Manusia mana yang tidak menginginkan menjadi baik? Apalagi jika bisa dikatakan menjadi sebaik-baik manusia.
Setiap kita, ingin rasanya kita bisa menjadi sebaik-baik manusia tidak hanya di mata manusia, tapi lebih dari itu adalah menjadi sebaik-baik manusia di mata Allah SWT berikut Nabi-Nya.
Andai label ‘Sebaik-baik Manusia’ itu bisa dibeli, maka tentu saja orang-orang berharta akan lebih dulu mendapatkan predikat ‘Sebaik-baik Manusia’ itu. Tapi, bersyukurlah kita terlahir sebagai seorang muslim yang mukmin. Karena rupanya, untuk mendapatkan titel ‘Sebaik-baik Manusia’ itu tak perlulah merogoh receh yang banyak, tapi perlu perjuangan yang besar dan keimanan yang kuat.
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا
Sesungguhnya sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.
خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ
Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan orang lain merasa aman dari kejahatannya.
Maksudnya adalah tergantung akhlaknya kepada orang lain. Akhlak yang baik menjadi barometer dan atau ukuran untuk menjadi sebaik-baik manusia. Mengingat, Nabi SAW. diutus ke bumi ini adalah dalam rangka untuk menyempurnakan akhlak manusia yang ketika itu sesat dan saling menyesatkan.
KAUMSARUNGAN
eLMG






0 comments:
Posting Komentar