Bulan Rojab hadir sebagai pengingat untuk kembali merefleksikan diri, menata hati (introspeksi), memperbanyak pertaubatan, memperhalus Akhlaq, dan menumbuhkan rindu menuju Romadhon. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Bulan Rojab adalah bulan istimewa dan mulia, yang merupakan salah satu dari empat bulan-bulan suci lainnya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Imam Ibnu Katsir menjelaskan (tafsirnya), kata: اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثُ مُتَوَالِيَاتُ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ "Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharrom, dan Rojab yang biasa diagungkan oleh Bani Mudhor (kelompok suku Arab Utara yang paling kuat) yang kedudukannya diantara Jumadil Tsani dan Sya'ban."
Rasulullah SAW menyebut: Rojab Mudhor, (karena posisinya di antara Jumad dan Sya'ban), disebut Rojab karena diambil dari kata Tarjib, yang artinya meng-Agungkan atau Memuliakan, sebab kaum Arab sejak dahulu telah memuliakan bulan ini.
Secara harfiah, kata Rojab (رجب) terdiri dari tiga huruf: فَرَجَبُ ثَلاَثَةُ أَحْرُفٍ، رَاءٌ وَجِيْمٌ وَبَاءٌ. فَالرَّاءُ رَحْمَةُ اللهِ، وَالْجِيْمُ: جُوْدُ اللهِ، وَالْبَاءُ: بِرُّ اللهِ“Rojab memiliki tiga huruf, yaitu ro’; jim; dan ba’. Ro’ berarti rahmat Allah, Jim berarti kedermawanan Allah, dan Ba’ berarti kebaikan Allah.”
Rasulullah SAW., bersabda: « خمس ليال لا تُرَدُّ فيهنَّ الدعوة : أول ليلة من رجب ، وليلة النصف من شعبان ، وليلة الجمعة ، وليلة الفطر ، وليلة النحر » أخرجه السيوطي رحمه الله تعالى في « الجامع » : عن ابن عساكر ، عن أبي أمامة رضي الله تعالى عنه "Terdapat 5 malam yang tidak tertolak do'a didalamnya, yaitu malam pertama bulan Rojab, malam nisfu Sya'ban, malam Jum'at, dan dua malam hari raya Idul Fitri dan Adha)"
Para ulama (Imam al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an). mengatakan bahwa: العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ "seluruh amal soleh yang dikerjakan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rajab) akan dilipatgandakan pahalanya, dan sebaliknya, perbuatan maksiat dan dosa akan dilipatgandakan dosanya. Maka: اعْمَلْ لِلدُّنْيَاك بِقَدْرِ بَقَائِكَ فِيهَا وَاعْمَلْ الْآخِرَةِ بِقَدْرِ بَقَائِكَ فِيهَا "Beramal-lah untuk duniamu sesuai dengan lamanya kamu tinggal di dalamnya, dan juga Beramal-lah untuk akhiratmu sesuai dengan lamanya kamu nanti tinggal di dalamnya"
Disebutkan dalam QS. Al-Mu'min 39, bahwa: إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ "Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (persinggahan sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal"
Karena dunia ini hanya persinggahan, sementara akhirat adalah tujuan utamanya. maka mari kita Bijak dalam menimbang dan menggunakan waktu yang singkat ini, jangan dipertuhankan, dan yang abadi jangan dilupakan. Apa? أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ "Laksanakanlah Sholat, tunaikanlah Zakat, dan Ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'."
Rojab adalah bulan suci yang datang sendirian, tidak beriringan dengan tiga bulan haram lainnya, yang juga memiliki nama lain, Al-Asamm (yang tuli) karena tidak terdengar suara senjata atau peperangan di dalamnya, dan Al-Asabb (yang tercurah) karena rahmat tercurahkan padanya.
Bulan Rojab hadir bukan sekadar sebagai penanda pergantian waktu, melainkan sebagai ketukan (Alarm) halus dari langit, mengajak hati kita untuk mulai bersiap, menata niat, merefleksikan diri (sudah sejauh mana pertumbuhan batin, perubahan perilaku, dan jiwa kita), memperbaiki langkah sebelum Romadhon hadir di tengah-tengah kita, dengan harapan seluruh upaya amal soleh yang kita kerjakan, misalnya (sholat) kita menjadi, إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ artinya setelah melakukan ibadah kita memiliki Novelty/Kebaruan (Pola, Perilaku Ibadah) yang melahirkan berkontribusi nyata untuk ummat, Agama dan Bangsa.
Syekh Wahab bin Munabbih menyampaikan: Bahwa semua sungai (mata air) di berbagai belahan dunia ini bersambung dengan air zamzam pada bulan Rojab. Artinya Bahwa, ibadah kepada Alloh SWT., berlaku di setiap tempat, maka terus tingkatkan/biasakan ibadah dengan penuh ketaatan sepanjang waktu, lebih-lebih pada bulan Rojab ini, sekecil apapun, karena amal Sholeh yang kita kerjakan pasti akan menemukan jalan dan keberkahannya.
Maka poin penting dan utama yang musti kita amalkan di bulan Rojab ini ada dua: فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ dan وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
1. Hindari Kedzoliman dan Dosa: (denga cara Perbanyak Muhasabah diri. Segeralah bertaubat dan jauhi segala bentuk maksiat, karena dosanya menjadi lebih berat di bulan yang mulia ini).
2. Tingkatkan ketaqwaan melalui Amal Soleh, seperti: (Perbanyak sholat sunnah, laksanakan Zakat, Infaq, Sedekah, Kerja yang tulus dan ikhlas, perbanyak Do'a, Dzikir dlsbg...)
Oleh karena itu maka, mari kita gunakan bulan Rojab ini sebagai awal persiapan kita sekaligus refleksi menuju bulan Sya'ban, dan sekaligus menyambut datangnya Romadhon yang penuh keberkahan dengan terus berdo'a: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ serta senantiasa mengamalkan istigfar sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW: Sayidul (raja) istigfar: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ yang isinya adalah pengakuan, penghambaan, dan ketidak sempurnaan ibadah secara khusyuk tetapi dengan pertolongan, ridho, Tuhan kita yakin dan percaya bahwa Tuhan adalah sebaik-baik penjaga stabilitas kehidupan dunia dan akhirat bagi kita semua.
Alloh SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [الحج: 77] “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.”
Maka mari kita kurangi kelalaian-kelalaian yang berulang-ulang, perbanyak Do'a, Dzikir, dan Amal kesalehan lainnya, Semoga Allah SWT., membersihkan hati kita, menguatkan iman kita, untuk mempersiapkan dan menyambut bulan-bulan penuh keberkahan berikutnya اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ






0 comments:
Posting Komentar