Maulid nabi Muhammad SAW jatuh pada
tanggal 3 Januari 2015 merupakan hari libur Nasional dan itu
diberlakukan oleh pemerintah Indonesia sejak dulu karena memang sebagian
besar rakyat Indonesia berpaham ASWAJA.
Dalam sejarah penyebaran Islam di
Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan (menurut bahasa jawa )
sudah dilakukan oleh Wali Songo sejak pertama kalinya untuk sarana
dakwah yang begitu efektif dengan berbagai kegiatan yang menarik
masyarakat agar mengucapkan syahadatain sebagai pertanda memeluk Islam.
Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain,
Sekaten (dalam bahasa jawa).
Pendapat yang Menolak Maulid Nabi
Hanya terdapat segelintir kaum ulama
yang berpaham Salafi dan Wahhabi yang tidak merayakannya karena
menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah bid’ah, yaitu kegiatan
yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW juga karena termasuk
tasyabbuh (meniru-niru) kebiasaan orang kristen dalam merayakan natal.
Mereka berpendapat bahwa kaum Muslim yang merayakannya keliru dalam
menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya. Namun, terdapat
pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal
bid’ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad
SAW.
Pendapat Yang Membolehkan Maulid Nabi
Pendapat yang telah menerima dan mendukung Maulid Nabi
tersebut, beralasan bahwa maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah, inovasi
yang baik, dan tidak bertentangan dengan syariat. Pendapat kedua
diwakili oleh Imam Ibnu Hajar Asqalani dan Imam As-Suyuthi. Keduanya
mengatakan bahwa status hukum maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah. Yang
tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, tetapi keberadaannya tidak
bertentang dengan ajaran Islam. Bagi As-Suyuti, keabsahan maulid Nabi
Muhammad SAW bisa dianalogikan dengan diamnya Rasulullah ketika
mendapatkan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai
ungkapan syukur kepada Allah atas keselamatan Nabi Musa dari kejaran
Firaun. maulid Nabi, menurut As-Suyuti, adalah ungkapan syukur atas
diutusnya Nabi Muhammad SAW ke muka bumi. Penuturan ini dapat dilihat
dalam kitab Al-Ni’mah Al-Kubra Ala Al-Alam fi Maulid Sayyid Wuld Adam.
Ajaran yang Menjauhkan dari Kecintaan terhadap Nabi
Demi menunjukkan eksistensinya dengan pengikut yang masih sedikit setelah beratus ratus tahun hanya itu – itu saja maka mereka menolak dengan berbagai cara Maulid Nabi bahkan dalam media -media lansiran wahabi menuliskan sejarah kelam maulid nabi. Mudah – mudahan kita semua waspada terhadap ajaran – ajaran yang menjauhkan kita dari kecintaan Nabi Muhammad SAW.Allahuma Sholly ala Muhammad.
Created bay
Zaenuddin






0 comments:
Posting Komentar