Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Kebaikan yang tidak pernah putus

Hidup ini hanyalah sementara. Setiap kita pasti akan berangkat meninggalkan dunia dan menuju kehidupan kekal di akhirat. Oleh karena itu, seorang Muslim yang cerdas adalah yang menyiapkan bekal yang terus mengalir pahalanya, meskipun telah tiada.

Suatu ketika Ibnu Umar Ra., berkata, Aku pernah bersama Rasulullah SAW, lalu seorang Anshor (yatsrib) mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ "Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik? قَالَ: أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا Rasul bersabda, Yang paling baik akhlaknya. Kemudian bertanya lagi, فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ Lalu mukmin manakah yang paling cerdas? قَالَ Beliau bersabda, أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا Yang paling banyak mengingat kematian وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian, أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ Itulah orang² yang paling cerdas" (HR. Ibnu Majah).

Alloh SWT berfirman: أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ "Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, binatang melata dan sebagian besar daripada manusia?" Al-Hajj ayat 18

  1. Seluruh alam tunduk kepada Allah: Semua makhluk baik yang hidup maupun benda langit seperti matahari dan bintang digambarkan “bersujud” kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa seluruh ciptaan berada dalam aturan dan kehendak-Nya.
  2. Sujud bukan hanya manusia: “Sujud” di sini tidak selalu berarti sujud seperti manusia saat salat, tapi bisa bermakna ketaatan total terhadap hukum Allah (sunatullah) misalnya matahari terbit teratur, pohon tumbuh, dan hewan hidup sesuai nalurinya.
  3. Manusia punya pilihan: Ayat ini menyebut “banyak manusia” (bukan semua), artinya: Ada manusia yang taat dan bersujud kepada Allah. Ada juga yang tidak, karena manusia diberi kebebasan memilih.
  4. Untuk sadar dan tunduk: Ayat ini mengajak manusia untuk berpikir: jika seluruh alam tunduk kepada Allah, maka manusia seharusnya lebih sadar untuk ikut tunduk dan beribadah.

Maka, Dengan menjadikan masa depan setelah kematian (akhirat) adalah alasan terbesar, ini secara otomatis akan membuahkan pencapaian² luar biasa ketika masih di dunia.

Lalu apa yang musti kita siapkan mumpung masih berada di Dunia?

Rasulullah SAW bersabda: إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم) "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya"

Hadits ini menjadi pedoman bagi kita untuk mencari amal yang pahalanya tidak terputus.

Pertama: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ Sedekah Jariyah; Seperti misalnya membangun Masjid, Pesantren, Madrasah, Fasilitas umum, dan Menanam pohon yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kita sering mengeluh tentang bencana, tapi jarang mau menanam solusi. Padahal satu langkah kecil akan bisa menjadi amal yang besar. Satu pohon yang kita tanam hari ini bisa menyelamatkan generasi di masa yg akan datang. Satu pohon yang tumbuh bisa menjadi saksi bahwa kita pernah berbuat sesuatu untuk bumi yang kita pijak ini.

Rasulullah bersabda: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ "Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kebaikan itu bisa datang dari hal sederhana tapi berdampak luas. Menanam itu bukan hanya kegiatan duniawi, tetapi adalah investasi akhirat. Selama ada makhluk yang mengambil manfaat dari apa yang kita tanam, selama itu pula pahala terus mengalir.

Disebutkan dalam kitab درة الناصحين karya Syaikh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi, berkata, Bahwa: إِنَّ فِي الصَّدَقَاتِ خَمْسَ خِصَالٍ Sesungguhnya di dalam sedekah terdapat lima perkara اَلْأُولَى: تَزِيْدُهُمْ فِي أَمْوَالِهِمْ Menambah keberkahan pada harta merekaالثَّانِيَةُ: دَوَاءٌ لِلْمَرَضِ Menjadi obat bagi penyakit الثَّالِثَةُ: يَرْفَعُ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمُ الْبَلَاءَ Allah Ta’ala mengangkat bala (musibah) dari mereka الرَّابِعَةُ: يَمُرُّوْنَ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ الْخَاطِفِ Mereka melewati shirath (jembatan) seperti kilat yang menyambar الْخَامِسَةُ: يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ Mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Kedua: أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ Ilmu yang Bermanfaat Mengajarkan ilmu agama, menulis, atau menyebarkan ilmu yang diamalkan oleh orang lain.

Maka, Mulailah dari hal kecil. Mengajarkan satu ayat, membantu sesama, atau mendidik anak dengan baik, semua itu bisa menjadi investasi akhirat yang tidak pernah putus.

Nabi SAW bersabda: كن عالماً أو متعلماً أو مستمعاً أو محباً ولا تكن الخامس فتهلك "Jadilah orang yang mengajar, atau orang yang belajar, atau orang yang mendengar, atau orang yang mencintai, dan jangan engkau menjadi orang yang kelima, (menolak) maka kamu celaka"

Ketiga: أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ Anak Sholeh yang Mendo'akan Orang Tuanya (Didikan yang baik akan melahirkan anak yang baik sehingga terus Mendo'akan orang tuanya setelah wafat).

Selain tiga hal tersebut, setiap kebaikan yang kita lakukan dengan niat ikhlas juga dapat menjadi sebab pahala yang terus mengalir, selama manfaatnya dirasakan oleh orang lain.

Jangan sampai kita hanya sibuk mengumpulkan harta dunia, tetapi lupa menanam amal jariyah untuk akhirat. Harta yang kita kumpulkan akan kita tinggalkan, tetapi amal kebaikan akan terus mengikuti kita.

Karenanya, Mari kita membangun tradisi mencintai ilmu dan gigih belajar agar kita berhasil dalam menjalani kehidupan, sehingga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat.

Kembalikan urusan pada Posisinya

Dalam kitab Syu'abul Iman, Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra. berkata sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, bahwa: الدُّنْيَا حَلَالُهَا حِسَابٌ Dunia ini halalnya adalah hisab وَحَرَامُهَا عِقَابٌ dan haramnya adalah siksa" Artinya; Harta di dunia ini, yang halal saja akan dihisab, apalagi yang haram, jelas hisabnya dan jelas pula siksanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali diperhadapkan pada berbagai macam tantangan² yang memerlukan solusi agar cepat bisa keluar dari zona keterpurukan.

Bagaimana Caranya agar bisa keluar dari zona keterpurukan: Ada tiga M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental (spiritual) yang kuat, dan Misi yang lurus (ikhlas). Tanpa ketiganya, semua cita-cita, niat dan rencana hanya akan berhenti sebagai mimpi. dalam kitab kitab Lathaiful Isyarat jilid 1 halaman 266: حَقُّ التَّقْوَى أَنْ يَكُونَ عَلَى وَفْقِ الْأَمْرِ لَا يَزِيدُ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ وَلَا يَنْقُصُ "Hakikat takwa adalah mengikuti perintah (Allah) tanpa menambah atau mengurangi sesuai dengan hawa nafsu sendiri."

Dan Ini bukan tentang seberapa cepat kita berlari, tapi apakah tujuan hidup kita sudah benar dalam pandangan Alloh SWT? Karenanya: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ Maka, اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا Kejarlah dunia secukupnya dan raihlah ridho Alloh seutuhnya.

Artinya: Dalam hal dunia kita disuruh "Jalan", tapi untuk urusan akhirat Alloh menyuruh kita "Lari" didalam Al-Quran Alloh SWT sudah menginstruksikan hal ini lantaran Ada rahasia "kecepatan" yang selama ini kita abaikan.

Kita sering terbalik untuk kepentingan Dunia yang sudah dijamin وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا (هود: ٦) "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya"

Tapi kita sering Berlari (menghabiskan waktu) sampai burnout (lelah jiwa, raga, dan tekanan yang berkepanjangan) hingga lupa ibadah. Tapi untuk Allah (urusan akhirat) yang kita berharap mendapatkan ridha-Nya, kita justru jalan santai (tenang masih mudah, masih lama dlsb), menunda-nunda, dan sering telat.

Urusan Sholat: "bersegeralah" فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ "maka bersegeralah kamu mengingat Allah" (QS. Al-Jumu'ah: 9). Allah menggunakan kata فَاسْعَوْا artinya bukan jalan santai, tapi melangkah dengan serius, penuh niat, prioritas tinggi (kesusu, bergegas).

Urusan Rezeki (sandang, pangan, papan): "berjalanlah" فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا "Maka berjalanlah di segala penjurunya..." (QS. Al-Mulk: 15). Allah menggunakan kata فَامْشُوا yang artinya jalan santai. Sebab: Rezeki itu sudah dijamin. Cukup jemput dengan sewajarnya, jangan sampai lari lalu kemudian kehilangan arah.

Alloh SWT mengingatkan kita bahwa: اَللّٰهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُۗ Allah melonggarkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yg dikehendaki وَفَرِحُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ dan Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا مَتَاعٌ padahal kehidupan Dunia dibanding dengan akhirat hanyalah kesenangan sesaat.

Maka Kembalikan Posisinya AKHIRAT (di hati) karena Al-Qur'an mendidik kita agar tidak meletakkan DUNIA di atas segalanya.

Dunia cukup di kaki (dijalani), akhirat harus di hati (dikejar). "Barangsiapa mengejar akhirat, dunia akan datang berlutut di kakinya."

Urusan Allah (Zakat, Qurban, Haji, sedekah dlsbg "Wajib/Sunnah) : "larilah!" فَفِرُّوا إِلَى اللهِ "Maka berlarilah kamu menuju Allah (QS. Adz-Dzariyat: 50).

Kata فَفِرُّوا Ini lari dengan level kecepatan tertinggi. yang berarti lari dengan kecepatan penuh (gass pool) seperti orang yang sedang dikejar bahaya dan mencari perlindungan paling aman.

Urusan Ampunan: "berlombah²lah" وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ "Dan bersegeralah (berlomba-lombalah) menuju ampunan Tuhanmu..." (QS. Ali-Imran: 133).

Kata سَارِعُوا yang berarti bergegaslah dalam berkompetisi artinya Jangan mau kalah sama orang lain dalam urusan tobat dan surga, maka Kecepatannya musti naik lagi.

Alhasil: Dunia memiliki porsi Akhirat adalah hisab yang pasti, karenanya kembalikan seluruh urusan pada posisi yang dikehendaki Alloh SWT., sebagaimana sabdanya Nabi, اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا Kejarlah dunia secukupnya dan raihlah ridho Alloh seutuhnya.

Media Penghapus Dosa

Dalam kehidupan ini, tidak ada manusia yang luput dari dosa, maksiat dan kesalahan. Siang dan malam kita berbuat khilaf, baik sengaja maupun tidak, besar maupun kecil. Karena itu, Islam mengajarkan banyak jalan (waktu) untuk membersihkan dosa² kita.

Di antara sekian banyak amalan, ada tiga amalan istimewa yang erat dengan bulan (Harom) Dzulhijjah, yaitu: Puasa, Qurban dan Silaturahim, Ketiga amalan ini bukan hanya bernilai ibadah (vertikal dan horizontal), tetapi juga menjadi media penghapus dosa.

Puasa (Tarwiyah dan Arofah): Penghapus Dosa, Puasa Tarwiyah dan Arofah adalah kesempatan emas untuk merengkuh rahmatnya Alloh SWT. Ada riwayat yang menyatakan bahwa: صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ Puasa Tarwiyah menghapus dosa setahun, وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ dan Puasa Arofah menghapus dosa dua tahun (Al-Ishfahani dan Ibnu Najar).

Rosululloh bersabda: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ "Dengan berpuasa di Hari Arafah, saya berharap Allah akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (s.muslim).

Maksud hadis tersebut dijelaskan oleh Syekh Ibnu Allan: ﻭاﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻐﻔﺮاﻥ ﻣﺎ ﺳﻴﺄﺗﻲ إﻣﺎ اﻟﻌﺼﻤﺔ ﻋﻦ ﻣﻼﺑﺴﺘﻪ ﺃﻭ ﻭﻗﻮﻋﻪ ﻣﻐﻔﻮﺭا ﺇﻥ ﻭﻗﻊ Yang dimaksud dengan ampunan dosa yang akan datang ada kalanya diberi perlindungan melakukan dosa tersebut atau orang tersebut mendapatkan ampunan jika melakukan dosa (Dalil Al-Falihin Syarah Riyadh As-Shalihin)

Tentu yang dimaksud ampunan dosa adalah dosa-dosa kecil. Sementara untuk dosa besar ada tata cara taubat tersendiri.

Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan satu atau dua hari puasa, Allah menjanjikan pengampunan Dosa.

Puasa Tarwiyah dan Arafah mengajarkan kepada kita tentang: menahan hawa nafsu, melatih kesabaran, memperbanyak dzikir dan doa, meningkatkan ketakwaan.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, لَيْسَ مِنْ الْجُوْع وَالْعَطْش tetapi juga menjaga lisan, menjaga hati, nafsu (amarah dan lawamah) dan menjaga perilaku.

Maka jangan sampai kita berpuasa, tetapi masih gemar menyakiti orang lain, memfitnah, atau bermusuhan. Karena hakikat puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

Qurban: Bukti Ketaatan dan Keikhlasan, Ibadah qurban adalah syiar mulia yang mengajarkan pengorbanan dan keikhlasan. Kita diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim As. yang rela mengorbankan putranya demi menaati perintah Allah SWT.

Ibrohim Berkata:, قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ Anakku, sesungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ Pikirkanlah apa pendapatmu? قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ Ismail menjawab: Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu! سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang² sabar"

Qurban adalah latihan untuk mencintai sesama. Qurban adalah sarana untuk menumbuhkan empati. Qurban adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Allah SWT berfirman: اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ Sesungguhnya Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak (wamabikum min ni'matin faminalloh), فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

Qurban bukan hanya menyembelih hewan. Yang paling penting adalah ketakwaan dan keikhlasan hati.

Allah SWT berfirman: لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ "Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya" (QS. Al-Hajj: 37) Dari ayat ini kita menjadi tahu bahwa inti dari ibadah qurban adalah ketakwaan dan keikhlasan.

Melalui Qurban, kita belajar tentang: menghilangkan sifat cinta dunia yang berlebihan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan berbagi kebahagiaan (fakir, miskin, keluarga, tetangga dan kolega).

Saat daging qurban dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, di situlah tumbuh rasa persaudaraan dan kasih sayang bersama masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda: ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ "Sayangilah yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang di langit.” (HR. Tirmidzi)

Dari Hadits ini kita menjadi tahu bahwa empati, berbagi, kepedulian adalah kunci untuk mendapatkan rahmat-Nya Allah SWT. Sekaligus menjadi penghapus dosa ketika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat.

Silaturahim: Membuka Pintu Rahmat dan Ampunan, Banyak dosa terjadi karena rusaknya hubungan antar manusia: pertengkaran, dendam, iri hati, hasud dan memutus hubungan.

Rasulullah SAW bersabda: لايَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعَ رَحِمٍ "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim"

Silaturahim memiliki keutamaan yang sangat besar: memperpanjang umur, melapangkan rezeki, mendatangkan keberkahan, dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Dalam hadis disebutkan: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahim"

Kadang ada keluarga yang lama tidak saling menyapa. Ada saudara yang bermusuhan bertahun-tahun hanya karena masalah dunia. Maka momentum Idul Adha dan Dzulhijjah ini hendaknya menjadi kesempatan untuk saling memaafkan.

Jangan menunggu orang lain meminta maaf terlebih dahulu. Jadilah orang yang memulai kebaikan.

Karena bisa jadi dosa kita kepada Allah lebih mudah diampuni daripada kesalahan kita kepada sesama manusia yang belum diselesaikan.

Mari kita manfaatkan hari² ini dengan memperbanyak amal soleh. Jadikan: Puasa (Tarwiyah dan Arofah) sebagai sarana membersihkan diri, Qurban sebagai bukti keikhlasan, empati dan ketulusan serta Silaturahim sebagai jalan mempererat ukhuwah, dengan itu, mudah-mudahan Alloh berkenan menghapus dosa kita.

Gelorakan Sholawat kepada Nabi SAW

Gerakan Sholawat adalah salah satu solusi akhir zaman demi Menyelamatkan diri dari Berbagai Fitnah dan Kekisruhan, sangat tepat jika di bulan robiul awal ini Lebih menfokuskan diri dengan shalawat.

Ditambah Telah Banyak Para Guru Rohani Di Wafatkan Pada Tahun Ini, Tentu Akan Membuat Keadaan Semakin Tak Menentu. Dengan Pikiran Yang Jernih, Kita Harus Segera Melakukan Pembentengan Diri Dari Berbagai Ancaman Kerusakan Lahir (badan) Dan Bathin (hati).

Terutama Menumbuhkan Lagi Kekuatan Spritual Diri Dengan Mengamalkan Amalannya Para Aslafus Sholeh, Salah Satunnya Yakni Memperbanyak Istighfar Dan Bacaan Sholawat. Dimana Hal Tersebut, Juga Menjadi Perkara Yang Di Anjurkan Dalam Islam.

Sebagaimana Hujjah Para Aslafuna Sholeh:

أَقْرَبُ الطُرُقِ إِلَى اللهِ فِي أَخِرِ الزَمَانِ خُصُوصًا عَلَى المُسْرِفِ كَثْرَةُ الإِسْتِغْفَارِ والصَلاَةِ عَلَى النَبي صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Jalan Yang Paling Dekat Menuju Kepada Allah SWT, Di Akhir Zaman Khususnya Bagi Mereka Yang Bergelimang Dosa Adalah Dengan Memperbanyak Istighfar Dan Bersholawat Untuk Nabi Muhammad SAW.

وَمِنْ أَعْظَمِ الوَصَلِ التَعَلُّقِ بِصِفَاتِ وبِكَثْرَةِ الصَلاَةِ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dan seagung-agungnya Jalan (Wushul) Adalah (Ta'alluq) Menyandarkan Diri Dengan Sifat Sang Kekasih Allah SWT, Yaitu Dengan Cara Memperbanyak Bersholawat Untuk Nabi Muhammad SAW.

في آخر الزمان يفقد الشيخ المربي فالصلاة على النبي تقوم مقام الشيخ المربي في إيصال المريد إلى الله

Di Akhir Zaman, Jumlah Murrabbi (Guru Rohani) Akan Terus Menyusut (Berkurang) Karena Itu Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW, Dapat Dijadikan Sebagai Pengganti Kedudukan Murrabbi (Guru Rohani) Bagi Seorang Murid Dalam Mencapai Wushul Illa Allah.

لِأَنَّ السَنَدَ وَالشَيْخَ صَاحِبُهَا...

Sesungguhnya, Sanad (Mata Rantai Sholawat) Dan Guru (Pembimbing Rohani Para Pembaca Sholawat) Adalah Pemilik Sholawat Itu Sendiri, Yakni Tiada Lain Adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Bahkan Barang Siapa Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW Dengan Disertai Adab Yang Bagus Dan Penuh Kekhusyukan, Maka Allah SWT Akan Membalas Bersholawat Kepadanya.

Bayangkan, Betapa Beruntungnya Manusia Awam Seperti Kita, Mendapat Anugerah Sholawat-Nya Allah SWT, Karena Sebab Membaca Sholawat Untuk Kekasih-Nya, Nurul Musthofa SAW.

Kesimpulannya, Pada Akhir Zaman Ada Golongan Umat Dimana Mereka Bukan Nabi, Bukan Rasul, Bukan Wali Bukan Ulama Dan Bukan Hamba Yang Sholeh, Namun Sesungguhnya Mereka Berhak Mendapat Sholawat-Nya Allah SWT.

Siapakah Mereka? Tiada Lain Adalah Para Ahli Sholawat Yang Senantiasa Tidak Lelah Menyambungkan Hatinya Kepada Sang Baginda Nabi Muhammad SAW. Dengan Perantara Sholawat Yang Terus Menerus Mereka Baca.

Trik Retorika Rapat agar Pendapatmu Didengar di Lingkungan Sosial

Di dunia yang penuh dengan suara dan informasi seperti sekarang, memiliki pendapat saja tidak cukup. Tantangannya adalah bagaimana membuat suara Anda menonjol dan didengarkan, baik dalam rapat kerja, diskusi dengan teman, atau bahkan dalam percakapan di media sosial. Retorika, seni berbicara yang persuasif, adalah kuncinya. Berikut adalah trik-triknya yang bisa Anda terapkan segera.

  1. Mulailah dengan Hook yang Memikat Lima detik pertama Anda berbicara menentukan apakah orang akan mendengarkan atau mengabaikan Anda. Hindari kalimat klise seperti, "Menurut saya...". Sebaliknya, mulailah dengan pertanyaan provokatif, statistik mengejutkan, atau pernyataan yang relate dengan audiens. Misalnya, "Pernah nggak sih merasa waktu kita habis untuk rapat yang tidak produktif? Data menunjukkan kita kehilangan 70% waktu kerja karena hal ini. Hari ini, saya punya satu solusi sederhana."
  2. Rumuskan Pesan Anda dengan Struktur yang Jelas Otak manusia menyukai keteraturan. Sampaikan pendapat Anda dengan struktur yang mudah diikuti. Salah satu formula terbaik adalah Problem-Solution-Benefit. Pertama, jelaskan masalah yang semua orang hadapi (buat mereka setuju dengan Anda). Kedua, tawarkan ide atau solusi Anda sebagai jawabannya. Ketiga, gambarkan keuntungan jelas yang akan mereka dapatkan jika solusi Anda diterapkan. Ini membuat argumen Anda logis dan mudah dicerna.
  3. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Konkret Hindari jargon dan bahasa yang terlalu teknis. Semakin mudah sebuah ide dipahami, semakin besar kemungkinan orang menerimanya. Ganti kata-kata abstrak dengan gambaran yang nyata. Alih-alih mengatakan, "Kita perlu mengoptimalkan efisiensi operasional," coba katakan, "Mari kita persingkat proses ini dari lima langkah menjadi dua langkah, sehingga kita semua bisa pulang lebih cepat."
  4. Manfaatkan Kekuatan Storytelling Cerita adalah perekat yang membuat ide Anda melekat di benak orang lain. Orang mungkin lupa data, tetapi mereka akan ingat cerita. Saat memberi pendapat, selipkan cerita singkat tentang pengalaman pribadi, pelanggan, atau bahkan studi kasus yang relevan. Cerita memberikan bukti emosional dan konteks yang membuat argumen Anda tidak mudah dilupakan.
  5. Sesuaikan Gaya Bahasa dengan Media yang Digunakan Cara Anda menyampaikan pendapat di grup WhatsApp akan sangat berbeda dengan di rapat Zoom atau di kolom komentar Instagram. Di chat grup, gunakan kalimat pendek, poin-poin, dan emoji untuk menyampaikan nada. Dalam rapat virtual, pastikan suara Anda jelas dan gunakan fitur "raise hand". Menyesuaikan gaya menunjukkan kecerdasan komunikasi sosial Anda.
  6. Akuilah Keberatan dan Sudut Pandang Lain Retorika yang kuat bukan tentang memaksakan pendapat, tapi tentang membujuk. Tunjukkan bahwa Anda telah mempertimbangkan sisi lain. Gunakan frasa seperti, "Saya memahami kekhawatiran tentang budget, dan itu valid. Mari kita lihat bagaimana solusi ini justru bisa menghemat biaya dalam jangka panjang." Ini membuat Anda terlihat objektif dan kolaboratif, bukan hanya ingin menang sendiri.
  7. Akhiri dengan Call to Action yang Spesifik Jangan biarkan pendapat Anda mengambang. Tutup dengan permintaan atau langkah selanjutnya yang sangat jelas dan dapat ditindaklanjuti. Alih-alih, "Ya, kira-kira begitu pendapat saya," coba katakan, "Jadi, langkah yang saya usulkan adalah A dan B. Apakah kita bisa komit untuk mencobanya minggu depan? Siapa yang bisa mendukung?" Ini mengubah pembicaraan menjadi aksi.

Intinya, retorika bukan tentang menjadi yang paling keras atau paling banyak bicara. Ini tentang berbicara dengan lebih cerdas, lebih empatik, dan lebih terstruktur. Dengan melatih trik-trik ini, Anda tidak hanya akan didengar, tetapi juga dihargai.