Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Sholawat Maulid

Lirik sholawat Ya Khoiro Maulud


ياخير مولود بمکة قد اتی

“Wahai sebaik-baiknya manusia yang dilahirkan di Mekah. Ia telah tiba…”

ذلت لهيبته جميع خصومه

“Sebab wibawanya, runtuhlah seluruh musuh…”

ياخير مولود … يا نبينا

“Wahai sebaik-baik yang dilahirkan, wahai Nabi kami…”

ضاءت به کل العوالم جهرة

“Sebabnya, menjadi terang benderanglah segenap alam raya…”

والگون أصبح مشرقا بقدومه

“Dan semesta menjadi cerah dengan kehadirannya…”

ياخير مولود … يا نبينا

“Wahai sebaik-baik yang dilahirkan, wahai Nabi kami…”

هذا الحبيب المصطفی طه الذی

“Inilah al-Habib (sang kekasih), al-Musthafa (sang terpilih), sang Thaha…”

کل العوالم قد بدت من نوره

“…yang mana seluruh alam bermula dari cahayanya (Nur Muhammad yang tercipta kali pertama).”

ياخير مولود … يا نبينا

“Wahai sebaik-baik yang dilahirkan, wahai Nabi kami…”


Demikian lirik lagu sholawat Ya Khoiro Maulud beserta terjemahannya. Semoga bermanfaat.

Doa Walimatul Ursy

 Do’a pass Selesai Akad Nikah / Ijab Qobul

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ .اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ .اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فِرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ

Do’a Walimatul Ursy

اللّهُمَّ بِفَضْلِكَ عُمَّنَا وَبِلُطْفِكَ حُفَّنَا .وَاجْعَلْ زَوَاجَهُمَا مُبَارَكًا مَيْمُونًا .اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَآئِماً  .وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فُرْقَةً وَفِرَارًا وَخصومًا .أَللَّهُمَّ أَلْف بَيْنَهُمَا الْمَحَبَّةَ وَاْلوِدَادَ .وَارْزُقْهُمَا النَّسْلَ الصَّالِحَ مِنَ الْبَنَاتِ وَالْاَوْلَادِ .حَتَّى يَرَوْنَ اْلاَسْبَاطَ وَالْاَحْفَادَ .اللَّهُمَّ اكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الْحَيَاةِ وَالْمَمَاتِ .اللَّهُمَّ اكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ .اللَّهُمَّ احْفَظْهُمَا مِنْ مَكَايِدِ الْخَلْقِ .وَوَسِّعْ عَلَيْهِمَا الرِّزْقَ .رَبّنّا هّبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً .رَبِّنا هَبْ لنا مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيْع الدُّعَآء رَبِّنا اَوْزِعْنِا اَنْ نشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى اَنْعَمْتَ عَلَيَّنا وَعَلَى وَالِدَيَّنا وَاَنْ نعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَاصْلِحْ لِنا فِى ذُرِّيَّتِى .إِنِّى تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِينَ.

Ya Allah ...

Jadikan pernikahan mereka berdua penuh limpahan kasih sayang dan berkah.

Ya Allah ...

Anugerahi mereka ketenangan dan kedamaian selalu dan selamanya

Alirkan ke dalam hati mereka rasa saling mencintai dan menyayangi

Anugerahi mereka putra putri yang saleh dan salehah, Hingga kelak mereka melihat cucu-cucu dan cicit-cicit mereka

Ya Allah ...

Cukupi bekal hidup mereka, bekal agama dan budi pekerti luhur untuk kehidupan di dunia sekarang ini dan di akhirat kelak

Wahai Allah Yang Maha Pengasih ...

Jaga mereka dari kegalauan dan gangguan  manusia, Bentangkan untuk mereka rizki yang bersih, hati yang saling mencintai, menyayangi dan menjaga, jadikan mereka pemimpin Orang-orang yang mencintai-Mu

Duhai Tuhan, Yang Maha pengasih dan penyanyang ...

Limpahi hati kami dan mereka kemampuan untuk selalu mensyukuri anugerah Yang telah Engkau bagi untuk kami, kedua orang tua kami dan guru-guru kami, Juga kemampuan untuk selalu setia kepada-Mu yang atasnya Engkau rela, Rengkuhlah kami dalam Kasih-Mu , Bersama hamba-hamba-Mu yang soleh.

Tuhan ... Kepada-Mu sepenuhnya kami pasrahkan, Aamiin...

Khutbah Nikah

 KHUTBAH NIKAH

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلُ الْخَلْقِ وَالْوَرَا وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا كَثِيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقِوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

وَاعْلَمُوْا أَنَّ النِّكَاحَ سُنَّةٌ مِنْ سُنَنِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَاللهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلّٰهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لٰكِنِّيْ أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّيْ وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ.

Hadirin yang Berbahgia; bahwa nikah adalah merupakan sunah Rasulullah SAW. Nabi bersabda: Demi Allah, Aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku sholat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci terhadap sunahku, maka dia bukanlah dari golonganku.

وَقَالَ أَيْضًا يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

وَقَالَ أَيْضًا خَيْرُ النِّسَاءِ امْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ

وَقَالَ اللهُ تَعَالٰى يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ.

Istri yang baik adalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, apabila kamu perintah dia menaatimu, apabila kamu tiada dia mampu menjaga kehormatan dirinya dan hartamu. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah SWT ialah orang yang paling bertakwa.

وَقَالَ أَيْضًا وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكِرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمَ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ.

أَعُوْذُ بِا للّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ. إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَاسْتَغْفِرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِسَائِرِ الْمُسِلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْه×٣

 

Ilmu

Para ulama ahli hikmah memberikan tafsir kata ilmu. Dijelaskan bahwa kata ilmu terdiri dari tiga huruf yaitu Ain, Lam, dan Mim.

A'in merupakan turunan dari kata ‘illiyyin (derajat tinggi), Lam merupakan turunan dari lutf (kelembutan), sedangkan Mim merupakan turunan dari kata mulk (raja).

Penjelasan itu memberikan arti bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu. Tidak hanya itu, Allah juga akan memberikan kepada orang yang berilmu kemuliaan, kelembutan hati, dan memberikan kecintaaan (disukai orang).

Selain itu, dengan ilmu akan menjadi salah satu pembeda antara manusia dan hewan. Oleh sebab itu menurut Imam Al-Ghazali seyogyanya seseorang harus menjadi orang yang berilmu atau orang yang mencari ilmu.

Hal ini karena Nabi Muhammad SAW memerintahkan seseorang untuk menjadi orang alim atau muta’allim, menjadi pelajar atau menjadi pendengar atau menjadi pecinta ulama, bukan sebaliknya yakni menjadi individu dan atau kelompok manusia yang bukan alim, bukan pelajar, bukan pendengar, dan bukan juga pecinta ulama.


Imam Al-Ghozali dalam kitab Minhajul Muta'allim

Menyambut bulan Romadhon

 Bulan Sya'ban sering disebut dengan istilah Ruwah, Ruwah itu bahasa arabnya "Arwah", yang kemudian diserap dalam bahasa jawa menjadi "Ruwah". Pada akhir bulan Sya'ban masyarakat Nusantara (Jawa) memiliki tradisi Ruwahan atau Megengan yang merupakan tradisi turun temurun sejak periode wali songo.

Kegiatan ini rutin setiap tahun dilakukan oleh hampir seluruh umat muslim dunia dalam rangka kirim do'a untuk di hadiahkan kepada arwah para leluhurnya dan sekaligus menyambut haru (bahagia) atas datangnya bulan suci Romadhon. Hal ini sesuai dengan dawuhnya Rasulullah SAW:

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

“Barangsiapa yang berbahagia (menyambut) kedatangan bulan Romadhon, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk api neraka”.

Berdasar hadist diatas, ekspresi umat muslim dalam menyambut Romadhonpun mereka lakukan dengan beragam tradisi (kebaikan), ada yang melakukan pawai Targhib Romadhon, Berziarah kubur (Nyadran, Jawa), Megengan dan lain sebagainya, yang tentunya memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah: Pertama, Syiar Islam. Kedua, Ungkapan syukur kepada Allah SWT. Ketiga, Berkirim do'a untuk para leluhur. Keempat, Pemberian sedekah. Kelima, Bermohon kepada Allah SWT untuk diberikan kekuatan dan keteguhan dalam menjalani ibadah Romadhon. Dan yang terakhir adalah sebagai sarana Meneguhkan ukhuwah Basyariah.

Rasulullah bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah ia menjalin silaturrahim.” (HR. Buchori).

Bagi sebagian besar masyarakat Nusantara (Jawa), tradisi Megengan telah menjadi kebiasaan atau adat dan menjadi semacam keharusan, sehingga jika pada akhir bulan Sya'ban mereka meninggalkan tradisi Ruwahan atau Megengan, serasa ada yang kurang (hambar) dalam menyambut haru bulan suci Romadhon.