Dalam Kitab Fathul Qorib dijelaskan bahwa:
Annikahu smustahabbuun Liman yahtaju bihi.
Dan dijelaskan dalam Hadits:
مااكرم النساء الا كريم ومااهانهن الا لءيم
Tidaklah memulyakan perempuan kecuali dia itu pribadi yang mulia dan tidaklah ia menghinakan seorang perempuan kecuali dia orang yang terhina.
Pertama: Niat.
Hal pertama yang harus diperhatikan untuk pasangan suami istri yang baru menikah adalah niat. Jika niatnya ditata dengan baik, maka insya Allah perjalanan hidup akan dijalani dengan baik. Niat nikah untuk ibadah dan mengikuti sunnah kanjeng Rasul SAW. Niat supaya bisa awet dan berbuat baik yang tidak hanya kepada pasangan saja, tetapi kepada siapa saja.
Kedua: Tetaplah menjadi manusia.
Artinya pasanganmu itu bukan malaikat apalagi setan. Malaikat itu tidak pernah salah begitupun Setan, ia tidak pernah benar. Sedangkan manusia bisa benar bisa juga salah. Manusia juga bisa ingat dan bisa lupa. Jadi, karena memandang pasangannya sebagai manusia, maka kita bisa memaklumi kalau ada khilaf dan alpha, sehingga Harus mengerti dalil masing-masing sebagai suami atau istri. Jangan dibalik-balik, salah satu dalil seorang istri kepada suaminya adalah ayat Ar-Rijaalu qawwaamuuna alan nisaa’ (Laki-laki / suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) (Q.S. An-Nisa’/34). Sedangkan dalil yang harus dipegang oleh suami agar selalu menghormati istrinya di antaranya adalah مااكرم النساء الا كريم ومااهانهن الا لءيم Orang yang memuliakan perempuan hanyalah orang yang mulia, sedangkan orang yang hina adalah orang yang menghinakan perempuan, yang artinya sama dengan menghina Allah SWT.
Ketiga: Jangan Berlebihan.
Supaya kalian bisa konsisten / Istiqomah dalam berbuat baik dengan pasangan, maka jangan berlebih-lebihan dalam segala hal. Karena Orang yang suka berlebih-lebihan dalam segala hal, pasti ia tidak akan dapat berbuat adil. Bahkan sejak berpikir. Ia tidak bisa istiqomah, karena syarat adil dan istiqamah itu tidak berlebih-lebihan dalam segala hal.
Keempat: Sholat.
Ketika ada apapun, sekecil apapun pulangkan kepada pemiliknya (masalah), dan sebesar apapun, mintalah kepada Allah SWT. Bagaimanapun kemampuanmu dan kehebatanmu, jangan pernah lupa Allah SWT.










