Memori at PASCASARJANA
UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.
STUDY ACADEMIC
STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".
MY FAMILY
BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.
MOTIVASI HIDUP
DALAM KEBINEKAAN.
FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED
TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.
RUMAH TANGGA
PESAN RASULULLAH SAW kepada FATIMAH
Ya Fathimah, yang
lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya.
Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu.
Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah
SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?
shalat dhuha
Ketika
saya memperkenalkan kepada diri saya bahwa shalat dhuha itu hutang,
hutang kita kepada Allah. Hutang kesehatan, hutang kenikmatan, hutang
rizki, maka setiap sendi dan ruas pun harus kita bayar. Kata Allah,
"cukup shalat dhuha dua rakaat saja, maka hutang kalian lunas!" Saya pun
jujur, menghitung kelalaian diri ini. Dan ternyata saya menemukan
betapa lalainya saya dalam urusan ibadah yang satu ini. Juga
ibadah-ibadah yang lain, baik yang sunnah, juga yang wajib.
Ah,
pantas saja manusia sekarang penyakitan, gampang kena masalah, rentan
kena bala. Kewajibannya sama Allah kerap diremehkan. Dan saya menemukan
bahwa saya sendiri juga kerap meremehkan ibadah-ibadah lainnya.
Pernahkah kita berpikir, rizki mau nambah, tapi ibadah gak mau nambah.
Keruan dah nambah mah susah, nah yang minimal saja ternyata tidak kita
kerjakan. Sebelum dapet kerja, shalat Dhuha 2 rakaat, masa setelah dapet
kerja, tetep 2 rakaat? Apalagi yang sebelumnya dapet kerja enggak
dhuha, masa setelah dapet kerja tetap juga gak dhuha? Apa gak malu? Kita
bisa kuat karena Allah. Kita bisa berjaya karena Allah. Maka undanglah
Allah disetiap kesempatan kita, waktu kita, untuk beribadah kepada
Allah. Mintalah kepada Allah, dan lakukanlah ikhtiar kita dengan
cara-cara Allah. Mudahan-mudahan rizki kita, kesehatan kita, umur kita,
karier, usaha dan jabatan kita, akan menjadi berkah adanya. InsyaAllah.
Aamiinn...
permainan pikiran
Besar kecilnya permasalahan adalah bentuk permainan pikiran, permainan perasaan.
Setiap orang, katanya, punya masalah. Kadang besar, kadang kecil.
Sementara itu, ada yang bisa mengatasi masalah, tegar dan tabah meniti kehidupan.
Tapi ada yang berputus asa, dan bahkan tenggelam dalam permasalahan.
Sebenarnya, ketika permasalahan ‘terciptakan’ [lantaran perbuatan sendiri] atau ‘hadir sendiri’ dalam kehidupan, adalah banyak tergantung permainan pikiran, permainan perasaan.
Coba saja lihat, pada bentuk permasalahan yang sama, situasi orang berbeda-beda.
Persis seperti yang disebut tadi, ada yang sanggup mengatasi, ada yang tidak sanggup mengatasi.
Karenanya diperlukan latihan untuk mengendalikan pikiran dan perasaan.
Ya Allah, berikan kami kemudahan dalam menyelesaikan masalah kami, jangan Engkau biarkan kami larut dalam masalah kami hingga kami tenggelam di dalamnya. Aamiinn...
Setiap orang, katanya, punya masalah. Kadang besar, kadang kecil.
Sementara itu, ada yang bisa mengatasi masalah, tegar dan tabah meniti kehidupan.
Tapi ada yang berputus asa, dan bahkan tenggelam dalam permasalahan.
Sebenarnya, ketika permasalahan ‘terciptakan’ [lantaran perbuatan sendiri] atau ‘hadir sendiri’ dalam kehidupan, adalah banyak tergantung permainan pikiran, permainan perasaan.
Coba saja lihat, pada bentuk permasalahan yang sama, situasi orang berbeda-beda.
Persis seperti yang disebut tadi, ada yang sanggup mengatasi, ada yang tidak sanggup mengatasi.
Karenanya diperlukan latihan untuk mengendalikan pikiran dan perasaan.
Ya Allah, berikan kami kemudahan dalam menyelesaikan masalah kami, jangan Engkau biarkan kami larut dalam masalah kami hingga kami tenggelam di dalamnya. Aamiinn...
Setianya burung merpati
Sahabat saudaraku
fillah... burung merpati adalah salah satu binatang tertua yang
dijadikan binatang peliharaan manusia. Sejak dahulu, Bangsa Mesir
menjadikan burung merpati sebagai makanan dan dilatih menjadi pengantar
pesan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Burung merpati
walaupun dilepas jauh dari kandangnya,namun dia tahu kemana harus pulang
sehingga ia tidak akan tersesat. Keistimewaan lainnya ia tahan haus dan
selalu setia kepada pasangannya. Merpati akan berganti pasangan apabila
salah satu pasangannya meninggal.
Merpati adalah burung yg
tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada burung merpati
yang suka berganti-ganti pasangan ? "Tidak".Pasangannya cukup 1 seumur
hidupnya.
Burung merpati tahu bagaimana pentingnya
bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang.
Sang jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang
anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga
diluar kandang. Apabila sang betina kelelahan, sang jantan mengerami.
Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.
Saudaraku,kita
memang memiliki empedu yang mudah menyimpan kepahitan, namun kita
memiliki akal pikiran juga rasa kasih sayang yang melebihi merpati.
Saudaraku, sudahkan kita memiliki kesetiaan,menghargai dan menghormati
pengorbanan pasangan kita ?
Jika burung merpati bisa melakukannya, mengapa kita tidak bisa ?
Saudaraku,
hubungan yang baik tak kan terwujud manakala kesetiaan hanya sebelah
pihak, diperlukan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak.
Sesungguhnya hidup itu indah jika kita saling mengerti,menghargai dan
tidak saling mengkhianati....
Istiqamah Dengan Akhlaqul Kharimah
Bismillahirrahmanirrahiim...
Sahabat
saudaraku fillah..Yang di Rahmati oleh Allah SWT.
Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Akhlaq berasal dari bahasa arab,
yang mengandung arti : Budi pekerti, tabiat, tingkah laku, perangai.
Dalam AlQur’an kata Akhlaq terambil dari bentuk Khuluq (Akhlaq),
sejalan dengan ini, Firman Allah SWT dalam Al Qur’an
menyebut kata Khuluq bentuk tunggal dari kata Akhlaq yaitu :
Allah SWT Berfirman :
“
Wa Innaka La’ala Khulqin azhim” “Dan Sesungguhnya engkau (Muhammad)
benar-benar berada diatas (Akhlaq) Budi Pekerti yang Agung”. (QS. Al
Qalam : 4 ).
Imam Abu Hamid Al Ghazali Mendifinisikan Akhlaq
adalah ”Suatu sifat yang melekat dalam jiwa seseorang,yang menjadikan ia
mudah bertindak,tanpa banyak pertimbangan lagi atau dengan kata lain
Akhlaq adalah, dorongan jiwa yang menyebabkan manusia untuk berbuat baik
dan buruk.
Sementara menurut Abdul Karim Zaidan “Akhlaq adalah
merupakan nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa,yang
dengan sorotan dan timbangannya, seseorang dapat menilai perbuatannya
baik atau buruk,untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya.
Akhlaq
adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, akan muncul secara
spontan ketika diperlukan,tanpa pemikiran atau pertimbangan dan tidak
memerlukan dorongan dari luar.
Dengan demikian akhlaq terbagi
menjadi dua bagian yakni: dorongan yang baik disebut Akhlaq yang baik
(Akhlaqul Mahmudah), dan dorongan jiwa yang yang buruk disebut Akhlaq
buruk ‘(Akhlaqul Madzmumah). Sering kita mendengar kata akhlaq
beriringan dengan kata Karimah akhlaqul karimah bermakna :
mulia, baik.
Dalam hadits kata Akhlaq juga selalu hadir bersamaan
dengan kata-kata: Khayr, hasan, ahsan, mahasin, dan makarim, tidak lain
mengandung arti “Baik’terpuji, luhur dan Agung.
Sehingga dapat
dikatakan, apabila perbuatan atau pola tingkah laku perbuatan yang
dilakukan itu dengan baik,mulia,terpuji menurut syariat dan akal, maka
perbuatan itu dinamakan akhlaq mulia atau Akhlaqul Karimah.Pada dasarnya
akhlaq yang mulia, tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam,namun
demikian juga untuk seluruh umat manusia.
Allah SWT Berfirman :
“Dan KAMI tidak Mengutus Engkau (Muhammad) Melainkan untuk Menjadi Rahmat bagi seluruh Alam”. (QS. Al Anbiya’ : 107).
Ayat
yang terkandung dalam kitab suci Al Qur’an diatas, menjelaskan bahwa
Rasulullah SAW sebagai Rahmatan lil
alamin,diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi
seluruh umat manusia, menyelamatkan manusia dari kesesatan.
Dan
menuntun mereka dengan akhlaq mulia, menuju kejalan Hidayah,agar
mendapatkan Rahmat Allah SWT sehingga selamat menempuh
perjalanan hidupnya, di dunia ini terlebih di akhirat kelak.
Rasulullah SAW adalah sosok sempurna, berakhlaq mulia,
terpercaya dalam segala-galanya,tutur kata yang santun, lemah
lembut, jujur terpercaya sepanjang hidupnya, adil bijaksana, sabar,
penyayang, hidup sederhana, sehingga kehadiran Rasulullah SAW sebagai penyempurna akhlaq manusia.
Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya Aku (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan Akhlaq yang Mulia”.(HR. Bukhari, Baihaqi dan Hakim).
Akhlaqul
karimah sangatlah tinggi kedudukannya dalam islam,karena akhlaq islami
bersumber dari Al Quran dan Al Hadits, dan sifatnya tetap tidak
berubah-ubah, berlaku sepanjang masa dan selama-lamanya.
Akhlaq
Islam itu sendiri berisikan petunjuk, pedoman dan tuntunan atas dasar
akhlaq mulia, sehingga mampu mengatasi, segala persoalan hidup di dunia
maupun kehidupan kekal abadi di akhirat,dan akhlaq sendiri merupakan
penentu kualiatas kesempurnaan Iman bagi hamba Allah SWT dan di hari kiamat kelak, akhlaq yang baik,merupakan timbangan
amal yang lebih berat.
Rasulullah SAW Bersabda:
"Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah SAW Bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna Imannya, ialah siapa
diantara mereka yang paling baik Akhlaqnya (budi pekerti)”.(HR. Abu
Dawud dan At Tirmidzi)
"Dari Abu Al Darda Radhiyallahu Anhu Bahwa
Rasulullah SAW Bersabda “Tiada sesuatu pun
yang lebih berat pada Timbangan seseorang hamba di hari kiamat, selain
Akhlaq yang baik” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Sejatinya
setiap muslim adalah selalu berakhlaq baik, sehingga ia memperoleh
kebaikan, hatinya akan tenang tentram,dan selalu berlapang dada, demikian
juga dengan lingkungan sekitarnya, dengan berakhlaq baik akan
menghadirkan suasana hidup tentram bermasyarat.
Allah SWT memberikan ganjaran kepada orang yang senantiasa berakhlaq
baik,yakni meraih kebahagiaan dan kenikmatan-kenikmatan surga yang telah
Allah Subhanahu wa Ta’ala, janjikan kepada hamba-hamba-Nya.
Allah SWT Berfirman :
“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang yang
ridha dan diridhai-Nya.Masuklah kedalam hamba-hamba-KU,Dan masuklah ke
dalam Surga-KU”.(QS. Al Fajr 27-30).










