Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Karakter Puasa Romadhon

Bagi umat Islam, Puasa Romadhon tidaklah sekadar kewajiban, tetapi sudah menjadi aktivitas sosial dan budaya. Puasa romadhon adalah merupakan bentuk pengorbanan kita untuk Alloh SWT., yang melibatkan pengendalian diri dari segala sesuatu yang kita cintai demi cinta yang hakiki kita untuk Allah SWT.

Secara literatur, kata Ash-Shaum dan Ash-Shiyam berasal dari kata/wazan صام يصوم صوما وصياما yang artinya imsak (menahan, mengekang, mencegah). Namun secara Istilah, kata صوم para ulama' berbeda pandangan. Dalam kita asrorus shoum disebutkan Bahwa Kata صوم terbentuk dari tiga karakter huruf yakni Shod, Wau dan Mim.

Pertama: صاده): تشير إلى الصبر yang berarti kesabaran, Sabar itu bukan diam tapi keteguhan dalam menerima ketentuan Alloh dengan terus berikhtiar sampai menemukan solusi. إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابِ

Kedua: واوه): يشير إلى الورع: ترك الشبهات خوفا عن الوقائي yang berarti kehati-hatian (mencegah): meninggalkan perkara yang samar mencegah perkara yang haram.

Ketiga: والميم): إشارة إلى محسن، أى صاحب الإحسان الذي هو أمر جامع لكل خير memiliki arti kedermawanan, maksudnya siapapun yang mendapati bulan romadhon lalu kemudian dia banyak memberi kemanfaatan untuk orang lain maka baginya seluruh kebaikan.

Dari ketiga definisi karakter صوم ini dapat kita pahami bahwa Bersabar dalam ketaatan (menjalankan puasa) yang diikuti dengan Kehati-hatian dalam berucap dan bertindak serta berbuat kebaikan yang dilakukan dengan إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا secara continue (terus-menerus) yang disertai komitmen (Istiqomah) maka insyaAllah Amaliah Romadhon yang kita tunaikan ini tidak hanya sekedar bernilai pengampunan tetapi ridhonya Alloh SWT.

Sebab Puasa adalah cinta. Maka berpuasalah. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi keindahan antara hamba dan Tuhannya, saat jiwa belajar diam, hati belajar rindu, dan setiap lapar menjadi bahasa halus yang mengantarkan kita semakin dekat kepada-Nya dan memahami arti kemanusiaan. فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ inilah kemesraan dan indah yang disampaikan oleh Alloh SWT untuk kita.

Selanjutnya, Kata "رمضان" jika merujuk pada penjelasan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq Azza wa Jalla. Beliau menjelaskan bahwa رمضان setiap hurufnya memiliki makna masing².! Kata "رمضان ” tersusun dari lima huruf hijaiyyah, yakni : ر م ض ا ن

الراء : رضوان الله

١ - Kehendak Allah. Artinya bahwa, siapapun yang pada bulan mulia ini, yang senantiasa memperbanyak ibadah dan melakukan amal-amal kesalehan dengan iman, niat tulus dan ikhlas akan mampu menyampaikan dirinya pada pengampunan Alloh SWT.


الميم : محاباة الله عن العصاة

٢ - Keberpihakan Alloh SWT kepada orang yang berdosa (bagi mereka yang Condong pada ketaatan). Pada bulan yang suci mulia ini, umat Islam yang menyibukkan diri, menghidupkan hari-harinya dengan ibadah dan amal kebaikan akan mudah untuk mendapatkan cintanya Alloh SWT.


الضاد : ضمان الله

٣ - Jaminan Allah SWT., Tidak terhitung Jaminan Pahala bagi mereka yang gemar untuk berbuat ketaatan. كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ


الألف : ألفة الله

٤ - Kasih sayang Allah SWT., Harmoni-Nya. Kasih-Nya melimpah pada bulan ini. Seluruh Amaliah di lipat gandakan, keberkahan diberikan. كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ. وَ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ


النون : نور الله

٥ - Cahaya Allah SWT. Cahaya Allah SWT., akan memantul dalam setiap jiwa yang dibarengi ketakwaan.


Romadhon adalah tempat bagi setiap jiwa untuk kembali pulang kepada pemilik kehidupan, Oleh karenanya, sebagai bentuk aktualisasi karakter huruf صوم dan رمضان Melalui puasa, kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih disiplin, lebih peduli terhadap sesama, serta lebih taat kepada Allah SWT.


Dan bentuk ketaatan kita kepada Alloh SWT sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah melaksanakan puasa dan membaca Al-Qur'an: اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ "Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari” dan Al-Qur’an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat (HR Ahmad).


Sehingga dengan Puasa Romadhon satu bulan penuh, Sholat Tarowih tiap malam, membaca Al-Qur'an setiap waktu, Ibadah-ibadah mahdho dan ghoiru mahdo lainnya, kita akan mendapatkan pengampunan, keberkahan, kesejahteraan serta mahabbah dari Alloh SWT.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

مَنْ صام رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Alhasil: Dari dua Hadis ini mengingatkan kepada kita bahwa Siyam dan Qiyam yang kita kerjakan pada bulan Romadhon dengan disertai Niat yang Tulus ايمانا dan Ikhlas واحتسابا insyaAllah akan mengantarkan kita semua pada Ridhoan-Nya Alloh SWT.

0 comments: