Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Hadiah untuk Ahli Kubur

Barang siapa yang ingin orang tuanya, Saudaranya atau lainnya ingin di selamatkan dari fitnah kubur, Dan mendapatkan ni'mat kubur kerjakanlah salah satu dari 3 perkara berikut Ini.

Ijazah dari Al Ustadz Al Habib Abdurrahman Bilfaqih.: Barang siapa yang membaca sholawat di bawah ini setelah di makamkanya mayyit, Tidaklah mungkin mayat tadi mendapatkan fitnah kubur. اللّٰـهُمَّ بِحَـقِّ سـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأٰلِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ لَا تُعَـذِّب هٰـذَا الْمَـيِّت

Al Imam Ahmad Addairobi Ra., Berkata: Barang siapa yang mengambil tanah, Dan dibacakan Surat Al Qodar 7 Kali, Kemudian di taruh di lubang lahad bersama mayyit tatkala penguburan mayyit atau di atasnya, Maka mayyit tersebut akan di jaga dari azab kubur!. (Kitab Mujairobuddairoby).

Berkata Al Imam Asyeh Ali Salim Almanufi Al Maliky Ra.: Barangsiapa yang mnulis di kening dan dada mayit BISMILLAH setelah di mandikan dan sebelum di kafani maka mayit tersebut akan aman dari pertanyaan Malaikat Munkar Nakir. (Kitab Misbahuddzolam).

Karenanya berdo'alah: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ فِی الْأَرْوَاحِ وَعَلَی جَسَدِهِ فِی الْأَجْسَادِ وَعَلَی قَبْرِهِ فِی الْقُبُوْرِ وَعَلَی اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمِ "Ya Allah, Limpahkanlah rahmat kepada ruh Nabi Muhammad SAW, Diantara semua ruh, Kepada jasadnya diantara semua jasad, Kepada kuburnya diantara semua kubur, Dan limpahkanlah pula rahmat dan keselamatan kepada keluarganya dan sahabatnya"

Semoga bermanfaat

Nasyid: Muhammad selayaknya manusia

محمد محمد بشر لا گالبشر، بل هو گالياقوت بين الحجر

Muhammad (SAW) adalah seorang manusia namun bukan manusia biasa, dia laksana batu permata diantara bebatuan biasa

محمد سيد الگونين والثقلين، والفريقين من عرب ومن عجم

Muhammad (SAW) adalah pemimpin dua alam, dan dua ras dan dua golongan dari bangsa Arab maupun dari bangsa Ajam (selain Arab)

نبينا الآمر الناهي فلا أحد، أبر فی قول لامنه ولا نعم

Nabi kita yang memerintahkan kema’rufan dan yang mencegah kemungkaran, yang tidak ditemukan satu pun makhluk Allah yang lebih benar ucapannya ketika mengatakan “Ya” atau “Tidak”.

هو الحبيب الذي ترجی شفاعته، لکل هول من الأهوال مقتحم

Dialah seorang kekasih yang diharapkan syafa’at nya, pada setiap kejadian dari kejadian yang mengerikan.

دعا إلی الله فالمستمسکون به، مستمسکون بحبل غير منقسم

Dia mengajak menuju Allah, maka yang berpegang kepadanya, berarti berpegang pada tali yang tidak akan kendor.

فاق النبيين فی خلق وفی خلق، ولم يدانوه فی علم ولا گرم

Dia (Muhammad) melebihi para nabi dalam penciptaan akhlaknya, dan tidak ada yang menyamainya dalam pengetahuan dan kemuliaan.

وکلهم من رسول الله ملتمس، غرفا من البحر أو رشفا من الديم

Dan semuanya mengambil berkah dari Rosulullah SAW, seraup dari lautan atau sepercik dari danau.

Bersyukurlah dengan apa yang ada saat ini

Ada seorang fakir miskin melewati jalan Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati dongkol.⁣⁣

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela.⁣⁣

Dia sangat bosan dengan kedelai.⁣⁣

Dia bilang pada istrinya,⁣⁣ “Bagaimana hidup kita ini...? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai”... Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai yg tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam,⁣⁣ ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ⁣“Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga”. Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam,⁣⁣ ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ⁣⁣

“Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah...” Rejeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya.⁣⁣

Jangan harap mengalir seperti banjir, kalau tak bisa berenang karena bisa tenggelam.⁣⁣

Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra., berkata: ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ⁣⁣ Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ⁣⁣ Sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan.

Karenanya⁣⁣ ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ ⁣⁣⁣“Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya”. Na'uudzubillaahi min dzaalik.⁣⁣

Semoga menjadi renungan.

Harga diri dan Kepatuhan

Seorang santri sedang membersihkan aquarium gurunya, ia memandang ikan arwana dengan takjub. Tak sadar gurunya sudah berada di belakangnya.

"Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang guru.

"Tidak tahu". Jawab si murid.

"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang guru.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga. Kemudian kembali menghadap sang guru.

"Ditawar berapa nak?" tanya sang guru.

"50.000 Rupiah guru". Jawab si murid mantap.

"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang guru lagi.

"Baiklah guru". Jawab si murid. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias.

"Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang guru.

"800.000 Rupiah guru". Jawab si murid dengan gembira, ia mengira sang guru akan melepas ikan itu.

"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang guru lagi. 

"Baik guru". Jawab si murid. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.

"Berapa ia menawar ikannya?"

"15 juta Rupiah guru"

Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbed-beda.

"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat".

"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu".

Khadijah Wanita Istimewa istri Rosululloh

Khadijah Wanita Istimewa

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Khadijah

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, ?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah...

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah. 

“Ya Allah, ya ILahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Semoga bermanfaat