Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Melestarikan Kebaikan Paskah Ramadhan

Melestarikan Kebaikan Paskah Ramadhan.

Sebelum Ramadhan datang, kita selalu menantinya dengan penuh kerinduan. Setelah ia pergi meninggalkan kita, mustinya kita tetap melakukan kebaikan dan tidak harus lekang oleh waktu kecuali dengan datangnya kematian. Shiyam, Qiyam, Infaq, Sedekah dan berbagai ibadah kebaikan lainya tetap dianjurkan sepanjang hayat. Islam memberikan kesempatan kepada kita untuk meneruskan dan melestarikan ibadah.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an: Maka mari kita tetap saling mengingatkan untuk senantiasa mempertahankan dan meningkatkan semangat ibadah kita pasca-Ramadhan, Bulan Syawal Secara bahasa, “Syawal” (شَوَّالُ) berasal dari kata “Syala” (شَالَ) yang memiliki arti “irtafaá” (اِرْتَفَعَ) yakni meningkatkan. Makna definisi ini tentu menjadi inspirasi bagi kita semua kaum muslimin dan muslimat untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita di bulan Syawal dan bulan-bulan ke depannya dengan melakukan tiga hal yakni: muhasabah (evaluasi diri), mujahadah (bersungguh-sungguh), dan muraqabah (mendekatkan diri kepada Allah). Dengan tiga ikhtiar ini kita berharap tren positif kualitas dan kuantitas ibadah kita di bulan Ramadhan bisa kita pertahankan dan kita tingkatkan di bulan Syawal dan bulan-bulan selanjutnya.

Muhasabah adalah melakukan introspeksi diri terhadap perjalanan ibadah di bulan Ramadhan. Muhasabah ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri tentang: Apa yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan? Apakah kita sudah memiliki niat yang benar dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan? Apa yang menjadikan kita semangat beribadah di bulan Ramadhan? Pernahkan kita melanggar kewajiban-kewajiban di bulan Ramadhan?. Dan tentunya pertanyaan-pertanyaan introspektif lainnya untuk mengevaluasi ibadah kita selama ini. Muhasabah ini sangat penting karena akan menjadi pijakan kita untuk melangkah selanjutnya di bulan Syawal. Allah SWT. mengingatkan kita untuk senantiasa melakukan evaluasi dengan melihat masa lalu kita sebagai modal untuk menghadapi masa depan. sebagaiamana yang dijelaskan dalam Surat Al-Hasyr: 18.

Maka pada kesempatan yang baik ini mari kita berMuhasabah dan mengingat-ingat kembali apa yang telah kita lakukan pada bulan yang penuh keberkahan itu. Apabila kita telah beramal dengan baik selama Ramadhan, marilah kita pertahankan dan tingkatkan setelah Ramadhan. Jika kita termasuk orang-orang yang lalai dalam melakukan kewajiban atau teledor dalam menjauhi larangan selama Ramadhan, marilah kita segerakan diri kita untuk bertaubat dengan taubatan nashuha. Segera kita perbaiki diri kita sebelum maut menjemput. Perintah Taubat dalam QS An-Nur ayat 31:

Setelah muhasabah, selanjutnya yang kita lakukan adalah Mujahadah yakni bersungguh-sungguh dalam berjuang untuk mempertahankan tren positif ibadah bulan Ramadhan. Di bulan Syawal ini, kita harus tancapkan tekad untuk terus melestarikan kebiasaan-kebiasaan positif selama Ramadhan. Perjuangan ini tentu akan banyak menghadapi tantangan, baik dari lingkungan sekitar kita maupun dari diri kita sendiri. Oleh karenanya, kita harus memiliki tekad kuat dan benar agar hambatan dan tantangan yang mengendurkan semangat ibadah kita ini bisa kita kalahkan.

Setelah bermuhasabah dan bermujahadah, selanjutnya kita bisa melakukan muraqabah kepada Allah. Muraqabah adalah upaya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Upaya kita untuk dekat dengan Allah ini akan memunculkan keyakinan di dalam hati bahwa kita selalu dilihat dan diawasi oleh Allah SWT. Dan ketika Allah senantiasa mengawasi kita, maka perasaan akan muncul rasa takut untuk melakukan segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam HadistArtinya: “Hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, sebab meski engkau tidak melihat-Nya, Dia melihatmu...”

Semakin kuat tekad kita untuk bermuroqabah, maka secara otomatis akan menjadikan kita sadar bahwa kita sangat lemah dan miskin amal ibadah sehingga akan muncul kesadaran untuk terus melipatgandakan ibadah dan kebaikan kita sebagai wujud penghambaan kepada Allah. Semoga kita bisa melakukan Muhasabah, Mujahadah, dan Muroqabah ini sehingga hari ini akan lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Dunia adalah waktu untuk beramal dan akhirat adalah waktu untuk mempertanggung jawabkan amal. Penyesalan di akhirat tiada guna dan manfaat. Jangan sampai kita tergolong mereka yang mengatakan di akhirat.

Walimatul Hamli

 Walimatul Hamli:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ


Artinya: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. "Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). "Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." QS. Al-Mu'minun 12-14.

Hadits riwayat Muhammad Ismail al-Bukhari dalam Sahih al-Bukhari (Beirut: Dar al-Fikr, 1422), juz IV, hal. 111, hadits nomor 3208:


قَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ: اكْتُبْ عَمَلَهُ، وَرِزْقَهُ، وَأَجَلَهُ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ،

“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …”


Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa proses kejadian manusia terdiri dari 3 fase sebagai berikut:

• 40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental.

• 40 hari kedua menjadi ‘alaqah atau segumpal darah.

• 40 hari ketiga menjadi mudhghah atau segumpal daging.


Berikut Do'a nya;


Tawasul Fatihah...

Sholawat Nariah...


قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ - ٢٦

تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ - ٢٧


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللهُ وَلَا يُفَوِّتُهُ هَارِبٌ مِنَ اللهِ وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، نُعِيْذُ هٰذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللهِ اللَّطِيْفِ الْحَفِيْظِ الَّذِيْ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ وَبِأَسْمَآئِكَ الْعَظِيْمَةِ وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ وَحُرُوْفِهَا الْمُبَارَكَةِ مِنْ شَرِّ الْإِنْسِ وَالْجَآنِّ وَمِنْ مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْاٰوَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ الْفِتَنِ وَالْبَلَايَا وَالْعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ زَيِّنْهُ بِزِيْنَةِ الْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ وَالصُّوْرَةِ الْجَمِيْلَةِ ذِي الْهَيْبَةِ وَالْهَيْئَةِ الْمَلِيْحَةِ وَالرُّوْحِ عَلَى الْفِطْرَةِ الْجَزِيْلَةِ. اَللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ فِيْ زُمْرَةِ الْعُلَمَآءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ الْقُرْاٰنِ الْعَامِلِيْنَ وَارْزُقْهُ عَمَلاً يُقَرِّبُهُ إِلَى الْجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ يَآ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْهُ وُأُمَّهُ فِيْ طَاعَتِكَ الْمَقْبُوْلَةِ وَذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ الْمُرْضِيَّةِ وَاحْفَظْهُ مِنَ السَّقْطِ وَالنَّقْصِ وَالْعِلَّةِ وَالْكَسَلِ وَالْخِلْقَةِ الْمَذْمُوْمَةِ حَتَّى وَضَعَتْهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسُهُوْلَةٍ وَيُسْرَةٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Sholawat Tarhim

 Sholawat Tarhim:


الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah.

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik.


الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ الله

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ

۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu, Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah, Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi, Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur


وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ

 وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ

يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ

صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ


Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam, Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu, dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu, Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah, Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.


Kurikulum Prototipe

Terdapat tiga karakteristik utama dalam kurikulum prototipe:

  1. Pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills)

Keterampilan non-teknis adalah perkembangan kemampuan dengan EQ dan berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi para siswa. Pada kurikulum prototipe, tidak hanya diajarkan pada keterampilan yang berkaitan dengan bidang yang ditekuni siswa saja, tetapi bisa lintas minat.

Bahwa guru diminta untuk memberikan sejumlah tugas atau proyek kepada para murid yang sifatnya bisa lintas mata pelajaran, bahkan lintas peminatan.

Pada kurikulum prototipe, siswa Sekolah Dasar (SD) paling tidak dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek. Namun demikian, sekolah tetap diberikan keleluasaan untuk pengembangan program kerja tambahan.

  1. Berfokus pada materi esensial

Dengan pembelajaran yang difokuskan pada materi-materi esensial, maka ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi. Dengan begitu, para siswa atau murid tidak tertinggal dalam kemampuan dasar tersebut.

Selain itu, sudah tidak ada lagi jurusan ilmu sosial (IPS), alam (IPA), dan bahasa di jenjang pendidikan SMA. Siswa juga bebas dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan yang diminatinya. Hal ini didasarkan pada kurikulum prototipe yang mengedepankan pengembangan karakter dan kompetensi esensial siswa.

Berbeda dengan kurikulum 2013 yang mengenal istilah KI dan KD, pada kurikulum prototipe terdapat istilah Capaian Pembelajaran (CP). CP merupakan satu kesatuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkelanjutan, sehingga membangun kompetensi yang utuh.

  1. Memberikan fleksibilitas bagi guru

Guru, dalam hal ini, dapat mengajar suatu hal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh si murid. Fleksibilitas bagi guru, dimaksudkan untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Selain itu, perencanaan kurikulum bagi sekolah pun dapat diatur dengan cara yang lebih fleksibel. Dalam kurikulum prototipe, tujuan belajar ditetapkan per fase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.

Nasihat Pernikahan

 Sebagian orang mengatakan bahwa kehidupan suami istri didasari atas rasa cinta.


Jika hal itu memang benar, maka apabila rasa cinta itu hilang karena suatu hal, maka akan runtuhlah bangunan rumah tangga.


Oleh karena itu, Islam mengajarkan bahwa dalam mempergauli istri bukan dengan cinta tetapi dengan kebajikan.


وعاشروهن بالمعروف


"Pergauilah wanita-wanita itu dengan baik".


Al-Quran mengibaratkan dengan kata ma'ruf (baik, patut), tidak mengibaratkan dengan


وعاشروهن بالوداد أو بالمحبة


Dengan menggunakan kata widad atau hubb (cinta).


Karena kata ma'ruf mempunyai makna lebih luas dari pada kata mahabbah.


Kata Ma'ruf yang mempunyai arti baik atau patut digunakan untuk berbuat baik walaupun terhadap orang yang dibenci. Sedangkan kata Widad yang mempunyai arti cinta digunakan untuk berbuat baik terhadap orang yang dicintai atau terhadap orang yang kita merasa tentram bersamanya.


Hal itu dibuktikan dengan firman ALLOH ketika menjelaskan tentang perintah berbuat baik terhadap orang tua, walaupun keduanya masih dalam kekafiran dan memaksa untuk berbuat syirik, dengan menggunakan kata Ma'ruf:


وصاحبهما في الدنيا معروفا


Setelah menjelaskan paksaan keduanya terhadap kemusyrikan.


وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما


Paksaan akan kemusyrikan tentu hal yang dibenci, akan tetapi kita tetap diperintah untuk berbuat baik kepadanya.


Karena itu Al-Quran mengatakan:


وعاشروهن بالمعروف


Pergaulan suami istri dengan dasar ma'ruf, walaupun sang suami sedang benci terhadap istri. Bukan dasar cinta, karena bila demikian, saat cinta luntur karena benci, maka rumah tangga pun akan hancur.


 نعوذ بالله من ذلك

Hal itu diperkuat dengan firman ALLOH setelahnya


فإن كرهتموهن فعسى أن تكرهوا شيئا


Maka, Walaupun ada rasa benci terhadap istri, hal itu mungkin karena sang suami sedang benci terhadap sesuatu hal. Karena itu, ALLOH mengajarkan agar tetap mempertahankan rumah tangga karena:


ويجعل الله فيه خيرا كثيرا


ALLOH menjadikan pada hal itu kebaikan yang banyak, karena:


1. Hal itu adalah wujud menjalankan perintah ALLOH.

2. Menerima Wasiat ALLOH yang tentu menghasilkan kebahagiaan dunia akhirat.

3. Memerangi hawa nafsu, dengan tetap mempertahankan rumah tangga walaupun tiada rasa cinta.

Hal ini adalah bentuk tata krama yang baik. Karena terkadang rasa benci yang ada akan berubah menjadi rasa cinta, seperti banyak disaksikan pada beberapa kasus. 


Dan setelah hilangnya kebencian akan timbul rasa sayang dan cinta yang besar sehingga keduanya diberi rizki berupa anak sholih. Dan hal ini adalah salah satu kebaikan yang dijanjikan oleh ALLOH.


Akan tetapi, ketika memang harus berpisah, Maka tetap dengan cara yang baik أو تسريح بإحسان dan ingat bahwa cerai adalah perkara yang dibenci walaupun hal itu halal. Seperti Sabda Nabi:


أبغض الحلال إلى الله الطلاق.


Itulah Pesan ALLOH dalam firmannya:


وعاشروهن بالمعروف


Mempergauli Istri dengan baik, walaupun tiada rasa cinta. Mengapa?


Karena penyebab rasa tidak cinta salah satunya adalah tidak adanya hal yang menarik dari diri perempuan itu. Semisal wajahnya kurang cantik, dan seterusnya.


Ingatlah wahai laki-laki!!!


Bahwa yang menjadi pokok pada istri adalah mereka itu suatu perkara untuk menyalurkan rasa dari laki-laki. Karena itu, apabila suami melihat seorang perempuan yang cantik sehingga ia terpikat terhadapnya, maka islam memerintahkan agar segera mendatangi istrinya dan berkumpul dengannya, untuk menyalurkan hasrat yang ditimbulkan dari wanita cantik itu. 


Hal itu karena setelah hasratnya tersalurkan dengan sang istri, maka akan redamlah syahwat yang meledak-ledak, walaupun syahwat itu ditimbulkan dari melihat wanita lain.


Semoga kita dan keluarga dijaga dari pandangan haram dan perbuatan farji yang haram.