Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Makna Toleransi

Toleransi Bukan Berarti Ikut Tradisi

Assalamu'alaikum Sahabat Hikmah. Imam Abu Dawud menceritakan bahwa Rasul berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad kemudian meninggalkannya. Rasul bersabda; "Keduanya merupakan hari raya orang kafir (Yahudi dan Nashrani) dan aku ingin menyalahinya, (berbeda dengan mereka)." Dalam riwayat lain, ketika Rasul datang ke Madinah, masyarakatnya yang musyrik memiliki dua hari raya (hari raya Nayruz dan Mihrajan) yang mereka rayakan, maka Rasul saw bersabda: “Sungguh Allah SWT telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang yang lebih baik daripada keduanya, yaitu Idul Adha dan idul Fithri.” Bukan hanya sekali dua kali Rasul menyalahi budaya orang-orang kafir. Tapi setiap kali, hingga oran Yahudi mengatakan, "Tidak luput satu perkara dari urusan kami (Yahudi) kecuali dia (rasul) menyalahi kami dari hal itu" (HR. Bukhari). Jika Rasul teladan kita sepanjang zaman tidak mengikuti budaya orang-orang kafir, apa alasan kita memberi ucapan selamat natal, ikut hadir dalam perayaan natal, atau menggunakan atribut dan pakaian khas natal?

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad).

“Dan apabila mereka melewati (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS al-Furqan [25]: 72).

Berdasarkan ayat ini Imam Ahmad berkata: “Kaum Muslimin telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang-orang Yahudi dan Nasrani.“ Imam Baihaqi menyatakan, “Jika kaum Muslimin diharamkan memasuki gereja, apalagi merayakan hari raya mereka.”

Kini, media tengah ramai memblowup tema hari Natal yang dirayakan kaum Nashrani. Bahkan dalam acara puncaknya, akan dihadiri oleh orang No. 1 di negeri kita. Tak masalah jika perayaan hanya untuk kalangan mereka di lingkungan mereka. Namun ketika masyarakat muslim digiring media untuk bersikap toleransi dengan memberi ucapan selamat atau hadir dalam perayaannya, sudah termasuk usaha pendangkalan akidah. Haram hukumnya. Toleransi beragama dalam Islam adalah membiarkan non muslim merayakan hari besarnya. Bukan ikut tradisi dalam bentuk apapun meski itu dianggap trendi. Di sinilah pentingnya kita punya institusi negara (khilafah) yang akan menjaga akidah umat dari serangan budaya. Tak ada ucapan selamat untuk perilaku sesat.

MENCARI PERTOLONGAN ALLAH SWT

( HUTANG ) MENCARI PERTOLONGAN ALLAH SWT - Bisnis yang dulu berjaya tiba-tiba merugi, hutang menumpuk dimana-mana dan sebagainya.Padahal kita merasa sudah berupaya semaksimal mungkin mengatasinya, namun tetap saja belum membuahkan hasil. Hal utama yang perlu dan patut kita renungkan adalah dengan introspeksi yaitu dengan sebuah pertanyaan sejauh mana usaha kita tersebut?

Usaha manusia mencakup dua dimensi, yaitu lahiriah dan batiniah. Biasanya usaha batiniah yang sering kita lupakan. Ujung-ujungnya ketika kita menghadapi kendala dalam usaha, kita langsung memvonis bahwa Tuhan tidak adil. Padahal, Dia selalu menolong hamba-Nya, namun kita sendiri yang tidak mau meminta pertolongan-Nya.

Saya akan memberikan cara bagaimana hutang-hutang anda segera terlunasi dengan cara Islam, yaitu dengan doa-doa yang berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Artinya isi kandungan dari doa-doa kita tidaklah bertentangan dengan syariat Islam.

Salah satu contoh cerita yang sangat termasyur. Dari Abu Said Al-Khudri r.a. diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW memasuki masjid. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sudah duduk lama di dalam masjid, pemuda itu bernama Abu Umamah.

Rasulullah SAW bertanya kepadanya : Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid pada waktu-waktu di luar shalat? Abu Umamah menjawab, Aku sedang dilanda kesusahan dan dililit hutang-hutang wahai Rasulullah.

Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, Ketauhilah aku akan mengajarkan kepadamu ucapan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah SWT akan menyingkirkan kesedihan dan membayarkan hutang-hutangmu. Ucapkanlah pada waktu pagi dan sore :

Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazani wa audzubika minal 'ajzi wal kasali wa audzubika minal jubni wal bukhli wa audzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.

Kata Abu Umamah radhiyallahu anhu: Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku. (HR Abu Dawud 4/353)

Jangan sampai kita diberi tahu sama ahli dan pakar kitanya lebih percaya tekun mencatat, tetapi hadist Rasulullah SAW yang dikasihkan kepada kita dicuekin, bagaimana etika kita disisi Allah SWT, caranya gak dipakai. Padahal semua proses itu adalah bagian dari proses kepada solusi, bagian dari ibadah, bila masuk kedalam Islam pakailah semuanya yang membuat Allah redho, ada sabar, ada tawakkal bila ikhtiar sudah makslimal dan melanggengkan ketaatan.

( Kepastian Pertolongan Allah SWT )

Allah SWT Berfirman Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesngguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (TQS. Al-Hajj : 40)

Ayat ini menjelaskan kepastian pertolongan Allah bagi orang yang menolong-Nya. Kepastian pertolongan Allah ini dapat dilihat dari penggunaan perangkat tauqid sebanyak dua kali, yaitu lam ibtida dan nun tauqid (nun bertasydid).

Penggunaan perangkat tauqid ini bertujuan agar orang yang menerima informasi benar-benar yakin akan kebenaran isi berita yang disampaikan kepadanya. Apalagi ditekankan sampai dua kali penekanan. Maka semestinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun dibenak kita bahwa Allah benar-benar akan menolong orang yang menolong-Nya.

Imam Al-Baghowi menjelaskan, bahwa menolong Allah yang dimaksud adalah menolong agama-Nya dan nabi-Nya. Sedangkan Imam Ath-Thobari menjelaskan, bahwa yang dimaksud adalah berjihad di jalan Allah, untuk meninggikan kalimat Allah atas ejekan musuh-musuh-Nya.

Menolong agamanya Allah berarti menolong agama Islam. Dengan kata lain mengembalikan posisi agama Islam sebagaimana mestinya agar Umat Islam ini kembali kepada ajaran Agama-Nya dan mencintai Agama-Nya. Dikala saat ini banyak umat yang dipalingkan oleh kelalaian dan kemaksiatan secara merata.

Dalam surah Al-Hajj ayat 40, Allah pasti menolong orang yang menolong Allah. Pada ayat 41, Allah menyifati orang-orang yang mendapat pertolongan tersebut :

Artinya : (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan.

Kalau pada ayat tersebut Allah menunjukkan karakter orang-orang yang akan mendapat pertolongan Allah, maka sebaliknya pertolongan Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki karakter sebagaimana yang telah Allah tetapkan. Karakter orang yang mendapat pertolongan Allah adalah orang-orang yang menjalankan/mengerjakan syariat Islam dan orang-orang yang melakukan amar maruf nahi mungkar. Sedangkan orang-orang yang melanggar syariat Islam, apalagi berupaya mengganti syariat Islam dengan aturan yang lain, tentu pertolongan Allah tidak akan diberikan. Demikian juga orang-orang yang tidak mau melakukan amar maruf dan nahi mungkar, tentu tidak akan mendapatkan pertolongan Allah.

Karakter yang lain yang tidak akan mendapat pertolongan Allah adalah:

Artinya : Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan (TQS. Huud : 113)

Pada ayat tersebut, Allah menjelaskan sifat orang yang tidak mendapat pertolongan Allah adalah orang yang cenderung kepada orang yang berbuat dzalim dan meridloi kedzaliman yang mereka lakukan serta tidak ada upaya untuk menghentikan kedzaliman mereka.

Artinya : Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong (TQS. Al-Baqarah : 86)

( Bersedekah )

Bagaimana mungkin saya bisa melakukan sedekah? Untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja masih kurang, belum lagi hutang masih menumpuk? pertanyaan inilah yang sering dikemukakan orang yang berhutang ketika disuruh bersedekah.Aya-aya wae! (ada ada saja), demikian sanggahnya.

Padahal, kalau mereka tahu, justru inilah jalan keluarnya. Saat kita dihimpit persoalan ekonomi, saat kita banyak hutang dan tidak tahu bagaimana cara membayarnya, sedekah solusinya! Jika digali lebih dalam firman Allah ini, dengan artinya pada Surah At Talaq ayat 7 :

Dan orang yang disempitkan rizkinya, hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya

Maka sedekah ternyata bisa menjadi solusi dari masalah yang sedang kita hadapi. Kalau ingin urusan kita selesai, segeralah bersedekah dan gabungkan dengan amalan-amalan lainnya, dengan ikhlas myakini Allah maha kuasa atas segala sesuatu, banyak nyebut, banyak sholawat dan istighfar. Jangan malah orang ditawakalin, digantungin sampai jadi hilang harga diri..naikan terus intensitasnya, naikan dan naikan semua ibadah jangan berhenti, kuatkan keikhlasan semua harapan dan kejadian ditangan Allah bukan ditangan yang lain.

Dan yang lebih penting adalah amalan sehari-hari, jangan sekedar ibadah itu hanya ritual tanpa memperbaiki diri, yang masih ganjen stop ganjennya mending kirim2 hadist terutama bab akidah, bab mencegah kemusyrikan yang pahalanya gedean semisal dilarang baca perbintangan, ramalan dsb karena dosa syirik bisa mengakibatkan kekafiran tanpa sadar, atau memulai pakai jilbab, saudara kita yang ke dukun, yang doyan maksiat zina dan judi, benerin keluarga kerabat toh semuanya akan kembali kepada kita, manfaat dakwah paling utama dibanding manfaat lainnya karena mengantar kepada keselamatan dunia dan akhirat.

Para Nabi, Wali itu doanya cepet kekabul karena mereka paling banyak ngasih manfaat ilmu Allah kepada orang banyak, JADI sekali mereka berdoa, shalat, hasilnya berlipat ganda, lakukan dengan ikhlas yakin, kejar balasan akhirat, dunia bakal mengejar tanpa capek, ngurus anak orang, rumah orang, kantor orang aja dibales cepet jasanya sama manusia, apalagi ngurus agama Allah..beneran abis, makanya kasihan bagi yang gak nyadar2 dan terus hidup meragu menggapai impian kosong. Di Islam untuk ibadah Gak sekedar mikirin dirinya sendiri, tapi benerin orang lain, keluarga, adik-adik kita, teman2 kita semaksimal mungkin.

Janji Negara, Presiden, Konglomerat bisa bohong, bisa ada kendala diluar dugaan, tetapi janji Allah pasti beneran dalam bentuk yang terbaik kepada kita. kalo kita perbanyak beramal, ikhlas, apalagi sampe terjadwal, dan larinya juga kenceng, kekuatannya juga maksimal demi kebesaran-Nya, kebaikan-Nya, dengan mengingat semua nikmat-Nya, dannnn demi mencapai redho Allah, menjalani bertahap ayat-ayat perintah-Nya dimana ada janji pertologan Allah disitu, maka ini lebih aman dan nyaman. INVESTASI MASA DEPAN YG TERJAMIN

Perbanyak merenung, takarub, dzikir, renungi ayat2 Allah, binalah hati bawa dalam keyakinan, dan ingatlah semua hikmah kehidupan yang telah lewat, mana ada yang tanpa kehendak Allah ?

Semoga semua kita ditolong Allah SWT dan bagi yang kena masalah Allah angkat masalahnya dengan kebaikan, bukan keburukan. Karena banyak yang nyaman hidupnya, seperti Yahudi2 tetapi mereka dalam kesesatan.

Cukuplah Allah sebagai tujuan terbesar kita, secara lahir dan bathin semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua, Amin

MENUNAIKAN HAJI UNTUK KEDUA ORANG TUA / KERABAT



 1. HR. Bukhari dari Ibnu `Abbas :

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
 أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ حُجِّي عَنْهَا أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ

 Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa ada seorang wanita dari suku Juhainah datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: "Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji namun dia belum sempat menunaikannya hingga meninggal dunia, apakah boleh aku menghajikannya?". Beliau menjawab: "Tunaikanlah haji untuknya. Bagaimana pendapatmnu jika ibumu mempunyai hutang, apakah kamu wajib membayarkannya?. Bayarlah hutang kepada Allah karena (hutang) kepada Allah lebih patut untuk dibayar".

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
 جَاءَتْ امْرَأَةٌ مِنْ خَثْعَمَ عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي الْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْتَوِيَ عَلَى الرَّاحِلَةِ فَهَلْ يَقْضِي عَنْهُ أَنْ أَحُجَّ عَنْهُ قَالَ نَعَمْ

 Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Ada seorang wanita dari suku Khats'am pada pelaksanaan Haji Wada' lalu berkata: "Wahai Rasulullah, kewajiban yang Allah tetapkan buat para hambaNya tentang haji sampai kepada bapakku ketika dia sudah berusia lanjut sehingga dia tidak mampu untuk menempuh perjalanannya, apakah terpenuhi kewajiban untuknya bila aku menghajikannya?. Beliau menjawab: "Ya".

 2. HR. Muslim dari Buraidah

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
 بَيْنَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنِّي تَصَدَّقْتُ عَلَى أُمِّي بِجَارِيَةٍ وَإِنَّهَا مَاتَتْ قَالَ فَقَالَ وَجَبَ أَجْرُكِ وَرَدَّهَا عَلَيْكِ الْمِيرَاثُ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ كَانَ عَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ أَفَأَصُومُ عَنْهَا قَالَ صُومِي عَنْهَا قَالَتْ إِنَّهَا لَمْ تَحُجَّ قَطُّ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ حُجِّي عَنْهَا

 Abdullah bin Buraidah dari bapaknya radliallahu 'anhu, ia berkata; Ketika saya sedang duduk di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang wanita dan berkata, "Aku pernah memberikan seorang budak wanita kepada ibuku, dan kini ibuku telah meninggal. Bagaimana dengan hal itu?" beliau menjawab, "Kamu telah mendapatkan pahala atas pemberianmu itu, dan sekarang pemberianmu itu telah kembali kepadamu sebagai pusaka." Wanita itu bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, Ibuku punya hutang puasa satu bulan, bolehkah saya membayar puasanya?" beliau menjawab: "Ya, bayarlah puasanya itu." wanita itu berkata lagi, "Ibuku juga belum menunaikan haji, bolehkah aku yang menghajikannya?" beliau menjawab: "Ya, hajikanlah ia."

 3. HR. Abu Dawud dari Ibn `Abbas

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ قَالَ مَنْ شُبْرُمَةُ قَالَ أَخٌ لِي أَوْ قَرِيبٌ لِي قَالَ حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ قَالَ لَا قَالَ حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ

 Ibnu Abbas bahwa Nabi shalla Allahu 'alaihi wa sallam mendengar seseorang mengucapkan; LABBAIKA 'AN SYUBRUMAH (ya Allah, aku memenuhi seruanmu untuk Syubrumah), beliau bertanya: "Siapakah Syubrumah tersebut?" Dia menjawab; saudaraku! Atau kerabatku! Beliau bertanya: "Apakah engkau telah melaksanakan haji untuk dirimu sendiri?" Dia menjawab; belum! Beliau berkata: "Laksanakan haji untuk dirimu, kemudian berhajilah untuk Syubrumah."

TENDENSI DZIKIR DAN BERDOA SETELAH SHALAT

TENDENSI DZIKIR DAN BERDOA SETELAH SHALAT
I.MENGERASKAN DZIKIR (jahr)
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,,, ” (Al- baqarah:152),,,,,,
“maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-bang gakan) nenek moyangmu” (Al- baqarah:200). Dan ayat- ayat lainnya.
“Sungguh mengeraskan suara Dzikir kala orang- orang selesai Shalat fardhu telah ada di masa Nabi SAW, Ibnu Abbas berkata: Aku mengetahui pemandangan itu karna aku mendengarnya” (HR.Bukhari dan Muslim/Shahih).
ُﻪْﻨَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻲِﺿَﺭ ٍﺱﺎَّﺒَﻋ ِﻦْﺑﺍ ْﻦَﻋ ِﺓﺎَﻠَﺻ َﺀﺎَﻀِﻘْﻧﺍ ُﻑِﺮْﻋَﺃ ُﺖْﻨُﻛ :َﻝﺎَﻗ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ) ِﺮﻴِﺒْﻜَّﺘﻟﺎِﺑ )
“Dari Ibnu Abbas RA berkata: Aku mengetahui rampungnya Shalat Nabi SAW dengan bacaan Takbir” (HR.Bukhari/ Shahih). Dan Hadits- Hadits yang semafhum.
II.DOA DENGAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN
ْﻲِﻴْﺤَﺘْﺴَﻳ ٌﻢْﻳِﺮَﻛ ٌّﻲَﺣ ْﻢُﻜَّﺑَﺭ َّﻥِﺇ ْﻥَﺃ ِﻪْﻴَﻟِﺇ ِﻪْﻳَﺪَﻳ َﻊَﻓَﺭ ﺍَﺫِﺍ ِﻩِﺪْﺒَﻋ ْﻦِﻣ ﺔﻌﺑﺭﻷﺍ ﻪﺟﺮﺧﺃ) ﺍًﺮْﻔِﺻ ﺎَﻤُﻫَّﺩُﺮَﻳ ﻲﺋﺎﺴﻨﻟﺍ ﻻﺇ)
“Sungguh Tuhan kalian maha hidup nan dermawan, DIA malu tatkala dari hambanya mengangkat ke dua tangannya (berdoa) lalu kembali dalam keadaan tangan kosong” (HR.Imam Empat kecuali An-Nasai/ Shahih).
ِﻦْﻄَﺒِﺑ َﻪﻠﻟﺍ ُﻉْﺩﺎَﻓ َﻪﻠﻟﺍ َﺕْﻮَﻋَﺩ ﺍَﺫِﺇ ﺍَﺫِﺈَﻓ ,ﺎَﻤِﻫِﺮْﻬَﻈِﺑ ُﻉْﺪَﺗَﻻَﻭ َﻚْﻴَّﻔَﻛ َﻚَﻬْﺟَﻭ ﺎَﻤِﻬِﺑ ْﺢَﺴْﻣﺎَﻓ َﺖْﻏَﺮَﻓ ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑﺍ ﻩﺍﻭﺭ) )
“Ketika kamu berdoa pada Allah maka bukalah kedua tapak tangan bagian dalam, dan jangan berdoa dengan tapak tangan bagian luar, apabila telah selesai berdoa maka usapkanlah kedua tapak tanganmu pada
wajahmu” (HR.Ibnu Majah/Hasan).Dll
III.SALAMAN SELEPAS SHALAT (mushofahah)
ِﻥﺎَﻴِﻘَﺘْﻠَﻳ ِﻦْﻴَﻤِﻠْﺴُﻣ ْﻦِﻣ ﺎَﻣ َﻞْﺒَﻗ ﺎَﻤُﻬَﻟ َﺮِﻔُﻏ ﺎَّﻟِﺇ ِﻥﺎَﺤَﻓﺎَﺼَﺘَﻴَﻓ ﻲﺑﺃﻭ ﺪﻤﺣﺃ ﻩﺍﻭﺭ) ﺎَﻗَّﺮَﻔــــــَﺘَﻳ ْﻥَﺃ ﻭ ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑﺍﻭ ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍﻭ ﺩﻭﺩ ﺀﺎﻴﻀﻟﺍ)
“Tidak ada dua orang Muslim yang bertemu lalu keduanya mau bersalaman, kecuali di ampuni dosanya sebelum keduanya berpisah” (HR.Ahmad, Abu Daud dll/Hasan dan Shahih Sanadnya). Banyak Ulama memperluas pengertian dengan Sunahnya bersalaman setelah Shalat, dengan catatan belum bertemu sebelum
Shalat. Ada juga yang berpendapat bahwa di kala Shalat kita sowan pada Allah, sehingga ada kesunahan salaman tatkala selepas Shalat. Wallahu A’lam [Referensi: Shahih bukhari dan Muslim, Sunan Abi Daud, Al-Jami As-Saghir, Riyadus Shalihin, Mauidzah Al- Mukminin, Al- Muqtathofat li Ahlil 

Sholawat Haji


Sholawat Haji
يارب  صل  وسلم عل النبى خيرالأنام   #  زرنامكة وإلى زمزم محمدعليه السلام
واجعله حجامبروراوأجعله سعيامشكورا  #  وأجعله ذنبا مغفوراوأجعله عمرة مقبولة
وأجعلناكلناألخيرات وأجعلناأمةصالحة  #  وسلمنامن ألافات فى ألدنياوالأخرة
بجاه ألمصطف ألرسول وجدناوبالقبول  #  سهلناحصول ألمسوول قربنابعدان ألمؤمول
ياألله بها ياألله بها ياألله بحسن الخاتمة  #  ياألله بها ياألله بها ياألله بتوبةوألقبول
أمين أمين أمين أمين أمين أمين أمين أمين  #  أمين أمين أمين أمين ياألله ربالعا لمين