Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Gerakan Ayo Mondok

Parenting education untuk gerakan Ayo Mondok.
Hari2 ini para santri baru mulai masuk gerbang pesantren dan mengawali proses menjadi santri. Yang perlu difahami Oleh walisantri itu bahwa:
  1. proses beradaptasi bagi santri baru di pesantren itu variatif bentuknya. tidak sedikit yang mengalami culture shock yang menyebabkan mereka "rewel" tingkat ringan sampai yang berat.
  2. walisantri Harus ikut membantu proses tersebut, dengan bersikap tenang Dan mendengarkan keluhan2 si anak sbg efek Dari proses adaptasi itu sendiri.
  3. Beri dia sugesti dan keyakinan yg positive,  jgn ikut2an panik.
  4. Berkomunikasi yg baik dg pengurus dan/atau pengasuh apabila si anak mengalami masala adaptasi.
  5. Dengan memasukkan anak ke pesantren bukan berarti perhatian orangtua selesai atau hanya sebatas perhatian finansial Saja.
  6. Meski santri itu mendapatkan perhatian yg cukup dari pengasuh/pengurus pesantren,  tetapi Ada indikasi santri yg dapat perhatian yg cukup dari orangtuanya, memiliki sikap yg lebih baik dibanding santri yg kurang diperhatikan orangtuanya.
  7. Tugas untuk mendoakan kesuksesan anak2nya tidak Serta merta menjadi tugas guru/pengasuhnya.
  8. Doronglah anak untuk mematuhi segala aturan pesantren, Krn itu adalah bagian dari proses character building Di pesantren.
Proses beradaptasi santri baru di pesantren itu variatif bentuknya. tidak sedikit yang mengalami culture shock yang menyebabkan mereka "rewel" tingkat ringan sampai yang berat. ada 4 tahapan yang akan mereka lewati untuk menuju benar2 krasan/nyaman di lingkungan barunya. Ini tahapannya:
  1. tahap inkubasi; tahapan dimana para santri baru merasa senang merasakan hal-hal baru yg belum pernah dialaminya. meski kesenangan ini bersifat semu, karena bisa jadi dia masih menangis ketika kangen suasana di rumah.
  2. tahap krisis; tahapan ini yang menarik dikaji. karena ketika mengalami tahap ini ekspresi dan respon mereka beragam dan cenderung membuat wali santri ikut merasakan repot. karena mereka benar-benar merasakan culture shock dan akan sering menangis, telpon/sms dengan jurus manja yg bikin ortu nya kasihan/gak tega dan minta sering2 dijenguk/disambang. bahkan tidak sedikit yang mengancam pengurus pondok/orang tuanya kalo keinginannya tidak terpenuhi. apabila proses ini tidak bisa dilewati dengan baik maka biasanya mereka memutuskan gak krasan yang dilanjutkan dengan boyong/pindah.
  3. tahap penyembuhan; tahap ini bisa dialami bagi mereka yang bisa melewati culture shock dengan baik. pada tahap ini para santri baru akan menerima keadaan di lingkungan barunya dan membangun komitmen untuk tinggal di pesantren.
  4. tahap penyesuaian diri; pada tahap ini santri baru sudah benar-benar nyaman dan merasa pesantren adalah rumah kedua mereka.
buat para santri baru..semoga proses adaptasi kalian sukses dan siap menjadi santri yang cinta NKRI. para pengasuh/pengurus pesantren/wali santri bertugas membantu proses adaptasi dengan sukses.

Bagian ini menjelaskan ttg kesiapan anak menghadapi kondisi sakit Di pesantren Dan mengontrol keuangan.
  1. Apabila si anak memiliki riwayat penyakit yg bisa kambuh, seperti ashma,  alergi,  dll maka orang tua perlu membekali anak dengan obat2 yg biasa dikonsumsi untuk penyakitnya.
  2. Si anak juga perlu diberi pemahaman akan makanan2 yg Harus dihindari agar tidak memicu penyakitnya timbul kembali.
  3. Orang tua juga perlu mengenalkan dan/atau membekali anak dengan obat2 bebas yg mungkin diperlukan sebagai obat pertolongan pertama ketika sakit ringan, seperti obat diare,  vitamin,  obat penurun panas, dll.
  4. Ada kalanya sakitnya anak santri itu Karena minta/butuh perhatian dari orang tuanya. Sakit yg disebabkan kangen seperti ini biasanya berupa demam, Selera makan yg rendah,  capek/motivasi rendah.  Dan ini bisa diminimalkan dengan Adanya perhatian dari orang tua, misal ditelpon untuk sekedar Tanya aktifitas hariannya atau dijenguk dan diajak makan bersama.
  5. Orang tua juga perlu membekali pengertian kpd si anak tentang managemen keuangannya Selama tinggal Di pesantren.
  6. Orang tua perlu mengontrol kebutuhan uang Jajan si anak yg habis selama satu bulan (meski uangnya Ada di atm) itu apakah masih wajar atau sudah melampaui kewajaran/boros. Karena ini sangat berkaitan dg kelancaran dalam beraktifitas di pesantren.
  7. Kalau keuangan si anak tergolong Boros,  maka perlu dikhawatirkan penyalah gunaan uang sakunya untuk hal-hal yg kurang mensupport aktifitas Di pesantren.
  8. Untuk mengontrol si anak,  perlu menjalin komunikasi yg baik dg pengurus/guru/pengasuh pesantren, agar orang tua merasa nyaman dan si anak juga bisa terpantau dg baik.
Semoga para santri berhasil menjalani semua proses pembelajaran Di pesantren Dan menjadi anak2 sholih sholihah kebanggaan orang tua yg bermanfaat ilmunya Dan berkah hidupnya.

0 comments: