Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Istiqamah Dengan Akhlaqul Kharimah

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat saudaraku fillah..Yang di Rahmati oleh Allah SWT. Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Akhlaq berasal dari bahasa arab, yang mengandung arti : Budi pekerti, tabiat, tingkah laku, perangai.

Dalam AlQur’an kata Akhlaq terambil dari bentuk Khuluq (Akhlaq), sejalan dengan ini, Firman Allah SWT dalam Al Qur’an menyebut kata Khuluq bentuk tunggal dari kata Akhlaq yaitu :

Allah SWT Berfirman :

“ Wa Innaka La’ala Khulqin azhim” “Dan Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada diatas (Akhlaq) Budi Pekerti yang Agung”. (QS. Al Qalam : 4 ).

Imam Abu Hamid Al Ghazali Mendifinisikan Akhlaq adalah ”Suatu sifat yang melekat dalam jiwa seseorang,yang menjadikan ia mudah bertindak,tanpa banyak pertimbangan lagi atau dengan kata lain Akhlaq adalah, dorongan jiwa yang menyebabkan manusia untuk berbuat baik dan buruk.

Sementara menurut Abdul Karim Zaidan “Akhlaq adalah merupakan nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa,yang dengan sorotan dan timbangannya, seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk,untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya.

Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, akan muncul secara spontan ketika diperlukan,tanpa pemikiran atau pertimbangan dan tidak memerlukan dorongan dari luar.

Dengan demikian akhlaq terbagi menjadi dua bagian yakni: dorongan yang baik disebut Akhlaq yang baik (Akhlaqul Mahmudah), dan dorongan jiwa yang yang buruk disebut Akhlaq buruk ‘(Akhlaqul Madzmumah). Sering kita mendengar kata akhlaq beriringan dengan kata Karimah akhlaqul karimah bermakna : mulia, baik.

Dalam hadits kata Akhlaq juga selalu hadir bersamaan dengan kata-kata: Khayr, hasan, ahsan, mahasin, dan makarim, tidak lain mengandung arti “Baik’terpuji, luhur dan Agung.

Sehingga dapat dikatakan, apabila perbuatan atau pola tingkah laku perbuatan yang dilakukan itu dengan baik,mulia,terpuji menurut syariat dan akal, maka perbuatan itu dinamakan akhlaq mulia atau Akhlaqul Karimah.Pada dasarnya akhlaq yang mulia, tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam,namun demikian juga untuk seluruh umat manusia.

Allah SWT Berfirman :

“Dan KAMI tidak Mengutus Engkau (Muhammad) Melainkan untuk Menjadi Rahmat bagi seluruh Alam”. (QS. Al Anbiya’ : 107).

Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al Qur’an diatas, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sebagai Rahmatan lil alamin,diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, menyelamatkan manusia dari kesesatan.

Dan menuntun mereka dengan akhlaq mulia, menuju kejalan Hidayah,agar mendapatkan Rahmat Allah SWT sehingga selamat menempuh perjalanan hidupnya, di dunia ini terlebih di akhirat kelak.

Rasulullah SAW adalah sosok sempurna, berakhlaq mulia, terpercaya dalam segala-galanya,tutur kata yang santun, lemah lembut, jujur terpercaya sepanjang hidupnya, adil bijaksana, sabar, penyayang, hidup sederhana, sehingga kehadiran Rasulullah SAW sebagai penyempurna akhlaq manusia.

Rasulullah SAW  Bersabda:

"Sesungguhnya Aku (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan Akhlaq yang Mulia”.(HR. Bukhari, Baihaqi dan Hakim).

Akhlaqul karimah sangatlah tinggi kedudukannya dalam islam,karena akhlaq islami bersumber dari Al Quran dan Al Hadits, dan sifatnya tetap tidak berubah-ubah, berlaku sepanjang masa dan selama-lamanya.

Akhlaq Islam itu sendiri berisikan petunjuk, pedoman dan tuntunan atas dasar akhlaq mulia, sehingga mampu mengatasi, segala persoalan hidup di dunia maupun kehidupan kekal abadi di akhirat,dan akhlaq sendiri merupakan penentu kualiatas kesempurnaan Iman bagi hamba Allah SWT dan di hari kiamat kelak, akhlaq yang baik,merupakan timbangan amal yang lebih berat.

Rasulullah SAW Bersabda:

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah SAW Bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna Imannya, ialah siapa diantara mereka yang paling baik Akhlaqnya (budi pekerti)”.(HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

"Dari Abu Al Darda Radhiyallahu Anhu Bahwa Rasulullah SAW Bersabda “Tiada sesuatu pun yang lebih berat pada Timbangan seseorang hamba di hari kiamat, selain Akhlaq yang baik” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Sejatinya setiap muslim adalah selalu berakhlaq baik, sehingga ia memperoleh kebaikan, hatinya akan tenang tentram,dan selalu berlapang dada, demikian juga dengan lingkungan sekitarnya, dengan berakhlaq baik akan menghadirkan suasana hidup tentram bermasyarat.

Allah SWT memberikan ganjaran kepada orang yang senantiasa berakhlaq baik,yakni meraih kebahagiaan dan kenikmatan-kenikmatan surga yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala, janjikan kepada hamba-hamba-Nya.

Allah SWT Berfirman :

“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang yang ridha dan diridhai-Nya.Masuklah kedalam hamba-hamba-KU,Dan masuklah ke dalam Surga-KU”.(QS. Al Fajr 27-30).

0 comments: