Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Bulan Rojab yang Mulia

Bulan Rojab hadir sebagai pengingat umat Islam untuk kembali menata hati (introspeksi), memperbanyak pertaubatan, memperhalus Akhlaq, dan menumbuhkan rindu menuju Romadhon, Bulan Rojab adalah bulan istimewa dan mulia (Peristiwa: Pada bulan Rojab, ditiupkan Nur Muhammad kepada Sayyidah Aminah binti Wahab, Isro' Mi'roj, dlsbg...), yang merupakan salah satu dari empat bulan-bulan suci sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Imam Ibnu Katsir menjelaskan (tafsirnya): اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثُ مُتَوَالِيَاتُ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ "Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharrom, dan Rojab yang biasa diagungkan oleh Bani Mudhor (kelompok suku Arab Utara yang paling kuat) yang kedudukannya diantara Jumadil Tsani dan Sya'ban."

Rasulullah SAW menyebut: Rojab Mudhor, (karena posisinya di antara Jumad dan Sya'ban), disebut Rojab karena diambil dari kata Tarjib, yang artinya mengAgungkan atau memuliakan, sebab kaum Arab sejak dahulu telah memuliakan bulan ini.

Secara harfiah, kata Rojab (رجب) terdiri dari tiga huruf: فَرَجَبُ ثَلاَثَةُ أَحْرُفٍ، رَاءٌ وَجِيْمٌ وَبَاءٌ. فَالرَّاءُ رَحْمَةُ اللهِ، وَالْجِيْمُ: جُوْدُ اللهِ، وَالْبَاءُ: بِرُّ اللهِ“Rojab memiliki tiga huruf, yaitu ro’; jim; dan ba’. Ro’ berarti rahmat Allah, jim berarti kedermawanan Allah, dan ba’ berarti kebaikan Allah.” (Syekh Abdul Qadir, Al-Ghunyah li Thalibi Thoriqil Haq Azza wa Jall, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah], juz I, halaman 319).

Selanjutnya: فَمِنْ أَوَّلِ هَذَا الشَّهْرِ اِلىَ أَخِرِهِ مِنَ اللهِ ثَلاَثُ عَطَايَا لِلْعِبَادِ، رَحْمَةٌ بِلاَ عَذَابٍ، وَجُوْدٌ بِلاَ بُخْلٍ، وَبِرٌّ بِلاَ جَفَاءٍ“Maka dari awal keberadaan bulan (Rojab) ini hingga akhirnya, terdapat tiga pemberian (hadiah) dari Allah SWT, yaitu kasih sayang tanpa siksa, kedermawanan tanpa kikir, dan kebaikan tanpa antipati"

Dan Rojab adalah bulan suci yang datang sendirian, tidak beriringan dengan tiga bulan haram lainnya, yang juga memiliki nama lain, Al-Asamm (yang tuli) karena tidak terdengar suara senjata atau peperangan di dalamnya, dan Al-Asabb (yang tercurah) karena konon rahmat tercurahkan padanya.

Kemuliaan bulan-bulan haram (ذُو الْقَعْدَةِ ذُو الْحِجَّةِ مُحَرَّمُ وَرَجَبُ) ini membawa dua pelajaran penting bagi kita.

1. Larangan Berperang dan Menumpahkan Darah: Bahwa pada bulan-bulan ini Allah haramkan peperangan sebagai bentuk pensyariatan dan pengagungan.

2. Dilipatgandakannya Kebaikan dan Keburukan: Para ulama menetapkan bahwa amalan saleh akan dilipatgandakan pahalanya, dan sebaliknya, perbuatan maksiat dan dosa akan dilipatgandakan dosanya. Allah menekankan, “Janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

Oleh karena itu, Kewajiban terbesar kita di setiap bulan Rojab ini diantaranya adalah meninggalkan segala bentuk maksiat dan kedzoliman terhadap diri sendiri lebih-lebih kepada orang lain, sebab kedzoliman dan dosa di waktu/bulan yang mulia ini akan menjadi lebih besar nilai keburukannya di sisi Allah SWT.

Bahwa, ibadah kepada Allah SWT berlaku di setiap waktu dan tempat. Tingkatkanlah ibadah dan ketaatan kita sepanjang tahun, dan lebih-lebih dalam ibadah pada bulan Rajab.

Tugas utama kita di bulan Rojab adalah dua:

1. Menghindari Kedzoliman dan Dosa: (Perbanyak Muhasabah diri. Segeralah bertaubat dan jauhi segala bentuk maksiat, karena dosanya menjadi lebih berat di bulan yang mulia ini).

2. Meningkatkan Amal Soleh, seperti: (Perbanyak shalat sunnah, laksanakan puasa sunnah, sedekah, do'a dan dzikir)

Sejak malam pertama bulan Rajab, segala macam do'a dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: « خمس ليال لا تُرَدُّ فيهنَّ الدعوة : أول ليلة من رجب ، وليلة النصف من شعبان ، وليلة الجمعة ، وليلة الفطر ، وليلة النحر » أخرجه السيوطي رحمه الله تعالى في « الجامع » : عن ابن عساكر ، عن أبي أمامة رضي الله تعالى عنه "Terdapat 5 malam yang tidak tertolak do'a didalamnya, yaitu malam pertama bulan Rojab, malam nisfu Sya'ban, malam Jum'at, dan dua malam hari raya Idul Fitri dan Adha)"

Syekh Wahab bin Munabbih menyampaikan: bahwa semua sungai (mata air) di berbagai belahan dunia bersambung dengan air zamzam pada bulan Rojab.

Oleh karenanya Mari kita gunakan bulan Rojab ini sebagai awal persiapan kita sekaligus refleksi menuju bulan Sya'ban, dan sekaligus menyambut datangnya Romadhon yang penuh keberkahan dengan terus berdo'a: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ serta senantiasa mengamalkan istigfar sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW: Sayidul (raja) istigfar: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau"

Alloh SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [الحج: 77] “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan (Puasa, Infaq, Sedekah dlsbg), supaya kamu mendapat kemenangan.

Islam mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan Rojab, termasuk Puasa (meskipun tidak ada nash secara khusus).

Disebutkan dalam hadist Shahih Muslim, no .1960: عن عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ "Dari Utsman bin Hakim Al Anshori bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada sahabat Sa'id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa"

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim menyatakan bahwa tidak ada nash yang secara khusus menyebutkan sunnah ataupun larangan terkait puasa Rajab, sehingga hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra menyebutkan bahwa meskipun hadits tentang keutamaan puasa Rojab tidak shohih, sebagian besar berstatus dha'if tetap boleh diamalkan dalam konteks fadha'ilul a'mal (keutamaan amal kebaikan).

Do'a yang diminta oleh Syekh Abdul Qadir Jilani pada malam pertama bulan Rajab: اِلٰهِيْ؛ تَعَرَّضَ لَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُونَ، وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُونَ، وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوفَكَ الطَّالِبُونَ؛ وَلَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ، وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، وَهٰأَنَذَا عَبْدُكَ الْفَقِيرُ إِلَيْكَ، الْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوفَكَ؛ فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلايَ تَفَضَّلْتَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ، فَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوفِكَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

Di bulan Rojab ini, mari kita kurangi kelalaian yang berulang-ulang, perbanyak Do'a, Dzikir, dan Amal kebaikan lainnya, Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, menguatkan iman kita, dalam mempersiapkan dan menyambut bulan-bulan penuh keberkahan berikutnya اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

0 comments: