Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Rahasia mengubah sudut pandang

Hidup ini menyenangkan kalau kita melihat dengan sudut pandang yang benar. "Bahagia akan menjadi tidak sederhana kalau kita memiliki ekspektasi melampaui reality" Ketika kehidupan memberi kita episode yang menyakitkan, jangan khawatir, karena kita tidak akan selamanya dalam episode terluka, فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ "Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ "Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" Dengan begitu, setiap amal menjadi ibadah, setiap gerak menjadi pengabdian.

Sudut pandang adalah "kacamata, sudut pandang atau perspektif yang kita gunakan untuk melihat kenyataan. Jika kacamatanya kotor, maka dunia akan terlihat suram, kabur, kumuh dan buruk. Sebaliknya, jika kacamata itu jernih, maka perkara yang pahit dan pelik bisa terlihat baik, menyenangkan dan istimewa.

Para ulama' kita mengistilahkan Sudut pandang dengan kata "Wijhatun nadhor" (وجهة النظر) Secara harfiah, kata wijhatun (وجهة) berarti "tujuan", "arah", "muka", atau "kiblat", Sementara kata nadzhor (نَظَرَ ) berasal dari akar kata yang berkaitan dengan "melihat" atau "memandang". seperti yang disebutkan dalam QS Al-Baqarah 148: وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ "Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada,

Karena itu kita musti mengambil inisiatif untuk memperbaiki situasi, bukan hanya pasif dalam keluhan dan keterpurukan: اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ Bahwa Alloh tidak akan mengubah keadaan kita sampai kita sendiri yang mau berubah.

Lantas, bagaimana cara mengubah sudut pandang agar hidup kita lebih tenang?

Pertama: Ganti Keluhan dengan Perilaku Sabar dan Sholat.

Al-Qur'an mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi masalah, manusia diperintahkan untuk meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar" (Ceritakan Peristiwa Sebelum Isro' Mi'roj).

Sikap: Menahan diri dari mengeluh, memperkuat iman, dan menjadikan sholat sebagai sarana komunikasi dan ketenangan hati. 

Kedua: Ubah Keluhan dengan Rasa Syukur.

Keluhan sering kali muncul karena kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim 7: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ Dari ayat ini sesungguhnya kita di ajarkan untuk melihat apa yang sudah ada, bukan apa yang tidak ada.

Karena itu, pembiasaan untuk bersyukur adalah cara paling efektif untuk mengubah pola pikir yang negatif menjadi pola pikir yang positif. Misalnya: Jika hari ini turun hujan, jangan hanya melihat beceknya, tapi lihatlah kesegaran untuk bumi dan penghuninya sebagai akibat dari hujan.

Alloh SWT. berfirman: وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ Karena itu guru-guru kita mengajak kita untuk ينظر بعين الرحمة memandang segala sesuatu dengan tatapan rahmat (kasih sayang) sehingga kita tidak mudah untuk bersu'udzon kepada apapun yang terjadi pada kita.

Seringkali kita merasa terpuruk karena memandang ujian sebagai Punishment, Padahal tidak seperti itu konsep seharusnya, Dalam Hadis Qudsi, Rasulullah SAW., bersabda: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku" dan Rahasianya sederhana: Jika kita memandang ujian sebagai bentuk kasih sayang dan penghapus dosa, maka Allah akan memberikan ketenangan dan jalan keluar. وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ Namun, jika kita berprasangka buruk, maka kesempitan yang akan kita rasakan. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ 

Sikap: Fokus pada Ni'mat yang ada, bukan pada kekurangan, untuk menarik lebih banyak kebaikan dalam hidup.

Ketiga: Ganti Keluhan dengan Keyakinan akan datang Kemudahan.

Al-Qur'an memberikan jaminan bahwa setiap kesulitan pasti akan diikuti oleh kemudahan, yang seharusnya menghilangkan keputusasaan dan keluhan. Alloh SWT., berfirman: فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ "sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ "Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan".

Sikap: Optimis, percaya akan janji Allah, dan tidak berputus asa saat menghadapi ujian ان الله لا يخلف الميعاد

Al-Qur'an memandang bahwa berkeluh kesah adalah sikap yang bertentangan dengan iman, maka dengan peristiwa Isro' dan Mi'roj kita harus terdorong untuk memiliki sudut pandang dan tindakan positif, bersabar dalam semua hal dan keadaan, senantiasa bersyukur, dan jangan lupakan Sholat sebagai perwujudan dari meneladani hikmah dani Isro' Mi'roj.

Perubahan nasib di mulai dari perubahan diri sendiri, termasuk cara kita berpikir, maka mulai hari ini, kita ganti lensa negatif kita dengan lensa penuh harapan dan husnudzon (berprasangka baik), kepada Allah, meyakini bahwa setiap satu kesulitan akan diiringi oleh dua kemudahan فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا karena itu beranilah mengubah "pola pikir" agar Allah SWT., mengubah "pola hidup" kita.


0 comments: