamiyah Kuwait, al-Mausuah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Bairut-Dar as-Salasil, cet ke-2, 1404 H, juz, 2, h. 287).
Adapun hibah secara bahasa mirip artinya seperti sedekah dalam arti memberi tanpa imbal balik apa pun. Hanya saja, motif hibah adalah untuk menjalin hubungan baik, memupuk keakraban dan menghormati pihak yang diberi.
Yang lebih spesifik dari istilah hibah adalah hadiah. Menurut istilahnya, hadiah adalah pemberian yang bertujuan untuk menghormati pihak yang diberi saja. Bila selain motif di atas juga ada motif mencari pahala dari Allah, maka hibah atau hadiah dari satu sisi juga bisa disebut sebagai sedekah.
Demikian penjelasan singkat ini semoga bisa bermanfaat. Jadi kesimpulan sekaligus saran kami begini: Belanjakan harta benda Anda untuk hal-hal yang membawa kemaslahatan (Infak), tunaikan kewajiban zakat jika sudah terpenuhi semua ketentuannya, dan jika ada rezeki lebih bersedekahlah dengan cara diam-diam agar terhindar dari riya.
Pendistribusian Zakat
Kemarin siang saya menghadiri rapat teknis pelaksanaan zakat fitrah yang bakal diselenggarakan Masjid Nurul Huda Bermi Gembong Pati.
Banyak di antara yang hadir dalam rapat adalah kiai-kiai alim di desa kami. Ada yang jebolan Sarang, Lirboyo, dan pesantren-pesantren di Kudus. Yang jelas banyak orang alimnya. Hasil rapat insya Allah tak keluar dari hukum fiqh yang ada di kitab-kitab muktabar.
Untuk memperluas manfaat, saya posting beberapa poin hasil kesepakatan bersama. Barangkali bisa diterapkan di daerah anda.
Mayoritas hasil kesepakatan ini sebetulnya sudah dilaksanakan sejak pelaksanaan zakat fitrah tahun-tahun kemarin. Hanya saja ada beberapa poin tambahan.
*Hasil musyawarah bersama terkait teknis penerimaan zakat fitrah di Masjid Nurul Huda Bermi Gembong Pati 1444 H:*
- Panitia penerima zakat statusnya sebagai wakil dari muzakki, bukan amil. Maka, tugas panitia adalah mengawal amanah zakat ini hingga sampai kepada para mustahiq.
- Panitia sepakat untuk mencukupkan yang bakal diberi zakat hanya dua golongan. Yaitu golongan faqir dan golongan miskin, dengan kriteria seperti yang ada di kitab-kitab fiqh.
- Untuk mempermudah pendistribusian zakat fitrah, panitia memetakan wilayah warga Masjid ke dalam beberapa daerah. Tiap daerah ada kelompoknya sendiri. Tiap kelompok mempunyai koordinator masing-masing.
- Tiap koordinator dikasih buku berisi daftar mustahiq zakat pada tahun kemarin yang ada di daerah kawasannya. Tugas koordinator adalah menyeleksi kembali nama-nama tersebut. Jika tahun ini masih berstatus faqir atau miskin, maka akan diberi zakat. Jika keadaan ekonominya sudah membaik, maka tidak lagi diberi zakat. Selain itu, tiap koordinator juga harus melihat keadaan masyarakat sekitar. Jika ada warga faqir atau miskin baru, maka akan ditambahkan ke dalam daftar mustahiq.
- Zakat fitrah berupa beras, dipersilahkan dengan berat 2,5 kg - 2,75 kg.
- Karena biaya operasional penyaluran zakat tidak boleh diambilkan dari zakat tersebut, maka panitia mewajibkan biaya operasional perkeluarga muzakki sebesar Rp. 5.000,- . Lima ribu itu perkeluarga, bukan perorangan.
- Pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah akan dilaksakan pada hari Kamis, 29 Ramadlan 1444 H. Jadwal ini akan diumumkan sebelum sholat Jumat mendatang, saat masyarakat berkumpul di Masjid. Dalam pengumuman itu juga akan diinformasikan: "Daftar mustahiq penerima zakat adalah hasil ijtihad dari panitia. Jika nanti ada yang dikasih zakat padahal dirinya merasa sudah berkecukupan, maka mohon zakatnya dikembalikan kepada panitia atau diserahkan langsung kepada tetangganya yang memang benar-benar mustahiq/sudah diberi zakat oleh panitia. Hal ini agar penyerahan zakatnya tepat sasaran."
- Untuk menghindari zakat muzakki kembali kepada diri sendiri, maka panitia membagi warga Masjid menjadi dua wilayah. Wilayah utara dan selatan. Zakat dari warga wilayah utara akan didistribusikan kepada para mustahiq wilayah selatan. Begitupun sebaliknya, zakat warga wilayah selatan akan diberikan kepada mustahiq wilayah utara. Pembagian wilayah ini tetap dengan mempertimbangkan keseimbangan hasil perolehan zakat, agar semua mustahiq mendapatkan bagian yang sama.
- Tiga jam sebelum penerimaan zakat fitrah dibuka, akan digelar majlis tashih yang dihadiri kiai-kiai alim di desa kami. Majlis tashih ini untuk mengantisipasi apabila ada koordinator wilayah yang ragu, si fulan dan fulan warga wilayahnya dengan keadaan demikian dan demikian apakah masuk kategori mustahiq atau tidak?. Nanti yang memberi putusan adalah para kiai dengan juga mempertimbangkan musyawarah bersama.
- Panitia memohon dua kiai yang disepuhkan di desa kami untuk standby saat penerimaan zakat. Tugas dari dua kiai ini adalah mewakili panitia saat serah terima beras dari muzakki, juga menuntun niat zakat dan berdoa.
- Untuk meminimalisir terjadinya ikhtilath laki-laki dan perempuan saat penyerahan zakat, panitia membagi tempat zakat menjadi dua. Untuk laki-laki sendiri, untuk perempuan sendiri.
- Setelah penerimaan zakat ditutup, panitia akan mulai mendistribusikan zakat kepada para mustahiq. Nanti ada timnya sendiri. Kami biasa menyebutnya sebagai ojek zakat, karena tugasnya adalah menghantarkan zakat kepada para mustahiq.
- Sebelum menghantarkan zakat kepada mustahiq, panitia akan membriefing tim ojek terlebih dahulu. Panitia akan memberitahu, "Pastikan zakat yang bakal diserahkan kepada mustahiq benar-benar diterima mustahiq. Sebisa mungkin diterima langsung oleh mustahiqnya. Jika kebetulan tidak ada, maka bisa dititipkan kepada saudara/tetangganya dengan menyebutkan 'ini zakat untuk fulan'. Jangan sampai jika rumahnya tidak ada orang, tim ojek langsung menaruh di teras rumah tanpa ada serah terima. Ini semua demi tersalurkannya zakat kepada mustahiq."
Semoga bermanfaat
Adab, Tanggungjawab dan Niat Zakat fitrah
Adab, niat dan tanggungjawab membayar zakat
A. Zakat fitrah wajib niat sebagaimana ibadah lainnya. Jika tidak niat, baik disengaja atau tidak, maka zakat fitrahnya tidak sah.
Referensi :
لا يصح أداء الزكاة إلا بالنية في الجملة وهذا لا خلاف فيه عندنا، وإنما الخلاف في صفة النية وتفريعها.
"Tidak sah menunaikan zakat kecuali disertai niat secara umum. Tidak ada perbedaan dalam masalah ini dalam madzhab kami (Syafi’i). Perbedaan hanya terjadi pada cara niat dan merinci niat". (al-Majmu’, 6/180).
وَلَوْ دَفَعَ ثُمَّ شَكَّ هَلْ وُجِدَتْ مِنْهُ نِيَّةٌ عِنْدَ الدَّفْعِ، أَوْ قَبْلَهُ، أَوْ لَمْ يُوجَدْ فَالْقِيَاسُ أَنَّهُ يَضُرُّ.
"Jika memberikan (harta untuk zakat), kemudian ragu-ragu apakah di dalamnya bersamaan dengan niat ketika memberikan, atau niat sebelumnya, atau tidak ada niat sama sekali, maka zakatnya tidak sah". (Syarhu al-Bahjati al-Wardiah, [Matba’ah Maimaniah: tanpa tahun], juz VI, halaman 415).
Berikut adalah perincian niat Zakat fitrah
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri;
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Istri:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta'ala.”
Bagi Penerima zakat fitrah disunnahkan Berdo'a:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Artinya, “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”
B. Zakat fitrah istri wajib dikeluarkan oleh suaminya. Zakat fitrah anak yang belum baligh wajib dikeluarkan oleh ayahnya.
Referensi :
ويزكي الشخص عن نفسه وعمن تلزم نفقته من المسلمين.
"Dan seseorang wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan juga untuk orang yang ia tanggung nafkahnya, yakni orang-orang yang ia tanggung nafkahnya dan beragama islam". (Fath al-Qarib al-Mujib, [al-Maktabah al-Syamilah], halaman 131).
قال الجمهور تجب الزكاة على الزوج لزوجته إلحاقا بالنفقة.
"Mayoritas ulama mengatakan, seorang suami wajib menanggung zakat fitrah istrinya, sama hukumnya seperti hukum nafkah". (Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz 2, halaman 250).
يجب على من توفرت لديه هذه الشرائط الثلاثة، أن يخرج زكاة الفطر عن نفسه، وعمن تلزمه نفقتهم، كأصوله وفروعه، وزوجته.
"Mereka yang memenuhi tiga syarat ini (Islam, Menjumpai dua waktu Ramadhan dan Syawal, Memiliki kelebihan bahan makanan pada malam lebaran) wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang wajib ia nafkahi, seperti jalur keturunan ke atas maupun ke bawah, dan istrinya". (al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Mażhabi al-Imāmi asy-Syāfi’ī, [Damaskus: Dār al-Qalam, 1996], juz 1, halaman 229).
C. Zakat fitrah untuk anak yang sudah besar (baligh) harus atas seijin si anak. Jika sang ayah membayarkan zakat fitrah untuknya tanpa sepengetahuan dan seijinnya, maka zakat fitrahnya tidak sah.
Referensi :
فلا يجب أن يخرجها عن ولده البالغ القادر على الاكتساب، ولا عن قريبه الذي لا يكلف بالإنفاق عليه، بل لا يصح أن يخرجها عنه إلا بأذنه.
"Maka tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah bagi anaknya yang telah baligh yang mampu bekerja, juga kerabatnya yang ia tanggung nafkahnya. Akan tetapi, tidak sah jika mengeluarkan zakat fitrah baginya tanpa izin darinya". (al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Mażhabi al-Imāmi asy-Syāfi’ī, juz 1, [Damaskus: Dār al-Qalam, 1996], halaman 229).
D. Untuk zakat fitrah istri, yang wajib niat adalah suaminya. Untuk zakat fitrah anak yang belum baligh, yang wajib niat adalah ayahnya.
Referensi :
أما النية فتكون من المؤدي عن نفسه أو عمن تلزمه فطرته من زوجة وخادمها ورقيق وأصول وفروع إذا وجبت نفقتهم ونحو ذلك.
"Adapun untuk niat zakat fitrah (zakat fitrah mandiri) harus dilakukan sendiri oleh orang yang berkewajiban menunaikannya (mu'addi). Atau niat dilakukan oleh orang yang berkewajiban menanggung zakat fitrahnya, seperti zakat fitrah untuk istri, pembantu, budak, jalur keturunan ke atas, jalur keturunan ke bawah, ketika nafkah mereka semua ditanggung". (Nihayah al-Zain, 1/175).
Misteri dalam Islam
SEMBILAN MISTERI DALAM ISLAM
Oleh: Ahmad Ishomuddin
Dirahasiakannya atau disamarkannya berbagai perkara dalam urusan agama karena ada hikmah atau tujuan baik yang bermanfaat bagi manusia beriman di balik perkara-perkara itu. Berikut di bawah ini hikmah di balik berbagai misteri itu.
1) ليلة القدر (Lailat al-qadr)
Lailat al-qadr yang terjadi pada malam-malam Ramadlan dirahasiakan agar orang-orang yang beribadah puasa menghidupkan keseluruhan malam itu dengan ibadah dan amal baik. Al-Qur'an tidak menjelaskan dengan pasti kapan tepatnya Lailat al-Qadr itu terjadi, demikian pula Rasulullah shalla Allahu 'alaihi wa sallama pun tidak memberikan batasan terjadinya dengan batasan yang tegas.
2) ساعة الإجابة (saat dikabulkannya doa)
Saat doa dikabulkan pada hari Jumat dirahasiakan, agar orang mau berdoa pada keseluruhannya.
3) الصلاة الوسطى (al-shalat al-wustha)
Al-shalat al-wustha dirahasiakan dalam shalat-shalat agar orang menjaga semua shalatnya itu.
4) الإسم الأعظم (nama yang Maha Agung)
Al-ism al-a'dzam dirahasiakan pada nama-nama Allah agar manusia mengingat, menyebut, dan memanggil Tuhan mereka dengan semua nama-Nya.
5) رضاء في طاعته (keridlaan Allah)
Keridlaan Allah tetap menjadi rahasia bagi manusia dalam ketaatan pada-Nya agar orang yang taat semakin bersemangat melaksanakan segala bentuk ketaatan.
6) غضبه (murka Allah)
Kemarahan Allah disembunyikan dalam setiap perbuatan durhaka makhluk kepada-Nya, agar para pendurhaka itu bertaubat, segera menyesali, berjanji tidak lagi mengulangi, dan menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.
7) الولي (kekasih Allah)
Para kekasih Allah yang sejati di antara orang-orang yang beriman dirahasiakan, sulit diketahui dengan pasti, agar kita semua memupuk sikap berbaik sangka (husnu al-dzann) kepada setiap orang yang beriman.
8) مجيء الساعة (waktu terjadinya hari kiamat)
Kapan kepastian hari kiamat tiba tetap menjadi rahasia, tidak seorang pun--termasuk ustadz asli maupun palsu/ustadz "akhir zaman"--yang tahu kapan pastinya, agar manusia senantiasa berbuat baik dan taat karena merasa kuatir kiamat akan segera tiba.
9) أجل الإنسان (ajal manusia)
Saat pasti datangnya kematian atau ajal manusia dirahasiakan oleh Allah agar setiap manusia selalu mempersiapkan diri menyambutnya dengan memperkokoh iman dan amal baik sebanyak-banyaknya.
Demikianlah, kiranya banyak perkara dalam agama Islam yang masih misterius, selalu menjadi rahasia sepanjang masa, agar setiap orang beragama tidak menyombongkan diri, tidak merasa paling tahu, tidak merasa paling beriman, dan tidak pula merasa paling banyak amalnya.
Ayat Penyembuh dalam Al-Qur'an
Imam Abu Qosim Qushairi ra menemukan enam ayat Syifa’ di dalam al-Qur’an. Berikut enam ayat syifa’ tsb:
وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman [At-Taubah 9: 14]
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit2 (yg berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang2 yg beriman. [Yunus 10: 57]
يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yg bermacam2 warnanya di dalamnya terdapat obat yg menyembuhkan bagi manusia. [An-Nahl 16: 69]
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yg menjadi penawar dan rahmat bagi orang2 yg beriman. [Bani Israil (Al-Israa) 17: 82]
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Dan apabila aku sakit, Dialah Yg menyembuhkan aku [Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ 26:80]
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang2 yg beriman. [Fushshilat 41:44]
Maka Imam al-Qusyairiy berkata:
“Kemudian aku menuliskan ayat2 tsb di atas satu lembar kertas lalu aku membasuh kertas itu di atas mangkuk dgn air dan air itu aku berikan minum kepada putraku. Dengan izin Allah Taala ujug2 datang kesembuhan bagi putraku. Sehingga ia sadar dan kembali sehat afiat seakan2 baru terlepas dari ikatan yang mengikatnya.”
Santri Patuh
Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub..
Tak sadar Kyainya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Kyai..
"Tidak tahu". Jawab si Santri..
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang Kyai.
Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Kyai. .
"Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai.
"50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap..
"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Kyai lagi..
"Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias..
"Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang kyai..
"800.000 Rupiah Kyai". Jawab si santri dengan gembira, ia mengira sang Kyai akan melepas ikan itu..
"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Kyai lagi..
"Baik Kyai". Jawab si Santri. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.
"Berapa ia menawar ikannya?"
"50 juta Rupiah Kyai"
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbed-beda..
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..".
"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu.. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu..".
كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِي نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا
Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا
Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا
Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.
لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain.
يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك
Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang takkan pernah tergapai.
وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ
Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah .










