Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada masa ketika rezeki kita terasa sempit, kebutuhan kita meningkat, sementara pada saat yang bersamaan kemampuan kita terasa terbatas.
Dalam kondisi seperti ini, sebagian dari kita bisa saja tergoda untuk mencari jalan pintas (mencuri, merampas dan bahkan sampai mengambil haknya Allah SWT) Apa yang sebelumnya kita anggap salah, Harom dan subhat, perlahan mulai terlihat (masuk akal) karena tekanan keadaan.
Alloh SWT berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"
Ibnu Mas'ud berkata: إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ اقْتَنَاهُ لِنَفْسِهِ وَلَمْ يُشْغِلْهُ بِزَوْجَةٍ وَلَا وَلَدٍه Jika Allah mencintai hamba-nya, Dia akan menyibukkan diri (waktu) kita untuk-Nya dan tidak akan menghabiskan diri dengan istri, anak-anak dan keluarganya:
Nabi SAW bersabda: يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ هَلَاكُ الرَّجُلِ عَلَى يَدِ زَوْجَتِهِ وَأَبَوَيْهِ وَوَلَدِهِ، يُعَيِّرُونَهُ بِالْفَقْرِ Akan datang suatu masa pada (kehancuran) seorang lelaki (suami) dihina (bullying) oleh istrinya, orang tuanya, saudaranya, dan bahkan oleh anak-anaknya karena kemiskinannya. وَيُكَلِّفُونَهُ مَا لَا يُطِيقُ، فَيَدْخُلُ الْمَدَاخِلَ الَّتِي يَذْهَبُ فِيهَا دِينُهُ فَيَهْلِكُ Lalu kemudian sang suami terperdaya (menghabiskan waktunya untuk kerja-kerja) dan harus kerja siang malam hingga lupa jalan pulang, lupa semua, lupa Agamanya sehingga dia binasa.
Karenanya kita yang kebetulan sebagai suami/istri (suami bekerjalah dan istri janganlah banyak² tuntutan) pahamilah posisi, lalu dekatkanlah keluargamu dengan agama (Pendidikan) supaya nggak lupa jalan pulang.
Alloh SWT berfirman: وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا .Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا Dan kami menjadikan malam sebagai pakaian وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.
Inilah relevansi dari ayat yang disampaikan oleh Alloh SWT: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ فِتْنَةٌ "wahai orang-orang yang beriman sungguh istri-istri-mu anakmu adalah fitnah, (karena bimbinglah mereka kepada agama yang benar dan berikan kasihsayang kepada mereka).
Maka, Jika ada orang kog lupa sama Alloh menghabiskan waktunya untuk kepentingan duniaanya, (Lupa kebutuhan rohani, jasmani, sosial, ekonomi dan budaya) saya pastikan kehidupannya bakal tidak menyenangkan dan tidak baik-baik saja: وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى "Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta" QS ToHa: 124.
Sebaliknya jika ada orang kog menyibukkan waktunya untuk Alloh SWT, mengetahui keutamaan (Fadhilah) dari setiap ibadah. Misalnya, dalam hal sedekah, maka Allah menjanjikan balasan yang besar. Allah SWT berfirman: قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ "Katakanlah (Nabi Muhammad), Sesungguhnya Tuhan melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.’ Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS Saba' 39).
Bahkan lebih dalam lagi, jika ada manusia kog Pada titik yang lebih jauh, sampai berani merampas hak dan harta orang lain untuk kepentingan Pribadi dan keluarganya, seolah-olah keadaan dapat membenarkan tindakan yang keliru: وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ "Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil"
Maka, Ancamannya sangat jelas, Rasulullah SAW bersabda: مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ Siapa saja yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya secara tidak benar فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ maka Allah mewajibkan baginya neraka dan mengharamkan baginya surga فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ Lalu ada seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah itu meski sesuatu yang sedikit? قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكِ Beliau menjawab, "Meskipun hanya sebatang kayu dari pohon kayu siwak).
Jibril As. Berkata عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
Alhasil: Jangan mengeluh kalo Tuhan tidak memberi kehidupan seperti yang kita inginkan, karena kita juga hidup tidak seperti yang Tuhan Inginkan. Maka, Jika hidup kita mulai berantakan, coba ibadah kita mulai di rapihkan.






0 comments:
Posting Komentar