Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Sambut Romadhon dengan Bahagia

Bulan Romadhon adalah pemberi syafaat bagi orang-orang yang berpuasa شَهْرُ رَمَضَانَ شَفِيعٌ لِلصَّائِمِينَ tetapi kita sering terjebak dalam uforia Romadhon yang bersifat lahiriah (seperti mempersiapan menu takjil, padahal Romadhon bukan bulan vestival sambosa dan kuliner) lalu kemudian kita abai terhadap persiapan batiniah.

Allah SWT yberfirman: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ "Jika penduduk tnegeri-negeri beriman (hati) dan bertakwa, pastilah Kami (melalui makhluknya) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi" (Al-A’raaf:96).

Gimana, apakah kita sudah siap menyambut Romadhon dengan Bahagia?

Dalam kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi, disenyebutkan bahwa: مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ seiring dengan semangat itu, dalam Al-Qur'an Alloh SWT berfirman: قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ bahwa Dengan karunia Allah dan kasih sayang-Nya, hendaknya kita bergembira-beebahagia, sebab ekspresi bahagia itu lebih baik dan utama daripada kita cemberut-sedih (rawan kufur terhadap karunia-Nya).

Lalu apa saja yang musti kita siapkan ustadz agar bisa terus bahagia tetkala lapar?

Untuk mempersiapkan diri menjalani hari-hari bahagia, indah, penuh ampunan dan keberkahan sehingga menjadi golongan manusia yang bertakwa, لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Nabi idris As., sesungguhnya telah memberikan wasiat, dan layak untuk kemudian kita jadikan sebagai hujjah: وَإِذَا دَخَلْتُمْ فِي الصِّيَامِ فَطَهِّرُوا نُفُوسَكُمْ مِنْ كُلِّ دِنْسٍ وَنَجَسٍ Dan apabila kalian memasuki bulan puasa, maka sucikanlah jiwa kalian dari segala macam kotoran dan najis وَصُومُوا لِلَّهِ بِقُلُوبٍ خَالِصَةٍ صَافِيَةٍ dan Berpuasalah untuk Allah dengan hati yang ikhlas, suci. ,ومُتَنَزِّهَةٍ عَنْ الْأَفْكَارِ السَّيِّئَةِ وَالْهَوَاجِسِ الْمُنْكَرَةِ dan jauhkan diri dari pikiran-pikiran buruk dan bisikan-bisikan jahat فَإِنَّ اللَّهَ يَسْتَنْجِسُ الْقُلُوبَ الْمُلَطَّخَةَ وَالنِّيَاتِ الْمَدْخُولَةَ maka Sesungguhnya Allah membersihkan hati yang kotor dan niat yang rusak.

Karenanya di bulan yang tinggal beberapa saat ini Romadhon nanti perbanyaklah bacaan Al-Quran, karena betapapun kotornya hewan ternak, kata Alloh; وَاِنَّ لَكُمْ فِى الْاَنْعَامِ لَعِبْرَةًۚ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهٖ مِنْۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَّدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَاۤىِٕغًا لِّلشّٰرِبِيْنَ Sesungguhnya pada hewan ternak itu ada (kotoran, darah) dalam perutnya, tetapi sadarkah kita bahwa atas kuasa Allah yang maha Rohman, susu murni yang semua kita meminumnya itu berasal dari sapi. (Maka beribadalah sesuai kemampuan).

Kadang mengapa kita sering merasa (Galau?) Ketika (awal, pertengan dan akhir) Romadhon?

Masalah utamanya adalah "gagap spiritual"; banyak dari kita yang ketika memasuki Romadhon tanpa pemanasan, sehingga ibadah di awal bulan terasa berat, dan pudar di pertengahan. Padahal ulama' (Abu Bakar Al-Balki Ra.,) mengatakan bahwa Romadhon bukanlah garis start, melainkan garis finish: رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ، وَرَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ

Dari masa ke masa Sesungguhnya Romadhon tidak pernah berubah, yang berubah adalah selera (hati) kita. Kerna itu mari kita perjuangkan Romadhon kali ini sebagai kesempatan untuk melakukan serangkaian kegiatan yang positif dan produktif penuh kebahagiaan (hati) dalam melaksanakan tugas mulia dari Alloh SWT.: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Rosululloh SAW bersabda; مَنْ صام رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Kata احْتِسَابًا memiliki arti menjalankan puasa dengan niat tulus untuk mendapatkan pahala dari Allah, bukan karena tekanan sosial, riya', atau sekadar mengikuti tradisi.

Dalam pandangan para ulama' احْتِسَابًا bermakna melakukan ibadah dengan penuh keikhlasan dan keinginan untuk memperoleh ridha Allah, bukan merasa berat atau terbebani.

Imam Al-Munawi menafsirkan احْتِسَابًا adalah: "Melakukan puasa dengan mengharap pahala dari Allah, bukan karena riya', kebiasaan, atau sekadar mengikuti lingkungan"

Sehingga kata إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا yang terdapat dalam Hadits diatas, memberikan pesan, bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari fisik (laparnya), tetapi juga dari niat dan ketulusan dalam menjalaninya. Puasa yang dilakukan karena إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا (iman dan dengan mengharap pahala dari Allah) maka Alloh SWT akan menghapus dosa-dosa terdahulu, sebagaimana yang dijanjikan غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Banyak dari kita mungkin menjalankan puasa karena alasan sosial atau kebiasaan, tetapi tanpa IHTISABAN, puasanya menjadi kurang bermakna. Rasulullah SAW., mengingatkan kita: وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى disinilah letak urgensinya Niat.

Oleh karenanya, seseorang yang berpuasa dengan Ihtisaban akan tetap menjalankan ibadah ini meskipun tidak ada yang melihatnya, meskipun berada dalam kondisi sulit, dan meskipun tidak mendapatkan pujian dari manusia, karena yang kita harap hanyalah pahala dari Allah SWT.

Gimana Cara supaya bahagia?

Para ulama' mengajarkan kepada kita: أسرار السعادة ثلاثة؛ الصبر والشكر والإخلاص Sabar, Syukur dan Ikhlas.

Lalu Agar puasa kita benar-benar إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا sesuai, apa yang kita perlu lakukan ustadz?:

1. Murnikan niat dalam setiap ibadah.

2. Ibadah ini adalah penghambaan,ketaatan.

3. Hindari rasa berat dan mengeluh.

4. Hindari Perilaku Riya’.

5. Lakukan ibadah secara konsisten.

Rasulullah SAW., bersabda: إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا، وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ "Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap wajah-Nya (ridho)"

Romadhon bukan sekadar ritual tahunan, tetapi adalah ajang penyucian jiwa dan pembuktian keimanan.

Dengan kesempatan yang baik ini mari kita tingkatkan kualitas puasa kita, bukan sebatas menahan الْجُوْع وَالْعَطْش (lapar dan haus), tetapi juga menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT., dengan penuh keyakinan dan harapan akan Rohman-Rohim-Nya.

Alloh SWT berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ "yang Tujuan utamanya adalah menjadikan kita sebagai manusia agar terus bertakwa"

Sebagai penutup, saya mohon maaf bila ada khilaf, Marilah kita berdo'a: اللّهُمَّ سَلِّمْنا إِلىَ رَمَضَانَ وَسَلِّمْنا رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنا مُتقَبَّلاً "Ya Alloh, sampaikanlah kami kepada bulan Romadhon, dan sampaikanlah Romadhon kepada kami, dan terimalah (amal-amal) kami di bulan Romadhon"

Demikian semoga manfaat.

Lirik Sholawat Romadhon Tajalla

Lirik Sholawat Romadhon Tajalla

Ramadhan telah tampak dan tersenyum, beruntunglah hamba yang memanfaatkannya

Mencari keridhaan Tuhannya dengan apa yang dijalankannya, beruntunglah jiwa dengan taqwanya

Ramadhan adalah waktu berkah, ramadhan adalah waktu kebaikan

Ramadhan adalah tempat shalawat, menyelamatkan jiwa dengan Tuhannya

Ramadhan adalah penyucian jiwa, ramadhan adalah waktu kegembiraan

Ramadhan adalah cahaya perbaikan, bagi dunia manusia dan akhiratnya

Ramadhan menghapuskan dosa-dosa, dari kesalahan manusia dan yang bercampur

Semoga dari pengampunan Allah ada pemberian, bagi hati umat yang dijaganya.

Al-Qur'an dan Sholat GPS Kehidupan

Segala puji bagi Alloh SWT, yang sampai dengan saat ini memberikan kita kompas iman di tengah hiruk-pikuk kepentingan dunia yang tak berkesudahan. Sholawat dan salam semoga terus dapat kita lantunkan untuk Rosululloh Muhammad SAW., sebagai bentuk mahabbah kita.

Kadang dalam kehidupan ini, ibarat kita dan ambulance, hanya memanggil disaat darurat saja. Begitu juga kita, ketika dalam keadaan ada masalah saja kemudian secara terus menerus merengek-rengek meminta kepada Alloh, tetapi setelah masalah itu rampung, kebanyakan dari kita kemudian lupa... dan akan terulang seperti begitu lagi.. Tidak seintensif sewaktu ada banyak masalah.

Yang lebih parah lagi ada masalah tapi malah menjauh dari Alloh SWT. (pergi ke tempat-tempat yg tidak semestinya mendapat keterangan dan pertolongan) Karena itu Al-Qur'an mengingatkan kita: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

Saat ini kita hidup di era distraksi (berbagai bentuk gangguan). Banyak orang tersesat meskipun memiliki segalanya, karena mereka kehilangan "Sinyal" spiritual.

Pandangan saya sederhana: Manusia membutuhkan sistem navigasi yang akurat. Jika dunia memiliki GPS untuk menunjukkan jalan fisik, maka Alloh SWT memberikan Sholat dan Al-Qur'an sebagai GPS (Global Positioning System) bagi ruhani dan kehidupan kita, agar lebih terarah dan tidak jumud kemudian gampang terperosok, tersesat ke dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sia-sia dan merugikan.

Pertama; Al-Qur'an: Peta Jalan (Hudan) yang Presisi. Al-Qur'an bukan sekadar tumpukan kertas bacaan atau hiasan rak lemari, melainkan merupakan petunjuk jalan yang lurus هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ “petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu sekaligus pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” karena itu, Tanpa Al-Qur'an, manusia akan buta arah dalam membedakan yang haq dan yang bathil.

Alloh SWT berfirman: نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya" (QS. Ali Imran/3:3).

Dalam QS. Al-Isra': 9 Alloh berfirman: اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ "Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar"

Nabi SAW bersabda: تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ " “Aku tinggalkan dua perkara kepada kalian. Kalian tidak akan tersesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, (yaitu) Al-Quran dan sunnah ku (hadist)”

Dalam hadist Qudsi disebutkan: يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ شَغَلَهُ ذِكْرِي عَنْ مَسأَلَتِي، أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ. Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: Barang siapa yang sibuk mengingatiku (berzikir) sehingga menyebabkan dia lupa untuk (berdo'a) meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikannya sesuatu yang lebih baik daripada apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta kepada-Ku.

Karena itu: Jadikan Al-Qur'an sebagai referensi pertama dalam setiap keadaan dan masalah, cek "peta" sebelum melangkah.

Ke-dua; Sholat: Koneksi Sinyal yang Menjaga Keselamatan kita. Jika Al-Qur'an adalah Peta-nya, maka Sholat adalah proses sinkronisasi diri dengan Sang Pencipta.

Sholat berfungsi sebagai pengendali perilaku agar tetap berada di jalur yang benar. Alloh SWT., dalam QS. Al-Ankabut berfirman: اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ "Muhammad, Bacalah Al-Qur’an lalu kerjakanlah Sholat. Karena Sholat itu mencegah perbuatan buruk, keji dan mungkar, sholat itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah yang lain."

Rasulullah SAW., menyebutkan saking pentingnya sholat Beliau bersabda: وَالصَّلَاةُ نُورٌ (صحيح مسلم) "Salat adalah cahaya" maka Barang siapa yang memeliharanya, akan mendapatkan cahaya, (bukti nyata, keselamatan).

Terkait Hadits ini Syekh Nawawi menyebutkan dalam kitabnya: وَالصَّلَاةُ نُورٌ فَمَعْنَاهُ أَنَّهَا تَمْنَعُ مِنَ الْمَعَاصِي وَتَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَتَهْدِي إِلَى الصَّوَابِ كَمَا أَنَّ النُّورَ يُسْتَضَاءُ بِهِ (شرح النووي على مسلم) "Shalat adalah cahaya. Maknanya, shalat bisa mencegah kemaksiatan, mencegah kekejian, mencegah kemungkaran dan memberi petunjuk pada kebenaran sebagaimana cahaya digunakan untuk menerangi” (Syarhu An-Nawawi ‘Ala Muslim, juz 3 hlm 101).

Fungsi cahaya:

Membedakan antara manfaat dan bahaya: Tanpa cahaya, kita tidak tahu apakah benda dihadapan kita berbahaya atau tidak.

Penerang jalan dan tempat: Kalau kita menuju tujuan, tapi jalannya gelap, tentu kita tidak akan sampai. Berada di tempat yang gelap adalah keadaan yang menakutkan.

Dan Kelak pada hari kiamat, orang yang menyia-nyiakan sholat akan dikumpulkan bersama Qarun, Haman, Fir’aun. (Qarun adalah orang yang sangat kaya. Termasuk keluarga Nabi Musa. Haman: salah seorang pejabat penting dalam kerajaan Fir’aun. Fir’aun tidak ada orang yang mau disebut sebagai Fir’aun "icon kezalliman, kediktatoran").

Maka Perbaikilah Sholat kita supaya hidup menjadi lebih tenang dan berkelas, وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya"

Artinya, Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusan, serta menjadikan bagi kita jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).

Para ulama’, Guru-guru kita, Orang tua Kita sesungguhnya telah memberikan navigasi tentang hidup ini bahwa meninggalkan sholat secara sengaja dapat merusak tatanan kehidupan dan agama seseorang.

Mereka mengibaratkan sholat dengan mandi. Jika mandi membersihkan kotoran fisik, maka sholat membersihkan "kotoran" dosa yang menghambat perjalanan hidup kita.

Karena itu! Jadikan Al-Qur'an sebagai referensi pertama dalam setiap keadaan "masalah" (cek "peta" sebelum melangkah). Lalu Perbaiki kualitas sholat kita "sinyal" maka, petunjuk Alloh akan menghujam kuat dalam hati kita.

Bahwa hidup tanpa petunjuk Al-Qur'an dan tanpa koneksi Sholat, ibarat berkendara di tengah hutan gelap tanpa lampu dan peta. Kita akan mudah lelah, tersesat, dan akhirnya celaka. Maka, Jadikan paruh akhir Sya'ban ini sebagai kesempatan baru,

Semoga Alloh SWT senantiasa menjaga iman dan langkah kita, memberikan kesehatan untuk kita, melalui wasilah Sholat dan Al-Qur'an sehingga kita bisa bahagia tak hanya di dunia lebih lebih sampai akhirat kelak.

Do'a sumpah pemuda

 Segala puji bagi Mu Ya Allah Tuhan semesta alam. Engkaulah yang menciptakan manusia bersuku suku dan berbangsa bangsa agar kami saling mengenal dan saling menguatkan. Pada hari yang bersejarah ini, kami berkumpul untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025. Hari yang mengingatkan kami pada tekad mulia para pemuda Indonesia pada tahun 1928 yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan yaitu Indonesia.


Ya Allah, jadikanlah semangat persatuan itu terus hidup dalam hati kami para generasi muda. Jangan biarkan kami terpecah oleh perbedaan suku, agama, bahasa, maupun pandangan. Justru jadikan keberagaman itu sebagai kekuatan yang mempersatukan serta membangkitkan jiwa gotong royong dalam kehidupan sehari hari.


Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui segala isi hati. Bimbinglah kami agar menjadi pemuda yang berakhlak mulia, menjunjung kejujuran, kesopanan, dan rasa hormat terhadap orang tua, guru, serta sesama. Jauhkan kami dari sifat malas, iri hati, kebencian, dan perilaku negatif yang merusak masa depan.


Ya Allah yang Maha Pemberi Petunjuk. Karuniakan kepada kami semangat belajar, semangat bekerja keras, dan keberanian untuk bermimpi besar. Jadikan kami generasi yang tidak hanya pandai dalam ilmu tetapi juga kuat dalam iman dan budi pekerti. Tuntun langkah kami agar menjadi generasi yang membanggakan Indonesia, yang membawa negeri ini maju dan berjaya di mata dunia.


Ya Allah, berikan kesehatan bagi siswa-siswi kami agar dapat terus berkarya. Berikan pula kedamaian kepada negeri ini. Lindungilah para pemimpin kami agar selalu amanah dalam menjalankan tugasnya. Selamatkan bangsa ini dari perpecahan, bencana, ketidakadilan, dan kemiskinan.

Do'a Hardiknas

Kami memohon rahmat, kasih-sayang, dan pertolongan-Mu dalam menunaikan tugas mencerdaskan bangsa dan negara.


Ya Rabb, Tuhan Yang Maha Mendidik, Memelihara alam semesta, kami memohon 

kepada-Mu kekuatan dalam mendidik anak-anak bangsa sehingga menjadi generasi yang beriman, bertakawa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan ruhani, kuat jiwa dan raga, 

cerdas, terampil, dan berdedikasi memajukan bangsa dan negara.


Ya Allah, anugerahilah kami keturunan yang salih, yang membahagiakan, dan jadikanlah 

kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.


Ya Allah, Ya Malik,

Lindungilah kami, keluarga, para pemimpin, bangsa, dan negara kami dari semua mara 

bahaya, musibah, dan kerusakan. Jadikanlah negeri kami Indonesia negeri yang adil, 

makmur, maju, bermartabat, dan berkeadaban dengan ridla dan inayah-Mu.

Ya Allah, Ya Mujibassailin, kabulkanlah doa kami.


Rabbana atina fiddunia hasanah. Wafil akhirati hasanah. Wanita adzaban nar. Walhamdu 

lillahi rabbil alamin.