Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Romadhon dan Pembebasan dari Api neraka

Di antara karunia Allah yang sangat besar untuk kita (umat Islam) adalah diberikannya Romadhon, bulan yang syarat dengan rahmat, kebahagiaan, keberkahan, dan ampunan. Pintu surga sengaja dibuka lebar oleh Alloh SWT sebagai simbol kemudahan akses dan sarana beribadah, sekaligus menjadi tanda bahwa amal kesolehan diterima dan dilipat gandakan pahalanya.
Romadhon bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan keselamatan, bulan di mana Alloh memberikan kesempatan kepada hamba-Nya agar terbebas dari siksa api neraka. Rasulullah SAW bersabda: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ "Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu"
Dari Hadits ini dapat kita pahami bahwa Romadhon adalah bulan yang sangat istimewa. Alloh SWT memberikan kesempatan yang luas kepada hamba-Nya untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi dosa, suasana spiritual bulan Romadhon di desain oleh Allah SWT agar manusia lebih mudah berbuat baik dan sulit untuk berbuat maksiat, karenanya. Rasulullah SAW bersabda: لِلّٰهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذٰلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ "Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka, dan itu terjadi pada setiap malam di bulan Romadhon"
Jika dipikir-pikir Betapa besarnya kasih sayangnya Allah SWT kepada kita, setiap malam di bulan Romadhon, Alloh membebaskan sebagian hamba-Nya dari api neraka.
Ada banyak riwayat yang membahas tentang golongan manusia yang kelak masuk ke dalam surganya Allah SWT., meskipun kita semua tahu bahwa Surga adalah bagian dari fadholnya (ridho) Alloh SWT.
Rosululloh SAW., bersabda: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى "Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?' beliau menjawab, "Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku suggu ia telah enggan masuk surga." (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, dari hadits Abu Hurairah Ra.).
Dari hadist ini mengabarkan kepada kita bahwa mentauhidkan Alloh SWT dan ketaatan kepada Rosululloh serta istiqomah diatas syari'atNya, (solat, zakat, puasa dibulan ramadhan, berbakti kepada kedua orang tua) menjadi sebab terbukanya pintu surga. Karenanya patuhi segala yang disyariatkan.
Pertanyaannya kemudian adalah: siapakah golongan manusia yang berhak mendapatkan pembebasan dari api neraka dan dirindukan oleh surga?
Tentu mereka adalah golongan manusia yang benar-benar memanfaatkan Romadhon dengan إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا (penuh keimanan, kesadaran, kesungguhan dan keikhlasan) dalam menjalankan Siyam dan Qiyam.
Sebagaimana yang nabi SAW sampaikan atas hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA: الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ: تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ. رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس "Surga itu merindukan 4 golongan manusia: orang yang membaca Al Quran, orang yang menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Romadhon.
Golongan manusia yang dirindukan oleh surga dengan sebab menjalankan rangkaian Ibadah didalamnya kemudian mendapatkan pembebasan dari api neraka diantaranya adalah:
Pertama adalah Golongan yang lisannya senantiasa sibuk membaca kalamulloh dalam setiap waktu dan kesempatan (saat lapang maupun sempit).
Romadhon adalah bulan Al-Qur’an: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (البقرة:18) "Bulan Romadhon adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia" Maka sangat pantas jika seorang muslim memperbanyak membaca, memahami serta mengamalkan Al-Qur’an pada bulan ini.
Kedua Orang yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci-maki, menghujat, ghibah, fitnah, dusta, namimah, atau ucapan yang dapat menyakiti hati orang lain. Rasulullah bersabda: مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ “Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir hendaklah dia berkata yang baik, atau diam.
Menjaga lisan adalah bagian penting dari kesempurnaan iman karena lisan yang tidak terkontrol dapat menjadi sumber petaka, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ (رواه البخاري) "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum"
Golongan Ketiga adalah orang yang memberi makan orang yang kelaparan. Dalam Kitab Qalaid Al-Jawahir fi Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, karya Muhammad ibn Yahya at-Tadzi dan Kitab Tarikh al-Islam, karya Adz-Dzahabi beliau berkata: فَتَشْتُ الْأَعْمَالَ كُلَّهَا، فَمَا وَجَدْتُ فِيهَا أَفْضَلَ مِنْ إطْعَامِ الطَّعَامِ، أُودُّ لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا بِيَدِي فَأَطْعِمُهَا الْجِيَاعَ (Aku telah meneliti seluruh amal kesholehan, Aku tidak temukan di dalamnya yang lebih baik daripada memberi makan. Suatu kebahagiaan jika dunia berada di tanganku, lalu kuberikan makan orang-orang yang lapar) لَقْمَةٌ فِي بَطْنِ جَائِعٍ خَيْرٌ مِنْ بِنَاءِ أَلْفِ جَامِعٍ، وَخَيْرٌ مِمَّنْ كَسَا الْكَعْبَةَ وَأَلْبَسَهَا الْبَرَاقِعَ، وَخَيْرٌ مِمَّنْ قَامَ لِلَّهِ بَيْنَ سَاجِدٍ وَرَاكِعٍ، وَخَيْرٌ مِمَّنْ جَاهَدَ لِلْكُفْرِ بِسَيْفٍ مُهَنَّدٍ قَاطِعٍ، وَخَيْرٌ مِمَّنْ صَامَ الدَّهْرَ وَالْحَرُّ وَاقِعٌ، فَيَا بُشْرَى لِمَنْ أَطْعَمَ الْجَائِعَ "Sepotong makanan di perut orang yang lapar lebih baik daripada membangun seribu masjid, lebih baik daripada menutupi Ka'bah dengan kain dan menghiasinya dengan kerudung, lebih baik daripada bersujud dan membungkuk di hadapan Allah, lebih baik daripada orang yang memerangi kekafiran dengan pedang yang tajam, lebih baik daripada orang yang berpuasa terus-menerus di bawah terik matahari. Maka, berbahagialah orang yang memberi makan orang yang lapar!"
Nasihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, ini menekankan bahwa memenuhi kebutuhan dasar orang yang kelaparan memiliki pahala yang sangat besar, bahkan lebih besar dari ibadah-ibadah besar lainnya, karena makanan yang masuk kedalam perut orang lapar itu akan menjadi cahaya.
Maka dalam konteks bulan Romadhon sebagaimana hadits yang sering kita dengar bahwa مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا "Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun"
Artinya Dengan banyak berderma melalui memberi makan kepada orang (Lapar) berbuka puasa yang dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga. Apalagi di bulan puasa ini pahala akan dilipatgandakan Allah SWT. (Tetapi hal ini "bagi-bagi takjil" harus dilakukan dengan ilmu dan profesionalisme "jangan di jalan umum yang kemudian menggangu mobilitas sosial" agar amal yang di kerjakan tidak sia-sia) Karena Rosululloh SAW bersabda: وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ • أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لاَ تُقْبَلُ "Dan setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya tertolak, tidak diterima" Sebab amal ibadah harus didasarkan dengan ilmu. Kecuali 1 ibadah tanpa ilmu tetap akan diterima. Amal apakah itu? Yaitu nikah. Meskipun tidak tahu caranya tetap membuahkan hasil.
Golongan terakhir yang dirindukan surga adalah orang yang berpuasa di bulan Romadhon dengan إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا (dengan iman dan keikhlasan) di bulan Romadhon.
Allah SWT., memberikan balasan pintu khusus, bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa. Rosululloh SAW bersabda: إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ "Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain mereka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi," (HR. Bukhari dan Muslim).
Itulah Empat Golongan yang di rindukan oleh surga, karenanya Romadhon adalah kesempatan yang sangat berharga dan istimewa, kesempatan ini tidak datang setiap saat. Dan jangan sampai kita termasuk orang yang rugi dan celaka. Rasulullah SAW bersabda: رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ (رواه الترمذي) "Hina seseorang, yang bulan Romadhon mendatanginya, kemudian pergi, namun dosanya tidak diampuni"
Pelajaran dari hadits ini adalah, Celaka kiranya jika kemudian romadhon tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana untuk mendapatkan ampunan dan surga, karena itu kata Alloh SWT: فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ "maka bertakwalah kamu sesuai kesanggupanmu"
Penutup: manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk melakukan hal-hal yang positif seperti: Menjaga Lisan dengan Dzikir, Upayakan mentadaburi Al-Qur'an, Perbanyak sedekah selain kewajiban Zakat, dan Lakukan puasa ini dengan keyakinan dan keikhlasan penuh semata-mata mengharap ridhonya Alloh SWT. Dengan begitu insyaAlloh kita semua tergolong sebagai manusia manusia yang bebas api neraka dan yang dirindukan oleh surganya Allah SWT.

0 comments: