Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Teruslah berbenah menjadi lebih baik

Betapa banyak nikmat yang Alloh curahkan, tapi sering kita lalai untuk bersyukur, Betapa banyak dosa dan kekhilafan yang kita lakukan, namun Alloh masih memberi kita kesempatan hidup hingga hari ini.

Karena itu, diawal tahun ini mari kita awali dengan semangat baru berupaya maksimal meningkatkan dan menguatkan keimanan kita.: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا “Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak²nya.” (QS. Al-Ahzab: 41).

Dengan dzikir, hati yang gelisah menjadi tenang, dosa kemaren diampuni, dan hidup kedepan diarahkan kepada tujuan yang hakiki: أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d: 28).

Siapa sih yang tidak mau menjadi orang yang lebih baik? Kita semua pasti ingin terus berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Tapi, bagaimana caranya.

Langkah pertama untuk menjadi orang yang lebih baik adalah dengan mengenali diri sendiri. Apa kelebihan dan kekurangan kita?

Kenali Diri Sendiri. من عرف نفسه فقد عرف ربه

Al-Qur'an sering kali mengajak kita untuk merenung dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Misalnya, dalam QS. Adz-Dzariyat 20-21, Allah berfirman: وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ dan (juga) pada dirimu sendiri, Apakah kamu tidak memperhatikan?"

Ayat ini menekankan pentingnya memperhatikan diri sendiri sebagai bagian dari penciptaan Allah yang penuh dengan tanda-tanda kebesaran-Nya.

Manusia Diciptakan dalam Bentuk yang Sebaik-Baiknya, QS. At-Tin 4: لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ "Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan potensi dan keistimewaan yang unik, yang merupakan bagian dari kebijaksanaan Allah.

Al-Qur'an juga mengajarkan pentingnya kesadaran akan kelemahan manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna: يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا "Alloh hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." (QS. An-Nisa 28).

Sadar akan kelemahan seharusnya mendorong kita untuk selalu bergantung kepada Allah dan mencari kekuatan dalam iman dan takwa.

Setelah kita paham kelebihan dan kekurangan, selanjutnya kita musti paham tujuan hidup yang ingin kita capai.

Tetapkan Tujuan yang Jelas.

Bahwa tujuan hidup manusia tiada lain adalah menunaikan penghambaan dan pengabdian وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ sehingga dalam penghambaan dan pengabdian itu kita diharapkan melaksanakannya dengan bahagia (karena Rahmat) قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ karena Apa pun yang kita lakukan dalam hidup, tujuan utamanya adalah membuat kita bahagia pada akhirnya, karena هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”

Setelah tahu bahwa tujuan hidup itu penting, kita juga perlu membuat rencana bagaimana caranya mencapai tujuan.

Buatlah Rencana dan Ambil Tindakan.

Kita perlu membuat langkah² kecil yang konkret dan realistis, karena Menjadi orang yang lebih baik bukan hanya tentang pengembangan diri, tapi juga tentang meningkatkan kompetensi dan memaksimalkan potensi diri.

Lalu Bagaimana caranya? Belajar belajar dan belajar., sebagaimana sabda Rasulullah SAW., مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ "barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, maka Alloh SWT akan memberi pemahaman dalam agama" dan Teruslah semangat dan Jangan hanya berdiam diri! Ambil tindakan nyata untuk mencapai tujuan, Lakukan langkah-langkah kecil yang sudah kita rencanakan.

Lakukan Evaluasi diri sembari terus Berbenah.

Setiap langkah yang kita ambil adalah proses belajar, untuk mengukur keimanan dan ketaqwaan, yang mencakup ranah kognitif (ilmu), afektif (sikap dan perasaan “kesabaran, syukur”), dan psikomotorik (Perbuatan nyata, Amal), dengan tujuan utama agar manusia memperbaiki diri menuju ketakwaan.

Sayyidina Umar bin Khattab pernah berkata: وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا “dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”

Bahwa evaluasi diri lebih dini akan menguntungkan kita pada kehidupan kelak. Mengapa? Karena dengan mengevaluasi diri sendiri secara berkala manusia akan mengenali kekurangan²nya yang diharapkan dapat diperbaiki sesegera mungkin. Kondisi ini akan meminimalkan kesalahan sehinga tanggung jawab dalam kehidupan di akhirat nanti menjadi sangat ringan.

Jangan Mudah Menyerah.

Menjadi orang yang lebih baik itu bukan proses yang mudah. Akan ada banyak tantangan dan rintangan yang harus kita lalui. وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِۗ Jangan mudah menyerah! Teruslah berjuang dan pantang putus asa.

Bersabar dan teruslah Bersyukur.

Bersyukurlah atas setiap kemajuan yang kamu capai, sekecil apapun itu. Bersabarlah dalam prosesnya. Menjadi orang yang lebih baik membutuhkan waktu dan usaha. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dari QS Ali Imron/200 ini sesungguhnya kita telah diajarkan tentang: اصْبِرُوا Bersabar: Sabar dalam menjalankan perintah Allah (taat) dan menjauhi larangan-Nya (meninggalkan maksiat), serta sabar menghadapi cobaan dan musibah. صَابِرُوا Kuatkan Kesabaran: Tidak hanya bersabar, tapi juga memperkuat kualitas kesabaran, bahkan berlomba dengan musuh dalam kesabaran agar tidak kalah. رَابِطُوا Tetap Siap Siaga: Siap siaga untuk berjihad dan menjaga agama, juga dapat diartikan sebagai waktu menunggu sholat. وَاتَّقُوا Bertaqwa: Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam segala keadaan. Yang tujuanya adalah لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Agar Beruntung: Hasil dari melaksanakan perintah adalah keberuntungan, yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat (surga).

Saudaraku, teruslah berbenah, Jangan menjadikan kesempatan Hidup kita ini untuk hal² yang tak membawa manfaat (memutar-mutar urusan orang lain tanpa sebab sesuai syari'at): وَ اللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ "Allah SWT senantiasa menolong hamba-nya selama hamba itu mau menolong saudaranya"

Maka gunakanlah tangan dan kesempatan kita untuk Terus berbenah menjadi lebih baik, menolong saudara² kita sehingga Alloh menjadikan kita sebagai orang-orang yang terus beruntung أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

0 comments: