Bismillahirrahmanirrahiim...
Sahabat
saudaraku fillah..Yang di Rahmati oleh Allah SWT.
Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Akhlaq berasal dari bahasa arab,
yang mengandung arti : Budi pekerti, tabiat, tingkah laku, perangai.
Dalam AlQur’an kata Akhlaq terambil dari bentuk Khuluq (Akhlaq),
sejalan dengan ini, Firman Allah SWT dalam Al Qur’an
menyebut kata Khuluq bentuk tunggal dari kata Akhlaq yaitu :
Allah SWT Berfirman :
“
Wa Innaka La’ala Khulqin azhim” “Dan Sesungguhnya engkau (Muhammad)
benar-benar berada diatas (Akhlaq) Budi Pekerti yang Agung”. (QS. Al
Qalam : 4 ).
Imam Abu Hamid Al Ghazali Mendifinisikan Akhlaq
adalah ”Suatu sifat yang melekat dalam jiwa seseorang,yang menjadikan ia
mudah bertindak,tanpa banyak pertimbangan lagi atau dengan kata lain
Akhlaq adalah, dorongan jiwa yang menyebabkan manusia untuk berbuat baik
dan buruk.
Sementara menurut Abdul Karim Zaidan “Akhlaq adalah
merupakan nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa,yang
dengan sorotan dan timbangannya, seseorang dapat menilai perbuatannya
baik atau buruk,untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya.
Akhlaq
adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, akan muncul secara
spontan ketika diperlukan,tanpa pemikiran atau pertimbangan dan tidak
memerlukan dorongan dari luar.
Dengan demikian akhlaq terbagi
menjadi dua bagian yakni: dorongan yang baik disebut Akhlaq yang baik
(Akhlaqul Mahmudah), dan dorongan jiwa yang yang buruk disebut Akhlaq
buruk ‘(Akhlaqul Madzmumah). Sering kita mendengar kata akhlaq
beriringan dengan kata Karimah akhlaqul karimah bermakna :
mulia, baik.
Dalam hadits kata Akhlaq juga selalu hadir bersamaan
dengan kata-kata: Khayr, hasan, ahsan, mahasin, dan makarim, tidak lain
mengandung arti “Baik’terpuji, luhur dan Agung.
Sehingga dapat
dikatakan, apabila perbuatan atau pola tingkah laku perbuatan yang
dilakukan itu dengan baik,mulia,terpuji menurut syariat dan akal, maka
perbuatan itu dinamakan akhlaq mulia atau Akhlaqul Karimah.Pada dasarnya
akhlaq yang mulia, tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam,namun
demikian juga untuk seluruh umat manusia.
Allah SWT Berfirman :
“Dan KAMI tidak Mengutus Engkau (Muhammad) Melainkan untuk Menjadi Rahmat bagi seluruh Alam”. (QS. Al Anbiya’ : 107).
Ayat
yang terkandung dalam kitab suci Al Qur’an diatas, menjelaskan bahwa
Rasulullah SAW sebagai Rahmatan lil
alamin,diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi
seluruh umat manusia, menyelamatkan manusia dari kesesatan.
Dan
menuntun mereka dengan akhlaq mulia, menuju kejalan Hidayah,agar
mendapatkan Rahmat Allah SWT sehingga selamat menempuh
perjalanan hidupnya, di dunia ini terlebih di akhirat kelak.
Rasulullah SAW adalah sosok sempurna, berakhlaq mulia,
terpercaya dalam segala-galanya,tutur kata yang santun, lemah
lembut, jujur terpercaya sepanjang hidupnya, adil bijaksana, sabar,
penyayang, hidup sederhana, sehingga kehadiran Rasulullah SAW sebagai penyempurna akhlaq manusia.
Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya Aku (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan Akhlaq yang Mulia”.(HR. Bukhari, Baihaqi dan Hakim).
Akhlaqul
karimah sangatlah tinggi kedudukannya dalam islam,karena akhlaq islami
bersumber dari Al Quran dan Al Hadits, dan sifatnya tetap tidak
berubah-ubah, berlaku sepanjang masa dan selama-lamanya.
Akhlaq
Islam itu sendiri berisikan petunjuk, pedoman dan tuntunan atas dasar
akhlaq mulia, sehingga mampu mengatasi, segala persoalan hidup di dunia
maupun kehidupan kekal abadi di akhirat,dan akhlaq sendiri merupakan
penentu kualiatas kesempurnaan Iman bagi hamba Allah SWT dan di hari kiamat kelak, akhlaq yang baik,merupakan timbangan
amal yang lebih berat.
Rasulullah SAW Bersabda:
"Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah SAW Bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna Imannya, ialah siapa
diantara mereka yang paling baik Akhlaqnya (budi pekerti)”.(HR. Abu
Dawud dan At Tirmidzi)
"Dari Abu Al Darda Radhiyallahu Anhu Bahwa
Rasulullah SAW Bersabda “Tiada sesuatu pun
yang lebih berat pada Timbangan seseorang hamba di hari kiamat, selain
Akhlaq yang baik” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Sejatinya
setiap muslim adalah selalu berakhlaq baik, sehingga ia memperoleh
kebaikan, hatinya akan tenang tentram,dan selalu berlapang dada, demikian
juga dengan lingkungan sekitarnya, dengan berakhlaq baik akan
menghadirkan suasana hidup tentram bermasyarat.
Allah SWT memberikan ganjaran kepada orang yang senantiasa berakhlaq
baik,yakni meraih kebahagiaan dan kenikmatan-kenikmatan surga yang telah
Allah Subhanahu wa Ta’ala, janjikan kepada hamba-hamba-Nya.
Allah SWT Berfirman :
“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang yang
ridha dan diridhai-Nya.Masuklah kedalam hamba-hamba-KU,Dan masuklah ke
dalam Surga-KU”.(QS. Al Fajr 27-30).










