Butuh batu kerikil supaya kita hati-hati,
butuh semak berduri supaya kita waspada,
butuh persimpangan supaya kita bijaksana memilih,
butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang adanya masa depan…
Hidup butuh masalah supaya kita tahu bahwa kita punya kekuatan,
butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras,
butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati,
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai,
butuh tertawa supaya kita tahu mengucapkan syukur,
butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta,
Butuh orang lain (saudara seiman) supaya kita tahu kita tak sendiri…
Memori at PASCASARJANA
UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.
STUDY ACADEMIC
STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".
MY FAMILY
BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.
MOTIVASI HIDUP
DALAM KEBINEKAAN.
FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED
TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.
Tentang Kehendak-Nya
Ketika kehendakmu tak sejalan dengan kehendak-Nya
Biarkan kehendak-Nya yang berjalan atas hidupmu
Karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu
Ketika inginmu tak sesuai dengan ingin-Nya
Biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik
bagi hidupmu
Karena Dia Mahatahu segala hal tentang dirimu
Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu
Bukan kecewa pada Rabb-mu
Tapi kekecewaan pada dirimu sendiri
Karena tak mampu berdiri di atas ingin-Nya
Hidup harus dijalani„
Semenyakitkan apapun
Siap atau pun tidak
Karena Rabb-mu tidak pernah butuh persetujuanmu
atas Kehendak-Nya
Kisah Hajar Aswad
Kisah Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam kemerah-merahan, terletak di sudut selatan, sebelah kiri pintu Ka’bah. Ketinggiannya 1,10 meter dari permukaan tanah. Ia tertanam di bagian dalam dinding Ka’bah yang mulia.
Dulu diameter Hajar Aswad sekitar 30 centimeter. Akibat berbagai peristiwa yang menimpanya sepanjang masa, kini Hajar Aswad tersisa delapan butir batu kecil sebesar kurma yang dikelilingi oleh bingkai perak.
Namun, tidak semua yang terdapat di dalam bingkai adalah Hajar Aswad. Butiran Hajar Aswad tepat berada di tengah dempulan dalam bingkai. Butiran inilah yang dicium dan disentuh oleh jamaah haji.
Dari Hajar Aswad, thawaf dimulai dan diakhri. Oleh karena itu, ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa penentuan rukun ditinjau dari eksistensinya sebagai sudut terpenting di Baitullah, yaitu rukun sebelah timur, tempat dimulainya thawaf.
Warna asal Hajar Aswad adalah putih, tetapi bagian yang terlihat di permukaan kini berwarna hitam. Mungkin perubahan tersebut disebabkan oleh kebakaran yang pernah terjadi di Ka’bah pada masa kaum Quraiys.
Kemudian kebakaran kedua yang terjadi pada era Ibnu Az-Zubair yang mengakibatkan terpecahnya Hajar Aswad menjadi tiga pecahan. Saat membangun kembali Ka’bah, Ibnu Az-Zubair pernah berusaha untuk menahannya dengan perak.
Abdullah bin Abbas berkata, “Di bumi ini tidak ada suatu benda dari surga selain Hajar Aswad dan batu Maqam Ibrahim. Keduanya termasuk permata-permata surga. Seandainya tidak pernah disentuh oleh orang musyrik, maka setiap orang cacat yang menyentuhnya, pasti akan disembuhkan Allah.”
Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim adalah dua permata yaqut dari surga yang telah dihapus oleh Allah cahayanya. Seandainya tidak demikian, pasti akan menerangi semua yang berada antara timur dan barat.”
Iyadh berkata, “Hajar Aswad adalah batu yang dimaksud oleh Nabi saat beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku tahu ada sebuah batu yang dulu memberi salam kepadaku. Ia adalah permata yaqut berwarna putih, lebih putih daripada susu. Lalu Allah mengubahnya menjadi hitam akibat berbagai dosa anak Adam dan sentuhan orang-orang musyrik padanya.”
Batu ini selalu dihormati, diagungkan, dan dimuliakan, baik pada masa jahiliyah maupun Islam. Orang-orang mencari berkah padanya dan menciumnya. Hingga tibalah pada suatu ketika Makkah dimasuki kaum Qaramithah secara paksa pada 317 H. Mereka merampas Makkah, membantai para jamaah haji, menguasai Baitullah, mencabut Hajar Aswad, dan membawanya ke negeri mereka di Kota Ahsa’ yang terletak di wilayah Bahrain.
Bajkam At-Turki, seorang penguasa Baghdad, telah mendermakan ribuan dinar kepada mereka pada masa pemerintahan Ar-Radhi Billah agar mereka bersedia mengembalikannya. Akan tetapi, mereka tidak pernah melakukannya.
Lalu, Abu Ali Umar bin Yahya Al-Alawai, seorang khalifah yang taat pada Allah, tampil sebagai penengah pada 339 H. Akhirnya, mereka pun bersedia untuk mengembalikannya.
Mereka membawanya ke Kufah, lalu menggantungkannya di tiang ketujuh Masjid Jami’.
Setelah itu, mereka mengembalikannya ke tempat semula. Mereka beralasan, “Kami telah mengambil berdasarkan perintah dan mengembalikannya berdasarkan perintah pula.” Lama masa hilangnya sekitar 22 tahun.
Sumber: Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth.
Langkah-langkah Meraih Kebahagiaan
Langkah-langkah Meraih Kebahagiaan
( Ad Din, Artikel, Tazkirah untuk Wanita)
Bila datang kepadamu berita kekuranganku
Itu adalah bukti bahawa sesungguhnya diriku sempurna
Sikap rakus dan tamak dapat membinasakan pelakunya. Cara mengatasinya adalah dengan mengikuti terapi berikut ini:
1. Bersederhanalah di dalam hidup dan membelanjakan harta. Sesiapa yang terlalu banyak berbelanja, maka dia tidak akan pernah puas, bahkan ia akan diperbudak oleh rasa tamak. Kesederhanaan adalah pangkat kepuasan. Dalam pepatah arab dikatakan
Pengelolaan yang baik merupakan setengah dari penghidupan
2. Jangan terlalu gelisah menghadapi masa depan. Atasilah dengan membatasi angan-anganmu, dan yakinlah bahawa masalah rezeki itu sudah ditentukan, dan pasti akan sampai kepadamu. 3. Bertaqwalah kepada Allah kerana Dia berfirman di dalam Al Qur’an :
……barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar [65:2]. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.[65:3]
[Surah At Thalaaq (65) : 2-3]
4. Kenalilah kebaikan yang terkandung dalam sifat qana’ah sehingga anda hidup mulia, tidak memerlukan pertolongan orang lain dan kenalilah keburukan yang terkandung dalam sikap rakus dan tamak iaitu membawa kehinaan bagi pelakunya.
5. Perbanyakkanlah merenungkan kisah-kisah para Nabi dan orang-orang soleh. Kepuasan mereka, kesederhanaan hidup mereka dan cinta mereka terhadap amal-amal soleh. Jadikanlah mereka sebagai suri teladan anda.
6. Perhatikanlah keadaan orang yang lebih rendah dalam urusan-urusan duniawi.
Diolah dari buku “Jangan Bersedih, Jadilah Wanita yang Paling Bahagia” karangan Dr ‘Aidh bin Abdullah Al Qarni
13 Langkah Meraih Ramadhan Terindah
13 Langkah Meraih Ramadhan Terindah
Kita, kembali berada dipelukan Bulan Ramadhan. Sekarang saatnya, kita menyusun langkah untuk lebih baik beramal di bulan Ramadhan. Menatapnya dengan mata berbinar, menyambutnya dengan penuh suka cita. Mempersiapakan segala perbekalan untuk amal yang lebih berkualitas di dalamnya.
Ada 13 langkah pahala yang harus kita peroleh secara maksimal di bulan ini. keseluruhannya adalah harapan akan keselamatan kita dunia dan di akhirat. Semoga kita dikuatkan Allah SWT untuk meraih Rmadhan terindah di tahun ini.
1. Perbanyak Shalat
Shalat di bulan Ramadhan menyimpan pahala sangat besar. Di bulan ini, sholat sunnah bernilai shalat wajib, dan sholat wajib bernilai sama dengan minimal 70 kali sholat wajib bulan yang lain.
Shalat Sunah Muakkadah adalah shalat yang selalu dijaga pelaksanannya oleh Rasulullah berjumlah 12 rakaat yaitu: 2 rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat ba’da Zhuhur, 2 rakaat sebelum magrib, 2 rakaat setelah isya.
Pahala Shalat sunnah:
“Rasulallah saw bersabda: ” barangsiapa yang sabar melakukan shalat 12 rakaat dalam satu hari satu malam, maka ia akan masuk surga.” (HR An.Nasai). “Rasulallah bersabda; ” Barangsiapa yang shalat dalam satu hari satu malam dua belas rakaat, selain shalat wajib, dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Muslim)
Memotivasi amal shaleh dengan menghitung pahala shalat wajib:
Shalat wajib di masjid 27 kali lebih baik daripada shalat sendiri di rumah,kalikan 5 jika kita melakukan lima kali sholat wajib berjamaah di masjid. ini sama dengan 5 kali shalat x 70 pahala minimal shalat di bulan ramadhan x 27 lipatan pahala shalat di masjid x 30 hari dalam satu bulan = 283.500 kebaikan yang kita dapat dari shalat di masjid. Ini masih jumlah minimalnya, karena belum termasuk shalat sunnah muakkadah yang pahalanya senilai pahala shalat wajib. Selain itu, karena Allah akan melipatgandakan pahala hingga lipatan yang tidak terbatas bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.
2. Tingkatkan Kualitas Puasa
Imam Ghazali dalam Ihya membagi bobot puasa menjadi 3. pertama, puasa awam, yakni menahan makan, minum, syahwat kepada lawan jenis di siang hari di bulan puasa. Kedua puasa Khawash, yaitu puasa anggota badan dari yang haram, menahan mata, dari yang haram, menahan tangan dari yang haram, menahan tangan dari yang tidak hak, menahan langkah kaki dari jalan menuju yang haram, manahan telinga dari mendengarkan yang haram termasuk ghibah,dan yang ketiga adalah puasa Khawashul Khawash yaitu mengikat hati dengan kecintaan pada Allah SWT, tidak memperhitungkan selain Allah, membenci prilaku maksiat kepada-Nya. Dan hanya menyibukan hati dengan ketaatan dan zikir pada-Nya. Shaum yang mana yang akan kita jalankan ????
keuntungan:
puasa satu hari menjauhkan antara diri kita dan neraka selama 70 tahun. Allah akan melipatgandakan pahala puasa bagi siapa saja yang Ia kehendaki. Sebagaimana disabdakan Rasulallah saw “Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama 70 tahun.” (HR Ibnu Majah)
“Bau mulut orang-orang puasa bagi Allah lebih baik dari pada wangi kesturi” (HR Ahmad)
Orang yang puasa mempunyai pintu di surga yang khusus, bernama Ar Rayyan (HR Bukhari)
Shaum dari Al Quran adalah dua hal yang bisa memberi syafaat di hari kiamat. kedua-duanya tidak akan meninggalkan orang yang melakukan shaum dan membaca Alqur’an, sampai orang itu masuk ke dalam surga. (HR Ahmad)
3. Jangan Sia-siakan waktu malam, Lakukan Qiyamul Lail.
Sebaik-baik nikmat setelah islam adalah nikmat menyendiri bersama Allah SWT. Berdiri dan berzikir di hadapan Allah jelas lebih baik dari tidur terlentang diatas kasur. Qiyamul lail adalah madrasah yang agung dari madrasah pembinaan diri. Tidak ada yang mampu melakukannya kecuali orang-orang yang ikhlas. Maka paksalah diri kita untuk melakukannya. “Wahai orang-orang malam, bangunlah, ada banyak suara yang tidak ditolak di malam ini. Tidak ada yang bangun malam kecuali yang memiliki tekad dan kesungguhan.” Para salafushalih berkata tentang qiyamullail. Malikbin Dinar rahimullah mengatakan, “tidak ada yang tersisa dari kelezatan dunia kecuali tida hal yaitu: Dzikirullah, qiyamullail dan bertemu ikhwan”. Sementara Umar bin Abdul Aziz sangat menikmati manfaat qiyamullail ini. Ia mengatakan, “Aku melakukan terus-menerus qiyamullail dalam satu tahun, lalu kurasakan kenikmatannya selama 20 tahun.”
Keuntungan:
Memperoleh kemuliaan. Rasulallah saw bersabda: “Qiyamullail adalah indikasi kemuliaan bagi orang mukmin.”(HR.Ibnu Rajab, jami’Ulul wal Hikam,300)
Paling tidak menurut Umar bin Khattab, qiyamul lail mengandung 5 keuntungan, menjadi bagian orang yang shalih, dekat dengan Allah.
menjauhkan dari dosa, menghapuskan dosa, menolak penyakit dari jasad.”
- Do’a yang pasti dikabulkan oleh Allah. Taubat yang pasti diterima khususnya jika dilakukan sepertiga malam terakhir. Seperti disebutkan dalam hadits” Sesungguhnya Allah turun setiap malam kelangit dunia saat tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berkata,”Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku akan Aku penuhi permintaannya. Barangsiapa yang memohon ampunan kepada Ku, maka Aku akan mengampuninya. Dan itu terjadi setiap malam.” (HR Bukhan)
4. Basahi lidahmu dengan Dzikrullah.
Dzikrullah adalah indikator hidupnya mati. Dzikrullah adalah peristirahatan bagi jiwa. Seorang Tabi’in mengatakan, “Sesungguhnya di dunia ini ada surga. Orang yang belum memasuki surga dunia, tidak masuk ke dalam surga akhirat. Surga dunia itu adalah dzikrullah.”
Pelihara tiga kesempatan dalam berzikir:
1. Dzikir pagi dan sore. Paling tidak dzikir yang tersusun dalam kumpulan doa al Matsu’rat (oa-doa yang berasal dari Rasullah) yang tidak lebih memakan waktu dari 15 menit. Imam Nawawi mempunyai pandangan, “Tidak ada orang yang ritun memelihara dzikir pagi dan sore kecuali ia orang yang bertakwa.” Salah seorang salafushalih yang lain mengatakan, ” Dzikir bagi seorang mukmin ibarat air bagi ikan.”
2. Dzikir pada hal-hal tertentu. ketika masuk dan keluar rumah, ketika menaiki kendaran, ketika makan, ketika tidur dan sebagainya.
3. Dzikir hati. Dengan kata lain adalah tafukkur, memikirkan kejadian langit, bintang, matahari, bulan, gunung, laut, bulan, dan berbagai fenomena alam lainnya. Sikap ini akan semakin memantapkan keimanan didalam hati. Lalu menumbuhkan kepasrahan kepada Allah SWT.
Keuntungan:
Ampunan dan memperberat timbangan amal shaleh yang hanya diperoleh dalam hitungan menit bahkan detik. Rasulallah SAW bersabda, “Bersuci itu separuh dari keimanan. Mengucapkan “alhamdullilah” itu memenuhi timbangan, mengucapkan “Subhanallah” dan “Alhamdullilah” memenuhi apa yang ada antara langit dan bumi.” (HR Bukhari)
Dinaungi oleh malaikat, berarti mendapat perlindungan dan rahmat dari Allah SWT.(HR Bukhari)
Ketenangan hati dan kesenangan jiwa. Allah SWT berfirman, “Ketahuilah, bahwa dengan dzikirullah itu akan menenangkan hari.” (QS.Ar Ra’d:28)
5. Jangan ragu keluarkan Shadaqah.
Apakah kita ingin mendekati Allah? Apakah kita ingin memperoleh derajat yang tinggi dan menemani Rasulallah saw di surga? Apakah engkau ingin disukai oleh banyak orang? Apakah ingin anak-anak kita aman dan terjamin kesejahteraannya sepeninggal kita? Apakah kita ingin ingin memiliki investasi sepanjang zaman? berinfaqlah. Dan jangan pernah takut miskin karena infaq, karena Allah pemilik Arsy tidak pernah kehabisan memberi kepada orang yang berinfaq. Diantara cahaya Shadqah:
Allah SWT berfirman:”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (Menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS.Albaqarah:245)
Rasulullah saw bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini.”Rasul menunjukan dua jari, jari tengah dan telunjuk.(HR Ahmad)
Dalam sebuat atsar disebutkan perkataan: Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan bersedekah”
Malaikat berdoa setiap hari kepada Allah: “Ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfaq. Ya Allah sempitkan (rizki) orang yang kikir.”
Keuntungan:
Simpanan yang dipenuhi dengan kebaikan disis Allah SWT.
Bertambahnya rizki di dunia. Dalam sebuah hadist Qudtsi, Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, akan Aku tulis untuknya 700 kali lipatan pahala.”(HR Turmudzi)
Dalam sebuah atsar disebutkan: “Berinfaqlah, maka Allah akan memberi infaq kepadamu.”
6. Jangan sia-siakan waktu, Bacalah Al Qur’an
Membaca Al Qur’an adalah ibadah paling utama di bulan Ramadhan.Bersungguh-sungguhlah mengkhatamkan AlQur’an lebih dari satu kali di bulan Ramadhan. Rasulallah bersabda: “Kalian tidak akan sampai pada puncak keimanan sampai tidak ada sesuatu yang lebih kamu cintai daripada Allah SWT. Dan barangsiapa yang mencintai Alqur’an maka Allah akan mencintainya.”
7. Taubat, sekarang juga
Taubat adalah penyesalan atas perilaku kemaksiatan, dan jauh dari mengulangi dosa serta tekad untuk tidak mengulangi dosa serta tekad untuk tidak mengulanginya lagi. Semua kita memerlukan taubat setiap hari dari banyaknya dosa-dosa yang kita lakukan. Dalam Haditsnya Rasul SAW juga mengatakan, “Barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaKu satu jengkal maka aku akan mendekatinya Satu Hasta. dan barangsiapa yang mendekatiKu satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Dan barangsiapa yang mendekatiKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari.”(HR Muslim)
8. Bertahanlah untuk i’tikaf di dalam Masjid
I’tikaf adalah sunnah yang selalu dilakukan Rasulallah SAW pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Bahkan pada tahun terakhir ketika beliau wafat, Rasulallah melakukan i’tikaf selama 20 hari. I’tikaf adalah tinggal di masjid untuk beribadah, meninggalkan urusan dunia dan kesibukannya. Seorang yang i’tikaf tidak keluar dari masjid kecuali karena dharurat.
9. Ridhalah atas segala Ketetapan-Nya
Orang yang yang paling gembira di dunia adalah orang yang paling ridha dengan ketetapan Allah SWT. Keridhaan adalah tingkatan paling tinggi dari sifat sabar. Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Barangsiapa yang ridha dengan ketetapan Allah atas dirinya, maka ia akan mendapat pahala. dan barangsiapa yang tidak ridha terhadap ketetapan Allah atasnya, ketetapan itu akan tetap terjadi dan ia tidak mendapat pahala amal-amalnya.
10. Lapang Dada dan mudahlah memaafkan orang lain.
Termasuk indikator paling jelas dari sikap lapang dada dan mudah memaafkan adalah kemampuan menahan marah, terutama saat kita mampu melampiaskan kemarahan itu, sikap menahan marah merupakan sikap Nabi. Rasulallah saw bersabda: “Barangsiapa yang mampu menahan marah padahal ia bisa melampiaskan kemarahannya. Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di depan kepala para mahluk dan memberinya kebebasan untuk memilih bidadari mana yang ia ingini.
11. Sambunglah Hubungan Baik dengan Siapapun.
Seperti wasiat Rasul saw, ” Keutamaan yang paling utama adalah engkau menyambung hubungan yang baik dengan orang yang memutuskan hubungannya denganmu. Dan menyalami orang yang mencacimu.” (HR Ahmad)
12. Bahagiakan Orang Tua
Kita sangat memerlukan orang yang mau belajar kembali bagaimana caranya berbakti kepada orang tua. Bagaimana caranya menyalami dan mencium tangan mereka? Bagaimana caranya membantu mereka? kita telah banyak menyia-nyiakan hak kedua orangtua.
Dalam hadits riwayat muslim,Rasulallah saw bersabda,”Rugi dan bangkrutlah orang bertemu dengan kedua-orangtuanya saat mereka sudah tua-salah satu atau keduanya- tapi keadaan itu tidak bisa menyebabkannya masuk Surga.”(HR Muslim)
13. Serius meraih Lailatul Qadar
Malam yang paling mulia dalam satu tahun. Tidak ada keutamaan yang menyerupainya, ibadah pada malam ini lebih baik dari 1000 bulan. Kapankah malam Lailatul qadar? sejumlah hadits menyebutkan nalam tersebut jatuh pada salah satu malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, terutama malam-malam ganjil.
Rasulallah saw bersabda:”Barangsiapa yang bangun di waktu malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”(HR Bukhari)
Keuntungan:
Ampunan semua dosa yang telah lalu
Kita bisa memperoleh apa yang kita inginkan berupa rizki dan keluarga yang shalih.
kita bisa terbebas dari neraka karena malam ini.










