Kehidupan ini adalah sebuah Amanah yang teramat besar dari Allah SWT agar kita jalani sesuai Al Islam.
Mereka yang bertaqwa, adalah mereka yang berada dalam keredhoan Allah,
sesungguhnya teramat berat mencapai ketaqwaan itu, standarisasinya
adalah para Nabi dan Shahabatnya Rodhiyallahu anhu. Mereka yang
terjamin, bukan manusia generasi selainnya.
Mustahil bertaqwa secara benar, ber-Islam secara benar dengan berbeda jalan dengan generasi yang dijamin Allah.
Allah SWT Berfirman artinya: Orang-orang yang terdahulu lagi yang
pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka
dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir- sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di
dalamnya. Itulah kemenangan yang besar (QS. At-Taubah: 100)
Dimana Allah meredhoi mereka, dan mereka redho kepada Allah. Ketaqwaan
adalah nilai tertinggi seseorang hamba, bila kita salah merujuk, salah
mengambil keteladanan, salah menilai siapa sesungguhnya manusia bertaqwa
itu maka resiko kesalahan teramat besar, apalagi sampai membuat
definisi taqwa dengan kesimpulan sendiri.
Ketaatan kepada
Allah, hasil dari mengkaji dan memahami Isi Kitabullah dan Hadist,
dimana seluruh aspek kehidupan diatur dalam Islam sebagai perintah
mutlak dalam sebuah pengabdian. Memegang teguh Agama, konsisten mendidik
keluarga, meningkatkan ketaatan, bagian dari Ibadah. Bila ia bekerja,
maka tempatnya mencari nafkah sesuai dengan tuntunan Islam, bila ia
mendidik anak juga sesuai tuntunan Islam, bila ia memimpin juga sesuai
dengan tuntunan Islam, dia tidak akan berlaku diluar tuntunan Islam.
Bila ia memilih pasangan hidup juga sesuai dengan tuntunan Islam
demikian juga dengan makan dan minum, semua adalah bagian dalam Agama
Islam.
Ekonomi, politik, budayanya juga sesuai tuntunan Islam,
pergaulannya juga sesuai Syariat Islam, dsb karena tidak ada satu
bidangpun didunia ini yang tidak ada aturannya didalam Islam.
Islam yang ditegakkan oleh jiwa-jiwa yang shalatnya benar, maka tidak akan melenceng.
Takbirnya, Allah maha besarnya akan nyata dalam kehidupannya.
Tasbihnya dalam ruku dan sujud, mensakralkan perintah Allah berada
diatas hatinya diatas perintah siappapun. Itulah pengabdian penyembahan
yang hak kepada Allah SWT
Menjalankan Agama, Shalat sebagai
pengingat agar kita kuat menanggung beban dalam ujian menegakkan Agama
Allah dalam diri dan lingkungan. Menuju kesempurnaan dalam Taqwa,
melewati ujian dan hambatan selalu menyandarkan dirinya kepada Allah
SWT.
Dari sahabat Ibnu Abbas ia berkata: Suatu hari aku membonceng Nabi SAW, maka beliau bersabda kepadaku:
Wahai nak, sesungguhnya aku akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat:
Jagalah syariat Allah, niscaya Allah akan menjagamu, jagalah perintah
(syariat) Allah, niscaya engkau akan dapatkan (pertolongan/perlindungan)
Allah senantiasa di hadapanmu. Bila engkau meminta (sesuatu) maka
mintalah kepada Allah, bila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah
pertolongan kepada Allah. Ketahuilah (yakinilah) bahwa umat manusia
seandainya bersekongkol untuk memberimu suatu manfaat, niscaya mereka
tidak akan dapat memberimu manfaat melainkan dengan sesuatu yg telah
Allah tuliskan untukmu, dan seandainya mereka bersekongkol untuk
mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu selain
dgn suatu hal yang telah Allah tuliskan atasmu. Al Qalam (pencatat
takdir) telah diangkat, dan lembaran2 telah kering.(HR Ahmad, dan At
Tirmizy)
Sesungguhnya menjaga Syariat Allah tidak akan lepas
dari ujian-ujian. Syurga tidaklah gratis, ada harga yang teramat mahal
sebagai ganjaran mereka yang membuktikan imannya.
Allah SWT
Berfirman artinya : Apakah kalian menyangka masuk surga, padahal kalian
belum� merasakan� musibah� yang telah menimpa� orang-orang� sebelum�
kalian, mereka telah ditimpa malapeteka dan kesengsaraan dan
digoncangkan sampai rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya�
menyatakan, Kapan�pertolongan� Allah�tiba? Katakanlah,�Sesungguhnya
pertolongan Allah itu dekat QS: Al Baqarah 214)
Allah SWT
Berfirman artinya : Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan
berada di tepi, maka bila� ditimpa kebaikan ia merasa tenang, dan jika
ditimpa� fitnah ia� membalikkan wajahnya (murtad) ia merugi di dunia
dan� akirat, itulah kerugian yang nyata. (QS. Al Hajj: 11).
0 comments:
Posting Komentar