Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Pengertian Sabar dalam beberapa prespektif

Pengertian Sabar dalam beberapa prespektif:

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab I'ddah ash-Shabirin wa Dzakhirah ash-Syakirin, secara bahasa Sabar (ุงู„ุตุจุฑ) memiliki arti dasar "ุงู„ู…ู†ุน ูˆุงู„ุญุจุณ" (Mencegah dan Menahan).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa hakikat sabar secara global dapat diartikan: ุฎُู„ُู‚ُ ูَุงุถِู„ٌ ู…ِู†ْ ุฃَุฎْู„ุงู‚ِ ุงู„ู†َّูْุณِ ูŠَู…ْุชَู†ِุนُ ุจِู‡ِ ู…ِู†ْ ูِุนْู„ِ ู…َุง ู„َุง ูŠُุญْุณِู†ُ ูˆَู„َุง ูŠُุฌْู…ِู„ُ ูˆَู‡ُูˆَ ู‚ُูˆَّุฉٌ ู…ِู†ْ ู‚ُูˆَู‰ ุงู„ู†َّูْุณِ ุงู„َّุชِูŠ ุจِู…َุง ุตَู„َุงุญُ ุดَุฃْู†ِู‡َุง ูˆَู‚ِูˆَุงู…ُ ุฃَู…ْุฑِู‡َุง "Suatu akhlak mulia dari sejumlah akhlak jiwa yang mampu mencegah terjadinya tindakan yang tidak baik dan tidak elok. Sabar juga merupakan sebuah kekuatan jiwa yang dengannya segala urusan jiwa menjadi baik dan lurus. "

Adapun Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' 'Ulumiddin mendefinisikan sabar sebagai: ุซَุจَุงุชُ ุจَุงุนِุซِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ุงู„َّุฐِูŠ ู‡ُูˆَ ูِูŠ ู…ُู‚َุงุจَู„َุฉِ ุจَุงุนِุซِ ุงู„ุดَّู‡ْูˆَุฉِ ูˆَุซَุจَุงุชُ ุจَุงุนِุซِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ุญَุงู„ٌ ุชَุซْู…ِุฑُู‡َุง ุงู„ْู…َุนْุฑِูَุฉُ ุจِุนَุฏَุงูˆَุฉِ ุงู„ุดَّู‡َูˆَุงุชِ ูˆَู…ُุตَุงุฏَุงุชِู‡َุง ู„ِุฃَุณْุจَุงุจِ ุงู„ุณَّุนَุงุฏَุงุชِ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ "Kokohnya (menangnya) pendorong (motivasi) agama dalam menghadapi motivasi syahwat, yakni kukuhnya motivasi agama itu dihasilkan oleh pengetahuan akan permusuhan dan perlawanan syahwat terhadap sebab-sebab kebahagiaan dunia akhirat."

Imam al-Ghazali juga menjelaskan bahwa kesabaran memiliki berbagai macam hukum. Tidak semua bentuk kesabaran yang dianggap baik dan mulia. Ada beberapa bentuk kesabaran yang malah dinilai tidak baik dan kurang tepat. Kesabaran pun sebenarnya harus tahu tempatnya supaya tidak terjebak pada kesabaran yang diharamkan. ูˆุงุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุตุจุฑ ุฃูŠุถุงً ูŠู†ู‚ุณู… ุจุงุนุชุจุงุฑ ุญูƒู…ู‡ ุฅู„ู‰ ูุฑุถ ูˆู†ูู„ ูˆู…ูƒุฑูˆู‡ ูˆู…ุญุฑู… ูุงู„ุตุจุฑ ุนู† ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช ูุฑุถ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู…ูƒุงุฑู‡ ู†ูู„ ูˆุงู„ุตุจุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุฐู‰ ุงู„ู…ุญุธูˆุฑ ู…ุญุธูˆุฑ ูƒู…ู† ุชู‚ุทุน ูŠุฏู‡ ุฃูˆ ูŠุฏ ูˆู„ุฏู‡ ูˆู‡ูˆ ูŠุตุจุฑ ุนู„ูŠู‡ ุณุงูƒุชุง ูˆูƒู…ู† ูŠู‚ุตุฏ ุญุฑูŠู…ู‡ ุจุดู‡ูˆุฉ ู…ุญุธูˆุฑุฉ ูุชู‡ูŠุฌ ุบูŠุฑุชู‡ ููŠุตุจุฑ ุนู† ุงุธู‡ุงุฑู‡ ุงู„ุบูŠุฑุฉ ูˆูŠุณูƒุช ุนู„ู‰ ู…ุง ูŠุฌุฑูŠ ุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ู‡ ูู‡ุฐุง ุงู„ุตุจุฑ ู…ุญุฑู… "Sabar dapat dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan hukumnya: sabar wajib, sunah, makruh, dan haram. Sabar dalam menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang syariat adalah wajib. Sementara menahan diri dari yang makruh merupakan sabar sunah. Sedangkan menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan terlarang (haram) seperti menahan diri ketika disakiti. Misalnya orang yang dipotong tangannya, atau tangan anaknya sementara ia hanya berdiam saja. contoh lainnya, sabar ketika melihat istrinya diganggu orang lain sehingga membangkitkan cemburunya tetapi ia memilih tidak menampakkan rasa cemburunya. Begitu juga orang yang diam saat orang lain mengganggu keluarganya. Semua itu sabar yang diharamkan"

Bahwa dalam sabar ada tempatnya sendiri. Justru ketika ia bersabar malah terjebak dalam kesalahan dan keharaman. Seperti yang dicontohkan di atas, ketika melihat orang yang tertimpa musibah, maka sebaiknya kita langsung menolong orang tersebut, apalagi bila korbannya berada dalam kondisi darurat. Begitu pula ketika seorang istri yang diganggu orang lain. Sabar dalam kondisi ini termasuk sabar yang diharamkan.

Firman Alloh SWT dalam Az-Zumar, 10 sebagaimana pandangan tafsir jalalain: ุงِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตّٰุจِุฑُูˆْู†َ (ุนู„ู‰ ุงู„ุทุงุนุฉ ูˆู…ุง ูŠุจุชู„ูˆู† ุจู‡) ุงَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ (ุจุบูŠุฑ ู…ูƒูŠุงู„ ูˆู„ุง ู…ูŠุฒุงู†) "Sesungguhnya hanya orang- orang yang bersabarlah (dalam ketaatan dan dalam menghadapi ujian) yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (tanpa ukuran atau timbangan)"

Bahwa sabar dibagi menjadi tiga jenis:

1. Sabar atas Ketaatan (ุงู„ุตุจุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุทุงุนุฉ): Yaitu dengan istiqomah dan terus-menerus (ุฏَูˆَุงู…) dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.

2. Sabar dalam menjauhi Kemaksiatan (ุงู„ุตุจุฑ ุนู† ุงู„ู…ุนุตูŠุฉ): Yaitu dengan istiqomah dan terus-menerus (ุฏَูˆَุงู…) dalam meninggalkan perkara yang dilarang oleh Allah.

3. Sabar atas Musibah/Bala' (ุงู„ุตุจุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุจู„ุงุก) Cobaan / Ujian / Musibah tetap harus disikapi dengan sabar. Hati harus Qonaah (menerima). Yakinlah bahwa ujian yang diberikan pada makhluk sudah disesuaikan dengan kadar kemampuan hambanya.

Janji Alloh untuk Orang sabar.

Sabar adalah salah satu sifat mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Allah menjanjikan pahala besar bagi hamba-Nya yang tetap tabah menghadapi ujian hidup. Al-Qur’an, banyak ayat yang mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dan bahwa orang sabar akan mendapatkan keberuntungan, ampunan, rahmat, hingga mendapatkan surga.

Sabar adalah merupakan pondasi kokohnya hati dan sekaligus menjadi sumber ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Allah Bersama Orang yang Sabar, QS. Al-Baqarah 153: ูŠٰุٓงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆุง ุงุณْุชَุนِูŠْู†ُูˆْุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ ูˆَุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉِۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตّٰุจِุฑِูŠْู†َ “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat ini menegaskan bahwa kesabaran adalah kunci pertolongan Allah. Orang sabar tidak pernah sendiri, karena Allah selalu membersamainya.

Ujian Hidup Sebagai Jalan Kesabaran, QS. Al-Baqarah Ayat 155: ูˆَู„َู†َุจْู„ُูˆَู†َّูƒُู…ْ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِّู†َ ุงู„ْุฎَูˆْูِ ูˆَุงู„ْุฌُูˆْุนِ ูˆَู†َู‚ْุตٍ ู…ِّู†َ ุงู„ْุงَู…ْูˆَุงู„ِ ูˆَุงู„ْุงَู†ْูُุณِ ูˆَุงู„ุซَّู…َุฑٰุชِۗ ูˆَุจَุดِّุฑِ ุงู„ุตّٰุจِุฑِูŠْู†َ “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Setiap ujian hidup adalah bagian dari janji Allah. Orang yang sabar akan mendapatkan kabar gembira berupa pahala dan rahmat-Nya.

Balasan Tanpa Batas untuk Orang Sabar, QS. Az-Zumar Ayat 10: ุงِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตّٰุจِุฑُูˆْู†َ ุงَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Kesabaran adalah amalan istimewa yang pahalanya tak terhitung jumlahnya. Inilah salah satu janji Allah yang paling agung bagi hamba-Nya yang tabah.

Kesabaran Membawa Kemenangan, QS. Al-Imran Ayat 200: ูŠٰุٓงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆุง ุงุตْุจِุฑُูˆْุง ูˆَุตَุงุจِุฑُูˆْุง ูˆَุฑَุงุจِุทُูˆْุงۗ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆْู†َ “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu serta tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Kesabaran bukan hanya menahan diri, tetapi juga kekuatan mental dalam perjuangan hidup. Allah menjanjikan kemenangan bagi orang yang sabar.

Sabar Mendatangkan Pahala Besar, QS. Hud Ayat 115: ูˆَุงุตْุจِุฑْ ูَุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َุง ูŠُุถِูŠْุนُ ุงَุฌْุฑَ ุงู„ْู…ُุญْุณِู†ِูŠْู†َ “Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Allah menegaskan bahwa setiap kesabaran akan berbuah pahala. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia bagi hamba yang tabah dan istiqamah.

Kekuatan Sabar dalam Kehidupan Bersama, QS. Al-Anfal Ayat 46: ูˆَุงَุทِูŠْุนُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆْู„َู‡ٗ ูˆَู„َุง ุชَู†َุงุฒَุนُูˆْุง ูَุชَูْุดَู„ُูˆْุง ูˆَุชَุฐْู‡َุจَ ุฑِูŠْุญُูƒُู…ْ ูˆَุงุตْุจِุฑُูˆْุงۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตّٰุจِุฑِูŠْู†َۚ “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu; dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat ini menegaskan bahwa sabar menjaga persatuan dan kekuatan umat. Tanpa kesabaran, mudah sekali muncul perpecahan.

Surga untuk Orang yang Bersabar, QS. Al-Insan Ayat 12: ูˆَุฌَุฒٰู‰ู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ุตَุจَุฑُูˆْุง ุฌَู†َّุฉً ูˆَّุญَุฑِูŠْุฑًุงۙ “Dan memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra.”

Janji Allah yang paling indah untuk orang sabar adalah surga. Mereka yang tabah dalam ketaatan dan ujian akan mendapatkan balasan yang kekal.

Dari beberapa ayat-ayat di atas, ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil, bahwa sabar bukan sekadar menahan emosi. Sabar adalah bentuk keteguhan hati, keimanan, dan keyakinan pada janji Allah SWT.

Kesabaran menghadirkan banyak manfaat: Mendapat pertolongan Allah. Mendapat pahala tanpa batas. Meraih ketenangan hati. dan Dijanjikan surga.

Kesimpulan, Kesabaran adalah salah satu sifat utama seorang Muslim, bahwa Allah memberikan ganjaran besar: pahala, rahmat, keberuntungan, dan surga bagi mereka yang senantiasa bersabar. Maka, jadikanlah sabar sebagai teman hidup dalam menghadapi ujian, karena janji Allah adalah pasti.

Bahaya Hati yang Jauh dari Alloh SWT

Kata hati (Qolb) disebutkan 44 kali dalam Al-Qur'an, hampir seluruh makna kata qolb berkisar sekitar makna daya rasa terdalam dan akal manusia. Dengan demikian, kita tahu bahwasanya hati merupakan tempat watak atau karakter paling dasar yang suci dan kecenderungan batin yang beragam.

Disebutkan dalam QS Al-An'am 110 ูˆَู†ُู‚َู„ِّุจُ ุงَูْู€ِุٕฏَุชَู‡ُู…ْ ูˆَุงَุจْุตَุงุฑَู‡ُู…ْ ูƒَู…َุง ู„َู…ْ ูŠُุคْู…ِู†ُูˆْุง ุจِู‡ٖٓ ุงَูˆَّู„َ ู…َุฑَّุฉٍ ูˆَّู†َุฐَุฑُู‡ُู…ْ ูِูŠْ ุทُุบْูŠَุงู†ِู‡ِู…ْ ูŠَุนْู…َู‡ُูˆْู†َ "Alloh SWT akan memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an) serta Alloh membiarkan mereka bingung dalam kesesatan"

Hati yang jauh dari Allah SWT., itu seperti tanah yang kering dan tandus, tidak ada kesuburan dan kehidupan di dalamnya. Sama halnya hati kita ketika jauh dari Alloh, maka kita akan rentan terhadap godaan hawa nafsu dan tipu daya setan, sehingga kita mudah melakukan perbuatan² tercela dan terjerumus dalam kehinaan.

Syekh Abi Bakr Syatto' dalam Kifayatul Atqiya, mengatakan: ‎ู„َุง ูŠَู†َุงู„ُ ุฎَูŠْุฑًุง ุนَุงุฌِู„ًุง ูˆَู„َุง ุขุฌِู„ًุง ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ ูˆَู„َุง ูŠُุฏْูَุนُ ุดَุฑٌّ ุนَุงุฌِู„ًุง ูˆَู„َุง ุขุฌِู„ًุง ุธَุงู‡ِุฑًุง ูˆَู„َุง ุจَุงุทِู†ًุง ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ ูˆَู‡ِูŠَ ูˆَุตِูŠَّุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„ِู„ุฃَูˆَّู„ِูŠู†َ ูˆَุงู„ุฃَุฎِุฑِูŠู†َ "Tidaklah seseorang memperoleh kebaikan yang segera maupun yang akan datang kecuali dengan takwa. Dan tidaklah seseorang dapat menolak kejahatan yang segera maupun yang akan datang, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, kecuali dengan takwa. Takwa adalah wasiat Allah bagi orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang."

Karena itu dalam pandangan ulama' takwa itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama Takwa Lahir, yaitu taqwa yang mendorong seseorang untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT yang tampak secara lahiriah, seperti shalat, puasa, zakat, sedekah, dan berbagai bentuk amalan lainnya. Termasuk juga menjauhi larangan-larangan Allah SWT., seperti meninggalkan zina, menjauhi minuman beralkohol, meninggalkan judi, korupsi, serta berbagai perbuatan tercela lainnya.

Kedua Takwa batin. adalah upaya menjaga kebersihan, kesucian dan kemurnian hati melalui amalan-amalan hati, yang mencakup perkara-perkara perintah syariat, seperti ikhlas, ridho, sabar, syukur, dan sifat-sifat terpuji lainnya, yang mencakup perkara-perkara larangan syariat, seperti berburuk sangka, iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat tercela lainnya.

Dalam praktek sehari-hari kita masih sering melihat diri kita hanya mementingkan ibadah-ibadah atau amalan-amalan yang bersifat ceremony dan amalan lahiriah saja, tanpa mempertimbangkan sisi-sisi amalan hati (batin) yang sejatinya tidak kalah penting, sebagaimana sabda Rasulullah: ‎ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ุตُูˆَุฑِูƒُู…ْ ูˆَุฃَู…ْูˆَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู€ู†ْ ูŠَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ู‚ُู€ู€ู€ู€ู„ُูˆุจِูƒُู…ْ ูˆَุฃَุนْู…َู€ู€ุงู„ِูƒُู…ْ “Sungguh Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, melainkan melihat hati dan amal kalian,” (HR Muslim).

Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa penilaian Allah tertuju pada hal-hal yang lebih dalam dari sekadar yang tampak dari tubuh yang terkesan mewah di mata kebanyakan manusia. Bukan kesempurnaan fisik maupun kekayaan harta benda, tetapi pada kualitas hati dan mutu perbuatan hamba-Nya.

Imam Thabroni beliau meriwayatkan dari hadist nabi: ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ู‚َู„ْุจٌ ุตَุงู„ِุญٌ ุชَุญَู†َّู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุนَู„َูŠْู‡ِ، ูˆَุฅِู†َّู…َุง ุฃَู†ْุชُู…ْ ุจَู†ِูŠ ุขุฏَู…َ ุฃَูƒْุฑَู…ُูƒُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุชْู‚َุงูƒُู…ْ “Siapa saja yang memiliki hati yang bersih, maka Allah menaruh simpati padanya. Kalian adalah anak cucu Adam. Tetaplah yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling takwa,” (HR. Ath-Thabrani).

Dari hadits ini bisa kita simpulkan bahwa hati merupakan satu elemen penting bagi kehidupan orang mukmin. Di hati inilah tempat Alloh SWT., melihat baik dan buruknya kita, di hati ini juga menjadi tempat komando bagi anggota tubuh yang lainnya. Maka penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan kesucian hati, agar hati kita dipenuhi dengan ketakwaan. Jangan sampai hati kita kering, kotor dan dipenuhi dengan noda-noda kemaksiatan, sehingga hati kita merasa jauh dari Allah SWT., dan tidak dapat merasakan kehadiran-Nya.

Hati yang mati, kering, gersang adalah merupakan masalah yang serius, menyebabkan hina dunia dan akhirat. Di antaranya:

Pertama adalah hilangnya rasa malu. Sebab utama hilangnya perasaan malu dari hati adalah hilangnya perasaan diawasi oleh Allah SWT.

Kedua hilangnya ketenangan dan kedamaian di hati. Sebab hati yang tidak ada Alloh di dalamnya tidak akan merasa tenang. Sebab Alloh SWT., lah yang maha memberi ketenangan dan kedamaian dalam hati. Hal ini akan sangat berdampak pada kehidupan seseorang, dia akan mencari ketenangan dan kedamaian di tempat yang salah dengan melakukan hal-hal yang melanggar norma dan syariat.

Ketiga tidak terkabulkannya Do'a ‎ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆْุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู„َุง ูŠَุณْุชَุฌِูŠْุจُ ุฏُุนَุงุกً ู…ِู†ْ ู‚َู„ْุจٍ ุบَุงูِู„ٍ “Ketahuilah kalian semua, sesungguhnya Alloh tidak akan mengabulkan do'a dari orang yang hatinya lalai.” (HR At-Tirmidzi).

Keempat hati menjadi sulit menerima kebenaran. Hati yang mati maka akan sulit menerima nasihat kebenaran, hal ini disebabkan karena sejatinya hati adalah tempat cahaya ilahi bersemayam, apabila cahaya ilahi tersebut padam maka orang yang hatinya keras dan lalai dari Alloh SWT tidak akan mampu membedakan kebenaran dan kebatilan.

Itulah empat rambu-rambu gelapnya hati, semoga Alloh SWT menjadikan hati kita senantiasa hidup, penuh cahaya kebaikan, keimanan dan ketakwaan, Rosulullah SAW bersabda: ‎ุฃَู„ุงَ ูˆَุฅِู†َّ ูِู‰ ุงู„ْุฌَุณَุฏِ ู…ُุถْุบَุฉً ุฅِุฐَุง ุตَู„َุญَุชْ ุตَู„َุญَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ ، ูˆَุฅِุฐَุง ูَุณَุฏَุชْ ูَุณَุฏَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ . ุฃَู„ุงَ ูˆَู‡ِู‰َ ุงู„ْู‚َู„ْุจُ “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR Bukhari).

Ciri Orang Beriman

Beberapa hari kemaren ini kita disuguhkan dengan berbagai pertistiwa yang dipertontonkan sedemikian rupa kepada kita semua, mulai dari peristiwa: Kedaulatan bangsa, Orang benar di kriminalisasi, badai siklon (karena Tekanan Udara Rendah_Hutan gundul_manusia rakus) yang mengakibatkan Gempa, Banjir, Longsor, dan lain sebagainya...

Maka, dari peristiwa peristiwa ini menjadi penting untuk kemudian kita renungkan, bahwa hidup ini adalah perjalanan dalam pengabdian dan ketaatan, karena itu disetiap sudut dan perempatan jalan ada traffic light (untuk istirahat sejenak) sembari menghela nafas sudah seberapa jauh perjalanan ini dan setebal apa kadar keimanan kita kepada Alloh SWT., karena itu Allah berfirman: ุงِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงِุฐَุง ุฐُูƒِุฑَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุฌِู„َุชْ ู‚ُู„ُูˆْุจُู‡ُู…ْ ูˆَุงِุฐَุง ุชُู„ِูŠَุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุงٰูŠٰุชُู‡ٗ ุฒَุงุฏَุชْู‡ُู…ْ ุงِูŠْู…َุงู†ًุง ูˆَّุนَู„ٰู‰ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ُูˆْู†َۙ. ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠُู‚ِูŠْู…ُูˆْู†َ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ ูˆَู…ِู…َّุง ุฑَุฒَู‚ْู†ٰู‡ُู…ْ ูŠُู†ْูِู‚ُูˆْู†َۗ Dalam ayat ini disebutkan bahwa ciri-ciri orang beriman diantaranya adalah:

Pertama, ุงِุฐَุง ุฐُูƒِุฑَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ูˆَุฌِู„َุชْ ู‚ُู„ُูˆْุจُู‡ُู…ْ apabila disebutkan nama Allah, maka bergetarlah hatinya. Orang beriman akan merasa takut apabila mereka tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah, dan merasa berdosa apabila melanggar larangan-larangan-Nya.

Bergetarnya hati sebagai perumpamaan dari perasaan takut ini adalah sikap mental yang bersifat abstrak, yang hanya dapat dirasakan oleh seseorang yang memiliki kualitas iman paripurna seperti ulama' sebagaimana disebutkan Al-Qur'an ุงِู†َّู…َุง ูŠَุฎْุดَู‰ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุงู„ْุนُู„َู…ٰุۤคُ sesungguhnya di antara hamba-hamba yang takut kepada Alloh hanyalah para ulama, (yakni orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah).

Kedua, ูˆَุงِุฐَุง ุชُู„ِูŠَุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุงٰูŠٰุชُู‡ٗ ุฒَุงุฏَุชْู‡ُู…ْ ุงِูŠْู…َุงู†ًุง apabila dibacakan ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah, maka akan bertambah iman mereka. Bertambahnya iman mereka akan semakin menyadarkan bahwa dirinya adalah orang yang lemah di sisi Allah dan Allahlah Zat yang paling besar dan kuat serta maha kuasa. Dengan dibacakan dan melihat ayat-ayat Allah, orang-orang beriman akan semakin bertambah semangat dalam beribadah.

Ayat-ayat Allah ini bukan hanya ayat qauliyah saja (ayat yang dapat dipelajari dalam Al-Qur'an). Namun ayat-ayat Allah ada juga yang berbentuk ayat kauniyah, seperti segala ciptaan Allah di muka bumi, fenomena alam, sosial, dan sebagainya. Karena itu orang yang dengan kualitas iman paripurna dia akan menjadikan peristiwa alam dan sosial sebagai pelajaran., bahwa ูˆู…ุง ุจูƒู… ูู…ู† ุงู„ู„ู‡

Ketiga, ูˆَّุนَู„ٰู‰ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ُูˆْู†َۙ bertawakal (berserah diri) hanya kepada Allah Yang Maha Esa. Orang beriman tidak berserah diri kepada selain Allah SWT., karena sikap tawakal merupakan senjata terakhir seseorang dalam mewujudkan serangkaian amal setelah berbagai sarana dan syarat-syarat yang diperlukan dipersiapkan. Orang beriman yakin bahwa setelah serangkaian usaha dan Do'a yang telah dilakukan, maka Allah lah yang akan mengabulkan dan mencukupi semuanya: ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya”.

Keempat, ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠُู‚ِูŠْู…ُูˆْู†َ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ orang yang senantiasa mendirikan shalat lima waktu dengan sempurna baik itu syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, serta ketepatan waktunya, dan khusyu’ semata karena Allah. Hal ini bisa dipahami bahwa seseorang yang tidak rajin dalam melaksanakan shalat lima waktu, maka keimanannya pun sangat patut dipertanyakan.

Mari tanyakan pada diri kita, sudahkah kita shalat lima waktu lengkap setiap hari? Ataukah kita shalat sesempatnya saja?. Atau apakah malah kita sama sekali tidak melaksanakan shalat yang merupakan salah satu Rukun Islam ini?. Hanya Allah dan hati kita yang bisa menjawabnya.

Kelima, ูˆَู…ِู…َّุง ุฑَุฒَู‚ْู†ٰู‡ُู…ْ ูŠُู†ْูِู‚ُูˆْู†َۗ menginfakkan sebagian dari harta yang diberikan kepadanya. Yang dimaksud dalam hal ini adalah mengeluarkan titipan Allah berupa harta dalam bentuk mengeluarkan zakat, infak, sedekah, memberi nafkah kepada keluarga dekat ataupun jauh, atau membantu kegiatan sosial dan kepentingan agama, serta kemaslahatan umat. Orang beriman tidak akan khawatir jika bersedekah akan mengurangi hartanya. Namun sebaliknya, bersedekah akan mendatangkan kebahagiaan dan tidak akan mengurangi rezeki dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: ู…َุง ู†َู‚َุตَ ู…َุงู„ُ ู…ِู†ْ ุตَุฏَู‚َุฉٍ “Harta tidak berkurang karena bersedekah.”

Jika lima ciri ini sudah tertanam dalam setiap diri seseorang, maka ุงُูˆู„ٰูۤ‰ِูٕƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ุญَู‚ًّุงۗ ู„َู‡ُู…ْ ุฏَุฑَุฌٰุชٌ ุนِู†ْุฏَ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูˆَู…َุบْูِุฑَุฉٌ ูˆَّุฑِุฒْู‚ٌ ูƒَุฑِูŠْู…ٌۚ“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.”

Didalam kitab Nashoikhul Ibad karya Imam Nawawi Al-Jawi beliau mengatakan bahwa termasuk ciri orang yang menegakkan keimanan adalah: Taqwa, Malu, Sabar dan Syukur.

TAQWA

(ุงู„ุชู‚ูˆู‰) ูˆู‡ูˆ ููŠ ุงู„ุทุงุนุฉ ูŠุฑุงุฏ ุจู‡ ุงู„ุงุฎู„ุงุต ูˆููŠ ุงู„ู…ุนุตูŠุฉ ูŠุฑุงุฏ ุจู‡ ุงู„ุชุฑูƒ ูˆุงู„ุญุฐุฑ ، ูˆู‚ูŠู„ ู‡ูˆ ู…ุญุงูุธุฉ ุขุฏุงุจ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ، ูˆู‚ูŠู„ ู‡ูˆ ุงู„ุงู‚ุชุฏุงุก ุจุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูˆู„ุง ูˆูุนู„ุง

Taqwa, yaitu dalam ketaatan yang bermakna keikhlasan, dan dalam kemaksiatan bermakna meninggalkan serta berhati-hati. Ada pula yang mengatakan bahwa taqwa adalah menjaga adab-adab syariat. Dan ada yang mengatakan bahwa taqwa adalah meneladani Nabi Muhammad SAW., dalam ucapan dan perbuatan.

MALU

(ูˆุงู„ุญูŠุงุก) ูˆู‡ูˆ ู†ูˆุนุงู† : ู†ูุณุงู†ูŠ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฎู„ู‚ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุงู„ู†ููˆุณ ูƒู„ู‡ุง ูƒุงู„ุญูŠุงุก ู…ู† ูƒุดู ุงู„ุนูˆุฑุฉ ูˆุงู„ุฌู…ุงุน ุจูŠู† ุงู„ู†ุงุณ ، ูˆุฅูŠู…ุงู†ูŠ ูˆู‡ูˆ ุฃู† ูŠู…ู†ุน ุงู„ู…ุคู…ู† ู…ู† ูุนู„ ุงู„ู…ุนุงุตู‰ ุฎูˆูุง ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Malu, yang terbagi menjadi dua jenis:

1). Malu yang bersifat naluriah, yaitu yang diciptakan Allah dalam setiap jiwa manusia, seperti (malu membuka aurat, malu tidak kerja, malu tidak konsisten, dlsbg) di hadapan orang lain.

2). Malu yang bersifat keimanan, seperti (melakukan maksiat, minum minuman keras, berbuat curang dlsbg) karena takut kepada Allah SWT.

SHABAR

(ูˆุงู„ุตุจุฑ ) ูˆู‡ูˆ ุชุฑูƒ ุงู„ุดูƒูˆู‰ ู…ู† ุฃู„ู… ุงู„ุจู„ูˆู‰ ู„ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Sabar, yaitu menahan diri untuk tidak mengeluh atas penderitaan dan cobaan kepada selain Allah SWT.

SYUKUR

(ูˆุงู„ุดูƒุฑ ) ูˆู‡ูˆ ุงู„ุซู†ุงุก ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุญุณู† ุจุฐูƒุฑ ุงุญุณุงู†ู‡ ูุงู„ุนุจุฏ ูŠุดูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃู‰ ูŠุซู†ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุจุฐูƒุฑ ุงุญุณุงู†ู‡ ุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ู†ุนู…ุฉ

Syukur, yaitu memuji orang yang berbuat baik dengan menyebutkan kebaikannya (berterima kasih). Maka seorang hamba bersyukur kepada Allah, adalah dengan memuji-Nya dan menyebutkan kebaikan-Nya yang berupa nikmat.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga manfaat dan kita bisa menjadikan diri kita sebagai orang-orang yang senantiasa memiliki motivasi untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Sehingga Allah SWT selalu melindungi dan menjaga kita untuk tetap dalam keadaan sejahtera dalam iman dan Islam tetkala menghadapi setiap peristiwa dan fenomena.

Mencintai Nabi Muhammad SAW sepanjang waktu

Empat belas abad yang lalu Rasulullah SAW ุงู†ุชู‚ู„ ุงู„ู‰ ุฑููŠู‚ ุงู„ุงุนู„ุง, umat yang sekarang tidak pernah melihat fisik dan bagaimana Nabi hidup. Umat sekarang hanya mewarisi cerita-cerita kemuliaan Nabi lewat haditsnya dan cerita para sahabat-sahabatnya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam mahfudhot disebutkan “ู…َู†ْ ุฃَุญَุจَّ ุดَูŠْุฆًุง ุฃَูƒْุซَุฑَ ุฐِูƒْุฑُู‡ُ” “siapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan sering mengingatnya atau menyebutnya.”

Sepanjang sejarah kehidupannya, Nabi Muhammad SAW., mendedikasikan hidupnya untuk menegakkan agama Alloh dan mendidik umatnya, tentang Kepedulian, dan Rosululloh Muhammad SAW sangat mencintai kita: Kecintaannya kepada kita ditunjukkan hingga akhir hayatnya, menjelang terpisahnya roh dari jasad yang terlintas dari benaknya hanyalah umatnya, bukan keluarganya, apalagi hartanya.

Dalam kitab shahih Imam Ibn Hibban diriwayatkan, bahwa Nabi berdo'a kepada Allah: ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِุนَุงุฆِุดَุฉَ ู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ู…ِู†ْ ุฐَู†َุจِู‡َุง ูˆَู…َุง ุชَุฃَุฎَّุฑَ، ู…َุง ุฃَุณَุฑَّุชْ ูˆَู…َุง ุฃَุนْู„َู†َุชْ “Ya Allah, ampunilah ‘Aisyah, seluruh dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dosanya yang terlihat dan yang tersembunyi,” (HR Ibn Hibban). ูˆุงู„ู„ู‡ِ ุฅู†َّู‡ุง ู„َุฏุนุงุฆูŠ ู„ِุฃُู…َّุชูŠ ููŠ ูƒู„ِّ ุตู„ุงุฉٍ “Demi Allah, itulah doaku untuk umatku setiap sholat,” (HR Ibn Hibban).

Firman Alloh dalam QS. Al-Taubah 128: ู„َู‚َุฏْ ุฌَุงุٓกَูƒُู…ْ ุฑَุณُูˆْู„ٌ ู…ِู†ْ ุฃَู†ูُุณِูƒُู…ْ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู…َุง ุนَู†ِุชُّู…ْ ุญَุฑِูŠุตٌ ุนَู„َูŠْูƒُู… ุจِุงู„ู€ู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ุฑَุกُูˆْูٌ ุฑَุญِูŠْู…ٌ Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat meningginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Kepedulian dan kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada kita sangat luar biasa, dunia dan akhirat. Maka sungguh merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk mencintai beliau, karena mencintai beliau pada hakikatnya adalah mencintai Allah SWT.: ู‚ُู„ْ ุฅِู†ْ ูƒُู†ุชُู…ْ ุชُุญِุจُّูˆْู†َ ุงู„ู„ู‡َ ูَุงุชَّุจِุนُูˆْู†ِูŠ ูŠُุญْุจِุจْูƒُู…ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَูŠَุบْูِุฑْู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆْุจَูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุบَูُูˆْุฑٌ ุฑَّุญِูŠْู…ٌ Katakanlah (Muhammad), apabila kalian mengakui mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad) niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. (QS. Ali Imron 31).

Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah yang diperintahkan untuk membimbing umat manusia, menegakkan keadilan, menyempurnakan akhlak dan meng-Esakan Alloh SWT.

Lalu bagaimana cara umat yang sekarang ini agar tetap selalu mencintai Rasululloh SAW.,? Tidak hanya sekedar mengingatnya tetapi mejadikannya sebagai sosok yang kita diidolakan.

Pertama: Ikuti Sunnahnya, Rosululloh SAW bersabda: ู„َุง ูŠُุคْู…ِู†ُ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุญَุชَّู‰ ุฃَูƒُูˆْู†َ ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู…ِู†ْ ูˆَุงู„ِุฏِู‡ِ ูˆَูˆَู„َุฏِู‡ِ ูˆَุงู„ู†َّุงุณِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ "Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga menjadikan aku (Muhammad) lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia" (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua: Baca dan Pahami Sejarah Hidupnya, Melalui Al-Qur'an, Hadist dan Syirohnya nabi serta bergaulah dengan orang orang soleh, ikut ngaji.

Ketiga: Membaca sholawat kepada-Nya, Sholawat selain untuk menimbulkan kecintaan, juga sebagai balas budi atas kebaikan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang Allah perintahkan dan wajibkan kepada kita, Firman Alloh:ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ูˆَู…َู„ุขุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆْู†َ ุนَู„ู‰َ ุงู„ู†َّุจِูŠّ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุขู…َู†ُูˆْุง ุตَู„ُّูˆْุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆْุง ุชَุณْู„ِูŠْู…ุง “sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawat kalian dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzรขb : 56).

Keempat, Meneladani Akhlaknya Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW berarti berusaha meniru dan menerapkan nilai-nilai luhur yang beliau tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad saw diutus bukan hanya sebagai penyampai wahyu, tetapi juga sebagai teladan akhlak yang sempurna. Hal ini sebagaimana yang diwahyukan dalam QS. Al-Qalam ayat 4: ูˆَุงِู†َّูƒَ ู„َุนَู„ٰู‰ ุฎُู„ُู‚ٍ ุนَุธِูŠْู…ٍ Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Nabi SAW bersabda: ุฅِู†َّู…َุง ุจُุนِุซْุชُ ู„ِุฃُุชَู…ِّู…َ ู…َูƒَุงุฑِู…َ ุงู„ْุฃَุฎْู„َุงู‚ِ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad).

Meneladani akhlak Nabi adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Semakin kita meniru beliau, semakin mulia karakter kita di mata manusia dan Allah SWT. Sifat-sifat Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam kitab Aqidatul Awam ุฃَุฑْุณَู„َ ุฃَู†ْุจِูŠَุง ุฐَูˆِูŠ ูَุทَุงู†َู‡ُ ุจِุงู„ุตِّุฏْู‚ِ ูˆَุงู„ุชَّุจْู„ِูŠุบِ ูˆَุงู„ْุฃَู…َุงู†َู‡ُ Allah telah mengutus para nabi yang memiliki (sifat) cerdas, jujur, menyampaikan dan dipercaya, yang tidak hanya menjadi ciri khas beliau, tetapi juga pedoman bagi kita semua dalam menjalani kehidupan: FATHONAH: Cerdas; Inovatif, SHIDiQ: Jujur; Serius, TABLIGH: Menyampaikan, Memberi Pemahaman; Komunikatif, AMANAH: Dapat dipercaya; Akuntable.

Kelima, membela agama Islam. Membela agama Islam adalah salah satu bentuk nyata dari cinta kepada Nabi Muhammad SAW., Orang yang benar-benar mencintai Nabi tidak hanya cukup dengan ucapan, tetapi membuktikannya lewat sikap dan tindakan dalam menjaga ajaran yang beliau bawa. Membela Islam berarti menjaga ajaran dan nilai-nilai yang Nabi Muhammad SAW., perjuangkan sepanjang hidupnya.

Membela Islam di zaman sekarang, terutama di negara yang merdeka dan damai seperti Indonesia, tidak cocok dengan senjata perang, apa lagi sampai menentengnya di jalan raya. Membela Islam di negeri ini bisa dengan menjaga ajarannya, memperbaiki akhlak masyarakatnya, dan memperbanyak menimba ilmu bagi generasi muda.

Kaum muslimin pendengar RRI Fakfak yra, Hakikat cinta yang sejati menurut Imam Ghazali adalah kenikmatan cinta yang berasal dari penglihatan non fisik (batin), yakni kenikmatan hati. Kenikmatan hati yang disebabkan telah mengetahui perkara-perkara ilahiah yang mulia dan tidak dapat ditangkap oleh panca indera merupakan sesuatu yang lebih mulia, lebih sempurna, dan lebih besar kenikmatannya.

Dengan demikian, meskipun kita atau siapa saja tidak sezaman, dan tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad, para sahabatnya, atau kalangan salafus sholeh, bukan berarti tidak bisa mendapatkan kenikmatan untuk mencintainya. Justru, meskipun mereka tidak bisa ditangkap dengan panca indera, kenikmatan untuk mencintainya akan tetap diperoleh, melalui kebaikan-kebaikan, sifat-sifat, serta ajaran-ajarannya.

Kaum muslimin pendengar RRI Fakfak yra, Adapun manfaat mencintai Nabi bagi seorang mukmin diantaranya adalah, akan dikumpulkan bersamanya, meskipun ibadah-ibadah yang dilakukannya tidak sesempurna seperti ibadah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad, diceritakan ada seorang Arab Badui bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan kiamat datang? Rasulullah berkata: “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Orang Arab Badui itu menjawab: “Aku tidak mempersiapkan banyak shalat-shalat dan puasa untuk menghadapi kiamat, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah bersabda: Almaru ma’a man ahabba (Seseorang akan bersama orang yang dicintainya).

Dalam QS an-Nisa ayat 69 Allah SWT berfirman: ูˆَู…َู†ْ ูŠُّุทِุนِ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆْู„َ ูَุงُูˆู„ٰูۤ‰ِูٕƒَ ู…َุนَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงَู†ْุนَู…َ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู…ِّู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠّูٖ†َ ูˆَุงู„ุตِّุฏِّูŠْู‚ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ุดُّู‡َุฏَุงุۤกِ ูˆَุงู„ุตّٰู„ِุญِูŠْู†َ ۚ ูˆَุญَุณُู†َ ุงُูˆู„ٰูۤ‰ِูٕƒَ ุฑَูِูŠْู‚ًุง “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS an-Nisa [4]: 69).

Tsauban adalah budaknya Rasulullah SAW. Tsauban sangat mencintai Nabi, ia tidak kuat berlama-lama berpisah dengan Nabi. Ketika diceritakan tentang akhirat, ia sangat khawatir tidak dapat bersama Rasulullah SAW di surga, karena pastinya Nabi akan bersama-sama dengan para nabi yang lain. Tsauban pun khawatir dan cemas jika tidak bisa bertemu dengan Nabi Muhammad SAW lagi, terlebih ketika Nabi Muhammad SAW wafat.

Ayat ini menginsyaratkan kepada kita bahwa dahsyatnya perasaan cinta akan menjadikan seseorang yang mencintai itu akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Rosululloh Muhammad SAW bersabda: ุฃَู†ْุชَ ู…َุนَ ู…َู†ْ ุฃَุญْุจَุจْุชَ Dalam riwayat lain menyebutkan: ุงู„ْู…َุฑْุกُ ู…َุนَ ู…َู†ْ ุฃَุญَุจَّ

Bahwa menaati dan mencintai Nabi Muhammad SAW harus disertai dengan rasa cintanya dalam melaksanakan ajaran-ajarannya yang kemudian dibuktikan dengan kesholehan pribadi maupun sosial. Meskipun ibadah yang kita lakukan tidak akan sesempurna seperti ibadahnya Nabi SAW., paling tidak dengan mencintai Nabi Muhammad SAW, ibadah-ibadah yang kita lakukan akan bernilai tinggi. Inilah harapan kita semua.