Banyak kisah yang kita baca dan dengar dari banyak orang yang bertutur tentang sahabat atau kenalannya tentang sebuah kebajikan, kemudian merasa ingin membalas kebaikan. Bahkan menginspirasi penerima kebaikan untuk melakukan kebaikan yang serupa.
Begitupun Kejahatan dan Kenakalan. Banyak kisah tentang korban Bullian yang mendera seseorang yang kemudian berbuah ketidak nyamanan dalam bergaul dan bahkan berakhir dengan bunuh diri.
Betapa perbuatan baik dan tidak baik itu berkesan, dan bahkan mempengaruhi interaksi sosial antara sesama di kemudian hari.
Bahwa kebaikan kelak akan kembali kepada yang menanam, begitupun keburukan juga dipercaya akan kembali berpulang kepada pemiliknya. Orang yang menerima kebaikan akan cenderung melakukan hal yang serupa dan selalu komitmen dengan kebaikanya, sebaliknya juga demikian.
Maka, sesiapapun kamu jangan pernah lupa ketika kita berada ‘di atas’. Saat karir dan posisi kamu berada pada puncaknya, tetaplah berbaik kepada sesama, kepada lingkungan, kepada sahabat-sahabat kita terutama kepada orang yang berjasa lebih ditengah masa sulitmu mendera.
Ingat Tetaplah membumi. Berkompetisilah dalam kebaikan kepada sesama dengan tetap merajut ukhuwah langit dan di bumi. Sebab hidup ini terus berputar, ada saatnya kita akan selesai dan kembali turun ke bawah, dimana pada saat itu, merekalah yang akan menjadi kawan bergaul kamu seperti sedia kala.
Allah SWT. mengajarkan kepada kita untuk saling memberi penghormatan yang lebih baik dari yang diberikan oleh orang lain yang serupa dan atau setimpal.
وَإِذا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْها أَوْ رُدُّوها
Apabila kalian diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa: 86)
Dan pada saat sedang jatuh, janganlah berputus asa, teruslah berusaha untuk kembali meraih kesuksesan, dengan tetap menjaga relasi dengan langit. Karena apa yang kita raih saat ini akan kita pertanggung-jawabkan kelak pada Allah dihari kemudian.






0 comments:
Posting Komentar