Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Terus semangat jangan kendor

Bulan Romadhon adalah ajang perlombaan untuk berupaya meningkatkan ketaatan شَهْرَ رَمَضَانَ مِضْمَارًا لِلتَّسَابُقِ فِي الطَّاعَاتِ bulan romadhon adalah musimnya untuk menyucikan jiwa dan meningkatkan kedudukan وَمَوْسِمًا لِتَزْكِيَةِ النُّفُوسِ وَرَفْعِ الدَّرَجَاتِ karenanya istimewakan keberadaannya, sebagaimana kita yang juga ingin di istimewakan oleh Alloh SWT.

Ibnu Rojab dalam kitab Lathoiful Ma’arif, hal. 306 menjelaskan: اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه Ketahuilah sesungguhnya seorang mukmin melakukan dua jihad di bulan Romadhon جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام، Jihad di siang hari dengan berpuasa وجهادٌ باللَّيل على القِيام jihad di malam hari dengan sholat malam فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن، maka barang siapa yang melakukan dua jihad ووَفَّى بحُقُوقهما dan menunaikan hak-hak yang berkaitan dengan keduanya وصَبَر عليهما lalu terus bersabar ketika melakukan "jihad" nya وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ maka ia (jihadis) akan diberi ganjaran di sisi Allah dengan pahala tanpa ukuran.

Kita sering lupa atau tidak ingat bahkan tidak tahu, bahwa: Bulan romadhon itu memiliki 3 dimensi ibadah: Pertama Jihad atau perjuangan karena lapar, haus, capek dan letih semua itu membutuhkan perjuangan, وجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ "dan berjihadlah dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu" "Perang Badar"). Kedua Ijtihad, yaitu pendalaman dalam pelaksanaan ibadah Romadhon, sembari menambah ilmu pengetahuan (Agama) yang bermanfaat untuk kepentingan Dunia dan Akhirat, Qiyam dan Siyam akan lebih membawa keberkahan ketika dilakukan dengan ilmu, وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ"dan Setiap orang yang beramal atau melakukan perbuatan dengan tanpa ilmu, أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ maka segala amalnya "berpotensi" ditolak dan tidak terima. Ketiga Mujahadah yang berarti menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kebutuhan mental spiritualitas kita, membangun kedekatan dengan Allah SWT melalui sarana yang diberikan oleh Alloh SWT., (malam-malam Lailatul Qodar) dengan kegiatan-kegiatan Kontemplasi, (Dzikir, Qiyamullail, Tadarus) yang sungguh-sungguh. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ "Bersungguh²lah, jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu hanya menimpa orang-orang yang malas.

Karenanya di bulan Romadhon yang istimewa ini kita musti memaksa diri kita untuk tetap semangat, seperti ketika berada di awal bulan kemaren, hati kita terasa ringan, masjid, mushola penuh lantaran semangat menyambut bahagia kehadirannya.

Rosululloh SAW ketika memerintahkan muad bin Jabal berangkat ke Yaman,اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (Bertakwalah kepada Allah SWT., di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan "kemalasan" itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapus (kejelekan,malas,putus asa). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. Hadist ini kemudian direspon oleh Alloh SWT وقوله: (واتقوا الله) أي: في جميع أموركم وأحوالكم، ( لعلكم تفلحون ) أي: في الدنيا والآخرة 

Seiring berjalannya hari, sering kali semangat itu kendor dan mulai melemah. Capek, lelah, malas, Ibadah terasa berat yang kemudian menyita fokus perhatian kita, Rasulullah SAW bersabda: إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً (رواه أحمد) (Setiap amal ada masa semangatnya, dan setiap semangat ada masa lemahnya). Hadits ini sangat manusiawi. Islam memahami bahwa iman kita bisa naik dan bisa turun. Tetapi yang berbahaya adalah bukan turunnya semangat, melainkan berhentinya mental beramal kita.

Inilah ujian sesungguhnya. Bukan bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita terus bertahan. Karenanya, kata Alloh: فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ (Maka tetaplah engkau "Muhammad" di jalan yang benar sebagaimana yang diperintahkan).

Istiqomah itu tidak mudah. Bahkan Rasulullah SAW yang maksum pun diperintahkan untuk istiqomah. Apalagi kita yang penuh kekurangan.

Semangat beribadah itu seperti api. Jika tidak dijaga, ia akan redup. Jika tidak diberi bahan bakar, ia akan cepat padam.

Romadhon hanya sebulan. Sangat singkat dibanding sebelas bulan lainnya. Maka jangan biarkan Romadhon berlalu tanpa kesungguhan, (Bayangkan jika Romadhon ini adalah yang terakhir bagi kita. Apakah kita masih ingin menunda taubat? dan Apakah kita serius ingin mengurangi ibadah?) jawabannya semua ada dalam sanubari kita.

Allah SWT., berfirman: وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ (Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu). Bersegera berarti jangan menunggu nanti. Jangan menunggu saat hati lebih siap. Jangan menunggu saat waktu lebih longgar. Karena waktu ini sesungguhnya tidak pernah benar-benar longgar.

Lalau bagaimana caranya agar tetap stabil dalam melaksanakan tugas ibadah ini ustadz? Caranya adalah: Kalau capek, lelah, ingatlah pahala. Kalau bosan, ingatlah surga. Kalau malas, ingatlah dosa-dosa yg ingin kita bersihkan. Kemudian dekatkan diri kita dengan lingkungan yang baik. Seringlah datang ke masjid, mushola, temui orang-orang soleh di majelis Dzikir dan Ta'lim. Perbanyak baca Al-Qur’an, dan Kurangi hal-hal yang melalaikan Akhirat dan Tuhan.

Jangan biarkan waktu habis untuk hal-hal yang tidak bernilai akhirat. Jangan biarkan Romadhon berlalu hanya dengan rutinitas tanpa ruh, dan yang juga tidak kalah pentingnya, mohonlah kepada Alloh SWT agar diberi kesehatan dan kekuatan. Karena tanpa pertolongan Alloh, kita tidak akan mampu.

Teruslah beDo'a sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

Alhasil: Betapa besar hadiah yang Allah siapkan untuk kita, dengan bekal Siyam dan Qiyam Romadhon yang إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا InsyaaAlloh, kita akan menjadi manusia manusia yang paripurna; lebih sabar, lebih jujur dan lebih bertawakkal, sehingga kita mendapatkan derajat yang غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Penutup: Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak hanya semangat di awal, tetapi semangat dan kuat hingga akhir. Yang tidak hanya ramai di permulaan, tetapi istiqomah sampai penutupan. Karena yang dinilai Alloh bukan hanya awal kita, tetapi adalah akhir kita.

Mari kita berdo'a: اللَّهُمَّ قَوِّ إِيمَانَنَا، وَجَدِّدْ نِيَّاتِنَا، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ, اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ فَتَرَ فَتَرَكَ، وَلَا مِمَّنْ ضَعُفَ فَانْقَطَعَ، بَلِ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَقِيمِينَ حَتَّى نَلْقَاكَ

0 comments: