Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

RUMAH TANGGA

PESAN RASULULLAH SAW kepada FATIMAH

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun

Kalau mau diukur dengan materi, berapa rupiah yang dikeluarkan sebuah hotel hanya untuk mengatur tata ruang, mencuci sprei, dan memasak? Apalagi ibu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, semestinya mendapat gaji yang besar. Sebagai informasi, menginap semalam saja disalah satu hotel di Bali, ada yang mematok harga Rp 10 hingga Rp 50 juta. Kalau diibaratkan rumah kita seperti hotel seperti dijelaskan di atas, maka ibu rumah tangga yang mengurusnya juga bisa dikatakan sebagai seorang profesional. Tinggal di sini kita harus mengasah diri dengan ilmu dan ketrampilan sehingga kita mampu membuat rumah kita bagai sebuah surga buat suami dan anak anak kita.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliah yang dahulu.....(QS:Al-Ahzab:33).

Wanita pemimpin atas rumah suaminya dan atas anak anaknya (Muttafaqalaih).

Ayat dan hadits ini jelas sekali bahwa rumah adalah tempat yang terhormat bagi wanita. Karena dari rumahlah generasi-generasi Islam akan dibangun. Kokohnya suatu bangsa tergantung kokohnya keluarga. Maka tak sepantasnya rasa malu dan minder menghinggapi para ibu rumah tangga karena Allah telah menjamin pahala yang besar untuk mengganti kelelahannya.

Rasulullah SAW berkata pada anandanya untuk menghiburnya ketika melihat Fatimah bersedih dan hendak meminta pembantu untuk meringankan pekerjaan rumah tangganya. Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki di tuliskannya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun

shalat dhuha

Ketika saya memperkenalkan kepada diri saya bahwa shalat dhuha itu hutang, hutang kita kepada Allah. Hutang kesehatan, hutang kenikmatan, hutang rizki, maka setiap sendi dan ruas pun harus kita bayar. Kata Allah, "cukup shalat dhuha dua rakaat saja, maka hutang kalian lunas!" Saya pun jujur, menghitung kelalaian diri ini. Dan ternyata saya menemukan betapa lalainya saya dalam urusan ibadah yang satu ini. Juga ibadah-ibadah yang lain, baik yang sunnah, juga yang wajib.

Ah, pantas saja manusia sekarang penyakitan, gampang kena masalah, rentan kena bala. Kewajibannya sama Allah kerap diremehkan. Dan saya menemukan bahwa saya sendiri juga kerap meremehkan ibadah-ibadah lainnya.

Pernahkah kita berpikir, rizki mau nambah, tapi ibadah gak mau nambah. Keruan dah nambah mah susah, nah yang minimal saja ternyata tidak kita kerjakan. Sebelum dapet kerja, shalat Dhuha 2 rakaat, masa setelah dapet kerja, tetep 2 rakaat? Apalagi yang sebelumnya dapet kerja enggak dhuha, masa setelah dapet kerja tetap juga gak dhuha? Apa gak malu? Kita bisa kuat karena Allah. Kita bisa berjaya karena Allah. Maka undanglah Allah disetiap kesempatan kita, waktu kita, untuk beribadah kepada Allah. Mintalah kepada Allah, dan lakukanlah ikhtiar kita dengan cara-cara Allah. Mudahan-mudahan rizki kita, kesehatan kita, umur kita, karier, usaha dan jabatan kita, akan menjadi berkah adanya. InsyaAllah. Aamiinn...

permainan pikiran

Besar kecilnya permasalahan adalah bentuk permainan pikiran, permainan perasaan.

Setiap orang, katanya, punya masalah. Kadang besar, kadang kecil.

Sementara itu, ada yang bisa mengatasi masalah, tegar dan tabah meniti kehidupan.

Tapi ada yang berputus asa, dan bahkan tenggelam dalam permasalahan.

Sebenarnya, ketika permasalahan ‘terciptakan’ [lantaran perbuatan sendiri] atau ‘hadir sendiri’ dalam kehidupan, adalah banyak tergantung permainan pikiran, permainan perasaan.

Coba saja lihat, pada bentuk permasalahan yang sama, situasi orang berbeda-beda.

Persis seperti yang disebut tadi, ada yang sanggup mengatasi, ada yang tidak sanggup mengatasi.

Karenanya diperlukan latihan untuk mengendalikan pikiran dan perasaan.

Ya Allah, berikan kami kemudahan dalam menyelesaikan masalah kami, jangan Engkau biarkan kami larut dalam masalah kami hingga kami tenggelam di dalamnya. Aamiinn...

Setianya burung merpati

Sahabat saudaraku fillah... burung merpati adalah salah satu binatang tertua yang dijadikan binatang peliharaan manusia. Sejak dahulu, Bangsa Mesir menjadikan burung merpati sebagai makanan dan dilatih menjadi pengantar pesan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Burung merpati walaupun dilepas jauh dari kandangnya,namun dia tahu kemana harus pulang sehingga ia tidak akan tersesat. Keistimewaan lainnya ia tahan haus dan selalu setia kepada pasangannya. Merpati akan berganti pasangan apabila salah satu pasangannya meninggal.

Merpati adalah burung yg tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada burung merpati yang suka berganti-ganti pasangan ? "Tidak".Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.

Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang. Apabila sang betina kelelahan, sang jantan mengerami.

Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.

Saudaraku,kita memang memiliki empedu yang mudah menyimpan kepahitan, namun kita memiliki akal pikiran juga rasa kasih sayang yang melebihi merpati. Saudaraku, sudahkan kita memiliki kesetiaan,menghargai dan menghormati pengorbanan pasangan kita ?

Jika burung merpati bisa melakukannya, mengapa kita tidak bisa ?

Saudaraku, hubungan yang baik tak kan terwujud manakala kesetiaan hanya sebelah pihak, diperlukan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. Sesungguhnya hidup itu indah jika kita saling mengerti,menghargai dan tidak saling mengkhianati....

Istiqamah Dengan Akhlaqul Kharimah

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat saudaraku fillah..Yang di Rahmati oleh Allah SWT. Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Akhlaq berasal dari bahasa arab, yang mengandung arti : Budi pekerti, tabiat, tingkah laku, perangai.

Dalam AlQur’an kata Akhlaq terambil dari bentuk Khuluq (Akhlaq), sejalan dengan ini, Firman Allah SWT dalam Al Qur’an menyebut kata Khuluq bentuk tunggal dari kata Akhlaq yaitu :

Allah SWT Berfirman :

“ Wa Innaka La’ala Khulqin azhim” “Dan Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada diatas (Akhlaq) Budi Pekerti yang Agung”. (QS. Al Qalam : 4 ).

Imam Abu Hamid Al Ghazali Mendifinisikan Akhlaq adalah ”Suatu sifat yang melekat dalam jiwa seseorang,yang menjadikan ia mudah bertindak,tanpa banyak pertimbangan lagi atau dengan kata lain Akhlaq adalah, dorongan jiwa yang menyebabkan manusia untuk berbuat baik dan buruk.

Sementara menurut Abdul Karim Zaidan “Akhlaq adalah merupakan nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa,yang dengan sorotan dan timbangannya, seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk,untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya.

Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, akan muncul secara spontan ketika diperlukan,tanpa pemikiran atau pertimbangan dan tidak memerlukan dorongan dari luar.

Dengan demikian akhlaq terbagi menjadi dua bagian yakni: dorongan yang baik disebut Akhlaq yang baik (Akhlaqul Mahmudah), dan dorongan jiwa yang yang buruk disebut Akhlaq buruk ‘(Akhlaqul Madzmumah). Sering kita mendengar kata akhlaq beriringan dengan kata Karimah akhlaqul karimah bermakna : mulia, baik.

Dalam hadits kata Akhlaq juga selalu hadir bersamaan dengan kata-kata: Khayr, hasan, ahsan, mahasin, dan makarim, tidak lain mengandung arti “Baik’terpuji, luhur dan Agung.

Sehingga dapat dikatakan, apabila perbuatan atau pola tingkah laku perbuatan yang dilakukan itu dengan baik,mulia,terpuji menurut syariat dan akal, maka perbuatan itu dinamakan akhlaq mulia atau Akhlaqul Karimah.Pada dasarnya akhlaq yang mulia, tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam,namun demikian juga untuk seluruh umat manusia.

Allah SWT Berfirman :

“Dan KAMI tidak Mengutus Engkau (Muhammad) Melainkan untuk Menjadi Rahmat bagi seluruh Alam”. (QS. Al Anbiya’ : 107).

Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al Qur’an diatas, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sebagai Rahmatan lil alamin,diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, menyelamatkan manusia dari kesesatan.

Dan menuntun mereka dengan akhlaq mulia, menuju kejalan Hidayah,agar mendapatkan Rahmat Allah SWT sehingga selamat menempuh perjalanan hidupnya, di dunia ini terlebih di akhirat kelak.

Rasulullah SAW adalah sosok sempurna, berakhlaq mulia, terpercaya dalam segala-galanya,tutur kata yang santun, lemah lembut, jujur terpercaya sepanjang hidupnya, adil bijaksana, sabar, penyayang, hidup sederhana, sehingga kehadiran Rasulullah SAW sebagai penyempurna akhlaq manusia.

Rasulullah SAW  Bersabda:

"Sesungguhnya Aku (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan Akhlaq yang Mulia”.(HR. Bukhari, Baihaqi dan Hakim).

Akhlaqul karimah sangatlah tinggi kedudukannya dalam islam,karena akhlaq islami bersumber dari Al Quran dan Al Hadits, dan sifatnya tetap tidak berubah-ubah, berlaku sepanjang masa dan selama-lamanya.

Akhlaq Islam itu sendiri berisikan petunjuk, pedoman dan tuntunan atas dasar akhlaq mulia, sehingga mampu mengatasi, segala persoalan hidup di dunia maupun kehidupan kekal abadi di akhirat,dan akhlaq sendiri merupakan penentu kualiatas kesempurnaan Iman bagi hamba Allah SWT dan di hari kiamat kelak, akhlaq yang baik,merupakan timbangan amal yang lebih berat.

Rasulullah SAW Bersabda:

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah SAW Bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna Imannya, ialah siapa diantara mereka yang paling baik Akhlaqnya (budi pekerti)”.(HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

"Dari Abu Al Darda Radhiyallahu Anhu Bahwa Rasulullah SAW Bersabda “Tiada sesuatu pun yang lebih berat pada Timbangan seseorang hamba di hari kiamat, selain Akhlaq yang baik” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Sejatinya setiap muslim adalah selalu berakhlaq baik, sehingga ia memperoleh kebaikan, hatinya akan tenang tentram,dan selalu berlapang dada, demikian juga dengan lingkungan sekitarnya, dengan berakhlaq baik akan menghadirkan suasana hidup tentram bermasyarat.

Allah SWT memberikan ganjaran kepada orang yang senantiasa berakhlaq baik,yakni meraih kebahagiaan dan kenikmatan-kenikmatan surga yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala, janjikan kepada hamba-hamba-Nya.

Allah SWT Berfirman :

“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang yang ridha dan diridhai-Nya.Masuklah kedalam hamba-hamba-KU,Dan masuklah ke dalam Surga-KU”.(QS. Al Fajr 27-30).