Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Tahun baru semangat baru

Alhamdulillah, Kita telah ada dalam tahun yang baru, 1448 H. Karena itu hendaknya kita melakukan revolusi terhadap keimanan dan ketakwaan kita. Kita tingkatkan ibadah kita. Kita perdalam ilmu agama kita. Kita perbaiki akhlak dan muamalah kita, sehingga iman dan takwa tumbuh dan menghujam di dalam hati kita.

Kata Allah SWT: وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةًۗ pada ayat ini Allah memberi janji dan harapan bahwa barang siapa berhijrah di jalan Allah dengan niat hanya mengharap ridho Allah, niscaya akan mendapatkan tempat yang luas dan menemukan rezeki yang banyak.

Kita semua pasti ingin menjadi lebih baik. Kita ingin hidup lebih nyaman. Kita ingin meninggalkan dosa² masa lalu. Kita ingin menjadi pribadi yang lebih taat. Namun kenyataannya, berubah menjadi lebih baik tidaklah semudah yang kita bayangkan.

Karena itu petunjuk dari Allah jelas: إِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ Ayat ini merupakan petunjuk bahwa perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Tidak ada perubahan tanpa kemauan untuk berubah. Tidak ada hijrah tanpa keberanian untuk melangkah, (tentu yang dimaksud adalah perubahan menuju kebaikan, bukan menuju keburukan).

Allah SWT berfirman: أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ، وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ، وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ "Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua mata, satu lidah dan dua bibir? Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan" (QS. Al-Balad: 8-10)

Allah telah menunjukkan kepada manusia dua jalan; jalan kebaikan dan jalan keburukan. Tinggal manusia yang menentukan jalan mana yang akan dipilih. Namun memilih jalan kebaikan bukanlah perkara mudah. Allah mengibaratkannya sebagai jalan yang mendaki dan penuh perjuangan.

Allah berfirman: فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ، فَكُّ رَقَبَةٍ، أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ، يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ، أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ، ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ "Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki itu? Yaitu memerdekakan budak, memberi makan pada hari kelaparan, kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat atau kepada orang miskin yang sangat fakir, kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman serta saling berpesan dalam kesabaran dan kasih sayang" (QS. Al-Balad: 11-17)

Dari ayat ini Allah menggambarkan kepada kita bahwa jalan menuju kebaikan adalah sebagai jalan yang mendaki. Artinya, diperlukan Perjuangan, diperlukan Pengorbanan, diperlukan Kesabaran, dan diperlukan Keikhlasan. Karena itulah Allah memerintahkan kepada kita: وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ "Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk" (QS. Al-Baqarah: 45)

Lalu bagaimana caranya agar kita mampu berhijrah (melangkah) dengan istiqamah dalam perubahan?, Setidaknya ada Tiga cara yang dapat menguatkan langkah hijrah kita: Pertama: Do'a (Memohonlah Hidayah dan Pertolongan Allah). Perjuangan menegakkan kebenaran harus diiringi dengan sabar dan sholat, sehingga menjadi ringan segala kesukaran dan cobaan, karena Allah senantiasa beserta orang² yang sabar. Alloh akan menolong, menguatkan dan memenangkan orang² yang berjuang menegakkan kebenaran agamanya

Dalam setiap rakaat sholat kita selalu membaca: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (QS. Al-Fatihah: 6)

Mengapa setiap hari kita terus meminta hidayah? Karena hidayah adalah nikmat yang sangat mahal. Hidayah adalah pembeda antara jalan kebenaran dan jalan kesesatan. Hidayah adalah pembeda antara surga dan neraka.

Manusia sekaliber Rosulullah SAW saja tidak mampu memberikan hidayah kepada orang yang paling beliau cintai, yaitu pamannya Abu Thalib. Allah berfirman: إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ "Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki" (QS. Al-Qashash: 56)

Karena itu jangan pernah berhenti berdo'a agar Allah membimbing hati kita. Jangan pernah merasa aman dari kesesatan. Mintalah hidayah setiap saat, setiap hari hingga akhir hayat.

Kedua: Bersungguh-Sungguh Dalam Berubah. Hidayah harus dibarengi dengan kesungguhan. Dalam bahasa Arab disebut mujahadah, yang artinya perjuangan melawan hawa nafsu dan rasa malas.

Allah berfirman: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ "Orang² yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan² Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang² yang berbuat baik" (QS. Al-Ankabut: 69)

Jangan hanya berkata ingin berubah, tetapi tidak ada usaha. Jangan hanya berkata ingin dekat kepada Allah, tetapi masih malas melaksanakan sholat. Jangan hanya berkata ingin hijrah, tetapi masih mempertahankan kebiasaan yang menjauhkan diri dari Allah.

Hijrah membutuhkan kesungguhan. Hijrah membutuhkan pengorbanan. Hijrah membutuhkan air mata penyesalan dan perjuangan yang continue dan konsisten.

Ketiga: Ikuti Orang Soleh. Perjalanan hijrah tidak bisa ditempuh sendiri. Kita membutuhkan lingkungan yang baik. Kita membutuhkan sahabat yang soleh. Kita membutuhkan guru yang dapat menasihati dan mengingatkan ketika mut ibadah kita mulai lemah.

Allah berfirman: اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ "Ikutlah orang-orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. Yasin: 21)

Dekatilah orang² yang mengingatkan kita kepada Allah (Akhirat). Dekatilah majelis ilmu. Dekati para ulama dan orang² soleh. Sebab teman yang baik akan membantu kita tetap berada di jalan yang benar.

Dalam kitab Tanbihul Ghofilin disebutkan: مَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ زَادَهُ اللَّهُ الرَّغْبَةَ فِي الطَّاعَاتِ وَاجْتِنَابَ الْمَحَارِمَ "Barang siapa duduk (bergaul) bersama orang² soleh, maka Allah akan menambah keinginannya untuk melakukan ketaatan dan menjauhi hal² yang diharamkan" وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ زَادَهُ اللَّهُ الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ "Dan barang siapa duduk (bergaul) bersama para ulama, maka Allah akan menambah ilmu dan sikap waro' (hati² dalam urusan yang syubhat dan haram)"

Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Tidak ada hijrah tanpa kemauan untuk berubah. Tidak ada perubahan tanpa kesungguhan, teruslah memohon hidayah dan pertolongan Allah. Bersungguh-sungguhlah dalam memperbaiki diri dan Dekatilah orang² soleh agar mereka membimbing kita menuju jalan yang diridhai Allah.

Mudah²an Allah menjadikan kita sebagai hamba² yang terus memperbaiki diri, berhijrah menuju kebaikan, hingga kelak menghadap Allah dengan hati yang bersih dan amal yang diridhoi.

0 comments: