Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Menjadi Budaknya Ego

Ditengah hirupikuknya kehidupan Selama ini kita baru sadar bahwa ternyata kita selalu "mendewakan" apa yang telah kita ketahui, dan memandang rendah apa-apa yang tidak kita ketahui.

Sejau ini kita diakrapkan dengan kebenaran yang terbatas oleh penglihatan yang berbatas dan bahwa Solah-olah kebenaran adalah apa yang telah sudah kita ketahui dan Tanpa sadar kita telah menjadi budak bagi ego kita sendiri. 

Kita tak pernah mau memandang kebenaran secara holistik (menyeluruh) sehingga yang terjadi adalah kita selalu menyalahkan orang lain yang berpandangan berbeda.

Maka di tengah maraknya cacian, hujatan dan kebencian yang berserakan di dunia Maya dan nyata ini sebaiknya kita merenungkan nasehat bijak dari Imam Al-Ghazali yang tersebut dalam kitab Ihya Ulumuddin. Bahwa

الناس عبيد لما عرفوا و أعداء لما جهلوا 

Manusia adalah budak bagi apa yang telah diketahuinya dan musuh bagi apa yang tidak diketahuinya. 

Maka, ada baiknya kita mengambil peran Diam.

لو سكت من لا يدري، لقلّ الخلاف بين الخَلق

Kalaulah orang yang tidak tahu itu DIAM, maka pasti akan berkurang perbedaan pendapat di antara manusia.


6 HAL PENGGEROGOT AMAL BAIK:

1. Al-istighlal biuyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain) sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

2. Qaswatul qulub (hati yang keras) kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

3. Hubbun dunya (cinta mati terhadap dunia) merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4. Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya), jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5. Thulul amal (panjang angan- angan), merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

6. Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti) perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari 6 perkara tersebut diatas, sehingga kita dapat tetap istiqomah dalam ketaqwaan.

Kita mungkin sering meminta agar dijadikan sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Setiap saat kita selalu berdo'a seperti yang tersebut dalam QS. Al Furqan ayat 74.

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

Di dalam doa itu mengandung harapan agar kita dijadikan sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Adanya ketaqwaan tentu setelah adanya keimanan. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin orang beriman seharusnya juga orang yang beriman. 

Imam adalah orang yang dijadikan sebagai panutan. Di dalam doa itu ada permintaan sebagai panutan bagi orang-orang yang bertakwa. Yang berarti sudah menjadi baik terlebih dahulu atau ada usaha sungguh-sungguh untuk menjadi lebih baik dari yang dipimpin. 

Keberhasilan dalam menata keluarga yang berupa istri dan anak tentu didahulukan daripada masyarakat umum. Keluarga yang baik tentu akan menjadikan penentram hati. Bila keluarga telah tertata, maka keluarga itu bisa menjadi contoh untuk masyarakat. Hal itu diisyaratkan oleh doa diatas.

Menjadi pemimpin yang bisa menjadi contoh, tentu melalui proses panjang, terlebih pemimpin dalam hal keilmuan. 

Ada maqolah Al-Imam Syadlili yang bisa dijadikan peredam bila menghadapi rintangan sebagai berikut.

لا يكمل عالم في مقام العلم حتى يبتلى بأربع: شماتة الأعداء وملامة الأصدقاء وطعن الجهال وحسد العلماء، فإن صبر جعله الله إماما يقتدى به.

Orang yang berilmu tidak akan sempurna derajat keilmuannya sebelum dia diuji dengan empat hal:

1. Dimaki oleh musuh-musuhnya.

2. Dicela oleh teman-temannya.

3. Dihina oleh orang-orang bodoh.

4. Diiri (hasudi) oleh orang-orang alim lainnya.

Jika ia sabar dalam menghadapi cobaan itu, maka ia akan menjadi orang alim yang sejati yang pantas untuk diikuti petuah dan perilakunya.

Karena itu, setelah ayat tersebut terdapat pembahasan tentang kesabaran yang berbuah surga.

أولئك يجزون الغرفة بما صبروا ويلقون فيها تحية وسلاما، خالدين فيها حسنت مستقرا ومقاما.


Semoga bermanfaat.

0 comments: