Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Jangan Berhenti ber JIMA'

Jangan Berhenti ber JIMA'

وقال محمد بن زكريا من ترك الجماع مدة طويلة ضعفت قوى اعصابه واستد مجارها وتقلص ذكره

Muhammad bin zakaria berkata: siapa meninggalkan jima' dalam waktu yang lama, otot-ototnya akan menjadi lemah, peredaran darahnya terhambat dan anunya (ATM=alat tusuk manual) menjadi susut (mengkeret).

قال ورأيت جماعة تركوه لنوع من التفشف فبردت أبدانهم وعسرت حركاتهم ووقعت عليهم كابة بلا سبب وقلت شهواتهم ومضمهم.. إنتهى...

Kemudian ia juga berkata: " Aku pernah melihat sekelompok orang meninggalkan berhubungan dengan alasan menghindari nafsu duniawi. Tidak lama kemudian ia merasakan demam, sulit bergerak, dilanda perasaan sedih dengan tanpa tahu penyebabnya, birahinya menjadi lemah dan pencernaannya tidak bisa berfungsi normal.

فتزوجوا وجامعوا تصحوا...

Menikah dan gauli, maka kalian akan sehat.


Rahasia Berjima'

كان ابن عقيل الحنبلي رحمه الله تعالى يقول : 

كنت إذا ستغلقت على مسألة، دعوت زوجتي إلى الفراش,فإذا فرغت من أمرها قمت إلى قراطيس أصب العلم صبا. لأن الجماع يصفى الذهن ويقوى الفهم.

Al-Imam Ibnu 'Uqail Al-Hanbali berkata: "Ketika aku terkunci pada suatu permasalahan (ilmu), maka aku panggil istriku untuk berhubungan. Ketika aku selesai, maka aku ambil kertas dan ku tuangkan ilmu ke atasnya (mulai mengarang kitab)". Jima' dapat membersihkan pikiran dan menguatkan kepahaman.

 وكان الجنيد يقول : أحتاج الى الجماع كماأحتاج الى القوت. فالزوجة على التحقيق قوت وسبب لطهارة القلب. ولذلك أمر رسول الله كل من وقع نظره على إمرأة فتاقت اليها نفسه ان يجامع أهله.

Al-Imam Al-Junaid Al-Baghdadi berkata : "Aku butuh bersetubuh sebagaimana aku butuh makanan (untuk asupan badan), maka seorang istri tak ubahnya asupan badan dan menjadi sebab bersihnya hati". Oleh karena itu Rosulullah memerintahkan kepada setiap lelaki yg melihat perempuan yg membuat hati tertarik padanya, maka hendaknya menggauli istrinya.

 قال الفقهاء : وعلى الرجل ان يشبع إمراته جماعا او وطأ كما يشبعها قوتا.

Para Pakar Fiqih berkata: "Wajib bagi lelaki untuk memuaskan istrinya dlm hubungan biologis, sebagaimana mengenyangkannya dengan makanan".

Catatan penting: Semua ini berlaku bagi pasangan yang HALAL (PASUTRI) monggo di amalaken insyaallh angsal ganjaran.

Ora kudu bengi... Anake wes budal sekolah yo oleeeh...Wayae kerjo ijin pulang sebentar yo gak po po..... sak enakmu.

Dialog interaktif antara seorang hamba bersama Allah SWT

Surat Al-Fatihah seyogyanya dibaca dengan tartil (tertib, perlahan-lahan) lebih lebih disaat melaksanakan sholat, karena Surat Al-Fatihah merupakan rukun dalam sholat. setidaknya 17 kali sehari semalam kita membacanya, dan selama ini kita sering membacanya dengan tergesa-gesa dengan harapan agar segera cepat selesai shalat kita tanpa penghayatan.

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah.”(HR. Bukhari)

مَنْ صَلَّى صَلَاةً، لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ، فَهِيَ خِدَاجٌ - ثَلاَثًا - غَيْرُ تَمَامٍ.

“Barangsiapa yang sholat lalu tidak membaca Ummul Qur’an, maka sholatnya kurang, beliau mengulanginya tiga kali, tidak sempurna.” (HR. Muslim).

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah SWT. menjawab langsung setiap kali hamba-Nya membaca Surat istimewa ini. Maka sudah selazimnya ada jeda (tuma'ninah) antara satu ayat dengan ayat yang lain, karena sholat adalah merupakan dialog antara seorang hamba bersama Tuhanya.

Disebutkan dalam HR Muslim. Bahwa Nabi bersabda:

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ:{ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ:{ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ } قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ:{ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ } قَالَ اللَّهُ: مَجَّدَنِي عَبْدِي، فَإِذَا قَالَ:{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ } قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ:{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ } قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Artinya : “Rasulullah SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Dan bagi hamba-Ku apa yang dia mohonkan.


Maka ketika hambaku berkata:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

(Segala Puji Hanya Bagi Allah, Tuhan semesta alam).

Allah SWT. berfirman:

حَمِدَنِي عَبْدِي

(Hambaku telah memuji-Ku)

dan ketika seorang hamba berkata:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

ِ(Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)

Allah SWT. berfirman:

أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي

(Hambaku telah menyanjung-Ku)

dan ketika seorang hamba berkata:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

(Yang Menguasai di Hari Pembalasan),

Allah SWT. berfirman:

مَجَّدَنِي عَبْدِي

(Hambaku telah memuliakan Aku).

dan ketika seorang hamba berkata:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين

(Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan),

Allah SWT. berfirman:

هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

َ(ini adalah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya).

dan ketika seorang hamba berkata:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين

(Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat),

Allah SWT. berfirman:

هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

(Ini adalah bagi hambaku, dan bagi hambaku apa yang dia minta).

Konsekuensi Persaudaraan seiman

Kebaikan itu seperti roda yang berputar, bergerak dan akan kembali kepadamu.

Jika Allah Ta'ala menempatkanmu dalam posisi di mana kamu bisa mempermudah urusan orang lain dan membantu mereka, jangan ragu untuk melakukannya.

Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kepadamu dari doa tulus seseorang, dan mungkin saja ada di antara mereka seseorang yang jika bersumpah demi Allah, maka Allah akan mengabulkannya.

Rosulullah Shollallohu Alaihi Wassallam bersabda: 

المسلم أخو المسلم ومن كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته ومن فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه كربة من كربات يوم القيامة


"Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya; dan barang siapa yang menghilangkan kesulitan dari seorang Muslim, maka Allah akan menghilangkan salah satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan di hari kiamat darinya..." (HR. Bukhari).

Konsekuensi dari persaudaraan iman adalah seorang mukmin merasa sakit atas musibah yang menimpa saudaranya, memperhatikan dan peduli terhadap masalah mereka, bahkan turut sedih jika mereka mengalami kesulitan.

Umat ini seperti satu tubuh, jika satu bagian terluka, seluruh tubuh akan merasakan. Dan barang siapa yang tidak merasakan, maka mungkin ia tengah mati rasa atau bukan bagian dari tubuh itu.

Maksud Do'a

Do'a 

Apapun yang kamu ucapkan atau utarakan dalam hati kepada Allah, itu sama sekali tidak informatif bagi Allah. Dia sudah mengetahui segala hal tentang dirimu, tentang keinginanmu, tentang masalahmu, tanpa menunggumu menyampaikan kata apapun.

Sebenarnya doa hanyalah cara "menata hati kita sendiri" bagaimana menghadapi kehidupan ini. Doa adalah upaya menanamkan dalam jiwa bahwa kita tidak punya kuasa kecuali atas pengaturan Allah. Mengakui kelemahan diri dan mengakui kekuasaan Allah. Menyadari kita ini milik Allah. Itu saja. Perasaan itulah inti dari sebuah penghambaan.

Maka kata Rasulullah ﷺ :

الدعاء مخ العبادة

"Doa adalah inti dari ibadah"

قد كفاني علم ربي من سؤالي واختياري 

فدعائي وابتهالي شاهد لي بافتقاري

Lalu setelah berdoa, apakah akan dikabulkan keinginanmu? 

Kamu terlalu memaksa. Sampai kamu mencari ijazah dari banyak kyai, meminta bacaan yang menurutmu akan bisa MEMAKSA Allah menuruti kemauanmu. Kamu baca mantra (ijazah doa) yang menurutmu jika dibaca maka Allah akan ikut kemauanmu. Padahal sebelum kamu mampu berdoa, masih janin di dalam perut ibumu, sudah dicukupi segala keperluanmu oleh Allah. Dia yang sebaik itu mau kau anggap pelit hanya karena kebaikanNya tidak sesuai nafsumu?

Nasihat Fudhail bin Iyadh

Fudhail bin Iyadh (seorang ulama besar) berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 45, 55, 60, 70 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : Berarti  kamu sekarang  berjalan menuju kepada Tuhanmu dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus...!

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 45, 55, 60, 70 tahun:

1. JANGAN banyak BERGURAU dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

2. JANGAN berlebih-lebihan, BERHIAS,  BERSOLEK, dan BERPAKAIAN.

3. JANGANLAH BERLEBIH-LEBIHAN makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal soleh.

4. JANGAN  BERKAWAN dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal kepada kita.

5. JANGAN banyak berjalan dan MELANCONG ke sana sini tanpa MANFAATNYA yang dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.

6. JANGAN gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa sabar dan bersyukur.

7. PERBANYAK Do'a mengharap keridhoan ALLAH agar husnul Khatimah (mati dalam kesudahan yang baik) dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah (mati yang tak baik).

8. TAMBAHKAN ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

9. Siapkan/tuliskan WASIAT yang berguna untuk kaum kerabatmu.

10. Kerap menjalin SILATURAHIM dan mendekatkan hubungan yang telah renggang  sebelumnya.

11. MINTA MAAF dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi

12. TINGKATKAN amal SOLEH terutama amal yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati

13. MAAFkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu

14. Bereskan segala HUTANG yang ada dan jangan buat HUTANG BARU walaupun untuk menolong orang lain

15. Berhentilah dari melakukan semua MAKSIAT!!!

16. MATA, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu.

17. TANGAN, berhentilah dari meraih yang bukan hak mu.

18. MULUT, berhentilah makan yang tidak baik dan yang tidak halal bagimu, berhentilah dari GHIBAH (mengumpat ), FITNAH, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

19. TELINGA, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat

20. Berbaik sangka lah kepada ALLAH atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa

21. Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar & taubat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu

22. Banyakkan bersedekah dan sucikan harta dengan mengeluarkan zakat

Semoga bermanfaat bagi kita semua dan ALLAH lindungi kita dari segala musibah. Aaminn.

Bersabarlah kepada mereka yang sedang di uji dengan kesusahan, kesedihan, kesakitan, kelaparan. 

Ya ALLAH.. Angkatlah segala ujian dan musibah ini.