Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Misteri dalam Islam

SEMBILAN MISTERI DALAM ISLAM

Oleh: Ahmad Ishomuddin

Dirahasiakannya atau disamarkannya berbagai perkara dalam urusan agama karena ada hikmah atau tujuan baik yang bermanfaat bagi manusia beriman di balik perkara-perkara itu. Berikut di bawah ini hikmah di balik berbagai misteri itu.

1) ليلة القدر (Lailat al-qadr)

Lailat al-qadr yang terjadi pada malam-malam Ramadlan dirahasiakan agar orang-orang yang beribadah puasa menghidupkan keseluruhan malam itu dengan ibadah dan amal baik. Al-Qur'an tidak menjelaskan dengan pasti kapan tepatnya Lailat al-Qadr itu terjadi, demikian pula Rasulullah shalla Allahu 'alaihi wa sallama pun tidak memberikan batasan terjadinya dengan batasan yang tegas.

2) ساعة الإجابة (saat dikabulkannya doa)

Saat doa dikabulkan pada hari Jumat dirahasiakan, agar orang mau berdoa pada keseluruhannya.

3) الصلاة الوسطى (al-shalat al-wustha)

Al-shalat al-wustha dirahasiakan dalam shalat-shalat agar orang menjaga semua shalatnya itu.

4) الإسم الأعظم (nama yang Maha Agung) 

Al-ism al-a'dzam dirahasiakan pada nama-nama Allah agar manusia mengingat, menyebut, dan memanggil Tuhan mereka dengan semua nama-Nya.

5) رضاء في طاعته (keridlaan Allah)

Keridlaan Allah tetap menjadi rahasia bagi manusia dalam ketaatan pada-Nya agar orang yang taat semakin bersemangat melaksanakan segala bentuk ketaatan.

6) غضبه (murka Allah)

Kemarahan Allah disembunyikan dalam setiap perbuatan durhaka makhluk kepada-Nya, agar para pendurhaka itu bertaubat, segera menyesali, berjanji tidak lagi mengulangi, dan menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.

7) الولي (kekasih Allah)

Para kekasih Allah yang sejati di antara orang-orang yang beriman dirahasiakan, sulit diketahui dengan pasti, agar kita semua memupuk sikap berbaik sangka (husnu al-dzann) kepada setiap orang yang beriman.

8) مجيء الساعة (waktu terjadinya hari kiamat)

Kapan kepastian hari kiamat tiba tetap menjadi rahasia, tidak seorang pun--termasuk ustadz asli maupun palsu/ustadz "akhir zaman"--yang tahu kapan pastinya, agar manusia senantiasa berbuat baik dan taat karena merasa kuatir kiamat akan segera tiba.

9) أجل الإنسان (ajal manusia)

Saat pasti datangnya kematian atau ajal manusia dirahasiakan oleh Allah agar setiap manusia selalu mempersiapkan diri menyambutnya dengan memperkokoh iman dan amal baik sebanyak-banyaknya.

Demikianlah, kiranya banyak perkara dalam agama Islam yang masih misterius, selalu menjadi rahasia sepanjang masa, agar setiap orang beragama tidak menyombongkan diri, tidak merasa paling tahu, tidak merasa paling beriman, dan tidak pula merasa paling banyak amalnya.

Ayat Penyembuh dalam Al-Qur'an

 Imam Abu Qosim Qushairi ra menemukan enam ayat Syifa’ di dalam al-Qur’an. Berikut enam ayat syifa’ tsb:


وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman [At-Taubah 9: 14]


يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit2 (yg berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang2 yg beriman. [Yunus 10: 57]


يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yg bermacam2 warnanya di dalamnya terdapat obat yg menyembuhkan bagi manusia. [An-Nahl 16: 69]


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yg menjadi penawar dan rahmat bagi orang2 yg beriman. [Bani Israil (Al-Israa) 17: 82]


وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Dan apabila aku sakit, Dialah Yg menyembuhkan aku [Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ 26:80]


قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang2 yg beriman. [Fushshilat 41:44]


Maka Imam al-Qusyairiy berkata:

“Kemudian aku menuliskan ayat2 tsb di atas satu lembar kertas lalu aku membasuh kertas itu di atas mangkuk dgn air dan air itu aku berikan minum kepada putraku. Dengan izin Allah Taala ujug2 datang kesembuhan bagi putraku. Sehingga ia sadar dan kembali sehat afiat seakan2 baru terlepas dari ikatan yang mengikatnya.”

Santri Patuh

Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub..

Tak sadar Kyainya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Kyai..

"Tidak tahu". Jawab si Santri..

"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang Kyai.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..

Kemudian kembali menghadap sang Kyai. .

"Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai. 

"50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap..

"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Kyai lagi..

"Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias..

"Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang kyai..

"800.000 Rupiah Kyai". Jawab si santri dengan gembira, ia mengira sang Kyai akan melepas ikan itu..

"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Kyai lagi..

"Baik Kyai". Jawab si Santri. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.

"Berapa ia menawar ikannya?"

"50 juta Rupiah Kyai"

Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbed-beda..

"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..".

"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu.. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu..".

كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِي نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا

Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.


وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا

Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا

Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.


وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا

Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.


وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا

Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.


لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain.


يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك

Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang takkan pernah tergapai.


وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ

Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah .

Qasidah Fadhoilul Qur'an

Qasidah Fadhoilul Qur'an

Sholatullahi wa salam, ‘ala man uhiyal qur’an    2x

Wa ahli baitihil kiram, wa shohbihi dzawil qur’an   2x

Dengarkanlah kata Nabi, perintahnya kita turuti

Sebaik-baik seorang abdi, belajar mengajar kitab suci

Jika Anda akan membaca, ayat qur’an kapan saja

Baca ta’awudz terlebih dulu, jangan biarkan itu berlalu

Bacalah slalu bismillah, jika dari awal surah

Selain Surah Baroah, karena tak ada sunnah

Bacalah Qur’an dengan tartil, bacanya pelan sambil memikir

Akan datang Malaikat Jibril, membawa rahmat bagi pedzikir

Jika ada yang baca Qur’an, marilah sama mendengarkan

Jika kita sama membaca, janganlah kita saling mencerca

Orang mahir baca Al-qur’an, sama malaikatur-Rahman

Orang sulit baca Al-qur’an, akan dapat dua ganjaran

Siapa senang membaca Qur’an, pastilah dia dapat ganjaran

Siapa senang bersimaan, dapat rahmat dari yang Rahman

Barang siapa yang hafal Qur’an, nilai-nilainya diamalkan

Orang tuanya disematkan, mahkota indah yang berkilauan

Jika selesai mengaji, tutuplah mushaf yang suci

Benarkanlah sang Ilahi, tanda cinta yang abadi

Itulah syair tentang Al-qur’an, kitab suci kita muliakan

Meminta Allah Yang Maha Rahman, dapat syafa’atnya Al-qur’an

Sholatullahi wa salam, ‘ala man uhiyal qur’an    2x

Wa ahli baitihil kiram, wa shohbihi dzawil qur’an   2x

Dualisme makhluk Alloh

Allah berkata kepada Malaikat: “Aku akan ciptakan manusia sebagai pemimpin di bumi.” “Apakah Tuhan akan menciptakan manusia yang kerjanya hanya berperang saling menumpahkan darah?” (malaikat keberatan) “Wahai malaikat, coba sebutkan nama-nama benda-benda itu semua!” (perintah Tuhan). “Maha Suci Engkau Tuhan… Kami tidak mengetahui apa pun kecuali apa-apa yang telah Engkau ajarkan,” para malaikat mengakui kesalahan dan kelemahannya. “Hai Adam-, coba kau sebutkan nama-nama benda-benda itu semua,” (ucap Allah SWT).
Dengan lancarnya, Adam menyebutkan semua nama-nama benda tersebut. Kemudian Tuhan memerintahkan para penghuni surga untuk memberi penghormatan kepada Adam dengan bersujud. Para malaikatpun segera bersujud dan menghormat kepada Adam. Iblispun berargumentasi; “Kami tidak mau bersujud kepada Adam. Karena Engkau d?ciptakan Adam dari tanah. Sedangkan Engkau ciptakan kami dari api.” Argumentasi iblis memang benar.
Mereka tercipta dari api sedang Adam tercipta dari tanah. Iblis berpikir bahwa api lebih mulia dari tanah. Seharusnya Adam yang bersujud kepada iblis bukan sebaliknya, Iblis tetap membanggakan diri dengan dalih tercipta dari api. iblispun harus terusir dari surga dan tetap bersikap sombong.
Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas. Bagi saya, pelajaran yang:
Pertama adalah malaikat saja bisa salah apa lagi kita manusia. Tetapi kehebatan malaikat, mereka mau segera memperbaiki kesalahannya itu.
Pelajaran kedua, kebenaran tidak sepantasnya mengarah kepada kesombongan. Iblis sendiri benar dengan argumennya bahwa ia tercipta dari api. Tetapi kesombongan iblis membuatnya terjerumus kepada tindakan yang salah, tidak menghormati Adam.
Pelajaran ketiga, kesalahan dapat terjadi sewaktu-waktu dan berlaku bagi siapa saja.
Ketika sadar bahwa hal itu salah maka segeralah memperbaiki diri dan istighfar, jangan lantas mengumbar argumen sebagaimana iblis. Tuhan, Bagaimana pun kami berlindung kepada Tuhan dari tindakan sombong sebagaimana kesombongan iblis.
Semoga kita dapat saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. “Tuhan…lindungilah kami dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji.”