Memori at PASCASARJANA
UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.
STUDY ACADEMIC
STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".
MY FAMILY
BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.
MOTIVASI HIDUP
DALAM KEBINEKAAN.
FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED
TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.
Romadhon dan Pembebasan dari Api neraka
Terus semangat jangan kendor
Bulan Romadhon adalah ajang perlombaan untuk berupaya meningkatkan ketaatan شَهْرَ رَمَضَانَ مِضْمَارًا لِلتَّسَابُقِ فِي الطَّاعَاتِ bulan romadhon adalah musimnya untuk menyucikan jiwa dan meningkatkan kedudukan وَمَوْسِمًا لِتَزْكِيَةِ النُّفُوسِ وَرَفْعِ الدَّرَجَاتِ karenanya istimewakan keberadaannya, sebagaimana kita yang juga ingin di istimewakan oleh Alloh SWT.
Ibnu Rojab dalam kitab Lathoiful Ma’arif, hal. 306 menjelaskan: اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه Ketahuilah sesungguhnya seorang mukmin melakukan dua jihad di bulan Romadhon جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام، Jihad di siang hari dengan berpuasa وجهادٌ باللَّيل على القِيام jihad di malam hari dengan sholat malam فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن، maka barang siapa yang melakukan dua jihad ووَفَّى بحُقُوقهما dan menunaikan hak-hak yang berkaitan dengan keduanya وصَبَر عليهما lalu terus bersabar ketika melakukan "jihad" nya وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ maka ia (jihadis) akan diberi ganjaran di sisi Allah dengan pahala tanpa ukuran.
Kita sering lupa atau tidak ingat bahkan tidak tahu, bahwa: Bulan romadhon itu memiliki 3 dimensi ibadah: Pertama Jihad atau perjuangan karena lapar, haus, capek dan letih semua itu membutuhkan perjuangan, وجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ "dan berjihadlah dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu" "Perang Badar"). Kedua Ijtihad, yaitu pendalaman dalam pelaksanaan ibadah Romadhon, sembari menambah ilmu pengetahuan (Agama) yang bermanfaat untuk kepentingan Dunia dan Akhirat, Qiyam dan Siyam akan lebih membawa keberkahan ketika dilakukan dengan ilmu, وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ"dan Setiap orang yang beramal atau melakukan perbuatan dengan tanpa ilmu, أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ maka segala amalnya "berpotensi" ditolak dan tidak terima. Ketiga Mujahadah yang berarti menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kebutuhan mental spiritualitas kita, membangun kedekatan dengan Allah SWT melalui sarana yang diberikan oleh Alloh SWT., (malam-malam Lailatul Qodar) dengan kegiatan-kegiatan Kontemplasi, (Dzikir, Qiyamullail, Tadarus) yang sungguh-sungguh. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ "Bersungguh²lah, jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu hanya menimpa orang-orang yang malas.
Karenanya di bulan Romadhon yang istimewa ini kita musti memaksa diri kita untuk tetap semangat, seperti ketika berada di awal bulan kemaren, hati kita terasa ringan, masjid, mushola penuh lantaran semangat menyambut bahagia kehadirannya.
Rosululloh SAW ketika memerintahkan muad bin Jabal berangkat ke Yaman,اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (Bertakwalah kepada Allah SWT., di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan "kemalasan" itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapus (kejelekan,malas,putus asa). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. Hadist ini kemudian direspon oleh Alloh SWT وقوله: (واتقوا الله) أي: في جميع أموركم وأحوالكم، ( لعلكم تفلحون ) أي: في الدنيا والآخرة
Seiring berjalannya hari, sering kali semangat itu kendor dan mulai melemah. Capek, lelah, malas, Ibadah terasa berat yang kemudian menyita fokus perhatian kita, Rasulullah SAW bersabda: إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً (رواه أحمد) (Setiap amal ada masa semangatnya, dan setiap semangat ada masa lemahnya). Hadits ini sangat manusiawi. Islam memahami bahwa iman kita bisa naik dan bisa turun. Tetapi yang berbahaya adalah bukan turunnya semangat, melainkan berhentinya mental beramal kita.
Inilah ujian sesungguhnya. Bukan bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita terus bertahan. Karenanya, kata Alloh: فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ (Maka tetaplah engkau "Muhammad" di jalan yang benar sebagaimana yang diperintahkan).
Istiqomah itu tidak mudah. Bahkan Rasulullah SAW yang maksum pun diperintahkan untuk istiqomah. Apalagi kita yang penuh kekurangan.
Semangat beribadah itu seperti api. Jika tidak dijaga, ia akan redup. Jika tidak diberi bahan bakar, ia akan cepat padam.
Romadhon hanya sebulan. Sangat singkat dibanding sebelas bulan lainnya. Maka jangan biarkan Romadhon berlalu tanpa kesungguhan, (Bayangkan jika Romadhon ini adalah yang terakhir bagi kita. Apakah kita masih ingin menunda taubat? dan Apakah kita serius ingin mengurangi ibadah?) jawabannya semua ada dalam sanubari kita.
Allah SWT., berfirman: وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ (Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu). Bersegera berarti jangan menunggu nanti. Jangan menunggu saat hati lebih siap. Jangan menunggu saat waktu lebih longgar. Karena waktu ini sesungguhnya tidak pernah benar-benar longgar.
Lalau bagaimana caranya agar tetap stabil dalam melaksanakan tugas ibadah ini ustadz? Caranya adalah: Kalau capek, lelah, ingatlah pahala. Kalau bosan, ingatlah surga. Kalau malas, ingatlah dosa-dosa yg ingin kita bersihkan. Kemudian dekatkan diri kita dengan lingkungan yang baik. Seringlah datang ke masjid, mushola, temui orang-orang soleh di majelis Dzikir dan Ta'lim. Perbanyak baca Al-Qur’an, dan Kurangi hal-hal yang melalaikan Akhirat dan Tuhan.
Jangan biarkan waktu habis untuk hal-hal yang tidak bernilai akhirat. Jangan biarkan Romadhon berlalu hanya dengan rutinitas tanpa ruh, dan yang juga tidak kalah pentingnya, mohonlah kepada Alloh SWT agar diberi kesehatan dan kekuatan. Karena tanpa pertolongan Alloh, kita tidak akan mampu.
Teruslah beDo'a sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).
Alhasil: Betapa besar hadiah yang Allah siapkan untuk kita, dengan bekal Siyam dan Qiyam Romadhon yang إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا InsyaaAlloh, kita akan menjadi manusia manusia yang paripurna; lebih sabar, lebih jujur dan lebih bertawakkal, sehingga kita mendapatkan derajat yang غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Penutup: Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak hanya semangat di awal, tetapi semangat dan kuat hingga akhir. Yang tidak hanya ramai di permulaan, tetapi istiqomah sampai penutupan. Karena yang dinilai Alloh bukan hanya awal kita, tetapi adalah akhir kita.
Mari kita berdo'a: اللَّهُمَّ قَوِّ إِيمَانَنَا، وَجَدِّدْ نِيَّاتِنَا، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ, اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ فَتَرَ فَتَرَكَ، وَلَا مِمَّنْ ضَعُفَ فَانْقَطَعَ، بَلِ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَقِيمِينَ حَتَّى نَلْقَاكَ
Karakter Puasa Romadhon
Bagi umat Islam, Puasa Romadhon tidaklah sekadar kewajiban, tetapi sudah menjadi aktivitas sosial dan budaya. Puasa romadhon adalah merupakan bentuk pengorbanan kita untuk Alloh SWT., yang melibatkan pengendalian diri dari segala sesuatu yang kita cintai demi cinta yang hakiki kita untuk Allah SWT.
Secara literatur, kata Ash-Shaum dan Ash-Shiyam berasal dari kata/wazan صام يصوم صوما وصياما yang artinya imsak (menahan, mengekang, mencegah). Namun secara Istilah, kata صوم para ulama' berbeda pandangan. Dalam kita asrorus shoum disebutkan Bahwa Kata صوم terbentuk dari tiga karakter huruf yakni Shod, Wau dan Mim.
Pertama: صاده): تشير إلى الصبر yang berarti kesabaran, Sabar itu bukan diam tapi keteguhan dalam menerima ketentuan Alloh dengan terus berikhtiar sampai menemukan solusi. إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابِ
Kedua: واوه): يشير إلى الورع: ترك الشبهات خوفا عن الوقائي yang berarti kehati-hatian (mencegah): meninggalkan perkara yang samar mencegah perkara yang haram.
Ketiga: والميم): إشارة إلى محسن، أى صاحب الإحسان الذي هو أمر جامع لكل خير memiliki arti kedermawanan, maksudnya siapapun yang mendapati bulan romadhon lalu kemudian dia banyak memberi kemanfaatan untuk orang lain maka baginya seluruh kebaikan.
Dari ketiga definisi karakter صوم ini dapat kita pahami bahwa Bersabar dalam ketaatan (menjalankan puasa) yang diikuti dengan Kehati-hatian dalam berucap dan bertindak serta berbuat kebaikan yang dilakukan dengan إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا secara continue (terus-menerus) yang disertai komitmen (Istiqomah) maka insyaAllah Amaliah Romadhon yang kita tunaikan ini tidak hanya sekedar bernilai pengampunan tetapi ridhonya Alloh SWT.
Sebab Puasa adalah cinta. Maka berpuasalah. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi keindahan antara hamba dan Tuhannya, saat jiwa belajar diam, hati belajar rindu, dan setiap lapar menjadi bahasa halus yang mengantarkan kita semakin dekat kepada-Nya dan memahami arti kemanusiaan. فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ inilah kemesraan dan indah yang disampaikan oleh Alloh SWT untuk kita.
Selanjutnya, Kata "رمضان" jika merujuk pada penjelasan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq Azza wa Jalla. Beliau menjelaskan bahwa رمضان setiap hurufnya memiliki makna masing².! Kata "رمضان ” tersusun dari lima huruf hijaiyyah, yakni : ر م ض ا ن
الراء : رضوان الله
١ - Kehendak Allah. Artinya bahwa, siapapun yang pada bulan mulia ini, yang senantiasa memperbanyak ibadah dan melakukan amal-amal kesalehan dengan iman, niat tulus dan ikhlas akan mampu menyampaikan dirinya pada pengampunan Alloh SWT.
الميم : محاباة الله عن العصاة
٢ - Keberpihakan Alloh SWT kepada orang yang berdosa (bagi mereka yang Condong pada ketaatan). Pada bulan yang suci mulia ini, umat Islam yang menyibukkan diri, menghidupkan hari-harinya dengan ibadah dan amal kebaikan akan mudah untuk mendapatkan cintanya Alloh SWT.
الضاد : ضمان الله
٣ - Jaminan Allah SWT., Tidak terhitung Jaminan Pahala bagi mereka yang gemar untuk berbuat ketaatan. كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
الألف : ألفة الله
٤ - Kasih sayang Allah SWT., Harmoni-Nya. Kasih-Nya melimpah pada bulan ini. Seluruh Amaliah di lipat gandakan, keberkahan diberikan. كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ. وَ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
النون : نور الله
٥ - Cahaya Allah SWT. Cahaya Allah SWT., akan memantul dalam setiap jiwa yang dibarengi ketakwaan.
Romadhon adalah tempat bagi setiap jiwa untuk kembali pulang kepada pemilik kehidupan, Oleh karenanya, sebagai bentuk aktualisasi karakter huruf صوم dan رمضان Melalui puasa, kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih disiplin, lebih peduli terhadap sesama, serta lebih taat kepada Allah SWT.
Dan bentuk ketaatan kita kepada Alloh SWT sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah melaksanakan puasa dan membaca Al-Qur'an: اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ "Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari” dan Al-Qur’an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat (HR Ahmad).
Sehingga dengan Puasa Romadhon satu bulan penuh, Sholat Tarowih tiap malam, membaca Al-Qur'an setiap waktu, Ibadah-ibadah mahdho dan ghoiru mahdo lainnya, kita akan mendapatkan pengampunan, keberkahan, kesejahteraan serta mahabbah dari Alloh SWT.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
مَنْ صام رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Alhasil: Dari dua Hadis ini mengingatkan kepada kita bahwa Siyam dan Qiyam yang kita kerjakan pada bulan Romadhon dengan disertai Niat yang Tulus ايمانا dan Ikhlas واحتسابا insyaAllah akan mengantarkan kita semua pada Ridhoan-Nya Alloh SWT.
Istilah populer bulan Romadhon
Jenis maksiat perut
Dalam Kitab Sulam Taufik dijelaskan:
فَصْلٌ : في مَعاصِي البَطْنِ
ومِنْ مَعاصِي البَطْنِ: أكْلُ الرِّبا؛ و[أكْلُ] المَكْسِ [أي الضَّرائِبِ] ؛ و[أكْلُ] الغَصْبِ؛ و[أكْلُ] السَّرِقَةِ؛ و[أكْلُ] كُلِّ مَأْخُوذٍ بِمُعامَلَةٍ حَرَّمَها الشَّرْعُ؛
وشُرْبُ الخَمْرِ، وحَدُّ الشّارِبِ [أي عُقُوبَتُهُ المُحَدَّدَةُ في الشَّرْعِ] أَرْبَعُونَ جَلْدَةً لِلْحُرِّ، ونِصْفُها لِلرَّقِيقِ، ولِلإمامِ الزِّيادَةُ تَعْزِيرًا [أي تَأْدِيبًا] ؛ ومنها أكْلُ [وشُرْبُ] كُلِّ مُسْكِرٍ؛ و[أكْلُ وشُرْبُ] كُلِّ نَجِسٍ؛ و[أكْلُ وشُرْبُ كلِّ] مُسْتَقْذَرٍ؛ وأكْلُ مالِ اليَتِيمِ؛ أو [أكْلُ] الأَوْقافِ على خِلافِ شَرْطِ الواقِفِ؛ و[أكْلُ] المَأْخُوذِ بِوَجْهِ الحَياءِ.
Diantara maksiat perut ialah:
1. Memakan barang riba.
2. Pungutan liar (pajak liar).
3. Menggasab (memakan atau mengambil barang orang lain dengan terang-terangan tanpa izin).
4. Mencuri, yaitu mengambil barang orang lain dengan sembunyi-sembunyi dan untuk di miliki serta setiap penganmbilan atau penerimaan barang dengan cara yang diharamkan oleh hokum syara’.
5. Minum arak dan hukumannya ialah dengan 40 kali dera pada badan bagi orang merdeka dan 20 kali bagi hamba sahaya, sedangkan bagi imam (pemerintah) boleh menambahnya dengan hukuman ta’zir.
6. Memakan minum barang yang memabukkan (misalnya madat, ganja, narkotik dsb)
7. Memakan setiap barang yang najis (misalnya darah, bangkai dan daging hewan yang haram dimakan) dan barang yang dianggap menjijikan (misalnya ingus, dan sebagainya yang dianggap menjijikan oleh kebanyakan orang yang beradab).
8. Makan harta benda anak yatim tanpa hak atau harta wakaf dengan menyalahi persyaratan yang ditentukan oleh wakif, dan barang yang diberikan oleh pemberi karena merasa malu atau takut kalau ia tidak memberikannya (misalnya suapan dsb).










