Bulan Sya'ban adalah Penghubung menuju Romadhon, bulan mulia yang syarat dengan ibadah, keberkahan dan kemenangan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imron: 102: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ dalam pandangan Tafsir Al-misbah (manusia dianjurkan untuk bertakwa, dan diperintahkan berupaya menuju jalan yang benar, sehingga memperoleh anugerah sesuai usahanya), وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ dalam pandangan tafsir jalalain (bahwa Alloh memerintahkan kepada kita untuk tidak mati kecuali dalam keadaan Muslim).
Bulan Sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kita. Pertanyaannya, Amal seperti apa yang akan kita persembahkan kepada Alloh SWT? Amal penuh kelalaian, atau amal yang disertai taubat dan kesungguhan?
Rosululloh SAW bersabda: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى "Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?' beliau menjawab, "Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sungguh ia telah enggan masuk surga." (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu).
Dibulan Sya'ban ini banyak sekali amalan-amalan ringan seperti bertasbih, beristigfar, bersholawat, yang dapat membersihkan hati kita, memperbaiki perilaku kita, yang kemudian secara spontan kita terbiasa dengan Ibadah-ibadah Sunnah yang menjadi penyebab kita kemudian di cintai oleh Rosululloh SAW. مَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ
Alloh SWT berfirma: : مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا "Barangsiapa yang mentaati Rosululloh, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka, An-Nisa 80"
Banyak sekali kesalahan yang mungkin kita lakukan beberapa bulan terakhir yang lalu tanpa sengaja dan yang kita sengaja lalu hari ini baru kita mengingatnya, Karena itu segeralah bertaubat: وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31).
Bulan Sya'ban mengingatkan kita untuk memperbaiki hubungan, baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Jangan sampai Romadhon datang sementara hati kita masih punya dendam, iri, dengki dan permusuhan. (tentu tidak bahagia).
Rasulullah SAW bersabda: تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فِي كُلِّ يَوْمِ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ “Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Maka diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang di antara dia dan saudaranya ada permusuhan.” (HR. Muslim).
Maka Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan, saling melapangkan dada (besarkan wadah), bersihkan hati dan tingkatkan rasa malu kita terhadap Allah SWT., karena malu adalah representasi dari iman, karakter utama yang menjadi bagian integral dari iman, الْحَيَاءُ مِنَ الإيمَانِ Seorang Muslim yang memiliki rasa malu akan cenderung menghindari perilaku yang tidak pantas, dan tidak bermoral yang berakibat pada dosa.
Bulan Sya'ban ini juga adalah sekaligus kesempatan bagi kita untuk yang memiliki hutang agar membayar hutang-hutang itu, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an tadi: وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (Jangan kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim) artinya selesaikan hutang kita baik itu yang bersifat Haqqulloh maupun Haqqul Adami.
Bulan Sya'ban merupakan waktu terakhir mengqodho' puasa sebelum Romadhon tiba. Oleh karena itu bagi yang masih punya utang puasa segeralah melunasinya dengan dua cara: Qodho' Puasa atau Membayar Fidyah.
Alloh SWT berfirman QS. Al-Baqarah 184: فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ Dari ayat ini, dapat kita pahami bahwa, jika seseorang dalam keadaan sakit atau sedang berada dalam suatu perjalanan (safar: Masafatul Qosry-Masafatul Qadha'nya 88,749 km.) pada tahun-tahun sebelumnya dan tidak berpuasa, maka baginya berkewajiban untuk mengganti kewajiban puasanya di hari yang lain. Kemudian sekiranya di hari yang lain pun tidak mampu melakukan puasa pengganti disebabkan karena uzur syar‘i,وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ maka ia bisa mengganti puasa yang ditinggalkan dengan cara membayar Fidyah, (Secara bahasa Fidyah adalah tebusan. Secara istilah syariat Fidyah adalah Denda yang wajib ditunaikan setelah meninggalkan kewajiban) yaitu memberi makan seorang miskin.
Rosululloh bersabda; فَدَيْنُ اللهِ أَحَقٌ أَنْ يُقْضَى "Hutang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan" (HR al-Bukhori).
Dari hadits ini sesungguhnya kita diperintahkan untuk mengqodho' puasa atau membayar fidyah.
Ustadz bagaimana hukumnya mengqodho' puasa di akhir bulan Sya'ban?... Sebagian ulama berpendapat Haram Qodho' puasa setelah nisfu sya'ban sebagaimana disebutkan dalam hadits yang Diriwayatkan oleh Abu Daud, no. 3237, Tirmizi, no. 738, Ibnu Majah, no. 1651 dari Abu Hurairah Ra., berkata bahwa Rosulullah SAW., bersabda:إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا "Kalau telah memasuki pertengahan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa"
Hadits ini menunjukkan larangan berpuasa setelah pertengahan Sya’ban, yang dimulai dari hari keenam belas. Akan tetapi ada (dalil-hadist) yang memperbolehkan berpuasa., sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, no. 1914. Muslim, no. 1082 dari Abu Hurairah Ra., berkata, bahwa Rosulullah SAW., bersabda: لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ “Janganlah kalian mendahului bulan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari, melainkan seseorang yang (terbiasa) berpuasa, maka berpuasalah.” (kalau tidak terbiasa puasa Sunnah jangan lakukan).
Bahwa Alloh SWT berfirman At-Tagabun 16: فَاتَّقُوا اللَّه مَا اسْتَطَعْتُمْ "Bertakwalah kepada Alloh sesuai kemampuanmu!" dan Rosululloh SAW bersabda: اِذا اَمَرْتُكُمْ بِاَمْرٍ فَائْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَمَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ "Apabila kuperintahkan kepada kalian suatu perkara, maka kerjakanlah, menurut kesanggupanmu; dan apa saja yang aku larang, Tinggalkanlah.
Oleh karenanya Mari kita gunakan bulan Sya’ban ini sebagai jembatan keberkahan dengan memperbanyak pertaubatan, memperbanyak amal kesholehan, dengan keluasan hati yang bersih, agar ketika Romadhon datang, kita sudah siap lahir dan bathin.
Akhirnya... Semoga Alloh SWT mempertemukan kita dengan Romadhon dalam keadaan sehat, iman yang kokoh dan hati yang lurus, اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ






0 comments:
Posting Komentar