Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Hakekat Hijrah

Rasulullah SAW bersabda: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu dan lalai terhadap keduanya, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412)

Jangan sampai kesehatan dan waktu luang yang Allah anugerahkan kepada kita justru membuat kita lupa bersyukur, lupa ngaji, lupa berzikir, dan lupa ibadah kepada Allah. Sebab hakikat seluruh nikmat yang Allah berikan adalah agar kita semakin dekat kepada-Nya.

Alhamdulillah, Kita telah ada dalam tahun baru Hijriah:1448. Karena itu hendaknya kita melakukan revolusi terhadap keimanan dan ketakwaan kita. Kita tingkatkan ibadah kita. Kita perdalam ilmu agama kita. Kita perbaiki akhlak dan muamalah kita, sehingga iman dan takwa semakin tumbuh dan bersemi di dalam hati kita.

Allah SWT berfirman: وَمَنْ يُهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ Barang siapa berhijrah di jalan Allah, يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيْرًا وَسَعَةً niscaya dia akan mendapatkan di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa: 100)

Ayat ini berkaitan dengan hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Namun, ayat ini juga sekaligus mengajarkan kepada kita tentang makna hijrah yang lebih dalam.

Sering kali kita memahami hijrah hanya sebagai perubahan penampilan. Padahal hijrah yang sesungguhnya bukan hanya perubahan fisik, melainkan perubahan menuju keadaan yang lebih baik di hadapan Allah.

Kita dikatakan berhijrah apabila ilmu agama kita semakin bertambah. Kita dikatakan berhijrah apabila sholat kita semakin baik. Kita dikatakan berhijrah apabila akhlak kita semakin mulia. Kita dikatakan berhijrah apabila hubungan kita dengan sesama manusia semakin baik.

Rasulullah SAW bersabda: مَنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnul Qayyim Ra., menjelaskan bahwa hijrah itu ada dua: Yang Pertama adalah hijrah lahiriah, (intiqol) yaitu perubahan yang tampak. Misalnya dahulu belum menutup aurat lalu menutup aurat. Dahulu meninggalkan shalat lalu mulai menjaga shalat. Dahulu gemar bermaksiat lalu meninggalkannya. Yang Kedua, dan inilah yang paling penting, adalah hijrah hati (revolusi pola pikir)

Sebab seseorang tidak akan mampu istiqamah di jalan Allah jika hatinya tidak berubah. Seseorang tidak akan bertahan dalam kebaikan jika hatinya belum dibenahi.

Allah SWT berfirman: يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ “Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)

Saat seseorang ingin berubah menjadi lebih baik, pasti akan ada ujian, rintangan, dan godaan. Rasulullah SAW pernah dilempari batu di Thoif. Tubuh beliau berdarah. Hati beliau disakiti. Namun beliau tetap sabar.

Apa yang membuat beliau mampu bertahan? Jawabannya adalah karena hati beliau selalu terpaut kepada Allah.

Karena itu jangan sampai kita hanya memperbaiki penampilan luar, tetapi melupakan revolusi hati kita. Jangan sampai kita hanya sibuk menyatakan sudah hijrah dimata manusia, namun belum benar-benar hijrah di hadapan Allah.

Allah pernah menceritakan tentang orang² Arab Badui yang mengaku telah beriman, yang disebutkan dalam QS. Al-Hujurat 14: قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا “Orang-orang Arab Badui berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah, ‘Kalian belum beriman, tetapi katakanlah kami telah tunduk (Islam).

Mengapa Allah menegur mereka? Karena imannya belum benar-benar meresap ke dalam hati mereka.

Maka marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah selama ini kita hanya berhijrah secara fisik? Ataukah hati kita juga sudah berhijrah?

Rasulullah SAW bersabda: أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ “Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika hati benar-benar telah berhijrah, maka mata akan terjaga dari yang haram. Lisan akan terjaga dari dusta dan ghibah. Tangan akan terjaga dari mengambil yang bukan haknya. Kaki akan terjaga dari melangkah ke tempat maksiat.

Semoga Allah menjadikan kita hamba² yang mampu berhijrah secara lahir dan batin, memperbaiki diri dari hari ke hari, hingga kelak menghadap Allah dengan hati yang bersih.

0 comments: