Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Allah SWT sebagai tempat curhat sepanjang masa

Siapa di dunia ini yang tidak pernah merasakan sedih, kecewa, duka lantaran menghadapi cobaan yang berat.

Allah berfirman QS. Al-Ma’arij/19-20:

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

“manusia Sesungguhnya diciptakan dengan sifat keluh kesah. Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah.

Merasa tidak puas lalu curhat kepada teman dengan kondisi yang ada adalah manusiawi, tetapi sebenarnya jauh lebih baik apabila keluh kesah itu secara langsung kita sampaikan kepada Alloh SWT., melalui doa-doa kita. Itulah yang disebut munajat.

Alloh SWT., berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung"

Boleh jadi cobaan yang menimpa kita, suami/istri, anak ataupun anggota keluarga yang lain, adalah cara Alloh untuk mengukur kualitas iman kita, sebab لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا apakah kita akan sabar dan akan marah-marah, atau sebaliknya apakah kita ridho (rela) terhadap takdir Allah SWT.

Kaum muslimin pendengar RRI Fakfak YRA., bahwa Ada dua tipe manusia di dunia ini ketika saudaranya tertimpa musibah. Pertama, adalah mereka yang peduli. Kedua, mereka yang bahagia melihat saudaranya tertimpa musibah.

Sepintas, mencurahkan problematik kehidupan kepada sesama makhluk sosial baik di dunia nyata maupun dunia maya, mungkin akan banyak yang berempati terhadap musibah yang sedang menimpa kita. Mereka akan mengomentari dengan kata-kata kedamaian/pelerai duka. Lalu, setelah itu? berlalu tanpa jejak.

Curhat kepada manusia atau di sosial media tentang masalah kita adalah suatu kesalahan. Sedikit manusia atau netizen yang benar-benar tulus/peduli terhadap curhatan kita, bahkan saudara sendiripun terkadang memusuhi kita.

Memilih untuk mengadu kepada manusia atau mem-posting kesedihan di sosial media agar mendapat perhatian, simpati (itu bukan solusi). Karena pada (QS. Al-Ma’arij/22-24) ayat lanjutnya, sesungguhnya Alloh SWT telah memberi solusi atas persoalan dan cobaan hidup, اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ kecuali orang yang sholat, Sholat yang bagaimana? الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ دَاۤىِٕمُوْنَۖ orang yang selalu setia (istiqomah) mengerjakan salatnya. Dalam QS yang lain الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.

Dampak negatif dan bahaya mengadukan nasib (buruk) kepada orang lain: (menimbulkan fitnah, kebencian, permusuhan, dan merusak silaturahim, bahkan rentan terhadap perilaku tidak ridho atas takdir Allah).

Bahkan Imam Al-Junaid mengatakan: مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُو ضَيْقَ الْمَعَاشِ فَكَاَنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ وَمَنْ أَصْبَحَ لِأُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِيْنًا فَقَدْ أَصْبَحَ سَاخَطًا عَلىَ اللهِ “Barangsiapa suka mengadukan kesulitannya kepada sesama manusia, maka seolah-olah ia mengadukan Tuhannya (kepada manusia). Dan barangsiapa merasa sedih dengan kondisi duniawinya, maka dia menjadi orang yang membenci Allah.” (kitab: Riyadhussolihin). Demikian juga Imam Ghozali mengatakan (Ihya' Ulumuddin-hadist Qudsy):مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ Barang siapa tidak ridho dengan qadho'Ku, وَ لَمْ يَصْبِرْ عَلى بَلاَئِيْ dan Tidak bersabar atas segala cobaan-Ku, وَ لَمْ يَشْكُرْ عَلى نَعْمَائِيْ dan Tidak bersyukur atas segala nikmat-Ku, وَ لَمْ يَقْنَعْ بِعَطَائِيْ dan Tidak puas (dengan apa adanya) atas segala pemberian-Ku, فَلْيَعْبُدْ رَبًّا سِوَائِي Maka sembahlah tuhan selain-Ku.

Maka jadikanlah Alloh SWT sebagai tempat pertama yang kita tuju ketika kita merasa terluka, terlantar, atau terpinggirkan. Alloh SWT bukan hanya sebaik-baiknya tempat curhat, tetapi juga sahabat terbaik yang selalu siap mendengarkan kita, tanpa syarat dan batas.

Lalu, Apakah kita tidak boleh curhat?

Tentu saja boleh. Sepanjang curhat itu tidak ada unsur “ngrasani" atau menggunjing Alloh SWT. Curhat kepada sesama manusia boleh dilakukan selama masih dalam koridor diskusi atau meminta nasihat untuk mendapatkan cara-cara terbaik untuk keluar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi sebab memang ada kewajiban untuk saling tolong menolong dan nasihat menasihati diantara sesama manusia. Artinya setiap muslim memiliki hak untuk mendapatkan nasihat tentang alternatif solusi dari kesulitan yang ada. Namun, agama mengajarkan kepada kita bahwa sebaik-baik tempat curhat adalah Alloh SWT. وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”

Alloh SWT tidak hanya sebagai pencipta alam semesta, tetapi juga teman setia, yang siap mendengar keluh kesah kita. ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (Al-Mukmin 60).

Dalam kehidupan yang serba kompleks ini, kita sering kali merasa kesepian dan merasa tidak dipahami oleh orang lain. Namun, dalam hubungan kita dengan Alloh, tidak ada rahasia yg tersembunyi, tidak ada kata-kata yang terlupakan. Alloh SWT pasti mendengarkan setiap keluh kesah yang kita ucapkan, lebih dari itu, Alloh SWT sangat memahami setiap perasaan yang melanda hati kita. Allah SWT., berfirman: يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ “Alloh mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadid 4).

Setiap curahan hati yang kita sampaikan adalah sebuah bentuk ibadah yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Dalam setiap do'a yang kita minta kepada-Nya, akan menemukan ketenangan yang tidak pernah kita temukan dalam percakapan dengan manusia. Hati ini merasa bahagia. Jiwa pun begitu tenang. Alloh adalah tempat yang sempurna untuk berbagi kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, dan keberhasilan kita.

Alloh SWT tidak hanya mendengarkan, tetapi Dia juga memberikan jawaban dan solusi yang kita butuhkan (bukan ke-inginan).Keyakinan (iman) pada-Nya memberikan kita kekuatan untuk menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam hidup. Jangan pernah merasa bahwa beban hidup ini sangat sulit. Jangan pernah berpikir bahwa kita tidak bisa melewati ujian yang berat, kita musti yakin dan percaya bahwa, ujian cobaan adalah cara Allah SWT untuk mengukur sejauhmana keteguhan dan kekuatan iman dan aqidah لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا "Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebaikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada pula sesuatu (siksa) atas (kejahatan). (Al-Baqarah 286).

Lantas, Kapan waktu yang tepat untuk mencurahkan isi hati kita kepada Alloh SWT.?

Kita boleh berdo'a dimana saja dan kapan saja. اينما سقفوا Akan tetapi, ada waktu-waktu mustajab untuk berdo'a.

Allah SWT berfirman: حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ "Peliharalah semua salat (fardu) dan salat Wusto. Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk"

Rasulullah SAW,. bersabda: يَنْزِلُ رَبُّنَا كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).

Beberapa waktu yang mustajab untuk berdo'a kepada Alloh antara lain: Pada waktu Sholat Wajib maupun Sunnah, saat hujan turun, hari Jum'at, dlsbg.

Mintalah kepada Alloh hajat atau solusi untuk masalah yang sedang kita hadapi (apapun persoalanya). مَنْ كَانَ يُرِيْدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللّٰهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا "Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"

Oleh karenanya, Mintalah apa yang terpendam dalam hati. Keluarkan segala unek-unek sebab Alloh maha mendengar. Usaha, Do'a lalu pasrah. Sebab tidak ada tempat bergantung kecuali kepada Alloh SWT.

Maka, mulai saat ini tidak usah, menampakkan kesedihan, baik di dunia nyata maupun maya, curhat sana-sini padahal nggak ada yang peduli. Cukup Allah yang mengetahui segala kekurangan dan kesedihan kita. لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita." حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ Cukuplah Allah sebagai penolong sekaligus pelindung.

Sebagai penutup:

Bahwa الَدُّعَاءُ مُخُّ اْلِعبَادَةِ Do'a adalah inti sari dari ibadah, maka selalulah berdo'a dalam semua kesempatan, sebab:

مَنْ عَلَّقَ قَلْبَهُ بِالدُّنْيَا تَرَكَهُ اللهُ فِيهَا

Barang siapa yang hatinya bergantung pada dunia, Alloh akan biarkan dia sibuk dengan urusan dunianya.

وَمَنْ عَلَقَ قَلْبَهُ بِاللَّهِ فَتَحَ اللَّهُ لَهُ أَبْوَابَهَا

Dan barang siapa yang hatinya bergantung pada Alloh, maka Alloh yang akan membukakan jalan keluarnya.

Oleh karenanya: الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّانَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فعليكم عباد الله بالدعاء "Do'a sangatlah bermanfaat terhadap apa-apa yang telah diturunkan, dan apa-apa yang belum diturunkan, Maka, wahai hamba-hamba Alloh, bisakanlah berdo'a.

0 comments: