Nikmat ruhani adalah latihan kesabaran yang Allah berikan kepada
hambaNya yang disayangi. Latihan kesabaran dengan berbagai bentuk rasa
kecewa, marah dan sakit. Salah satu kedukaan di dalam hidup kita adalah
kehilangan sesuatu yang berarti tentu saja membuat kita merasa perih
dihati. Terlebih kehilangan orang yang kita cintai dan kita harapkan.
Apalagi sampai kita begitu sangat bergantung kepada kehadirannya, maka
rasa perih dihati yang...
mengiringi kepergiannya terasa amat sakit. Setiap benda atau hal yang
mengingatkan kita kepada orang tersebut membuat luka hati menganga
kembali dan rasa sakit yang menyayat terasa begitu nyeri. Itulah yang
terjadi pada seorang bapak yang mengatakan bahwa hanya dekat dengan
Allahlah hatinya menjadi tenang. "Itulah nikmat ruhani' tuturnya. 'Dalam
tekanan hidup membuat saya mencari Allah, meski saya pernah marah dan
meninggalkanNya namun Allah tidak pernah meninggalkan saya."
Pukulan pertama diterimanya. Awalnya tahun lalu istrinya yang dicintai
masuk rumah sakit ketika dirinya sedang berada di luar kota karena tugas
kantor. Tidak lama kemudian sang istri dipanggil oleh Allah Subhanahu
Wa Ta'ala. Ditengah kesedihannya, ia jatuh dari kamar mandi yang membuat
terbaring di rumah sakit selama satu bulan. Begitu sudah bekerja
kembali, pimpinan perusahaan tempatnya bekerja dirinya di PHK karena
dianggap telah melalaikan tugas kantor. Dalam upaya mencari pekerjaan
baru, ia mencoba untuk berwirausaha namun usahanya tak membuahkan hasil.
Selalu saja mengalami kegagalan.
Sampai batas titik nadir,
rasa sakit yang dirasakan membuatnya menjerit dalam hati 'Ya Allah, aku
tidak sanggup lagi.' Pada malam itu ia mendengarkan Radio Bahana FM
Jakarta di acara "Power of Peace" kemudian menghubungi Radio Bahana dan
akhirnya berkunjung ke Rumah Amalia, kebahagiaan itu terpancar dari
wajahnya. Tidak lama setelah itu beliau mendapatkan pekerjaan baru yang
lebih baik daripada sebelumnya. Sekarang justru dirinya semakin dekat
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. "Saya selalu rindu padaNya sebab kasih
sayang Allah menerangi jalan hidup saya, Mas Agus dan alhamdulillah,
melalui Rumah Amalia saya bisa berbagi kebahagiaan," tuturnya. Itulah
yang dirasakan bahwa tawakal kepada Allah telah menjadi kekuatan dalam
hidupnya.
Sahabatku yg disayang Allah, aminkan do'a ini
agar Allah mengubah air mata kita menjadi senyuman. "Ya Allah, lihatlah
air mata kami ini, kepedihan dihati kami. Hanya Engkaulah sumber
kebahagiaan kami, ku mohon ubahlah kesedihan kami menjadi kebahagiaan
dan ubahlah air mata kami menjadi senyuman."






0 comments:
Posting Komentar